NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Teriakan dari Dimensi Lain (Bagian 1)

Ngarai Guntur tak lagi sunyi. Kawah raksasa yang masih mengepulkan asap dan memancarkan kilatan petir ungu itu menjadi pusat dunia dalam sekejap.

Zeng Niu tidak mendekat. Dengan insting yang ditempa di dasar sumur berdarah, ia segera menyeret Bao Tuo dan Lin Xiaoyu bersembunyi di balik tumpukan batu karang yang tebal, menjauh dari pusat kawah namun tetap memiliki jarak pandang yang jelas. Ia menekan fluktuasi Qi Pengumpulan Tahap 1 miliknya hingga ke titik tak terdeteksi, mengubur napasnya di bawah debu.

"Aura sekuat ini," bisik Zeng Niu, matanya yang kelam mengamati pedang yang tertancap di tengah kawah. "Tidak mungkin tidak ada yang merasakannya. Bau darah yang lebih besar akan segera datang."

Bao Tuo menggigil hebat. "S-Saudara Niu, kita harus pergi. Akademi... tidak, seluruh benua akan berebut benda itu. Ini bukan tempat untuk semut seperti kita!"

Zeng Niu tidak menjawab. Matanya terpaku pada bilah hitam keunguan yang memancarkan resonansi guntur.

Di dalam lautan kesadarannya, ia terus mendengar ilusi dari pedang tersebut. Namun, kali ini, di antara suara ribuan pedang yang patah, Zeng Niu menangkap sebuah suara yang aneh suara kuno, serak, dan dipenuhi oleh kebencian yang meluap-luap.

“Zhao Xuan... Asura Ketiadaan yang arogan! Kau pikir Roda Bintang dan Ketiadaanmu bisa menundukkan segalanya?! Aku, Roh Pedang Petir Penghakiman, lebih memilih kabur dari Makam Kaisar Pedang menembus dimensi, daripada menjadi budak di bawah kakimu!”

Mata Zeng Niu sedikit menyipit. Zhao Xuan? Asura Ketiadaan? Makam Kaisar Pedang dimensi lain?

Nama-nama itu sama sekali tidak ada dalam peta kekuatan dunia yang dijelaskan Xiaoyu padanya. Pedang ini benar-benar sosok dari dunia yang lebih tinggi, sebuah sosok yang bahkan mengutuk sosok setingkat "Asura".

Namun, sebelum Zeng Niu bisa memikirkan lebih jauh, ramalannya menjadi kenyataan.

Langit di atas Ngarai Guntur terbelah lagi, tapi kali ini bukan oleh jatuhnya meteor, melainkan oleh lusinan siluet yang terbang melesat dengan kecepatan gila.

Di depan, mengendarai pedang terbang raksasa, adalah Jian Kuang, Tetua Pedang Gila dari Akademi Jiannan. Di belakangnya, puluhan Tetua dan murid inti berdatangan seperti kawanan burung nasar.

"HAHAHA! Pedang dewa jatuh dari langit di wilayah akademi! Ini berkah dari Surga!" tawa Jian Kuang menggelegar, matanya liar menatap pedang tersebut.

Namun, sebelum Jian Kuang bisa turun, sebuah perahu spiritual berwarna merah darah menembus awan dari arah timur. Di atas perahu itu, berdirilah ratusan kultivator berjubah merah, memancarkan bau anyir yang membuat mual.

"Berkah dari Surga? Jangan melucu, Jian Kuang! Harta tanpa tuan adalah milik siapa saja yang tangannya paling kuat!" Seorang pria pucat berambut merah dari perahu itu mendengus. Fluktuasi kultivasinya berada di puncak Golden Core, setara dengan Jian Kuang.

"Sekte Iblis Darah!" desis Xiaoyu dari balik persembunyian, tubuhnya menyusut ketakutan.

Tak lama, rombongan lain muncul. Kali ini mereka berpakaian putih elegan, memancarkan aura suci dan arogan. Mereka adalah Sekte Pedang Langit.

Dalam hitungan jam, Ngarai Guntur yang terpencil telah berubah menjadi titik kumpul para predator tertinggi di benua utara.

Hari Pertama

Pertempuran tidak langsung terjadi. Kekuatan ketiga faksi besar ini seimbang, dan mereka terlalu waspada satu sama lain. Sebagai gantinya, mereka sepakat untuk mencoba menarik pedang itu secara bergantian.

Tuan Muda sekte dari Sekte Pedang Langit maju lebih dulu. Dengan kultivasi Foundation Establishment yang langka untuk seusianya, ia mencengkeram gagang pedang itu, bermaksud menundukkannya dengan "Dao Pedang Ortodoks".

Namun, pedang itu bahkan tidak bergetar. Seolah ia menyatu dengan urat nadi bumi, sekuat apapun pemuda itu menarik, pedang tersebut diam membatu.

Ratusan jenius, tetua tingkat menengah, bahkan master sekte Iblis Darah mencoba sepanjang hari. Hasilnya sama. Pedang itu menolak bergerak seinci pun.

Hari Kedua

Kesabaran mulai menipis. Jika ditarik dengan cara halus tidak bisa, maka paksaan adalah jalan keluar bagi para kultivator angkuh ini.

Seorang Tetua Golden Core dari Sekte Iblis Darah kehilangan kesabarannya. "Benda mati berani menolakku?!"

Ia mengalirkan kekuatan Golden Core secara masif, memaksa Qi darahnya menembus gagang pedang untuk menghancurkan kehendak di dalamnya.

Saat itulah, Kehendak Kaisar di dalam pedang itu murka.

Bilah hitam keunguan itu tiba-tiba berdengung hebat.

BZZZZZT!

Sebuah kilatan petir ungu meledak dari pedang tersebut. Kilatan itu sangat kecil, namun membelah ruang itu sendiri. Petir itu menyambar sang Tetua Golden Core.

Tidak ada ledakan besar. Hanya suara trasssh yang halus.

Tubuh Tetua Golden Core yang kebal terhadap serangan senjata fisik itu mematung. Sesaat kemudian, jiwanya hancur berantakan, dan tubuhnya berubah menjadi abu hitam yang tertiup angin Ngarai Guntur. Mati di tempat. Menjadi abu. Seorang Tetua Golden Core.

Keheningan mengerikan menyelimuti seluruh ngarai. Para kultivator yang merasa diri mereka dewa tiba-tiba mundur teratur, wajah mereka pucat pasi. Pedang itu membunuh master Inti Emas semudah mematikan lilin.

Di balik batu, mata Zeng Niu berkilat aneh. Pedang itu tidak menghakimi kultivasi; pedang itu menghakimi kelemahan jiwa dan niat untuk menundukkannya.

Hari Ketiga

Ketakutan akan kekuatan pedang itu tidak membuat manusia menyerah, melainkan memicu kegilaan baru. Jika pedang itu tidak bisa disentuh karena keangkuhannya, maka satu-satunya cara adalah membunuh saingan hingga tak ada lagi yang menghalangi, lalu mencari metode segel kuno.

Pertumpahan darah tak terhindarkan.

"Pedang itu milik Akademi! Kalian penyusup, matilah!" raung Jian Kuang, mulai membantai kultivator Sekte Iblis Darah.

Sekte Pedang Langit tidak tinggal diam. Mereka menyerang dari belakang, menusuk murid akademi demi mengurangi pesaing.

Lembah itu berubah menjadi penggilingan daging. Mayat-mayat berjatuhan, darah membanjiri tanah berbatu dan mengalir menuju kawah. Para jenius yang lulus ujian dengan mudah kemarin, kini menjerit mati-matian, diinjak-injak, atau terbelah menjadi dua.

Pemandangan kekacauan murni di mana tidak ada kawan dan tidak ada sekutu. Hanya ada teriak, "Pedang itu milikku!"

Pedang hitam keunguan itu tetap tertancap, membiarkan lautan darah menggenangi dasarnya. Ia memancarkan Domain Petir tipis, seolah sedang menonton dan menunggu. Menunggu seseorang yang jiwanya sekeras baja, yang niat pedangnya lahir dari keputusasaan sejati, yang tidak menundukkan kepalanya kepada Surga maupun pada Ketiadaan Zhao Xuan.

Dari balik batu karang, melihat darah yang menggenang dan puluhan nyawa melayang dalam satu tarikan napas, Bao Tuo merintih pasrah. "Kiamat... ini kiamat."

Zeng Niu berdiri. Tangannya memegang belati berburu yang berlumuran darah perampok Pasar Hantu. Matanya yang mati tidak lagi melihat kekacauan di sekitarnya.

"Tunggu di sini," desis Zeng Niu pelan.

Ia tidak bergegas. Dengan langkah yang terukur, tanpa meledakkan Qi, tanpa berteriak, Zeng Niu mulai berjalan keluar dari persembunyiannya, melangkah tepat menuju pusaran lautan mayat di kawah tersebut.

1
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
saniscara patriawuha.
gasssdddd polllll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!