KESEMPATAN KE2 TELAH TIBA!!
Roselyn, 26tahun. Dia hanyalah anak panti yang merangkak sukses selangkah demi selangkah, harus mati menyedihkan karena ulah suami dan sahabat baiknya..
Kekayaan dan kerja kerasnya selama ini direnggut, bahkan ia tak diberi kesempatan untuk memiliki keturunan..
Saat ia terbangun, ia kembali saat usianya 21 tahun, dimana semua bencana masih belum terjadi..
Kali ini ia bertekad! Bukan hanya memmbalas dendam kepada sahabat dan suaminya, Ia juga akan menyelamatkan orang - orang tercinta bahkan ia akan mencari kekuarga kandungnya!!
~ Kheh.. Mario, Jessica. AKU KEMBALI!! TUNGGU SAJA.. !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
“ Lalu apa rencanamu?” tanya Mario sambil memainkan rambut Jessica yang masih menyerukan kepalanya di lengan kanannya.
“ Kebetulan sekali, besok adalah jadwal panti untuk membeli kebutuhan. Biasanya wanita tua itu yang akan pergi sendiri, saat itu kita akan menyergapnya. Kamu harus mengantarkan aku ke tempat yang biasa tua bangka itu belanja, selanjutnya aku yang akan menanganinya “ ucap Jessica dengan bangga, kilatan niat membunuh jelas terlihat di pancaran matanya.
Tanpa ia ingat kembali jika selama hampir 20 tahun lebih ini ia bisa hidup sampai sekarang adalah karena uluran tangan tua wanita yang ia sebut sebagai tua bangka.
Hanya karena dibutakan oleh rasa iri dan serakah karena harta yang bukan miliknya, Jessica sanggup memikirkan hal – hal yang menakutkan seperti mencelakai orang yang sudah membesarkannya tersebut.
“ Kamu yakin dengan ini semua? Maksudku, dia adalah ibu pantimu,” tanya Mario yang sedikit merasakan keengganan di hatinya, sedikit sekali loh ya.
“ Siapa yang menyuruhnya untuk terlalu bias? Dia selalu bilang, ‘ Rose begini, Rose begitu,’ Seolah – olah yang ada di dalam panti sebesar itu hanya ada Rose,” gerutu Jessica dengan marah. Mario hanya tersenyum tipis menanggapi Jessica yang mengamuk.
‘ Ya jika di pikir – pikir, memang Rose jenius, bukan?’ gumam Mario dalam hati.
Mario teringat kala ia masih menjadi mahasiswa tingkat 6, saat penerimaan mahasiswa baru tersiar adanya seorang anak yang terlalu pintar.
Anak itu memiliki tampang biasa- biasa dan terdengar jika ia berasal dari sebuah panti asuhan. Bukan hanya omong kosong belaka, tetapi anak itu langsung melakukan terobosan dengan ‘memangkas’ SKS nya yang seharusnya dihabiskan selama 4 semester hingga hanya 2,5 semester saja.
Mario berkenalan dengan Jessica saat ia sudah mulai menyusun skripsi. Melihat gadis cantik dengan body yang sexy dan terlihat seperti sosialita muda yang kaya langsung tertarik begitu saja.
Tetapi, belakangan ini ia tahu jika Jessica hanya anak panti yang tidak memiliki keluarga, tetapi Mario sudah terlalu candu dengan tubuh Jessica!
Belum lagi Jessica memiliki pemikiran yang brilian dengan ingin mengambil alih perusahaan milik Rose yang Mario kenal sebagai gadis jenius semasa ia kuliah.
Dan sejauh ini, dengan rencana – rencana Jessica, mereka berdua berhasil selangkah demi selangkah mendekati Rose ini. Dan dari yang ia lihat, Rose juga terlihat tertarik dengan dirinya!
Itu semua berkat hasutan – hasutan Jessica kepada Rose yang sangat percaya kepada Jessica!
Hari ini, seharusnya menjadi puncak rencana mereka, ia dan Jessica sudah menyiapkan segalanya untuk acara makan siang mereka untuk merayakan ulang tahun Rose.
Saat pemberian kue dia akan menyatakan perasaan kepada Rose, Rose akan menerima dan mereka akan menikah! Tetapi entah kenapa ada perubahaan yang mendadak di pihak Rose!
“Baiklah, aku akan mengantarkanmu besok. Kebetulan sekali besok aku tidak ada acara dengan keluarga besarku,” putus Mario sambil kembali mengendus leher jenjang Jessica lagi yang membuat Jessica menggelinjang keenakan.
“Uuhh~ saayang, pelan pelan~" desah Jessica yang sudah mulai tersulut permainan lidah Mario. Keduanya kembali melanjutkan permainan ranjang mereka tanpa memperdulikan apakah mereka bahkan sudah makan apa belum.
🧊🧊🧊
“Dengarkan baik – baik kata – kataku ini,“ ucap Rose dengan nada yang misterius membuat Gendhis yang berada di seberang sana merasa gemas.
“Oh ayolah, jangan bermain teka teki denganku,” geram Gendhis membuat Rose terkekeh pelan.
“Ha ha ha, baik – baik. Kamu harus merebut daerah terbengkalai yang berada di pinggiran kota sa....”
“Hei!! Mana mungkin! Edan bocah iki koyone...”
Sebelum Rose menyelesaikan ucapannya, Gendhis langsung menyembur Rose dengan ketidaksetujuannya bahkan sempat memakinya menggunakan bahasa ibu yang sama sekali tidak Rose pahami!.
“Wohoo.. Gaes, dengarkan dulu apa yang akan aku katakan,” kekeh Rose
“Tapi, Rossie. Daerah yang terbengkalai itu dikatakan terbengkalai karena ada makhluk halus,” Rose tertegun mendengar suara pelan Gendhis yang sarat akan bau gosip sebelum akhirnya tawanya meledak.
Makhluk halus? Oh ayolah jangan bercanda dengannya.
Rose ingat dengan benar kala itu, tanah terbengkalai di pinggir kota akhirnya jatuh ke tangan perusahaan konstruksi yang berfokus pada pembangunan kawasan real estate dan juga hotel – hotel elit.
Dikatakan ada rumor jika daerah itu berhantu, nyatanya itu hanyalah keisengan musuh pemilik daerah yang melihat banyaknya kesuksesan yang telah diraih oleh sang pemilik. Hampir setiap hari menebarkan teror dan selama 2 tahun lebih terus menerus ada teror sehingga rumor adanya makhluk halus yang mengganggu menyebar luas.
Saat itu, tidak ada yang berani menawar harga bangunan tersebut dan akhirnya kembali kepada perusahaan yang menjadi ‘jembatan’ antara penjual kepada peserta lelang. Mereka akhirnya membangun sebuah real estate mewah dan dalam waktu 4 tahun, ‘rumor’ tentang makhluk halus benar – benar tersapu bersih. Bahkan kawasan tersebut menjadi salah satu perumahan paling elit bahkan terdapat sebuah pabrik berbasis kosmetik juga yang dibangun oleh Mario dan berhasil disana.
Bagaimana mungkin Rose akan menyia – nyiakan kesempatan yang datang padanya, lalu dia juga memiliki kartu identitas milik Jessica untuk ‘mengambil’ ak.a meminjam uang dalam bank. Untuk jaminannya, Rose masih ingat jika di kamar Jessica di apartemen ini menyimpan sertifikat perhiasan dan tas – tas branded yang memiliki nilai jual yang tinggi.
Atau, kenapa ia tidak meminjam pada aplikasi pinjaman online lainnya? ha ha ha.. ada banyak cara untuk menjatuhkan Jessica dengan menggunakan kartu identitas miliknya ini.
Haaah.. sebenarnya tidak harus seperti itu sih, dia jelas memiliki tabungan rahasia yang tidak diketahui oleh Jessica, tidak diketahui atau bisa dikatakan belum tahu karena menurut lintasan waktu kejadian di masa lalu, saat ini Rose masih menyimpan uang tersebut dan nantinya juga akan ia beritahukan kepada Jessica merengek – rengek meminta uang untuk kegiatan sosialitanya yang unfaedah.
Rose dengan sukarela merogoh tabungan, hasil dari penjualan produk kecantikannya kepada keluarga kerajaan kepada Jessica hingga mengakibatkan Jessica mengetahui jika Rose masih memiliki sumber uang yang banyak sehingga ia semakin serakah untuk merebut uang milik Rose.
Memikirkan hal ini, Rose rasanya merasa pusing.
“Rose.. Hallo, Rossie,”
“Ah iya iya, pokoknya kamu turuti saja ucapanku. Kita harus mendapatkan daerah itu, jika tidak salah, karena rumor tersebut, daerah itu ditawarkan dengan harga $30 permeter persegi, kita harus mendapatkan lahan seluas 3 hektar tersebut”
Gendhis, yang berada di ujung sambungan telepon sana hanya bisa mendesah pasrah dan menuruti permintaan bosnya. Yaah, dia hanyalah bawahan kan?
“Baiklah baiklah, aku akan berusaha untuk mendapatkan harga yang pantas!”
“Terima kasih, Gendhis. Aku akan segera mengirim uangnya kepadamu,”
Dengan sedikit lega, Rose menutup ponselnya dan mengotak atik mbankingnya untuk mengirimkan sejumlah uang kepada Gendhis.
“Haaaahh, urusan daerah kantor yang baru sudah beres, sekarang aku harus ke panti dan mencegah ibu untuk pergi belanja besok,” gumam Rose sambil bergegas.