NovelToon NovelToon
Sebatas Wanita Bayaran

Sebatas Wanita Bayaran

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Sugar daddy / Tamat
Popularitas:161.2k
Nilai: 5
Nama Author: Melia Andari

Luna Evelyn, gadis malang yang tidak diinginkan ayah kandungnya sendiri karena sang ayah memiliki anak dari wanita lain selain ibunya, membuat Luna menjadi gadis broken home.

Sejak memutuskan pergi dari rumah keluarga Sucipto, Luna harus mencari uang sendiri demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Hingga suatu malam ia bertemu dengan Arkana Wijaya, seorang pengusaha muda terkaya, pemilik perusahaan Arkanata Dinasty Corp.

Bukannya membaik, Arkana justru membuat Luna semakin terjatuh dalam jurang kegelapan. Tidak hanya menginjak harga dirinya, pria itu bahkan menjerat Luna dalam ikatan rumit yang ia ciptakan, sehingga membuat hidup Luna semakin kelam dan menyedihkan.

"Dua puluh milyar! Jumlah itu adalah hargamu yang terakhir kalinya, Luna."
-Arkana Wijaya-

Bagaimana Luna melewati kehidupan kelamnya? Dan apakah ia akan berhasil membalas dendam kepada keluarga Sucipto atau semakin tenggelam dalam kegelapan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melia Andari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Psikopat!

Luna heran melihat Arkana yang terdiam menatapnya.

"Kau sudah selesai bicara kan Tuan Arkana?" tanya Luna.

"Ya, aku sudah selesai menyampaikan apa yang harus aku katakan. Jangan mengusik Maya, atau kau akan berhadapan denganku."

"Tentu, aku tidak akan mengusiknya karena aku tidak ingin berhadapan denganmu lagi," sahut Luna sambil tersenyum.

Mendengar itu hati Arkana kembali terusik. Ia membelalakkan matanya menatap Luna.

"Kau—"

Belum selesai Arkana berbicara, ponsel Luna kembali berbunyi. Kali ini panggilan telepon. Luna melihat layar dan tertulis nama Radika di sana. Ia pun mengangkatnya.

"Halo?"

"Luna? Aku sudah di apartemen mu. Boleh kan aku masuk? Aku membawakan mu obat demam."

Luna terhenyak. Ia melirik Arkana sekilas lalu berjalan menjauh darinya.

"Kau sudah di mana Dik?"

"Aku baru saja tiba di parkiran, tadi suhu tubuhmu sedikit panas Lun."

"Aku tidak apa-apa Dika. Harusnya tak perlu merepotkan mu begitu. Kau tunggu saja di sana, aku akan menemui mu."

"Eh jangan, kamu kan lagi tidak enak badan Lun," sahut Dika.

Luna merasa jika tidak keluar apartemen, sepertinya Arkana juga sulit bergerak. Jadi lebih baik ia keluar saja pura-pura ingin pergi, agar Arkana ikut pergi dari apartemennya.

"Tidak apa-apa, kau terlalu khawatir. Aku baik-baik saja. Aku akan menemui mu. Tunggu aku—"

Ucapan Luna terhenti karena ponselnya telah diambil paksa oleh Arkana. Pria itu menatapnya geram lalu melempar ponsel itu begitu saja.

"Arkana?!" pekik Luna kaget.

Ponsel itu telah hancur berantakan dan berserakan di lantai. Entah kenapa, Arkana merasa begitu kesal dengan sikap Luna malam ini.

"Kau mengabaikan ku dan menerima telepon dari seorang pria?"

"Kenapa memangnya? Bukankah kita sudah tidak ada hubungan lagi? Ah bukan, dari awal memang kita tidak memiliki hubungan apapun selain kesepakatan di atas ranjang dan juga bayaran sepadan. Lantas kenapa kau membuang ponselku??"

"Kau terlalu lancang Luna!"

"Kau yang lancang, kau masuk ke rumahku dan mengancam ku demi tunanganmu itu. Dan sekarang kau bahkan merusak ponselku! Kau tahu seberapa menyebalkannya dirimu itu?"

"Aku akan ganti ponselmu dengan yang lebih bagus!"

"Tidak perlu!" tukas Luna yang kembali memungut ponselnya.

Ia mencoba merangkainya kembali dan menghidupkannya. Meskipun tidak sempurna dan bahkan banyak bagian yang telah lepas, namun ponsel itu masih bisa hidup.

Luna tidak ingin Radika menunggunya di basement sendrian dalam waktu yang lama.

Ah hidup. Aku harus menghubungi Radika.

Luna pun sibuk dengan ponselnya sendiri, membuat Arkana memperhatikannya.

"Luna!"

Luna tak menghiraukannya. Ia segera menghubungi Radika untuk memintanya pulang saja karena sepertinya ia tidak bisa dengan mudah mengusir Arkana.

"Halo, Dika, sepertinya kau harus pergi dulu dari sini, karena aku sedang—"

Lagi-lagi Arkana mengambil paksa ponsel itu dan kali ini, pria itu berjalan ke balkon, mematikan panggilan teleponnya lalu melemparkan ponsel itu keluar balkon hingga benda tersebut jatuh dari ketinggian lantai 17.

Luna pun terperangah melihatnya dan mengejar Arkana menuju Balkon.

"Arkana?! Apa-apaan sih kamu hah?" teriaknya seraya melihat ke arah bawah.

'Begitu tinggi, ponsel itu pasti sudah hancur' batin Luna.

Arkana menarik tangan Luna dan menyeretnya hingga menuju sofa. Lalu ia melemparkan tubuh Luna begitu saja hingga terjerembab.

"Kau sudah tidur dengannya?" tanya Arkana.

"Apa??"

"Baru sebulan, kau telah mendapatkan pengganti ku dan telah menyerahkan dirimu kepadanya, begitu?"

Apa??

Begitu rendah kah diriku dimatanya...

"Jika iya memangnya kenapa?" tantang Luna.

"Apa?" Arkana menatapnya tajam.

Ia pun mencengkram dagu Luna dengan kuat.

"Jangan bertingkah seperti wanita jalang, Luna!"

"Hahaha kau lupa ya? Bukankah kau yang membuat aku seperti wanita jalang?"

Arkana mengernyitkan dahinya lalu tersenyum tipis.

"Kau benar, kalau begitu lakukan tugasmu sebagai jalang!" ucapnya kemudian mencium bibir Luna dengan paksa.

Ia pun mulai melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan bersama Luna. Kegiatan yang tak pernah lagi ia lakukan selama sebulan ini.

Luna mencoba melepaskan diri, namun kekuatan Arkana lebih besar darinya. Ia bahkan berhasil menundukkan Luna di dalam kendalinya. Tindakannya kali ini sedikit kasar, seperti sedang melampiaskan kemarahan tertahan.

Hingga satu jam berlalu, semua kembali tenang. Arkana kembali mengenakan pakaiannya dengan rapi dan menatap Luna sejenak.

"Kau psikopat!" maki Luna seraya mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya.

Arkana hanya tersenyum tipis. Ia mengambil ponsel di saku celananya kemudian mengetik sesuatu di sana.

"Aku mengirimkan uang 30 milyar untuk pelayananmu malam ini. Itu sudah beserta harga ponsel yang baru untuk kau beli sendiri," ucap Arkana dengan tatapannya yang kembali dingin.

"Brengsek!" umpat Luna.

Arkana menoleh ke arahnya sejenak lalu tersenyum menyeringai.

"Aku pergi. Ingat kata-kata ku. Jangan pernah muncul di hadapan keluarga Sucipto ataupun Maya. Jangan pernah memberitahunya apapun tentang kita dan menghilang lah dari pandanganku," ucap Arkana lalu membuka pintu apartemen Luna dan menghilang dibalik pintu.

"Brengsek!!" teriak Luna seraya melemparkan bantal ke arah pintu.

1
Gusda Nelly
habis manis sepah dibuang
Ridwani
👍👍👍
Ririn Nursisminingsih
arkana sekali cinta cinta mati kmarin kemna bos marah2 terus sama lunsa
Ririn Nursisminingsih
aneh mak sama anak sama aja jalang teriak jalang heran maya sama ana😄😄
Ririn Nursisminingsih
maya ini jalang teriak jalang kpan thor luna bahagia kasian hidupnya direndah kan terusa
Ririn Nursisminingsih
mkin lama gregeten lun kabur yg jauh lah
Ririn Nursisminingsih
ayo luna pergi yg jauh gitu loo ke luar negeri biar arkana mnyesal
Ririn Nursisminingsih
ayo luna pergi jauh ke luar negeri dg uang dari arkana tunjukan kmu bisa suksess
Ririn Nursisminingsih
arkana dodol selidiki ding hidupnya luna
Ririn Nursisminingsih
ayo luna pergi yg jauhh
Ririn Nursisminingsih
ayoo luna jg lemah👍👍
Ririn Nursisminingsih
ayo luna bangkit jadi orang sukses tunjukan pada mereka yg mnyakitimu kan kmu dpat 20 milyar💪💪
Desi Melinda
pergi sejauh mungkin, biar tau rasa
Desi Melinda
kasian sm luna,
Desi Melinda
arkan ganteng
Desi Melinda
lanjut min
Desi Melinda
kuras aja semua duitnya
Bella syaf
baca Radika Selin penasaran dengan kehidupan mereka, pas masuk Luna Arkana aku jadi sedih haru🥲
Melia Andari: terima kasih sudah mengikuti ceritanya ya kak♥️
total 1 replies
♉ᴶᴬnjiku ᴷᴬᴿena 𝐂𝐢𝐧ᵀᴬ
mampir
Bella syaf
Thor, Selin Radika up dimana? mau baca kisahnya
Melia Andari: Radika-Selin di litera ya kk, judulnya Dijodohkan dengan Sahabat Sendiri
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!