SEQUEL MENGGODA MY SEXY BODYGUARD
Rossabelle Lucette Mayer (24), putri tunggal Louisa Rae dan Ethan Mayer itu adalah seorang model yang sedang berada di punca popularitasnya.
Ke mana pun Rosabelle pergi, akan selalu ditemani oleh dua sahabat sekaligus bodyguardnya yang tampan dan seksi, Noah (23) dan Gavin(24).
Kebersamaan mereka rupanya menimbulkan cinta satu sama lain, cinta yang cukup pelik tapi juga manis.
Rossabelle mencintai Gavin yang sangat manis, dan selalu memanjakannya. Cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan karena Gavin juga mencintainya, bahkan ingin menjadikan Rosabelle sebagai istri.
Namun, entah bagaimana di hati Rossabelle juga tersimpan nama Noah, meskipun dia dingin, kaku, dan tidak ada yang bisa menebak isi hati dan kepala pria itu.
Satu hal yang pasti dari Noah, pria itu rela mati untuk Rossabelle.
Lalu, bagaimana benang cinta segitiga itu akan terurai?
Apakah Noah juga menyimpan nama Rossabelle di hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demi Rossabelle?
"Ada apa, Honey?" Daddy Pater bertanya pada sang istri yang sejak tadi mondar-mandir di depan pintu rumah.
"Menunggu Noah," jawab istrinya yang tampak cemas.
"Dia bukan anak kecil lagi, kamu tidak perlu menunggunya seperti ini, Honey." Daddy Peter merangkul sang istri dengan lembut, kemudian membawanya masuk ke dalam rumah. "Di luar dingin, kamu bisa sakit."
"Aku hanya ingin memastikan Noah pulang dengan selamat, itu saja," ujar sang istri sambil menoleh ke belakang. "Tidak tahu kenapa, aku benar-benar mencemaskan Noah sejak tadi."
Daddy Peter terkekeh mendengar keluhan sang istri yang selalu sama, terlalu mengkhawatirkan putra semata wayang mereka.
"Noah sangat mampu menjaga diri, jangan khawatir!"
...🦋...
Di sisi lain, Noah yang masih sadarkan diri langsung berusaha keluar dari mobilnya yang terbalik. Ia merangkak menjauh dari mobil, apalagi ia mencium aroma bahan bakar yang tumpah.
Bersamaan dengan itu, tiba-tiba seorang pria muncul di hadapan Noah sembari menodongkan pistol padanya.
"Kau?" gumam Noah saat menyadari yang ada di hadapannya adalah Pedro.
"Maafkan aku, Tuan, aku harus membunuhmu karena itu perintah!" tegas Pedro yang membuat Noah terbelalak.
"Perintah dari wanita penyihir itu?" tanya Noah yang membuat Pedro mengernyitkan kening. "Wanita yang memakai riasan hitam, dia seperti penyihir dalam buku dongeng Rossabelle," tambah Noah sambil tersenyum tipis.
"Dia pemimpin kami," sahut Pedro. "Dan dia memerintahkan ku untuk menangkap orang yang membuat suaminya terluka." Lanjutnya sambil bersiap menarik pelatuk, tetapi tiba-tiba mobil Noah meledak, yang membuat kedua pria itu terlempar dengan cukup keras.
Pedro dan Noah sama-sama terluka, tetapi keduanya sama-sama bertahan agar tidak kehilangan kesadaran. Bahkan, Pedro langsung merangkak dan berusaha meraih pistolnya yang terlempar. Namun, Noah justru langsung menyerangnya dengan tangan kosong. Ia juga menendang pistol itu hingga terlempar jauh dari posisi mereka.
"Kau menantangku?" desis Pedro marah. "Setelah membuat tuan Dimitri koma, sekarang kau mencoba menantangku?"
Noah langsung tersenyum sinis mendengar apa yang Pedro katakan.
"Tuanmu mencoba melecehkan Rossabelle, dan pria yang melakukan hal serendah itu sangat lah pengecut. Lalu, sekarang kau tiba-tiba menyerangku, tapi kau justru mengatakan aku yang menantangmu?"
Pedro tak menanggapi apa yang Noah ucapkan, ia justru langsung menyerang balik pria itu, tetapi Noah dengan sigap menangkis serangan Pedro. Bahkan, Noah seolah bisa membecara pikiran dan gerakan pria yang tampak jauh lebih tua darinya itu, membuat Pedro kewalahan, dan ia juga bingung karena ternyata Noah jauh lebih tanggung dari yang ia bayangkan.
Pedro mencoba menyerang dada Noah, yang merupakan titik kelemahan setiap orang. Namun, Noah justru menangkis serangan itu, kemudian ia memberikan pukulan tepat di rahang kiri Pedro.
Pria itu tersungkur dengan darah yang keluar dari mulutnya.
"Dia bukan orang sembarangan!" gumam Pedro yang mulai kehilangan rasa percaya diri untuk menaklukan Noah.
Tadinya, ia pikir Noah hanya lah bodyguard biasa yang tidak mungkin mampu menandingi kekuatannya dalam bertarung. Apalagi Noah masih terlihat sangat muda, oleh karena itu ia memutuskan ingin mengejar Noah sendirian.
Noah mendekati Pedro yang masih mengerang kesakitan di tanah, ia memegang dadanya yang sesak karena beberapa terkena pukulan Noah tulang rahangnya juga seperti patah setelah Noah juga memukulnya beberapa kali.
Noah menarik leher baju Pedro sembari menatap mata pria itu dengan tajam, kemudian ia mendesis tajam "Pergilah jika kau ingin hidup, tapi ayo kembali berkelahi jika kau sudah siap menjadi ahli kubur!"
Tak dapat Pedro pungkiri, ia merasa terintimidasi mendengar ancaman itu. Padahal, ia sudah cukup lama menjadi tangan kanan Dimitri. Mengancam dan diancam sudah menjadi jajanan biasa untuknya, tetapi aura Noah sangat lah berbeda.
Sementara Noah langsung bergegas pergi setelah ia mengucapkan kalimat itu, ia berjalan terseok-seok, menahan seluruh rasa sakit di tubuhnya yang babak belur, dan juga berdarah.
Hingga tak lama kemudian, Noah melihat sebuah mobil taksi. Ia berusaha menghentikan taksi itu tetapi ia justru jatuh pingsan sebelum taksi itu berhenti.
...🦋...
Keesokan paginya, Rossabelle bersiap memulai aktivitas seperti biasa. Dan hari ini ia ada pemotretan iklan salah satu parfum merk ternama, banyak model yang menginginkannya, tetapi tawaran itu justru datang pada Rossabelle yang bahkan tidak memikirkan iklan tersebut.
"Selamat pagi, Dear," sapa Gavin sambil tersenyum manis.
"Pagi, my handsome bodyguard," balas Rossabelle sambil mengedipkan mata, membuat Gavin terkekeh. "Oh ya, di mana Noah?" tanya Rossabelle sambil memeriksa ponselnya. "Astaga, apa dia ingin aku memecatnya? Pesan yang aku kirim sejak jam 3 tadi belum juga dia balas."
"Untuk apa kau mengirim pesan jam 3 pagi, Rose?" tanya Mom Louisa dengan dahi yang berkerut dalam.
"Tadi malam dia datang dalam mimpiku, jadi aku mengirimnya pesan saat aku terbangun," jawab Rossabelle dengan jujur. "Aku bermimpi buruk, jadi aku mencemaskan dia. Aku sudah menghubunginya puluhan kali, sampai aku tidak tidur hingga jam 5 tadi."
Rossabelle merengut kesal, apalagi ia benar-benar tidak bisa tidur setelah bermimpi buruk tentang Noah. Sementara Gavin dan Daddy Ethan justru terkekeh, beda halnya dengan Mom Louisa yang termangu. Ia baru sadar, Rossabelle bisa melakukan hal-hal di luar nalar untuk Noah, meskipun itu hanya hal kecil dan ia tidak pernah seperti itu pada Gavin.
"Nanti kita susul ke rumahnya," kata Gavin. "Sekarang kau harus sarapan dulu, setelah itu kita pergi."
"Bisa kita pergi sekarang saja?" tanya Rossabelle penuh harap. "Aku harus memastikan apakah dia masih hidup atau sudah mati, apalagi aku tidak punya baju hitam untuk melayat."
"Jangan berbicara begitu!" tegur Mom Louisa.
"Dia tidak akan mati dengan mudah," ujar Gavin. "Jadi, tidak perlu menyimpan baju hitam untuk Noah, itu akan sia-sia."
Rossabelle tertawa dan mengangguk, apalagi ia tahu Noah sangat kuat dan pandai bela diri. Ia juga pandai menggunakan beberapa jenis senjata, mungkin karena dia putra panglima seperti Peter.
"Mom, Dad, aku pergi dulu!" Rossabelle mengecup pipi kedua orang tuanya itu bergantian.
"Hati-hati, Sayang!" seru Daddy Ethan. "Jangan bertengkar dengan Noah, okay? Mungkin dia lupa tidak tidak mengisi daya ponselnya, sama seperti Peter dulu."
"Noah memang tidak pernha peduli padaku," gerutu Rossabelle sebelum ia pergi.
...🦋...
Di sisi lain, Noah membuka matanya secara perlahan. Dan hal pertama yang ia lihat adalah sang ibu, wanita yang telah melahirkannya itu menggenggam tangan Noah dengan sangat erat, dan dia tertidur pulas.
Noah menatap ke sekelilingnya, dan ia menyadari kini dirinya ada di ruang rawat rumah sakit. "Kau sudah bangun?"
Daddy Peter masuk sambil membawa rantang makanan.
"Kau dari mana, Dad?" tanya Noah setengah berbisik, tak ingin mengganggu sang Ibu yang masih terlelap.
"Dari rumah, menurutmu dari mana lagi?" Daddy Pater Peter meletakkan rantang itu di atas meja dengan cukup keras, hingga menimbulkan bunyi yang membuat istrinya terbangun.
"Daddy, kau mengganggu tidur Mommy!" tegur Noah kesal.
"Noah, kamu sudah sadar, Sayang. Syukurlah!" Mom Ashley langsung tampak senang melihat putranya sudah sadar, tapi ia juga masih terlihat sangat cemas apalagi luka Noah cukup parah. "Kamu membuat kami takut, Sayang," lirih sang Ibu.
"Itu hanya kecelakaan, Mom, jangan khawatir." Noah menggenggam tangan sang Ibu dengan lembut.
"Kecelakaan apa yang membuat mobilmu sampai meledak?" geram Daddy Peter. "Siapa yang melakukannya?"
"Tidak ada, Dad!" jawab Noah, berharap sang Ayah percaya.
"Siapa yang coba kamu bohongi, Noah?" Daddy Peter menatap mata putranya itu dengan tajam. "Kau ditemukan cukup jauh dari lokasi kecelakaan mobilmu, dan lihat ini!" Daddy Peter mengangkat tangan Noah. "Kamu menghajar dan di hajar seseorang 'kan? Bekasnya masih ada!"
Noah tidak bisa menjawab pertanyaan sang Ayah, ia hanya bisa menatap ibunya dengan sayu.
"Katakan saja dengan jujur, Sayang," pinta Mom Ashley. "Jangan buat kami semakin khawatir."
"Aku menghajar suami pemimpin BUF," jawab Noah akhirnya yang membuat Peter terbelalak, sementara Mom Ashley mengernyit.
"BUF apa?" tanya wanita paruh baya itu karena ia memang tidak tahu siapa dan apa itu BUF.
"Mafia dari Rusia," sahut Daddy Peter. "Lalu, kenapa kamu melakukan itu, Noah? Bukan kah kami sudah memperingatkanmu agar menjauhi tindakan kriminal, atau hal-hal yang berbau dunia bawah?"
"Dia mencoba melecehkan Rossabelle, jadi aku patahkan kedua tangannya."
"APA?!"
selain berjuang mengalahkan musuh, ternyata mereka juga berjuang u/ mendapatkan cinta yang begitu rumit. Antara cinta,saudara,dan persahabatan.
Kami menanti kelanjutan kisah mereka
penasaran..
mang dah tamat ya?
Jangan berduaan bersama Noah karena akalmu bisa oleng dan akhirnya terjadilah tragedi kecap kecup...deg deg serr takut ketahuan,tapi nikmat yg pingin di ulang 😂😂
Hmmm..gimana nanti nasib Gavin klo Rossabelle pindah haluan sma Noah ? 🥺