Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. mempercayai adik
sepeninggalan permaisuri jenny dan Putri Dania, kaisar dan selir elena pun langsung memandang salep yang telah diberikan Putri Dania kepada mereka.
"ayah dan ibu tidak perlu ragu.. cepat oleskan saja obat-obatan itu ke luka kami. kita tidak punya uang lebih untuk memanggil tabib ayah.." tutur pangeran ethan.
"iya ayah.. oleskan saja. Putri Dania sangat menyayangi kita semua, tidak mungkin kalau Putri Dania menyakiti kita." kaisar yang mendengar penuturan anak-anaknya pun tersenyum hangat. dia pun langsung menganggukkan kepalanya sehingga membuat selir elena pun tersenyum hangat.
"baiklah kalau begitu nak.." kaisar pun langsung membantu mengoleskan salep itu di atas luka para pangeran.
pangeran etan dibantu oleh kaisar, sementara pangeran Jasper dibantu oleh selir elena.
ketika selir elena mengoleskan salep itu, dia merasa pedih dalam hatinya. namun sebisa mungkin dia tetap menahan gejolak dan kesedihannya agar tidak terlihat.
"mengapa luka kalian sampai membiru seperti ini nak..?" tanya selir elena yang langsung membuat keduanya bungkam.
di luar sana tidak ada yang mengetahui status mereka sebagai pangeran. karena kalau mereka mengetahuinya, bukannya menghormati mungkin mereka malah akan dicela. karena kekaisaran mereka dikenal sebagai kekaisaran kecil yang keras kepala yang tidak ingin bergabung dengan kekaisaran lainnya.
"inilah resiko pekerjaan kami ibu.. tapi ini sudah berakhir.. kami tidak akan kembali ke sana lagi. kami akan pergi bekerja di tempat lain saja." tutur pangeran Ethan yang usianya 2 tahun lebih tua dari pangeran Jasper.
"hah!! sudahlah.. kalian tidak usah keluar kekaisaran dulu. ayah juga akan memerintahkan para pengawal untuk menjemput kakak-kakak kalian kembali ke kekaisaran kita. sepertinya, Putri Dania, adikmu punya cara untuk mensejahterakan kekaisaran kita. dan ayah serta kalian semua, kita akan membantunya dan mengupayakan yang terbaik apapun yang ia minta." mendengar itu para pangeran pun langsung saling berpandangan.
mereka tahu, adik mereka ini berhati lembut dan sangat baik hati kepada setiap warga di kekaisaran mereka ini. bahkan dengan tangannya sendiri, bekerja sekuat tenaga untuk membantu ayahnya dalam menyokong perekonomian kekaisaran mereka
keduanya pun langsung tersenyum simpul, sambil mengambil jalan Tengah agar tidak bentrok.
"baiklah ayah... kami akan meliburkan diri. kalau nanti pekerjaan di sini sudah selesai, kami akan kembali pergi mencari pekerjaan baru. " kaisar pun menganggukkan kepalanya.
"sudah selesai. kalian istirahat dulu ya nak. ayah dan ibu akan kembali ke dapur dan melihat proses pemanggangan ikan. di sana ada juga tamu-tamu ibumu, yang datang untuk mengantarkan bantuan logistik dari keluarga militer Utara." etan dan Jasper yang mendengar itu pun mengganggukan kepala lagi.
"baiklah ayah.. kami mengerti.." selir elena juga tersenyum.
"kalian istirahat ya nak.. istirahat yang cukup. jangan pikirkan beban apapun." tutur sang selir kepada kedua putranya. setelah itu, selir elena langsung meninggalkan tempat peristirahatan sederhana anak-anaknya, dan pergi keluar bersama dengan kaisar.
sementara etan dan Jasper adalah anak kedua dan ketiganya. sementara yang lain, ada anak pertamanya yang masih belum kembali, bersama dengan tiga saudaranya yang lain.
"kak. adik terlihat sedikit berubah. wajahnya sangat datar dan tampak susah untuk tersenyum. tetapi hatinya baik.. sama seperti dulu." ucap Jasper kepada saudaranya.
"kamu benar dek.. mungkin saat kita tidak berada di sini, kehidupan sangat keras. Hh! wajar bisa seperti itu.."
Jasper menatap tangannya dan juga sekujur tubuhnya yang sudah diolesi dengan salep yang diberikan oleh Putri Dania.
"aku menyesal, karena aku terlahir tidak memiliki kekuatan dan ketahanan tubuh yang baik. kalau aku sudah menjadi orang hebat dan tahan segala bentuk tekanan, mungkin adik kita juga tidak akan menderita kak.." tutur Jasper. etan yang mendengar penuturan itu menggelengkan kepalanya pilu.
"sudahlah dek.. saat ini kita dengarkan nasehat ayah saja dulu. nanti kalau kondisi kita sudah membaik, kita keluar lagi untuk mencari pekerjaan." tutur etan menenangkan hati adiknya. Jasper pun langsung menganggukkan kepalanya.
****
sementara di luar. semua ikan-ikan yang berhasil ditangkap hari ini sudah selesai dimasak atau dipanggang oleh para warga. sementara warga lainnya juga sudah menggelar karpet seadanya, agar mereka bisa makan bersama di lapangan seperti biasa.
sementara, sebagian besar ikan-ikan itu juga sudah dimasukkan ke dalam tong yang memiliki tutup. dan telah dicampurkan dengan garam. besok ikan-ikan itu akan dijemur, dan langsung menjadi ikan asin.
"bagaimana di sebelah sana..? apakah sudah siap semuanya ?" sementara para utusan yang diutus oleh ayah dari permaisuri yang berasal dari wilayah utara itu tampak menatap takjub ikan-ikan panggang itu.
aromanya sangat enak. dan bahkan semua bagian tubuh ikan itu bisa dimakan. tak seperti waktu mereka memanggang ikan. bagian luar ikan itu tidak bisa dimakan, karena tentunya sudah gosong dan juga keras. sisiknya tentu saja mereka ikut bakar bersama daging-dagingnya.
tapi ikan yang ini tidak. ikan ini dibersihkan semuanya, dan bahkan sangat kering serta dilumuri dengan bumbu yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.
"makanan apa ini..? ikan ikan ini begitu wangi, aromanya sangat memanggil..." tutur salah satu utusan dengan suara yang pelan. sementara mereka duduk bersamaan dengan para rakyat lainnya.
para utusan ini juga pun tidak keberatan. karena mereka juga mendapatkan perlakuan yang sama. asalkan mereka tidak diperlakukan secara tidak adil, mereka masih bisa menerima semuanya.
"kalau sudah selesai.. silakan duduk dan ambil posisi masing-masing." ucap kaisar. semua orang pun langsung mengambil posisi. orang yang pertama kali mengambil tempat duduk adalah kaisar, kemudian disusul dengan para jenderal, baru setelah itu disusul dengan warga laki-laki. sementara yang perempuan, mereka akan menyusul nanti.
sementara ikan-ikan dan juga bahan makanan lainnya sudah dipersiapkan di sana. dan yakin hari ini mereka tidak akan kekurangan dan pasti akan makan kenyang.
"apakah sudah semuanya..?" tanya kaisar memastikan.
semua orang langsung menoleh dan memastikan keluarga masing-masing sudah ikut serta. setelah itu, mereka Langsung menganggukkan kepala ke arah kaisar.
"baiklah.. ibu-ibu juga dan permaisuri ambil tempatnya. setelah ini kita langsung makan bersama-sama. ingat, ini adalah rezeki dan berkat untuk kita. jadi tidak perlu sungkan dan isi perut sekenyang-kenyangnya. untuk urusan besok, biarlah menjadi pemikiran kita setelah makan." mendengar itu, para warga pun langsung tersenyum gembira.
di kekaisaran lain, mana ada seorang kaisar yang duduk bersama dengan rakyatnya, walaupun posisi kaisar memang sedikit ditinggikan. tetapi, hal itu bertujuan agar kaisar bisa memantau rakyatnya. apakah para rakyatnya ini makan dengan baik, atau tidak.
setelah para wanita mengambil posisi duduk mereka. acara makan malam mereka hari ini pun langsung berlangsung. pangeran etan dan pangeran Jasper juga ikut bergabung.
ketika pertama kali daging ikan bakar itu yang sudah dilumuri bumbu menyapa indra perasa mereka, hati mereka benar-benar sangat gembira. karena ternyata rasanya sangat enak dan cocok di lidah mereka.