anak remaja laki laki yang kehidupannya dibilang tak normal, jika anak seusianya akan merasakan bahagia sedih kecewa atau luka dan lainnya, namun dia malah tak merasakan apapun pada dirinya, kadang dia bertanya pada dirinya sendiri 'kenapa aku tak bisa hidup seperti mereka', hingga ia mengalami kecelakaan dan hidup ditubuh orang lain lebih tepatnya didunia novel, dia yang tak dapat merasakan apapun mendapat sebuah teman untuk pertama kalinya, yaitu sebuah sistem yang akan membantunya hidup didunia novel tersebut, akankah dia mendapatkan hidup yang dia inginkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di gigit ular
hari ini cuaca tampak mendung, rintik hujan mulai membasahi bumi, sedikit demi sedikit suara gemuruh hujan mulai terdengar
seorang laki2 tampan namun tertutup masker sedang duduk disebuah halte bis, dia adalah tanaka, niatnya ingin berangkat kesekolah malah dicegat hujan jadilah dia meneduhkan diri dulu dari pada basah karna memaksa menerobos hujan,
tak jauh dari halte bis ada sebuah mobil yang berhenti dipinggir jalan, didalam mobil itu ada seorang gadis yang sedang menggerutu
"ck kenapa mogok disini sih! Ini lagi hp pakek lowbat, mau ngehubungin siapa coba?" gerutu gadis itu kesal ia juga membanting hpnya kesamping
"masa nunggu hujan reda? Kek nya lama ya, ujannya deras banget lagi" gumam gadis itu sambil menatap langit yang masih terlihat sangat gelap dan air hujan yang berlomba jatuh ke bumi
Gadis itu kembali menatap kearah depan, samar samar dia melihat seorang laki2 yang terlihat familiar baginya, gadis itu memicingkan matanya karna saking derasnya hujan, belum lagi ada kabut tiba2 muncul entah dari mana datangnya
"wah~dia laki laki tampan yang kemarin nyelametin gue" seru gadis itu lalu ia membuka pintu mobil dan kembali menutupnya lalu ia berlari kencang kearah halte bis
sret..tak
gadis itu pun sampai dan langsung duduk didekat laki2 yang tadi duduk dihalte, sedangkan tanaka menatap gadis itu datar
"hai kita bertemu lagi" seru gadis itu dengan senyum lembutnya
"iya" balas tanaka singkat membuat gadis tadi agak merasa canggung
"ekhm..kenalin nama gue renata adijaya, nama lo siapa?" tanya rena semangat sambil mengulurkan tanganya
"antanaka aviraza" balas tanaka datar sambil membalas uluran tangan renata
"oke gue panggil lo aza! Oh iya makasih ya kemarin lo udah nolongin gue" ucap rena
"sama-sama" balas tanaka
"lo mau berangkat kesekolah?" tanya rena
"iya"
"sekolah dimana?"
"sma try satya"
"woh!!!gue juga sekolah disana, btw kelas berapa?"
"sebelas"
"oh, berarti gue kakak kelas lo"
"kelas XII"
"iya, XII A"
rena terus berceloteh dan hanya dibalas seadanya oleh tanaka, tak terasa hujan sudah reda, tentu saja mereka telat kesekolah, tapi pak satpam memaklumi itu dan akhirnya tanaka dan rena diperbolehkan masuk, rena nebeng ke motor tanaka karna mobilnya mogok
karna telat, dua orang berbeda gender itu akhirnya dihukum untuk membersihkan gudang sekolah
Kring..kring...
Bel istirahat berbunyi, semua murid berbondong bondong keluar untuk mengisi perut mereka
sedangkan tanaka dan rena yang masih belum selesai membersihkan gudang pun beristirahat sejenak digudang itu, rena sudah lesehan sedangkan tanaka juga lesehan tak jauh dari rena
sedangkan diluar pintu gudang ada tiga perempuan yang sedang cekikikan
"si jalang lagi duduk tuh, cepetan keluarin ularnya" bisik salah satunya
"sstt jangan berisik" bisik satunya lagi sambil membuka karung lalu melempar isi karung itu kedalam gudang lewat celah pintu yang terbuka sedikit
Sedangkan tak jauh dari mereka ada seorang gadis yang menyeringai
ssstt...ssstt..
Suara desisan mengagetkan renata yang sedang asik mengipasi dirinya yang merasa gerah, renata melirik kesampingnya, ternyata seekor ular king cobra mendesis dengan taringnya yang terlihat tajam
Renata bergetar ketakutan ia bergerak sedikit demi sedikit untuk menghindari ular itu, renata semakin panik kala ular king cobra tersebut hendak mematuknya
tapi tiba2...
Sret..brak..
sssttt...sssttt..
aarrgghhh....
tubuh tanaka menabrak kursi reyot dibelakang renata, dengan ular king cobra yang menggeliat brutal ditangan tanaka, renata berteriak karna ketakutan sekaligus panik, namun karna tubuh ular itu licin dan juga karna tanaka baru selesai beres2 gudang membuat tubuhnya berkeringat dan tadi ia sempat mengusap rambutnya yang basah karna keringat, jadilah tangan tanaka basah dan ular ditangan tanaka terlepas, ular itu berniat mematuk tanaka tapi gagang sapu membuat dirinya terlempar meski tak jauh, senia mendelik kearah ular itu saat ular king cobra itu malah mendekatinya dan berniat mematuknya kembali
Sret...sssttt...ssstt...
tanaka kembali menangkap ular king cobra itu, tapi karna tubuh senia tadi didepannya sekarang tanaka malah terjatuh karna tak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan berarkhir jatuh dilantai dengan senia yang berada dibawahnya, sedangkan ular ditangan tanaka berhasil menggigit tangannya, tapi tanaka tak merasa kan sakit apapun jadi ia tetap memegang ular itu ditangannya
Posisi tanaka dan renata saat ini mungkin membuat siapa saja yang melihatnya akan berpikiran buruk
brak..
"SEDANG APA KALIAN BERDUA?!!!"
renata yang terkejut segera bangun sedangkan tanaka menatap beberapa orang didepannya datar
disana ada bu safi guru bk yang dikenal sebagai guru yang sangat tegas dan galak, juga ada banyak murid diluar dan disamping bu safi, alisa berdiri menatap renata dan tanaka terkejut, alisa menutup mulutnya dengan tangan dan diam2 menyeringai
"ibu salah paham!! Saya bisa jelas-"
"keruang kepala sekolah sekarang!!!" teriak bu safi tegas
bu safi berjalan menuju ruang kepala sekolah diikuti tanaka dan renata, banyak murid murid yang berbisik mencemooh dan mencaci maki renata dan tanaka dengan pikiran buruk, setiap tanaka melewati kerumanan, mereka akan menyingkir karna melihat seekor ular ditangan tanaka
bu safi mengetuk pintu dan terdengar balasan, bu safi masuk diikuti oleh renata dan tanaka, didalam selain pak ardi ada beberapa orang dan salah satunya ada yang tanaka tau
"ada apa?" tanya pak ardi
"ada murid yang bermasalah pak" jawab bu safi tegas
"ekhm..tuan2 sekalian bisa langsung keruang rapat, saya perlu mengurus sesuatu dulu" ucap pak ardi yang terdengar sopan dan penuh kehati hatian pak ardi juga tampak gugup
"baiklah" sahut salah satu dari mereka, ada satu orang yang tak ikut pergi dari sana dan tetap duduk ditempatnya
"ekhm..tuan" panggil pak ardi gugup
"saya akan tetap disini, saya ingin tahu apa masalah yang dibuat oleh murid laki2 itu" ucap tuan alex dengan datar dan dingin
yah, beberapa orang yang berpengaruh tadi tadi adalah para donatur sekolah, termasuk tuan alex veroze, mereka akan melakukan rapat
"baiklah, jadi apa masalahnya?" tanya pak ardi, ya pak ardi adalah kepala sekolah yang baik, dia tidak memihak pada siapapun, mau dia anak orang kaya atau orang berpengaruh sekalipun, jika salah ya salah
"apa yang akan kalian jelaskan sekarang?" tanya bu safi tanpa basa basi, yah selain dikenal galak dan tegas bu safi juga dikenal dengan guru yang selalu menyelesaikan masalah dengan sat set dan tanpa basa basi
"begini bu..." renata mulai menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir
Bu safi menatap tanaka dengan tatapan menyelidik tapi melihat wajah datar tanaka bu safi kembali menatap renata
"apakah benar begitu" tanya bu safi tegas
renata mengangguk, sedang alex masih menatap tajam tanaka
"iya, ini buktinya" celutuk tanaka sambil meketakkan sebuah flashdisk, benda itu berisi rekaman cctv di gudang dan diluar gudang, dapat dari mana? Tentu saja dapat dari zero, sistem milik tanaka
"dan ini saksinya" lanjut tanaka sambil mengangkat tangannya tepat dihadapan pak ardi bu safi dan alex juga renata, seekor ular king cobra yang masih tampak sedikit menggeliat ditangan tanaka
Melihat itu, semuanya terkejut apalagi ditangan tanaka ada bekas gigitan ular dan sudah jelas itu karna digigit oleh hewan yang saat ini berada ditangan tanaka
"tanaka buang ular itu!!" teriak bu safi panik, pak ardi mendekat dan mengambil ular ditangan tanaka dan dengan hati2 memasukkan nya kedalam karung yang entah dapat dari mana lalu pak ardi mengikat karung itu kuat2
Semua bernafas lega, renata menatap tanaka dengan cepat saat ia teringat tadi tanaka sempat digigit ular "tanaka! Kita kerumah sakit sekarang, tadi lo digigit sama ular itu!!" ujar renata panik, sedangkan tanaka menatap renata dengan datar
"aku tidak sakit" ucap tanaka membuat yang lain mengernyit, ya, tanaka memang tak bisa merasakan apapun tapi tubuhnya akan merespon
semua yang ada diruangan itu tersadar dan kembali panik saat melihat tanaka pingsan dan hampir saja jatuh jika tidak ditahan oleh renata
"tanaka!!!" teriak renata panik begitu juga yang lain,
alex mendekat dan dengan cepat dia menggendong tubuh tanaka dan keluar dari ruang kepala sekolah dan dengan langkah cepat dia membawa tubuh tanaka menuju parkiran tempat dimana mobilnya diparkir, sang asisten yang melihat itu segera membukakan pintu lalu alex masuk dan membaringkan tanaka di mobil, dia menuju kekemudi
"kamu gantikan saya rapat dengan para donatur itu" titah alex lalu ia melajukan mobilnya dan melesat dengan cepat dari sekolah menuju rumah sakit terdekat, sedangkan sang asisten mengangguk lalu berjalan menuju ruang kepala sekolah
Sedangkan semua murid yang menyaksikan kejadian itu bingung, heran, dan penasaran, siapa tanaka sebenarnya, kenapa seorang tuan alex veroze yang dikenal dingin dan kejam itu tampak panik dan tergesa gesa dengan menggendong tubuh tanaka yang pingsan itu, mereka juga bertanya2 kenapa tanaka bisa sampai pingsan juga kenapa bu safi dan pak ardi juga renata tampak panik dan khawatir
Sedangkan dirumah sakit, alex menunggu dokter yang menangani tanaka, entah kenapa alex merasa takut dia panik dan tanpa sadar tangannya bergetar
Selang beberapa menit dokter keluar dan dengan cepat alex menanyakan kondisi tanaka, sedangkan dokter itu canggung sekaligus gugup tapi ia tetap menjawab
"kondisi pasien sekarang baik2 saja tapi tadi sempat kritis, karna dia terkena racun ular berbisa tapi untungnya kami masih bisa menanganinya, jika terlambat sedikit lagi mungkin akan semakin berbahaya, bisa juga merenggut nyawa pasien" jelas dokter itu kemudian pamit pergi
Alex yang mendengar itu lega, ia masuk kedalam ruangan dan melihat tanaka yang terbaring tak sadarkan diri dibrangkar dengan wajah pucatnya
Alex memperhatikan wajah tanaka, wajah tanaka tampan menjurus ke imut, menuruni ketampanan ayahnya dan menuruni keimutan ibunya, tapi lebih mendominasi ke ketampanannya
Alex menghela napas "apa kamu benar2 anak kandungku?" gumam alex "tapi siapapun yang melihat wajahmu juga pasti akan merasa kau mirip denganku" gumam alex lagi
"apa aku perlu tes DNA?" monolognya
Lalu alex pun mencabut beberapa helai rambut tanaka dan menyimpan nya diselembar tisu dan masukkan kedalam saku jas nya
Brak...
alex terkejut saat mendengar suara pintu yang didobrak, alex menatap datar pelaku yang dengan tidak santainya membuka pintu
"bagaimana kondisinya sekarang ayah!!!" tanya leo panik
"dia baik, lain kali masuklah dengan sopan, pintu itu bukan milik kamu tapi milik rumah sakit" ucap alex datar
"iya ayah" balas leo malas
"bagus" ujar alex
"lagian cuma pintu, rusak tinggal ganti kalo perlu beli sama rumah sakitnya sekalian" gumam leo
"leo!" tekan alex dengan aura dinginnya
"ck iya ayah" decak leo malas sedangkan alex mendengus lalu melengos dari sana
melihat itu leo menggerutu kemudian ia pun duduk disofa
Ya, tadi disekolah zeuro sempat melihat kejadian dimana alex yang menggendong tubuh tanaka dengan tergesa2, jadi zeuro pun bertanya pada asisten alex, setelah mendengar jawaban dari asisten alex pun zeuro segera pergi kekelasnya dan memberitahukannya pada leo, leo pun meminta izin, sedangkan zeuro ia masih ada tugas osis dan untuk sahabatnya yang lain tidak ikut, nanti saja sepulang sekolah katanya
Balik lagi keadaan dirumah sakit sekarang, leo yang fokus pada hpnya tak sadar jika tanaka kini sudah membuka matanya, tanaka melirik kearah sofa lalu ia pun bangun dari berbaringnya dan duduk menyandar pada bantal rumah sakit, leo yang mendengar suara pun menatap kearah brangkar
"udah sadar lo?" tanya leo
"iya" singkat tanaka
Leo melotot saat melihat tanaka malah mencabut selang infus ditangannya
"ngapain lo cabut?" teriak leo
"mau kekamar mandi" balas tanaka
"kan bisa dibawa sama tiang infusnya" ujar leo
"repot" singkat tanaka lalu ia pun turun dari brangkar, leo mendekat
"mau gue bantuin" tawar leo
"tidak" singkat tanaka cepat
tanaka pun berjalan dengan santai kedalam toilet seolah ia tak terjadi apa2
ceklek..
Leo menatap tanaka yang baru saja keluar dari toilet
"mau kemana?" tanya leo heran saat melihat tanaka berjalan mengarah pintu bukannya balik kebrangkar
"pulang" sahut tanaka sambil membuka pintu
"lo masih harus dirawat disini!" ujar leo sedikit keras
Tanaka tak menghiraukan leo ia tetap berjalan dengan santai, leo berlari menyusul tanaka
"gue anterin" ujar leo
"taksi" balas tanaka
"gue anterin" ujar leo lagi
"taksi" balas tanaka lagi
Leo yang kesal pun menarik tangan tanaka dan sedikit menyeretnya menuju parkiran dimana motornya diparkir
Leo memakai helmnya, lalu ia menatap tanaka yang juga masih menatapnya dengan datar
"naik" titah leo
"taksi" balas tanaka
"naik tanaka" titah leo penuh penekanan
"taksi" balas tanaka lalu ia pun melangkahkan kakinya hendak pergi dari sana
leo menatap tanaka dengan dingin, dan dengan emosi dia menarik tangan tanaka hingga tubuh tanaka oleng dan membentur dada bidang leo
Belum sempat tanaka bereaksi, leo sudah menyelipkan kedua tangannya diketiak tanaka lalu dengan gerakan cepat leo mengangkat tubuh tanaka dan mendudukkan tubuh tanaka secara paksa di atas motornya, setelah itu leo juga segera menaiki motornya dan menyalakan motornya, lalu melesat pergi dari rumah sakit itu