NovelToon NovelToon
Obsession (Cinta Dalam Darah)

Obsession (Cinta Dalam Darah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Romansa / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia / Fantasi Wanita
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ricca Rosmalinda26

Seorang mafia kejam yang menguasai Italia bertemu dengan seorang wanita yang memiliki sisi gelap serupa dengannya. Mereka saling terobsesi dalam permainan mematikan yang penuh gairah, kekerasan, dan pengkhianatan. Namun, di antara hubungan berbahaya mereka, muncul pertanyaan: siapa yang benar-benar mengendalikan siapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ricca Rosmalinda26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang Dalam Bayangan.

Giovanni Rizzo Menghitung Langkahnya

Setelah ledakan di restoran, Dante dan Valeria berhasil meloloskan diri tanpa terluka. Namun, yang mengganggu pikiran mereka bukan hanya serangan yang baru saja terjadi, tetapi juga perasaan bahwa permainan ini mulai berubah.

Giovanni Rizzo, yang selalu mengendalikan setiap langkah, tampaknya mulai kehilangan kontrol. Meskipun dia ahli dalam menyembunyikan jejaknya, perasaan ketegangan yang semakin mendalam menunjukkan bahwa dia tidak hanya takut pada Dante—ada sesuatu yang lebih dalam yang membuatnya cemas.

Dante menatap Valeria dengan ekspresi serius saat mereka kembali ke mobil. “Dia tahu kita ada di sini. Giovanni mulai merasa ada ancaman lebih besar dari yang dia perkirakan.”

Valeria tersenyum, memiringkan kepalanya sedikit. “Aku suka permainan yang berkembang.”

Namun, Dante tidak bisa menutupi perasaan yang mulai mengganggu. Giovanni Rizzo bukan hanya seseorang yang ingin menghancurkan mereka. Dia sekarang mulai menyadari bahwa Valeria adalah ancaman tersendiri.

Valeria tidak peduli. “Biarkan dia. Pemain yang baik akan selalu terpojok sebelum menyerah.”

Dante mengangguk, meskipun benaknya terus memutar informasi tentang Giovanni. Rizzo bukan tipe yang mudah terkejut, tapi jika dia merasa terancam…

Di luar, Giovanni Rizzo sedang mengamati mereka.

Setelah berhasil melarikan diri dari restoran, Giovanni berdiri di balkon apartemennya yang menghadap kota Roma, matanya menyipit tajam. Ia sudah lama tahu bahwa Dante Salvatore adalah lawan yang berbahaya, tapi sekarang ada sesuatu yang lain.

Sejak pertemuannya dengan Valeria, Giovanni merasa bahwa dia bukan lagi sekadar musuh yang harus dihancurkan. Valeria adalah sesuatu yang jauh lebih sulit dipahami.

Giovanni mengingat ekspresi mata Valeria yang begitu tenang meski dunia di sekitar mereka terbalik oleh ledakan. Dia tidak takut.

Sambil menyalakan sebatang cerutu, Giovanni tersenyum sinis. "Siapa dia sebenarnya?"

Dia membuka file di laptopnya, menelusuri setiap informasi yang dia punya tentang Dante Salvatore—dan, akhirnya, tentang Valeria.

Namun, tidak ada yang lebih mengganggu dari fakta bahwa Valeria tidak memiliki catatan yang jelas. Dia datang entah dari mana. Tidak ada latar belakang yang dapat dilacak. Tidak ada jejak kriminal sebelumnya. Hanya kebetulan bahwa Valeria muncul dalam kehidupan Dante pada saat yang begitu tepat.

Giovanni tahu bahwa pemain baru di dunia ini selalu berbahaya. Terlebih, jika orang itu tidak terduga.

Valeria memiliki sesuatu yang gelap dalam dirinya yang membuatnya berbeda dari orang lain. Dia bukan sekadar wanita dengan kemampuan bertarung atau kecantikan yang mematikan. Ada sesuatu yang lebih—sesuatu yang berbahaya.

“Dia akan mengubah segalanya.” Giovanni berbicara pada dirinya sendiri dengan senyum sinis di wajahnya.

Beberapa hari setelah ledakan, Giovanni menghubungi salah satu informannya yang bekerja di bawah tanah, seseorang yang dikenal hanya dengan nama “Il Falco” (Elang).

Il Falco adalah seorang pembunuh bayaran yang sangat terampil dan selalu bermain di luar radar. Giovanni ingin mengetahui lebih banyak tentang Valeria—sebuah langkah yang sangat hati-hati, karena Valeria semakin menunjukkan kemampuannya untuk menyeimbangkan permainan.

Giovanni mengatur pertemuan di sebuah kedai kopi tersembunyi, di luar jangkauan mata-mata Dante. Ketika Il Falco tiba, Giovanni memberikan perintah singkat.

“Cari tahu siapa Valeria sebenarnya.”

Il Falco menatap Giovanni dengan keraguan. “Tidak ada yang tahu lebih banyak dari itu. Dia muncul begitu saja di sisi Dante, tanpa jejak.”

Giovanni menghela napas. “Itulah masalahnya. Aku tidak suka ada sesuatu yang tersembunyi. Dia bukan bagian dari cerita ini, tapi dia bisa menjadi bagian yang sangat berbahaya.”

Giovanni dan Valeria: Tatapan yang Menakutkan

Malam itu, saat Dante dan Valeria kembali ke markas mereka setelah menjalani serangkaian pencarian, mereka merasakan sesuatu yang tidak biasa di udara. Giovanni tahu mereka akan datang. Semua ini adalah bagian dari permainannya.

Namun, ada yang berbeda. Valeria.

Saat mereka melangkah ke dalam ruangan, Valeria langsung menatap Dante dengan tatapan penuh arti. “Kau merasa itu, bukan? Dia mulai merasa kita mendekatinya.”

Dante mengangguk, tetapi matanya tetap waspada. “Dia juga tahu tentangmu.”

Valeria memiringkan kepalanya, lalu tersenyum. “Mungkin dia mulai menganggap kita ancaman yang sama.”

Dante merasa ada yang mengganggu dalam cara Valeria berbicara, namun dia tidak bisa membiarkan ketegangan ini menguasai. Mereka harus melangkah lebih jauh, lebih cepat.

Giovanni Rizzo berdiri di depan jendela apartemennya, mengamati kota Roma yang terang benderang di bawahnya. Ia telah melalui banyak pertempuran, menghabisi banyak musuh, dan bermain dalam permainan ini lebih lama daripada Dante Salvatore. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda.

Valeria.

Wanita itu bukan sekadar pion dalam permainan mafia ini. Ia bukan sekadar kekasih Dante atau sekadar eksekutor berbakat. Dia adalah sesuatu yang lain. Sesuatu yang bahkan membuat Giovanni tidak nyaman.

Saat Giovanni sedang berpikir, Il Falco masuk ke dalam ruangan, meletakkan sebuah amplop di atas meja.

“Saya sudah menggali semuanya.” Il Falco berbicara dengan nada datar.

Giovanni mengambil amplop itu, membuka isinya, lalu membaca laporan tentang Valeria.

Lalu dia berhenti.

Halaman-halaman itu hampir kosong.

Il Falco menghela napas. “Aku sudah mengecek semua catatan kriminal di Italia, Prancis, bahkan Amerika. Dia tidak ada. Tidak ada identitas asli, tidak ada sejarah, tidak ada keluarga.”

Giovanni menyipitkan mata. “Orang seperti dia tidak muncul begitu saja.”

Il Falco mengangguk. “Itu sebabnya aku bertanya-tanya… Apakah dia benar-benar baru dalam dunia ini, atau dia sudah bermain jauh sebelum kita menyadarinya?”

Giovanni menutup amplop itu dengan keras. Ini bukan lagi tentang Dante. Ini tentang Valeria.

Sementara itu, Dante duduk di ruangannya, menatap layar komputer yang menampilkan rekaman CCTV dari ledakan di restoran beberapa hari lalu.

Dia mempercepat rekaman, lalu memperlambatnya pada saat tertentu. Ada sesua

alah satu orang yang keluar dari restoran tepat sebelum ledakan terjadi adalah Valeria.

Dante memperhatikan ekspresinya. Ia tidak terlihat terkejut. Tidak terlihat panik. Seolah dia tahu ledakan itu akan terjadi.

Sesuatu di dalam dirinya mulai mempertanyakan banyak hal. Siapa sebenarnya Valeria?

Ketika Valeria masuk ke dalam ruangan, Dante segera menutup layar itu.

“Kau tampak tegang,” ujar Valeria sambil berjalan mendekat.

Dante hanya menatapnya. Untuk pertama kalinya, ia merasa tidak yakin apakah Valeria berada di sisinya atau sedang memainkan permainan yang lebih besar.

Tapi yang lebih berbahaya dari segalanya…

Ia tidak bisa menahan ketertarikannya pada wanita ini, meskipun ia tahu Valeria mungkin adalah ancaman terbesar yang pernah ia hadapi.

Giovanni, Dante, dan Valeria: Konfrontasi Pertama

Tiga hari kemudian, Dante dan Valeria menerima undangan dari Giovanni.

Tempatnya netral—sebuah vila mewah di pinggiran Roma. Tidak ada jebakan, tidak ada senjata yang boleh dibawa. Hanya percakapan antara tiga orang yang tahu bahwa mereka mungkin harus saling membunuh di masa depan.

Saat mereka tiba, Giovanni sudah menunggu.

Tatapannya langsung tertuju pada Valeria.

“Jadi ini dia,” katanya sambil tersenyum tipis. “Wanita yang tidak memiliki masa lalu.”

Valeria hanya tersenyum. “Atau mungkin masa laluku terlalu gelap hingga kau tak bisa menemukannya.”

Giovanni tertawa kecil, lalu menatap Dante. “Kau pikir kau bisa mengendalikannya?”

Dante mengepalkan tangannya. “Aku tidak mengendalikan siapa pun.”

Giovanni mengangguk. “Bagus. Karena aku hanya ingin memberi peringatan.”

Ia bersandar ke kursinya dan menatap Valeria dalam-dalam. “Aku sudah melihat banyak monster di dunia ini, tapi kau berbeda. Aku hanya ingin tahu… pada akhirnya, siapa yang akan kau bunuh lebih dulu? Aku, atau dia?”

Dante menegang.

Tapi Valeria hanya tersenyum. “Siapa bilang aku harus memilih?”

Untuk pertama kalinya, Giovanni merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Ketakutan.

Dia tidak yakin apakah dia sedang berbicara dengan musuh… atau sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari itu.

---

Dante dan Valeria meninggalkan vila Giovanni tanpa kata-kata. Keduanya diam dalam perjalanan pulang, masing-masing tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Giovanni Rizzo tidak bodoh. Dia telah menangkap sesuatu—sesuatu yang bahkan Dante sendiri masih berusaha pahami. Valeria adalah teka-teki yang tak memiliki jawaban.

Dante melirik ke samping, ke arah Valeria yang duduk dengan tenang di kursinya, seolah pertemuan tadi tidak berarti apa-apa baginya.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Dante akhirnya.

Valeria tersenyum tipis. “Aku penasaran… apakah Giovanni akan bertahan lebih lama dari yang aku harapkan?”

Dante mendengus. “Dia sudah mempelajari tentangmu.”

Valeria mengangguk. “Tentu saja. Dan itu membuatnya semakin menarik.”

Dante mengerutkan kening. Apa yang sebenarnya ada dalam pikiran wanita ini?

Giovanni Memutuskan untuk Bergerak

Setelah Dante dan Valeria pergi, Giovanni duduk diam di ruangannya, menatap ke arah jendela dengan ekspresi serius.

Valeria.

Nama itu kini ada di benaknya lebih dari nama Dante Salvatore sendiri.

Dia memanggil salah satu orang kepercayaannya, seorang pria tua dengan mata tajam yang selama ini bekerja sebagai analis untuknya.

“Lacak dia,” perintah Giovanni.

Pria itu mengernyit. “Siapa?”

Giovanni menatapnya tajam. “Valeria. Aku ingin tahu siapa dia, dari mana dia berasal, dan apa yang dia inginkan. Aku ingin tahu sebelum Dante sendiri mengetahuinya.”

Pria itu mengangguk dan segera pergi.

Giovanni menyandarkan diri ke kursinya, menghela napas panjang. Dia merasa ini bukan sekadar perang antara dirinya dan Dante.

Ada sesuatu yang lebih besar di balik semua ini. Dan Valeria—wanita itu bukan sekadar bagian dari permainan.

Dia mungkin adalah permainannya sendiri.

Malam itu, Dante kembali menonton rekaman CCTV dari restoran tempat ledakan terjadi. Kali ini, dia memperhatikan dengan lebih teliti.

Saat ledakan terjadi, kebanyakan orang bereaksi dengan cara yang sama—panik, berteriak, berlari.

Tapi Valeria?

Dia tidak bergerak selama satu detik penuh. Seolah dia sedang menghitung sesuatu.

Dante memejamkan mata sejenak, lalu menghubungi salah satu hacker terbaiknya.

“Aku butuh informasi tentang seseorang,” katanya.

Hacker itu tertawa kecil. “Siapa targetnya?”

Dante menarik napas dalam. “Valeria.”

Hening.

“Apa kau serius?” tanya hacker itu, terdengar lebih waspada sekarang.

“Cari tahu apa pun yang bisa kau temukan.”

“Baiklah.”

Tapi sebelum panggilan terputus, hacker itu menambahkan sesuatu.

“Tapi hati-hati, Dante.”

Dante mengernyit. “Maksudmu?”

Suara di ujung telepon terdengar ragu-ragu. “Aku tidak tahu siapa dia, tapi… aku pernah mendengar namanya sekali. Dan orang yang menyebutnya menghilang sehari setelahnya.”

Dante terdiam.

Siapa sebenarnya Valeria?

Sementara Dante dan Giovanni sibuk mencari tahu tentangnya, Valeria duduk di sebuah balkon di apartemen mewahnya, menikmati segelas anggur merah.

Dia sudah tahu bahwa mereka akan mulai mencarinya.

Dia tahu Dante akan mempertanyakan segalanya.

Dia tahu Giovanni akan melihatnya sebagai ancaman.

Dan itu semua… sangat menyenangkan.

Sambil mengangkat gelas anggurnya, Valeria tersenyum.

“Mari kita lihat siapa yang menemukan jawabannya lebih dulu,” bisiknya.

Di dunia ini, ada pemburu dan ada yang diburu.

Dan Valeria? Dia selalu menikmati menjadi keduanya.

1
Nayla Syberia
Bagus kok,gpp Author teruskan👌🏻
nurzzz
ceritanya bagus banget semoga bisa rame yah banyak peminatnya
Shin Raecha: Aw, terimakasih 🥰🥰.
total 1 replies
nurzzz
wow keren
nurzzz
wah keren
Naira
seruuu kok ceritanya
Shin Raecha: Baca sampai end yaa 😄🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!