NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obrolan Hangat

Acara lamaran Kania dan Ardi berlangsung dengan lancar. Semua keluarga hadir termasuk Dita yang sering absen acara keluarga semenjak berkuliah. Dan kali ini Dita memutuskan untuk berlama-lama di rumah orang tuanya sebelum dirinya kembali ke kota Y.

Kania yang bekerja di restoran milik keluarganya pun kini menetap di kota M bersama keluarganya. Setelah menikah Kania memutuskan untuk tinggal bersama Ardi di kota Y. Karena Ardi yang asli kota Y dan memiliki usaha di sana. Sekarang untuk sementara waktu Kania dan Ardi memilih untuk pacaran jarak jauh sebelum keduanya sah menjadi pasangan suami istri.

"Dek, kamu ngga tinggal di rumah Kakak aja? Sayang itu kosong rumahnya." Kania.

"Adek kejauhan Kak ke kampusnya." Dita.

"Bawa mobil Dek." Kania.

"Ngga ah... Di kontrakin aja rumahnya." Dita.

"Barang kaka masih banyak di sana." Kania.

"Beresin terus simpen di rumah Bang Ardi kan gampang Kak." Dita.

"Ya ampun kenapa sih De ngga mau nempatin banget." Kania.

"Bukan ngga mau nempatin Kak. Repot kalo dari sana belum kalo kelas pagi macet-macetan sama anak sekolah orang berangkat ke kantor. Terus kalo pulang kesorean abis praktikum badan udah lemes masih harus nyetir jauh." Dita.

"Kalo gitu Papa belikan rumah dekat kampus mu aja ya." Pak Wirawan.

"Eh, jangan ngapain deh." Dita.

"Ya biar kamu lebih nyaman De." Ibu Jelita.

"Lebih nyaman kost sekarang ini Ma." Dita.

"Ya udah kalo gitu. Gimana enak dan nyaman nya adek aja kita ngga maksa kok." Ibu Jelita.

"Makasih Mama Ku..."

"Adek, ngga lupa kontrol kan?" Pak Wirawan.

"Ngga Pah. Nanti bulan depan Adek jadwal kontrol lagi." Dita.

"Gimana? Udah ngga apa-apa kan?" Kania.

"Alhamdulillah semua aman Kak. Kadang suka ada nyeri sama sakit pinggang tapi kata dokter itu wajar terus di kasih obatnya." Dita.

"Bagus... Ada keluhan apapun di bicarakan sama dokternya ya Nak." Pak Wirawan.

"Iya Pah."

Percakapan hangat bersama kedua orang tua dan Kakaknya pun harus segera berakhir karena malam semakin larut dan semua membutuhkan istirahat berbeda dengan Dita yang hanya berdiam diri di rumah menikmati liburannya.

Di kamar Dita mengecek ponselnya yang dia tinggalkan di dalam kamar karena tengah mengisi baterai nya. Banyak chat dan beberapa panggilan tak terjawab dari Angel dan Laela ada juga dari Bagas. Saat melihat isi chat Bagas Dita menarik nafas dalam. Dita tak tau harus bagaimana menyikapi Bagas yang semakin hari semakin gencar mengejarnya.

Mengabaikan beberapa chat dan panggilan dari Bagas Dita lebih memilih melakukan panggilan bertiga bersama Angel dan Laela hingga lupa waktu dan tertidur saat panggilan berakhir.

Pagi hari Dita sudah berjalan-jalan di halaman rumahnya melakukan sedikit peregangan agar otot-otot tubuhnya tidak kaku. Kania yang melihatnya menghampiri Dita sambil membawa secangkir kopi di tangannya.

"Di kost olah raga?" Kania.

"Yoga."

"Eh, keren amat. Ada yoga di kost?" Kania.

"Ya ngga di kost juga Kak. Di sport center sama anak-anak." Dita.

"Keren deh calon-calon Ibu dokter ini olah raganya." Kania.

"Biar ngga stres aja Kak. Kalo jadwal padat ya bolos deh yoga nya." Dita.

"Ya jangan di paksa lah. Yang nomer satu itu kuliah kalian." Kania.

"Betul itu."

"Gimana temen kamu itu masih deketin kamu?" Tanya Kania yang tau cerita Bagas dari Dita sendiri.

"Masih Kak. Adek bingung gimana caranya jauhin dia." Dita.

"Kenapa ngga di coba deket aja Dek?" Kania.

"Ngga usah Kak. Lebih baik sakit sekarang dari pada nanti sudah terlanjur dalam." Dita.

"Jangan pesimis dulu dek." Kania.

"Bukan pesimis Kak tapi realistis." Dita.

"Kakak yakin ada laki-laki yang akan menerima kita dengan segala kekurangan kita." Kania.

"Ya. Tapi jangan sekarang lukanya masih belum kering jangan tambah luka baru." Dita.

"Hm..."

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!