Karena sebuah kesalahpahaman membuat Arif jadi membenci Rara, beberapa tahun mereka berpisah akhirnya keduanya kembali di pertemukan lagi, namun rasa benci arif semakin bertambah, tatkala orangtua nya memaksa diri nya untuk menikahi rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut
setelah lama berbincang-bincang dengan ke 2 orang tua arif, rara pamit untuk melanjutkan pekerjaan nya, tentu nya raut wajah ke 2 orang tua arif langsung berubah menunjukkan raut wajah yg kecewa.
"Paman, Bibi, kalau begitu rara pamit dulu ya, kapan-kapan kita bisa bertemu lagi" ucap rara sambil menyungging kan senyum.
"ia nak, kamu semangat ya kerjanya" ucap ibu arif, seraya membalas senyum dan mengelus kepala rara.
gadis itu berjalan dan segera berlalu tanpa pamit ke arif, ia tahu arif sangat tidak menyukai nya saat ini.
"rif, kapan-kapan kamu ajak lah rara ke rumah" ucap ibu arif.
arif menghela nafas nya kasar mendengar penuturan ibu nya, tp mau tidak mau ia harus mengiyakan permintaan ibu nya.
tak terasa jam pulang pun kini telah tiba, tampak sosok seorang pemuda terlihat sedang menunggu seseorang di dalam mobilnya. ia menunggu rara di depan kantor, cukup lama ia menunggu hingga tampaklah rara berjalan ke luar untuk menunggu angkutan umum, tanpa fikir panjang, pemuda tersebut yg tak lain adalah arif langsung keluar dari mobil nya dan langsung menarik paksa rara secara kasar ke dalam mobil dan mendorongnya.
rara pun terlonjak kaget atas apa yg di lakukan arif, iyya meringis kesakitan atas tindakan kasar arif, tapi nampak nya arif terlihat tak perduli, bahkan bersifat acuh tak acuh.
arif pun segera menjalankan mobilnya.
"sebenarnya apa yg kamu ingin kan? ucap arif dengan nada membentak di sertai tatapan tajam arif.
"apa maksud kamu" tutur rara dengan nada ketakutan.
"cihh, masih mau pura-pura kamu" ucap arif di sertai tatapan dinginnya.
"aku benar-benar nggak ngerti" ucap rara.
arif pun tak segan-segan menghentikan mobilnya dan membuat kepala rara terbentur oleh kaca mobil, karna memang iyya tak memasang sabuk pengaman nya.
nampak rara meringis kesakitan akibat tindakan arif, namun iyya tak mau mengeluarkan suaranya, iyya terlihat sangat takut, tanpa iyya sadari air matanya kini jatuh, namun arif tak mengetahuinya karna saat ini gadis itu telah menunduk.
"udah de nggak usah sok polos, kelakuan kamu itu busuk tahu nggak" ucap arif tanpa rasa bersalahnya.
rara reflek mendongkakkan kepalanya dan menatap arif dengan tatapan tajam, arif nampak kaget melihat wajah rara yg di banjiri air mata serta keningnya yg terlihat merah.
"sebenarnya apa yg kamu mau, aku ngerasa nggak lakuin apa-apa ke kamu, emang aku apain kamu?" ucap rara dengan nada yg sedikit emosi.
"kamu mau nanya kesalahan kamu apa, kesalahan kamu banyak, kesalahan kamu adalah terlahir ke dunia ini Dan merusak kebahagiaanku" ucap arif, iyya mencengkram lengan rara tanpa iyya sadari.
rara pun semakin terisak dengan apa yg arif lontarkan.
"aku minta maaf, kalau aku memang merusak kebahagiaan kamu, tapi tolong jangan ucapkan kata-kata itu lagi" ucap rara dengan nada memohon.
arif pun segera melepaskan cengkraman nya dari lengan rara.
"keluar, keluar aku bilang" ucap arif dengan nada yg penuh emosi.
tanpa basa-basi rara segera keluar dari mobil arif dan hanya mengatakan kata maaf, iyya sangat sedih dan kecewa dengan sikap apa lagi kata-kata arif yg sangat menyakitinya, sebelumnya rara tak pernah selemah ini bahkan menangis di depan orang bahkan orang tua nya pun sekaligus, rara adalah gadis yg kuat. namun hari ini gadis yg terlihat kuat kini terlihat lemah di hadapan seorang laki-laki.
terus semangat buat novel,,ku doain semoga nanti jadi penulis terkenal 🥰
Lea minta maaf ya...
kangen selalu sama kalian...