NovelToon NovelToon
Anak Yang Tidak Di Akui

Anak Yang Tidak Di Akui

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Pengkhianatan
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.

"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya

Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Hari ini hari pertama Gavin di sekolah baru. Elfa mengantar putra satu satunya ke sekolah.

Gavin masih menyesuaikan diri dengan keadaan sekolah. Tapi dengan postur tubuhnya yang tinggi, kulit putih dan wajah terlalu tampan untuk anak usia 13 tahun. Membuat dia menjadi pusat perhatian di sekolah barunya dan tidak sulit untuk mendapatkan teman.

"Hallo sayang, gimana sayang sama sekolah baru kamu? Kamu suka kan Nak ?"

"Gavin suka Bu "

"Syukur lah, ibu sempet takut kamu tidak betah di sekolah itu nak "

"Gavin suk..."

Tiba-tiba....

"Hi... kenalin, aku Tasya" seorang gadis remaja berdiri di depan Gavin.

"Gavin..." Ia menerima uluran tangan gadis itu, ponsel di tangannya ia biarkan dalam mode panggilan video.

"Kamu anak baru ya ? "

Gavin hanya mengangguk.

"Selamat bergabung di sekolah ini ya Vin, senang berkenalan dengan kamu "

Elfa mendengar semua itu, dia akui. Gadis remaja itu termasuk berani mendekat Gavin yang pendiam dan anti senyuman.

"Ehh wajah kamu mirip banget sama paman aku, "

"Aku? mirip paman kamu ?"

"Iya..oh iya, kita berteman ya "

Sekali lagi Gavin hanya mengangguk menatap gadis bernama Tasya.

"Sorry ya, aku lagi telponan sama ibuku. boleh aku lanjut dulu"

Di seberang sana, Elfa ingin tertawa mendengar cara bicara Gavin yang terlalu kaku.

"Bu...."

"Duh anak ibu udah punya penggemar. Padahal baru hari pertama di sekolah itu loh nak. Cantik ya cewek tadi ?"

"Cantik kan ibu.."

"Makasih jagoan ibu...Ibu emang paling cantik "

Gavin tersenyum..

"Ya udah sekarang ibu matikan dulu ya, lagi ada tamu "

Gavin melihat sekelilingnya, beberapa anak anak seusianya terus menatap Gavin yang sedang melanjutkan makannya.

Pukul tiga sore, Elfa dan beberapa orang tua yang lain sedang menunggu anak anak keluar sekolah. Dari jauh Elfa melihat Gavin jalan beriringan dengan beberapa anak anak lainnya.

"Vin.. Sampai besok ya "

" Bye Vin.."

Elfa tersenyum melihat Gavin membalas dengan melambaikan tangannya. Gavin sudah menemukan teman.

"Mami.. di sekolahku ada anak baru, dia mirip banget sama paman dan Papi "

Elfa melihat gadis remaja itu..

"Oh ya... cakep dong "

"Iya cakep, orangnya pendiem banget Mi "

"Umm ingat ya, kata Papi. Tidak boleh pacaran dulu "

"Iya Mi, Tasya kan cuma cerita. Mami iihh..."

Sepuluh menit kemudian..

"Hallo Papi..."

"Salam dulu sayang..."

"Iya Pi...Papi, Tasya punya teman baru. Wajahnya mirip Papi tapi lebih mirip sama paman sih Pi" Ardian menatap anak gadisnya.

"Tasya sayang, kita itu emang punya kemiripan wajah nak "

" Tapi Gavin itu mirip Papi tapi lebih mirip lagi sama paman, Mami "

"Apaan sih nak, itu aja yang di omongin, Sekarang ganti baju. Mbak Sum udah siapin makanan kamu "

Setelah Tasya pergi..

"Ada ada aja"

"Emang ada ya anak yang di omongin sama Tasya Mi?"

"Entahlah Pi..."

_____

Elfa pulang menuju rumah, sampai di halaman rumah. Ia terkejut melihat dua orang laki-laki di teras rumahnya. Satu orang sedang berdiri di depan dan satu lagi sedang duduk di kursi.

Elfa menarik nafas dalam-dalam, sebenarnya dia tidak suka di ganggu atau di teror seperti ini. Tapi...

"Nah, ini dia orangnya "Teriak pria itu saat melihat Elfa datang. Sebelum turun, Elfa menyuruh Gavin diam dalam mobil " Nak, diam dalam mobil ya "

Pasha berdiri, ia terus memperhatikan Elfa yang berjalan semakin dekat.

Pasha ? salah satu pria yang menyukai Elfa, pria dengan tampilan yang lebih mirip preman, sedikit membuat Elfa terganggu.

"Ngapain kamu sampai ke sini? "

"Fa... kamu susah sekali di hubungi, aku cuma pengen buktiin ke kamu kalau aku juga pantas untuk kamu "

Ah Elfa lupa, kalau satu tahun terakhir ini, Pria ini, Pasha ! pria yang mengaku teman sekolah Elfa dulu. beruntunglah Elfa mengenalnya dan Elfa masih menganggapnya teman

"Pasha, kamu ngerti bahasa manusia tidak? Aku sudah bertunangan, sebentar lagi mau menikah. Jangan kayak gini ah.. " Kata Elfa.

"Aku nggak perduli, kamu kan cuma bertunangan"

"Roy, ngapain juga kamu ikut ikutan ke sini. bawa manusia aneh satu ini " Pria yang bernama Roy hanya mengangkat bahu.

"Elfa...kamu itu kenapa sih, udah hampir setahun aku mau sama kamu.. tapi......"

"Om... jangan ganggu ibuku. "

Tubuh Elfa membeku

Matanya menatap dua pria yang terkejut dengan kehadiran Gavin. Elfa tahu, bukan kata kata Gavin yang membuat mereka terkejut, tapi wajah Gavin.

"Fa....dia tadi panggil kamu ibu ?" mata Pasha membelalak melihat Gavin.

"Hei bro, aku nggak salah lihat kan ?" Sambung Roy.

"Sebaiknya kalian pergi dari sini Pasha.. "

"Tidak, kamu harus jelasin ini.."

"Jelasin ? Sama kamu? aku rasa itu tidak perlu"

"Dulu kamu menghilang begitu saja karena ini kan Fa ?"

Elfa menghela nafas, Gavin menatap Elfa "Nak... Kamu masuk ya, mereka teman teman ibu. Tidak apa-apa nak"

Gavin menatap kedua pria yang tidak mengalihkan pandangan mereka darinya.

"Pantas aja kamu hilang begitu saja, aku udah curiga. Kamu, hamil lalu pergi begitu saja" Kata Pasha setelah Gavin masuk dalam rumah.

" Terus dia dengan percaya diri pamer tentang pertunangannya selesai kuliah. Aku sempat tanya kamu sama dia, Fa. Dia bilang, dia tidak tahu kamu ada di mana, katanya kamu tiba-tiba hilang dan memutuskan kontak dengannya. Dia bilang, mungkin kamu udah nikah sama laki laki di kampungmu. Kalau kita tidak ketemu di malam pameran itu. Aku nggak akan tahu apapun "

Elfa hanya tersenyum mendengar cerita tentangnya. "Pasha, Roy.. Dia Gavin, anakku." Kedua teman Elfa hanya tersenyum menatap Elfa.

"Dia tau tentang ini ?" Tanya pria bernama Roy

Elfa mengangguk..

"Ya dulu dia tau aku hamil, tapi sekarang dia pasti berpikir aku sudah menggugurkan kandungan ku "

"Gila....dia emang laki-laki paling brengsek "

Pasha dan Roy adalah teman sekolah Elfa, mereka bertemu kembali saat pembukaan pameran. Sejak saat itu Pasha terus mengejar Elfa.

Pasha punya toko di kota ini...

Tadinya Elfa ingin minta agar kedua temannya merahasiakan tentang Gavin, Elfa berpikir " Aku tidak perlu menyembunyikan keberadaan Gavin "

"Sudahlah ! Tadinya aku berpikir untuk merahasiakan tentang anakku tapi. Tapi aku rasa itu tidak perlu, dia bukan siapa-siapa..Aku dan anakku bahagia dan ya dia juga dengan kehidupannya.."

Pasha menatap Roy " Ha..ha..ha.. Kamu yakin dia bahagia?" Tanya Pasha

"Aku tidak ingin tau dan tidak mau tahu "

"Baiklah, Aku tidak perlu lagi memaksa kamu Elfa. Pria di dalam sana bisa memukul wajah ku "

Elfa tertawa mendengar kata kata Pasha.

"Oh ya, apa yang akan kamu lakukan Fa ?"

"Maksud kamu ?"

"Apa kamu tidak ingin dia dan keluarganya tau tentang anak kamu"

Elfa menggeleng " Itu tidak perlu Pasha, aku ingin menikmati hidupku bersama anak ku. Jadi aku mohon, apapun tentang aku dan anakku jangan sampai ke telinga keluarganya "

Elfa menarik nafas..

"Aku pengen hidup santai Pasha, lagian sebentar lagi aku mau nikah.a Jadi kami stop ngejar ngejar aku ya "

"Tenang lah, aku juga tak mau berurusan sama pria di dalam sana "

"Roy..kita pulang sekarang, dan kamu Elfa... jangan ilang lagi "

Elfa hanya tertawa mendengar kata kata Pasha.

Elfa menyugar rambutnya dengan kedua telapak tangannya. Legah...

Ia melihat begitu banyak notif chat serta panggilan tak terjawab dari Steven dan Gavin.

"Kamu baik-baik saja kan Fa ? Siapa pria itu ? Gavin baru saja menelpon "

"Elfa... Kenapa tidak di angkat?"

"Balas Fa.. Aku tidak tenang di sini "

"Bu, ibu masuk saja "

"Bu.. Usir mereka"

Elfa menghela nafas panjang

" Kenapa mereka berdua posesif sekali " Gimana Elfa

"Aku baik baik saja Stev... mereka teman sekolah dan salah satu penggemar ku " Balas Elfa disertai Emoji tertawa.

Elfa melihat jam, pukul lima sore..

"Aku masih punya waktu ngomong sama Gavin "

Elfa masuk kedalam rumah. Terlihat Gavin mendekatkan ponsel ke telinga. Ia sedang menelepon seseorang.

"Tidak Ayah, Aku cuman mau ayah saja.. "

"Iya, Gavin akan jaga ibu. Ayah janji ya mau pindah ke kota juga ?"

"Baik ayah..."

Elfa terus mengawasi Gavin sampai selesai menelpon.

"Nak....ibu mau bicara, Gavin mau kan temani ibu sebentar ?"

Elfa mendekat, Ia menatap wajah anaknya. Elfa merasakan jantungnya berdegup kencang. Bagaimanapun dia harus mengatakan yang sebenarnya. Dia tidak mau Gavin mendengar cerita ini dari orang lain.

"Sebentar ya.. Ibu mau memperlihatkan sesuatu sama kamu "

Elfa membuka dompet lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam dompet itu.

"Siapa dia Bu ?" Tanya Gavin, suaranya rendah. Tatapannya tidak beralih dari gambar itu.

Untuk beberapa saat, Elfa merasakan tubuhnya membeku, lidahnya keluh. Elfa mungkin bisa mengatakan dengan santai pada orang lain tentang ini namun ketika menghadapi Gavin, anaknya sendiri. Elfa merasa jantungnya berdegup sangat kencang.

"Sayang......"

"Apakah dia ayah ku, Bu ?"

Deg....

Elfa terpaku untuk beberapa detik, Jantungnya semakin berdegup kencang, bibirnya bergetar. Matanya membelalak menatap Gavin. Keberanian yang dia kumpulkan sejak tadi menguap begitu saja.

" Benar kan Bu, dia Ayah kandungku ?"

.

.

.

Next....

1
Raine
hah thor gak mau bikin masalahnya cepat selesai kah,, kucing"an ga capek apa , mancing biar ketemu, giliran ketemu kabur lagi, bosan bacanya
Lee Mba Young
lanjut semoga hancur rumah tanggamu Aditya yg sombong.
anakmu tak kan mnerima mu.
apalagi km ingin dia mati dulu.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
cinta semu
kenapa g sekalian tu burung Pipit ny Aditya di kutuk biar g berfungsi ...g bakalan ada wanita yg mau ... biar jadi jomblo seumur hidup,..q yg baca cerita dah murka lantas gimana dgn Elfa ya🤔
cinta semu
sadis banget tu Aditya ...kasih karma penyesalan seumur hidup buat Aditya Thor ...
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
tia
lanjut thor
Susilowati Jais
ko otak sy mikir kemn" thor, mikir jangan" bpknya Chelsea ni bpk yg ninggalin Elfa😄😄😄tp balik lg nj terserh authornya🤭
Lee Mba Young
Yup selamanya rumah mu akn jd rumah kosong, hartamu tak Ada gunanya.

Chelsea kl km gk cerai dng Aditya mk km selamanya tak akn punya anak.
CPT cerai sebelum terlambat km tambh ngenes. hidup dng laki biadap, tega mmbunuh darah daging nya sendiri.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
fuadi algifari
lanjut dong kak
tia
lanjut thor
Lee Mba Young
Lebih mentingin usaha Dan kekayaan. lihat saja nnti semua akn musnah. keluarga bejad semua.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Elpina: Makasih kak..
total 1 replies
Novansyah
bagus tapi update nya lama udah itu cuma 1 bab lagi coba sekali2 kalau lama update buat bab nya agak banyak jangan cuma 1 bab
Elpina: Siap kak 🙏
total 1 replies
tia
lama skli gk update
Elpina: Iya kak.. makasih ya 🙏
total 1 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Susilowati Jais
thor kok blm up....
Elpina: Siap kak ☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!