NovelToon NovelToon
Pangeran KW Salah Server

Pangeran KW Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi Isekai / Komedi
Popularitas:749
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Kiano (18), remaja narsis asal era 2050, apes total! Tersesat di stasiun kuburan tua, ia malah mencabut golok pusaka dan membebaskan Tengkorak Hideung, jin buronan yang kini menempel padanya.

Niatnya mau pulang ke Jakarta Barat, Kiano malah terdampar di Kerajaan Bunian dan dikira Pangeran Wirasada yang kabur. Alhasil, kaus mewahnya disita, menyisakan kolor kuning Upin-Ipin, dan ia dipaksa ikut Kencan Buta Maraton dengan ratusan putri jin yang wajahnya bikin jantungan! Tanpa sinyal 6G dan dikepung dedemit Sunda kuno, mampukah pangeran KW ini selamat dari kejaran dan penyihir peminum darah, Nini Kalingking?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Ujian Mengaji Internasional dan Lompatan Darurat

Putri Melati membetulkan posisi duduknya, menatap Kiano dengan pandangan teduh bercampur bingung. "Kita kan lagi kencan buta, Pangeran. Kenapa Anda malah membaca Ayat Kursi dengan khusyuk begitu? Apakah... Anda sedang mengetes hafalan saya? Atau sebenarnya Anda berniat mengajak saya pergi blind date ke acara pengajian majelis taklim akbar?"

Kiano langsung membatu di tempatnya, mendadak merasa bodoh secara internasional di hadapan bangsa jin.

"Ah... sa-saya ini... anu, Mbak..." Kiano gelagapan setengah mati. Rasa malu, canggung, dan takut mendadak bercampur aduk menjadi satu di dalam dadanya. Hal itu membuat wajahnya yang dilapisi bedak cimol terasa makin kaku seperti semen kering.

Putri Melati yang melihat kepanikan itu justru tersenyum maklum, membuat robek di bibirnya melebar manis—meski bagi Kiano itu tetap terlihat seperti adegan film jagal.

"Kalau Anda memang berniat ingin mengetes hafalan Al-Qur'an saya, saya tentu sangat bisa, Pangeran. Bahkan, saya sudah hafal Surah Yasin di luar kepala. Apakah Anda ingin mendengarnya sekarang?"

"Nggak usah! Makasih banyak, Putri!" potong Kiano buru-buru sambil melambaikan kedua tangannya dengan panik.

Gila! Dikata gue mau yasinan massal apa?! pekik Kiano dalam hati.

Ia langsung memutar otak, mencari alasan diplomatis agar selamat. "Aduh, Putri... saya malah merasa semakin kecil kalau begini caranya. Soalnya... saya merasa tidak pantas bersanding dengan Anda yang teramat alim dan salihah ini."

Putri Melati mengernyitkan dahi kera purbanya yang berbulu hitam. "Maksud Anda, saya ditolak? Tapi jika masalahnya karena hafalan, saya tentu bisa membantu mengajari Anda mengaji dari buku Iqra lagi jika Anda memang bersedia, Pangeran."

Kiano meringis lebar, menampilkan deretan giginya yang rapi namun dipaksakan. Boro-boro bersedia belajar Iqra sama lo, Mbak! Yang ada gue bisa mati jantungan! Tiap malam Jumat bisa-bisa gue merinding disko kalau dikelonin spek begini! batin Kiano menjerit histeris penuh penolakan.

"Tapi maaf banget, saya benar-benar tidak bisa, Putri. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, ya," ucap Kiano menolak dengan sehalus dan sesopan mungkin. Ia takut disembur kuah mistis atau dikutuk jadi jenglot kalau sampai putri itu mengamuk.

"Mungkin di luar sana Anda bisa menemukan jodoh sesama bangsa jin yang jauh lebih saleh dan punya hafalan tiga puluh juz."

Putri Melati mengembuskan napas berat. "Oh, begitu rupanya. Iya, kalau begitu saya mengerti. Saya permisi dulu, Pangeran. Assalamualaikum," ucapnya dengan nada suara yang terdengar sangat lesu dan kecewa.

"Waalaikumussalam..." jawab Kiano refleks.

Begitu Putri Melati melangkah keluar dan menutup pintu ruangan privat tersebut, Kiano langsung mengambil keputusan instan. Ia tidak mau lagi berteriak memanggil Dharma untuk mendatangkan kandidat keempat yang katanya mirip model itu. Pengalaman dengan tiga putri sebelumnya sudah cukup membuktikan bahwa 'spek luar biasa' di dunia jin artinya adalah malapetaka visual.

Saat ini, otaknya hanya dipenuhi oleh satu rencana tunggal: kabur sesegera mungkin!

"Gue harus kabur sekarang juga! Titik, gak pakai tapi!" gumam Kiano panik.

Ia celingukan menatap tajam ke arah pintu utama, sangat takut jika Dharma keburu masuk membawa kandidat selanjutnya. Sebelum hal buruk itu terjadi, mata Kiano mendadak melirik ke arah jendela kayu yang terbuka lebar di sudut ruangan.

Berhubung posisi ruangan kencan ini berada di lantai dasar keraton tepi sungai—tidak setinggi menara istananya yang mirip kamar penthouse Burj Khalifa—Kiano langsung membuang urat takutnya.

Dengan nekat, ia mengangkat jubah kebangsawanannya tinggi-tinggi hingga sebatas lutut, lalu melompat keluar jendela tanpa memikirkan estetika pangeran lagi.

BRUKKK!

Namun, dewi fortuna tampaknya sedang mabal hari ini. Tepat saat tubuhnya meluncur ke bawah, Kiano baru tersadar akan satu fakta krusial: dia belum terbiasa memakai jubah kebangsawanan kerajaan jin yang super mewah, tebal, dan menjuntai panjang ke lantai itu.

Alhasil, kaki remaja jompo itu malah berakhir belibet dan tersandung jubahnya sendiri di udara.

Dan demi menambah level kesialannya yang sudah menyentuh batas maksimal, posisi mendarat Kiano langsung mengarah ke area sungai gaib yang kebetulan posisinya tepat di pinggir jendela. Batas antara tanah halaman keraton dan bibir sungai memang setipis harapan Kiano untuk punya pacar sekelas Arummi.

BYURRR!

Sang pangeran KW sukses terjun bebas dengan estetika minus nol ke dalam air sungai yang dingin melintir. Beruntung, sebagai anak gaul Jakarta Barat, Kiano adalah mantan atlet renang gaya batu tingkat kompleks, sehingga dia bisa langsung mengapung dan menyelamatkan harga dirinya dari risiko mati tenggelam.

Berita bagusnya lagi, tidak ada satu pun makhluk halus atau pengawal istana di sekitar sana yang melihat insiden membagongkan tersebut. Jadi... Kiano merasa tidak malu-malu amat secara internasional.

Begitu Kiano berhasil merayap naik ke tepi sungai seperti seekor lumba-lumba yang terdampar, ia langsung buru-buru melepas jubah kebesarannya yang kini basah kuyup.

"Kurang asem! Jubah apaan nih, beratnya fiks melebihi beban hidup gue! Niat hati mau kabur estetik ala agen rahasia, malah berakhir jadi korban banjir bandang kecebur kali dedemit!" gerutunya kesal setengah mati.

Ia memeras baju kebangsawanannya yang sialnya basah kuyup sampai ke dalam-dalam. Bahkan, celana kolor sablonan Upin-Ipin kesayangannya pun ikut basah dan terasa nempel lengket di kulit. Mau tak mau, Kiano harus secepat kilat pergi dari tempat itu.

Persetan dengan baju dan kolornya yang basah, toh nanti juga kering sendiri kalau dipakai lari maraton.

Menggunakan kombinasi teknik menyelinap ala ninja Konoha yang dipadupadankan dengan kelincahan ahli maling jemuran kompleks, Kiano berlari jinjit kocar-kacir menyusuri tepian sungai gaib. Ia sesekali menoleh ke belakang dengan panik.

"Sialan! Percuma aja gue punya jin pelindung jawara gaib, tapi gak berguna sama sekali pas bosnya kesusahan!" gerutunya kesal setengah mati.

‘Apakah Anda sedang membicarakan saya, Tuan?’ suara berat Tengkorak Hideung tiba-tiba menggema langsung di dalam tempurung kepalanya.

"Iya! Emangnya kenapa?! Mendingan lo pergi aja sana, gak usah ngintil-ngintil gue lagi! Percuma, lo aja gak bisa bantuin gue pulang ke Jakarta Barat!" ketus Kiano sambil terus mengayunkan kakinya.

Kiano terus berlari sekuat tenaga hingga ia merasa jaraknya sudah cukup jauh dari lokasi keraton jahanam itu. Langkahnya terhenti di dekat sebuah area pemukiman padat warga jin.

Kebetulan, Kiano menemukan masker kain futuristiknya di dalam saku celana kargo yang tadi sempat ia selamatkan. Meskipun kondisinya sudah agak lecek dan buluk karena bekas air sungai, ia tetap memakainya demi menjaga privasi dan keamanan nasional.

Ia sangat takut jika para penghuni pemukiman itu mengenali wajahnya sebagai Pangeran Wirasada, lalu menyeretnya kembali ke tempat terkutuk itu untuk dinikahkan paksa. Sebelum melangkah lebih jauh, Kiano memilih bersembunyi di balik semak-semak rimbun sembari mengamati orang-orang yang berlalu-lalang.

‘Kekuatan saya sebenarnya sudah pulih sepenuhnya, Tuan,’ ucap Tengkorak Hideung kembali bersuara.

"Halah, gak usah bohong lo! Gak percaya gue!"

‘Saya serius, Tuan. Saya bisa membantu Anda kembali ke dunia manusia hari ini juga, dan saya berjanji tidak akan mengikuti atau mengganggu kehidupan Anda lagi setelahnya. Tapi... tentu ada syaratnya.’

Kiano mendengus jengkel di balik maskernya. "Dih, ribet amat idup lo pake syarat-syarat segala! Ini lo niat mau nolongin gue apa mau ngelamar kerja di perusahaan bapak gue, sih?! Buruan kasih tahu aja langsung apa syaratnya!"

‘Anda harus membantu saya membalaskan dendam masa lalu, yaitu memberantas Nini Kalingking. Dengan begitu, saya bersedia mengantar Anda pulang dengan selamat.’

"Lah? Apa urusannya sama gue, Bambang?! Gue gak kenal sama nini-nini apa tadi kata lo?"

‘Kalingking, Tuan. Dia adalah penyihir hitam jahat yang suka menculik gadis-gadis suci dan membunuh mereka demi mempertahankan kecantikannya.’

"Gak mau, ogah! Gue gak punya ilmu hitam, ilmu putih, atau ilmu silat apa pun buat ngadepin tuh nenek sihir! Lo hadepin sendiri aja sana kalau emang ngerasa punya kekuatan!" tolak Kiano mentah-mentah.

‘Masalahnya, saya tidak sanggup dan tidak yakin jika harus menghadapi Nini Kalingking sendirian, Tuan. Dulu saja, lima puluh tahun lalu sebelum saya dikubur hidup-hidup di dalam tanah stasiun itu, kekuatannya sudah sangat besar. Apalagi sekarang, setelah lima puluh tahun berlalu, saya belum tahu lagi seberapa mengerikan perkembangan kekuatan nenek sihir itu. Tapi kalau masalah kekuatan Anda, tenang saja, Tuan... Saya yang akan membantu melatih Anda dan mentransfer sebagian kekuatan gaib saya langsung ke dalam tubuh Anda.’

1
Protocetus
Wuih cepet amat nulisnya Thor 💪
Soobin Chan: lumayan, udah hampir setahun juga nangkring di lapak sebelah. dari jaman bapaknya kiano SMA sampai punya anak. dan anaknya sekarang pindah kesini😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!