Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa aku hanya berhalusinasi ya?
Lukman sama sekali tidak mendengarkan ucapan Gita. Dia semakin enggan untuk keluar dari kamar Gita, dia justru berbaring diatas ranjang milik Gita.
"Sini deh, duduk dekat gue. Gue tau kok lo butuh temen curhat. Daripada lo melampiaskan semuanya sama barang-barang lo yang tidak punya salah lebih baik lo ceritain semuanya sama gue," ucap Lukman menawarkan solusi.
"Sok tau lo!!! Dah pergi sonoh... Gue mau tidur!!! Keluar Lukman!!!! " geram Gita sambil menarik tangan Lukman agar bangun dan keluar dari kamarnya
Dia tak habis pikir dengan pria yang satu ini, mengapa Lukman selalu saja mengusik waktunya. Selalu ikut campur dan ingin tahu segala permasalahan dalam hidup Gita.
"Yakin lo nggak butuh temen curhat??? " ucap Lukman sambil mengedipkan salam satu matanya.
"Gak!!! Dah pergi gue bilang!!! " seru Gita, dia masih berusaha membuat Lukman angkat kaki dari kamarnya.
Gita mendorong-dorong tubuh Lukman hingga ke dekat pintu.
"Oke... Oke gue keluar. Kalo lo butuh gue, lo tau kamar gue dimana ya cantik,,, " ucap Lukman sambil menggoda Gita.
Lukman bangkit dan berjalan menuju arah pintu terapin sebelum keluar Lukman membalikkan tubuhnya.
"Sebaiknya lupain obsesi lo untuk mendapatkan hati Tuan Muda. Lo berdua bagaikan bumi dan langit. Sadarlah posisi lo dimana dan Tuan Muda siapa. Sebelum akhirnya lo terluka lebih dalam, " ucap Lukman sebelum meninggalkan kamar Sagita.
Brakkk
Dengan kasar Gita menutup pintu kamarnya. Tubuhnya lunglai bersandar dan di balik pintu. Tak terasa air mata keluar dari matanya.
"Apa gue gak berhak bahagia?? Apa gue ga pantas jika bersama dengan Andra hah!!" seru Gita dengan perasaan yang menyakitkan.
Gita terduduk dilantai sambil memeluk kedua lututnya dan menenggelamkan kepalanya diantara kakinya.
"Jika gue tidak bisa mendapatkan Andra maka wanita lain pun tidak ada yang berhak mendapatkan Andra!! "
*
*
Setelah semalaman menangis, Tania merasa kepalanya sangat berat. Matanya juga terlalu sulit untuk terbuka. Dia juga merasakan sesuatu yang berat diatas perutnya. Suara dengkuran halus terdengar jelas di telinganya. Tanya mulai menggeliat hendak bangun.
"Tidurlah sebentar lagi, " ucap Andra sambil menarik tubuh Tania kedalam pelukannya. Tentu dengan mata yang masih terpejam.
Deg
Deg
Deg
"Om An, " lirih Tania
Masih jelas dalam ingatan nya jika tadi malam Andromeda pergi meninggalkan dirinya seorang diri. Tetapi sekarang justru berada di dekatnya, tidur di atas ranjang yang sama. Memeluk tubuhnya yang mungil, Tania bahkan dapat mendengar bunyi detak jantung Andra yang seirama dengan detak jantungnya.
"Kita tidur sebentar lagi ya Tania. Ini masih sangat pagi untuk bangun, " kata Andra dengan suara seraknya.
Tania hanya bisa terdiam dalam pelukan Andra, tangannya yang melingkar di perutnya membuat Tania tak bisa ke mana-mana. Hingga akhirnya kedua mata Tania terpejam kembali.
Tania kembali menggeliat, merasa tubuhnya jauh lebih baik. Tania membalikan tubuhnya untuk melihat seseorang yang ada di sampingnya. Namun Tania kembali kecewa setelah melihat Sisi ranjang di sampingnya kosong, tidak ada tubuh Andromeda.
"Apa aku hanya berhalusinasi ya?? " gumam Tania. Gurat kekecewaan terlihat jelas di wajahnya.
"Aroma ini wangi parfum Om An. Jadi semalam Om An beneran pulang dan tidur di sini, " ucapnya dengan sumringah.
Wajah sendu berubah menjadi sedikit ceria dengan rona kemerahan di pipinya. Tania merasa sedikit senang setelah menghirup aroma parfum Andra yang menempel di bantalnya. Tania bergegas bangun dan memutuskan untuk mandi.
Sedangkan Andromeda yang telah bangun dari tadi sedang berkutat di dapur. Dia sedang membuat pancake dengan bahan yang ada titik Andra lupa membeli bahan-bahan makanan dan lauk bahkan stok beras hanya tertinggi satu cangkir kecil.
"Om An, " sapa Tania dengan malu-malu.
Andra membalikkan tubuhnya dan melihat Tania yang tengah berdiri manis diambang batas ruang dapur. Kondisinya sudah lebih baik, meskipun sembab dimatanya masih terlihat. Bagaimana tidak sembab, lebih dari tiga jam Tania menangis. Bahkan di sela tidurnya Tania sempat menitikkan air mata.
Glek
Glek
Andra menelan salivanya saat melihat Tania yang tampak berbeda, jakunnya bahkan naik turun di bagian leher depannya. Tania mengenakan kaos dan celana pendek, pemberian ibu mertuanya. Tubuh mungil Tania berhasil membangunkan jiwa kelelakian Andra yang telah lama mati suri. Padahal Andra sering melihat tubuh telanjang wanita lain dengan buah pepaya gantung yang cukup besar. Tetapi Tania yang berwajah polos dan bertubuh mungil berhasil membuat tubuh Andromeda merasakan panas dingin.
"Setelah ini aku harus memusnahkan pakaian seperti itu. Sangat tidak layak!!! " rutuk Andra dalam hatinya.
"Sudah bangun? " tanya Andra
"Sudah Om An, " ucap Tania sambil tersenyum.
Suara Tania terdengar mendayu-dayu di telinga Andra. Apalagi saat Tania melafalkan panggilan " Om An" membuat Andra terlena. Suaranya lebih merdu.
"Kamu cantik, " celetuk Andra tanpa sadar. Entah mengapa bibirnya berucap demikian. Ini diluar kesadaran Andra.
"Hah!!!! "
Tania melongo, dua kata yang diucapkan Andra sukses membuat Tania salah tingkah.
"Eh lupakan. Itu susu nya diminum dahulu. Semalam kamu tidak makan malam bukan? " ucap Andra.
Tania memberengut, sudah sangat lama dia tidak minum susu. Sifat manja Tania yang telah lama terkubur, muncul lagi.
"Aku bukan anak kecil Om An, " jawab Tania dengan kesal. Bibirnya mengerutkan dan pipinya menggembung mirip seperti ikan buntal.
Menggemaskan bukan.
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/