NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:220k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Arip

Bagaimana jadinya jika istri sah menjadi seorang pelakor, hanya karena ingin balas dendam pada sang suami?
Kaira wanita malang yang dibunuh dan dikubur hidup hidup oleh suaminya, kini menaruh dendam yang tak bisa di kendalikan.
Setelah pembunuhan itu terjadi, kaira masih bisa bertahan hidup karena Gina, sang sahabat yang menolongnya di waktu yang tepat.
Jika Gina tak datang mungkin Kaira sudah mati dengan perut yang ditusuk pisau dan suluruh tubuh yang tertibun tanah.

Setelah kejadian pembunuhan, Kaira kini merubah diri, ia sengaja melakukan operasi wajah dan seluruh badan agar terlihat seperti gadis pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Arip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Jam sudah menunjukkan waktu pulang, aku berdiam diri di pinggir jalan, menunggu taksi datang. " Kemana ini taksi, kok nggak datang datang. "

Sampai mobil yang aku kenal berhenti di hadapanku. Mengerutkan dahi, pintu mobil terbuka, " Pak Angga. "

Aku menunjukkan senyum menggodaku, sambil menggoyangkan pinggul.  Membuat lelaki berbadan tegap itu menelan ludah beberapa kali

"Sudah lama menunggu?" pertanyaan Angga membuat aku mengerutkan bibir, aku mengira jika Angga akan setia menunggu istri di rumah sakit, tapi nyatanya.  Dia lebih memilih menjemputku. 

Sepertinya Shireen akhir akhir ini akan terhalang oleh posisiku dan pastinya akan menyenangkan.

"Ayo masuk. " Membuka pintu mobil untukku, membuat aku kembali tersenyum. 

So Sweet untuk lelaki b*r*ngs*k seperti Angga,

di dalam mobil, sifat nakalnya mulai ia perlihatkan didepanku. Tangan perlahan berpindah tempat, tiba tiba saja ada di atas lutut. " Aduh, pak, Geli. "

Angga tersenyum, " Mulus. "

Bodoh, dulu dia sempat menghinaku burik, sekarang setelah aku berubah menjadi orang lain baru dia sadar aku ini mulus. 

Kedua mata berkaca kaca kuperlihatkan pada Angga, dimana lelaki itu bertanya dengan mengerutkan dahinya, " Kok, kamu kelihatan sedih begitu kenapa?"

"Jelas sedih, saya nggak nyaman banget kerja di hotel itu!"

"Mm." Angga mengusap pelan dagunya. 

"Sebenarnya saya juga nggak suka kamu bekerja disana, inginnya sih kerja jadi sekretaris kaya kemarin di perusahaan saya. "

Mendengar Angga menyebut perusahaan papah sebagai perusahaannya membuat aku jijik dan tak suka. 

Saat Angga mengendarai mobil, aku sengaja menyandarkan kepala pada bahunya. " Jadi kapan dong pak, saya kerja lagi jadi sekretaris bapak. "

Dengan nakalnya, tangan ini meraba setiap inci tubuh Angga, membuat ia sedikit bergetar. 

"Nanti saya pikirkan, mudah mudahan saja Shireen masih lama di rumah sakit dan kemungkinan besar kamu akan bekerja lagi bersama saya. "

Aku tak menyangka jika kedekatan ini akan berlangsung sampai sejauh ini, membuat aku dengan mudahnya menyelesaikan semua rencana hampir ke titik penyelesaian. 

"Kalau begitu saya risen saja ya di hotel itu, saya nggak nyaman banget. "

"Baiklah, biar nanti saya konfirmasi pada Bagus. "

"Terima kasih, pak. "

Mobil kini sampai di tempat tujuan, dimana aku turun dan melambaikan tangan, tak lupa membuat sebuah kedipan mesra untuk Angga. 

"Sampai besok lagi pak. "

Angga membalas senyumanku, ia pergi dengan leher yang sudah aku beri tanda merah. 

Membuka pintu rumah. 

Gina mengejutkanku dengan wajah memakai topeng. " Ahk, Gina. "

"Wah, wah. Gimana rencana hari ini berjalan lancar?"

Pertanyaan yang membuat aku melemparkan tas, dan duduk di atas sofa," Menurutmu. "

Aku membungkukan badan, dimana Gina menyiapkan sebuah minuman penghilang dahaga. 

"Parah banget hari ini. Sialan, Bos tempatku bekerja benar benar m*sum!"

"M*sum, maksud?"

Mengusap rambut ke belakang, " Ya dia sudah m*lec*hkan banyak pelayan, dan parahnya mereka diam saja. karena dapat ancam. "

Gina mulai duduk di sampingku, " Ini sudah nggak bisa dibiarkan, dan kamu?"

"Justru itu hampir saja aku mengalami hal serupa!"

"Parah,  biar aku laporin, biar bos di hotel itu di penjara.  Oh ya, kabar Angga gimana?"

Aku langsung bersorak hore di depan Gina. " Akhirnya Angga bisa dekat denganku, dia bisa aku taklukan dan kamu tahu. Istrinya keguguran. "

"Waw, luar biasa kok bisa. "

"Aku sudah membuat dia terjatuh, dan sekarang kamu tahu tidak, Angga lebih peduli padaku daripada istrinya. "

Gina memberi tepuk tangan dihadapanku, " good job, emang kamu hebat, Kaira. Hanya saja kamu harus berhati hati setelah ini, bisa saja ada orang yang curiga dengan kamu."

Menghela napas, " Aku berharap tidak ada pengganggu setelah aku mendapatkan semua yang harus menjadi milikku lagi. "

"Aku yakin kamu pasti bisa, jadi semangat. "

Gina tiba tiba memegang dahiku, ia melihat beberapa tanda merah pada dahiku. " Hey, kamu. "

Aku tersenyum manis dan berkata, " Tenang aja, nggak dosa kok, kan masih suami sendiri."

Gina tertawa renyah dan berkata, " Ahk iya ya, lupa. "

Pagi hari, aku  bangun dari tidur melihat Gina sudah standby di depan tv dengan menyantap sarapan. 

"Santai bener, nggak kerja emang?"

"Kerja!"

"Terus."

"Kamu lihat deh. "

"Apaan?"

"Tuhh."

"Itukan tempat aku kerja kemarin, lah tuh si Bagus. Yaelah sekarang dia ditangkap polisi."

"Siapa dulu dong, aku Gina Amelia Putri seorang dokter kecantikan. "

"Ya, iya. Aku percaya. "

"Sekarang kamu nggak kerja?"

"Nggak tahu tuh, lagi nunggu pemberitahuan dari Angga. "

"Jadi kamu kerja lagi di perusahaan. "

"Ya pokoknya selama si Shireen itu berada di rumah sakit. Ada kesempatan buat aku kerja lagi di perusahaan. "

"Mm, memangnya rumah sakit mana? Dia dirawat. "

"Rumah sakit Cinta Kasih Bunda. "

"Mm, oke. "

Tiba tiba saja Gina pergi, setelah aku memberi tahu rumah sakit yang ditempati Shireen, membuat aku menggaruk belakang kepala. 

"Gina memang kadang nggak jelas. "

"Kemana?"

"Kerja lah, nih. "

Gina melemparkan sebuah barang kepadaku, membuat aku berkata, " Woy, ini k*nd*m. Ngapain kayak gini?"

"Heh, Kaira, memangnya kamu mau hamil anak buaya!"

"Nggaklah, makanya pake tuh pengaman biar kagak bunting. Kalau bunting yakin rencana bakal berjalan mulus. "

"Ya deh. "

Gina pergi untuk bekerja, dimana aku hanya sendiri di dalam rumah tampa seseorang teman satu pun.

Sampai suara ponsel terdengar berdering.

Satu pesan datang dari Angga. (Ada dimana?)

Aku tersenyum, milihat pesan dari Angga. (Di rumah. )

(Di rumah ada siapa saja.)

(Tidak ada siapa siapa, memangnya kenapa?)

(Baiklah, saya datang segera mungkin.)

Menarik, Angga tidak mempedulikan istirnya, ia lebih peduli padaku. Membuat aku menatap pada benda yang diberikan Gina.

"Mm, ternyata benda ini akan berguna juga.)

Tring.

Satu pesan dari Gina.

(Manfaatkan waktu yang ada.)

Benar, sepertinya ini kesempatan yang bagus untuk membuat sebuah adegan bersama Angga.

Sekerang aku harus memasang cctv dan membuat kamera on di dalam kamar.

Tersenyum lepas, pastinya akan seru.

1
Komat Kamit
Makin gak jelas novel ini. Penulisnya berusaha membuat semuanya menjadi misteri. Tapi makin lama makin membagongkan.
Shinta Dewiana
bisa nya suka sm kk sendiri ..parah..jijai deh
Shinta Dewiana
cih. gregetan gue
Shinta Dewiana
blm ngeh gue thor ..knp gina msh suka sm abangnya...n abangnya jg bilang tdk ada hubungan darah...padahal 1 bpk..ya walaupun dr selingkuhan..
Shinta Dewiana
glna udah gila
Shinta Dewiana
akhirnya sifat ibunya turun ke gina..
Shinta Dewiana
gmn sih thor katanya adek kaka
Shinta Dewiana
apa wajahnya cacat ya
Shinta Dewiana
gmn sih khaira...kan gina sm alex satu bapak ya enggak bisa nikahlah...
Shinta Dewiana
apa jgn2 alex pacarnya gina ya
Shinta Dewiana
kasihan gina...hukum mati tu si gunawan
Shinta Dewiana
ceroboh...blm apa2 udah buka jati dirii
Shinta Dewiana
bagus2 pelan2 kedoknya terbuka...
Shinta Dewiana
enggak jelas...hmmm
Shinta Dewiana
blm apa2 udah lemah
Miauuuuww 🤼‍♀️
dibalas dengan cantik /Hey//Hey/
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Menarik Thor .. moga saja GINA betul2 IKHLAS melepas ALEX yang selama ini sangat DICINTAI .. walau pun tidak BERBALAS .. Bisa RIDHO menerima TAKDIR nya .. semiga saja dipertemukan dengan LAKI2 yang mau menerima KEHAMILANNYA ... Tetap.menjadi ADIK yang MANJA pada KAKAK nya menerima KAIRA sebagai sahabatnya sekaligus IPAR nya ...
S
Lanjutt...
Tarsiah Asih
lah alex sama gina kan satu bpk msa iya boleh nikah
Tarsiah Asih
masa alex jdi laki lemah bngt sama nenek tua aja kalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!