Seorang gadis berumur 18 tahun,bernama Wulandari.
Hanya lulusan SMA yang di tinggalkan kedua orang tua nya,lalu di titipkan di panti asuhan yang kemudian di adopsi oleh orang kaya,awal nya Wulan sangat bahagia namun setelah datang Rika anak dari orang tua angkat nya, kebahagiaan itu ber angsur hilang,hingga menjadikan nya seorang gadis mandiri.
Penasaran dengan kisah Wulan,yuk simak terus 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viya Khairullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 MENYEBALKAN
Jam istirahat tiba.Wulan dan Ayu pun menuju kantin untuk membeli makan siang.
"Kamu mau makan apa biar sekalian aku pesankan?'' tanya Ayu pada Wulan.
"Aku mau soto sama teh es saja kaya nya enak deh"ujar Wulan.
"Okehhhhh" jawab Ayu sambil berlalu memesan makanan yang mereka mau"
Tak jauh dari meja Wulan dan Ayu ternyata Arga juga duduk di kantin terus memperhatikan Wulan sambil menutup wajah nya agar tidak ketahuan Wulan jika dirinya sedang memperhatikan Wulan.
"Yu huu pesanan datang''ujar Ayu dengan membawa pesanan yang mereka pesan.
Sebenarnya ibu kantin itu bisa saja mengantarkan makanan kepada pembeli di kantin itu,namun Ayu memilih untuk membawa nya sendiri saja.
Arga berjalan perlahan lalu menarik kursi yang berada dekat dengan Wulan tanpa ekspresi.
Wulan yang terkejut pun saling pandang dengan Ayu.
Namun mereka tak bicara,malah Wulan dan Ayu sedang asyik dengan makanan mereka masing-masing.
Tanpa di duga Arga menarik mangkok soto Wulan lalu memakan nya bak orang kelaparan membuat Wulan melotot tajam.
"Heh enak banget ya main ambil saja pak dosen tak punya uang ya jadi gak bisa beli makan sendiri?!'' tegur Wulan kesal. Bagaimana tidak kesal jika makanan yang baru ia pesan habis tak tersisa.
Sementara Arga tak ada rasa bersalah pun melap mulutnya menggunakan tisu lalu bersendawa.
"Enak.. Saya kenyang '' ucap Arga lalu kembali menyeruput teh es Wulan hingga tersisa setengah nya saja.
"Minuman gue!" geram Wulan.
"Terimakasih ya" ucap Arga sambil berdiri dari kursi nya dengan senyum puas rasanya ia sungguh senang bisa mengerjai gadis itu.
"Pak dosen nyebelin !!!!''teriak wulan
"Sudah ngalah saja siapa tahu nanti kamu di kasih nilai bagus setelah mentraktir pak dosen"kekeh Ayu.
"Tapi aku lapar yu '' ucap Wulan memelas.
"Yasudah aku pesan kan lagi ya!'' tawar Wulan.
"Gak mau sudah gak mood yuk kita ke kelas saja sudah mau masuk tuh" ujar Wulan yang memang tidak mood lagi untuk makan.
Ayu pun membayar setelah itu ia mengikuti Wulan menuju kelas.
*
Hari demi hari waktu pun tak terasa Wulan dan keluarga nya sedang menikmati makan malam bersama.
"Mama dan papa tahu tidak? Ternyata nih ya senior rese itu jadi dosen di kelas Wulan loh,eh nyebelin banget masa pelajaran yang belum pernah di ajarkan sama sekali aku di suruh jawab untung Wulan sudah mempelajari nya jadi gampang untuk menjawab"
"Gak cuman itu Ma,Pa yang bikin Wulan kesal setengah mati ia berani menghabiskan makanan yang baru Wulan pesan ,padahal Wulan itu lapar..jadi nya gak mood lagi buat makan '' ujar Wulan dengan wajah memelas yang terlihat semakin lucu di mata Mama dan papa nya.
"Oh ya ! Kalau gitu bagus dong mungkin saja kalian jodoh makanya selalu di pertemukan "goda Purnama.
"Eh mama gak mau Wulan berjodoh sama tuh orang rese "kesal Wulan sementara Pandu hanya terkekeh mendengar obrolan dua perempuan yang ia sayangi hingga mereka selesai dengan makan malam.
Pandu dan sang istri duduk di ruang tamu, sementara Wulan sudah duluan ke kamar.
Saat mereka tengah ngobrol dering ponsel Purnama mengagetkan kedua nya , Purnama segera mengambil ponsel nya dan terlihat ada nama Rika sang putri di sana.
"Siapa?'' tanya Pandu.
"Rika mas"jawab Purnama.
"Yasudah angkat saja dulu"ujar Pandu dan Purnama pun segera mengangkat telepon nya.
"Halo Rika!" ujar Purnama terlihat raut wajah kerinduan yang terpendam di wajah nya.
"Halo ma.. Ma kirimi Rika uang lagi dong mau bayar semester!''pinta Rika tanpa basa-basi dan tanpa menanyakan kabar kedua orang tua nya terlebih dahulu.
Purnamasari yang sudah tahu hanya bisa menghela nafas.
"Iya nanti mama kirim ya!'' ujar Purnama padahal baru dua hari yang lalu Rika minta kiriman uang dan sekarang minta lagi"
"Kamu kapan pulang,ada yang mau mama dan papa ceritain sama kamu sekaligus mama mau mengenalkan kamu sama seseorang "ujar Purnama
"Em nanti ma kalau Rika gak sibuk,ya sudah Rika tutup dulu ya jangan lupa kirim uang nya!''
Tut!
Tanpa menunggu persetujuan Rika segera menutup panggilan dengan suara girang.
"Tuh kan gampang gaes.. gue tinggal minta saja transferan masuk" kata Rika pada teman-teman nya.