elena pradipta gadis cantik dan pintar, mahasiswa semester 6 di universitas ternama di Indonesia hari-harinya sangat monoton kuliah pulang dan belajar.
namun kejadian naas menimpa elena,saat menyebrang jalan truk muatan menghantam elena hingga dia terpental jauh dan darah terus mengalir dari kepalanya.
"bunda maafin elena,elena harus pergi"lirih elena dalam hati setelah semua gelap
haiiiii ini cerita perdana di platform ini yaaa!!
aku mohon saran yang mebangun dari kaliann, plisss jangan jahat-jahat komennya okeee!!
dan cerita tipe konflik yang sedang, jadi gak ada konflik yang berat. makasihhhhh
#ceo
#fantasi
#tranmigrasi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pilooon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10.BERTEMU STEVEN
Di perjalanan pulang elena masih merasa bosan,jika dia pulang pun tidak akan ada yang bisa diajak bicara,mungkin jalan-jalan sebentar tidak masalah.
"pak kita ke mol dulu ya pak"
"siap nya"
Mobil melaju ke mol yang elena inginkan,dia ingin merefresh pikirannya untuk melanjutkan rencananya untuk kendrick dan orang tuanya,berbicara orang tuanya elena masih belum tau wajah orang tua elena asli ini,mungkin lain hari dia bisa mengunjungi.
tak terasa perjalanan elena sudah sampai di tujuan,pak supir memarkirkan mobil setelahnya elena turun untuk masuk kedalam
"pak,nanti bapak ngopi dulu atau makan dulu,saya kayaknya agak lama"
"iya nya,kalau bapak gampang"
Elena tersenyum mendengar celetukan sopirnya yang biasa dipanggil pak Dadang itu.
"ya udah kalau gitu saya tinggal dulu pak"
"iya nya"
elena masuk kedalam,banyak sekali orang berlalu lalang disini,ntah itu berbelanja,makan ataupun bermain di Timezone bersama keluarga,atau pasangan,malangnya nasibmu elena keluarga tidak hirau punya suami serasa halu.
bermenit-menit elena berkeliling pilihannya jatuh pada toko branded yang menjual tas,sepatu dan baju,mungkin tidak papa menguras ATM kendrick sesekali hahaha.
Berkeliling melihat baju dan sepatu,elena sangat bingung memilih mana yang kiranya cocok dengan nya,dan sangat bingung bagi elena karena disana bajunya sangat elegan tapi kualitas sangat bagus.
Elena masih di depan cermin sambil memegang dua baju yang dia bingung harus pilih yang mana,sampai ada suara seseorang menginterupsinya.
"lebih bagus yang kanan"
"benarkah?tapi sebelah kiri juga bagus,bukankah lebih kelihatan elegan untukku?"
Elena masih belum sadar siapa yang mengajak dia bicara,sedangkan orang itu masih tersenyum melihat elena yang masih fokus pada pilihan bajunya.
"lebih bagus yang kanan,kau akan terlihat seperti nyonya yang lembut tapi tangguh didalam"
"hmm baiklah kalau begitu terima kasih"
Saat elena membalikkan badan dia sedikit terkejut dengan orang yang mengajaknya bicara tadi,dia sangka salah satu pekerja disini,kalau begini kan elena tidak enak jadinya.
"ohh maaf pak,dan terimakasih atas sarannya"
Sedangkan orang yang diajak bicara heran dengan respon elena,apakah dia lupa padanya?
"kau sedang bercanda elena?"
"kau mengenalku?"
Sedikit terkejut elena,ternyata orang di depannya ini mengenalnya.
"begini saja,lebih enaknya kita bicara sambil makan siang,ini sudah masuk jamnya"
elena masih menimang ajakan orang didepannya ini,tapi mungkin dia memang kenal dengan elena asli,dan mungkin juga dia termasuk pendukung elena.
"baiklah,aku akan bayar belanjaanku dulu"
"hmm oke"
Elena menuju kasir,menuntaskan pembayaran barang yang dia beli tadi,selesai itu dia kembali pada tempat tadi dan ternyata orang itu masih menunggunya.
"ayo aku tunjukkan tempat makan yang enak disini,aku yakin kau pasti suka"
"hm baiklah"
Mereka berjalan keluar dari toko branded itu,berjalan menuju tempat makan cepat saji yang dari luarnya saja perut elena sudah minta diisi,mereka duduk dekat jendela menampilkan pandangan dibawah orang yang berlalu lalang.
orang didepannya mengangkat tangannya memanggil seorang waiters yang berjalan menghampiri kami.
"silahkan dipesan tuan dan nyonya"
"sushi satu americano coffee satu,dan kau ingin pesan apa?"
"saya waffle satu dan strawberry juicy milk satu"
"baik ditunggu pesanannya tuan dan nyonya"
Selepas waiters itu pergi masih tidak ada pembicaraan dari mereka,hingga elena yang memang tidak tahan dengan keheningan membuka suaranya,.
"kau siapa,dan kenapa kau mengenalku?"
"kau benar-benar tidak mengingatku?"
"tidak,kata bibi aku amnesia"
"apa amnesia? Yang benar saja,jangan bercanda elena"
"percaya atau tidak itu terserah padamu,yang penting aku sudah berkata jujur"
Orang itu masih bingung dengan situasi ini.
"apa yang terjadi padamu elena?"
"kata bibi aku jatuh dari tangga,sampai aku tidak sadar dirumah sakit dan dirawat berhari-hari dan akhirnya aku dinyatakan amnesia"
"kenapa kau bisa jatuh dari tangga?"
"kau itu banyak bertanya,sebenarnya siapa kau sebenarnya?"
Sejujurnya dia lebih suka sifat elena yang seperti ini dari pada pendiam dan hanya stuck untuk mendapatkan cintanya Kendrick.
"baik aku akan memperkenalkan diri dari awal,namaku Steven Jay kau bisa panggil aku Steven aku adalah sahabat suamimu dan juga temanmu?"
sambil mengulurkan tangannya,seperti sifat perkenalan yang umumnya dan disambut baik oleh elena.
"apa kita sudah lama saling mengenal?"
"ya bahkan dari kau masih SMP"
"sangat lama"
"apa kau benar-benar tidak mengingatku sama sekali?"
"aku saja lupa jika punya suami"
"Hahahaha benarkah?sungguh kau melupakan seorang kendrick"
"hmm aku tidak ingat jika aku punya suami"
"hahaha tidak usah diingat sampai kapanpun"
Elena melotot mendengar penuturan Steven,padahal dia sudah berencana membuat kendrick jatuh cinta padanya.
"ini pesanannya tuan dan nyonya"
tertawa Steven hilang waktu waiters itu datang mengantarkan makanannya,setelah itu mereka makan dengan khidmat tanpa ada pembicaraan diantara mereka,sampai Steven menyelesaikan makannya terlebih dahulu.
"kau pulang dengan siapa?"
"aku diantar oleh sopir"
"hm baiklah"
"terimakasih atas traktirrannya Steven,dan salam kenal"
"mendengarnya memang sangat lucu elena,tapi ya salam kenal"
"aku harus pergi sekarang"
"hm baiklah"
Elena beranjak dari duduknya,dia melangkah keluar restoran dan itu masih tidak lepas dari pandangan Steven.
"kuharap setelah ini kau bahagia elena"