Meidina kini telah resmi menjadi istri seorang Kapolsek, Nyonya Radit Al Farizi. Pria yang mencintai nya tulus tanpa, memandang status masa lalunya.
Derajat Meidina, kini terangkat setelah menikah dengan Radit. Pria yang mampu menutupi masa lalunya sebagai wanita malam, dan memberikan sebuah kebahagiaan yang selama ini dia cari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin Bahagia
"Kapan sih Bang, hidup kita itu bahagia? dari awal nikah, sampai sekarang malah ada saja masalah yang di buat sama mantan nya Abang. Jadi saya harus bagaimana? agar dia itu tidak lagi kembali lagi dan lagi. Apa saya cerai sama Abang baru dia diam. Dan Tante nya Abang, masih dendam saja sama saya, emang saya pernah tidur bareng sama suami nya, tapi saya juga tidak tahu itu om nya Abang." ucap Meidina kesal, sedangkan Radit masih di buat pusing dengan kedua wanita yang sejak tadi tidak pulang - pulang.
"Tante, Latifah. Kalian itu, sudah membuat keluarga kecil saya hancur. Tolong jangan ganggu, kehidupan kami." ucap Radit memohon.
"Radit, apa kamu itu tidak memikirkan perasaan Tante, dan juga perasaan Latifah?dia kembali untuk kamu." ucap Ibu Stefani.
"Iya, saya tidak memikirkan perasaan kalian, dan kalian juga tidak memikirkan perasaan saya. Dan kamu Latifah, apa kamu tidak capek? terus mengejar saya. Kamu itu datang bukan di waktu yang tepat, takdir memang tidak bisa menyatukan kita."
"Ini semua gara - gara wanita itu." ucap Latifah sambil menuding Meidina.
Meidina berjalan mendekat, dan mencengkram dagu Latifah sangat kencang, hingga Latifah merasakan sakit.
"Langkahi dulu mayat saya." ucap Meidina.
"Saya akan dapat kan Bang Radit." Ucap Latifah.
"Langkahi dulu mayat saya...!! " bentak Meidina.
"Sayang, lepaskan dia. Biar mereka pergi, jangan kamu kotori tangan kamu." ucap Radit.
"Pergi...!! " usir Radit pada Latifah dan Ibu Stefani.
Meidina melepaskan cengkraman nya, Latifah bangun, dan meludahi wajah Meidina dan mendorong nya dengan kasar.
Cuiiihh
"Latifah...!!! " bentak Radit.
Tubuh Meidina yang di dorong, tertahan tubuh Radit yang dengan sigap menahan nya agar tidak jatuh.
Buuugghhhh
Aaaawwwww
Meidina mendorong kembali dengan kasar, hingga Latifah kepala nya membentur daun pintu.
"Mei, kamu itu kasar...!!! " bentak Ibu Stefani.
"Saya sudah capek, sudah capek di injak - injak. Ini saat nya saya berontak, dan kamu lihat Bang, mantan kamu ternyata berhati binatang yang seperti tidak pernah, makan bangku sekolah."
"Tante dan Latifah, saya tidak maafkan kalian. Dan saya sangat kecewa sama kamu, mulai detik ini saya tidak mau lagi lihat wajah kamu Latifah." bentak Radit.
"Abang.. !! saya seperti ini karena Abang. Saya berjuang agar tetap hidup ini, karena Abang. Seharusnya, Abang itu memilih saya bukan dia. " ucap Latifah dengan lantang.
"Cukup.. !!! keluar...!!! "
****
"Mau kemana?" tanya Radit pada Meidina.
"Saya mau cari hiburan, disini saya pusing." jawab Meidina langsung, pergi meninggalkan Radit.
Radit hanya diam, saat melihat Meidina pergi membawa mobil nya. Sedangkan Radit, hanya bisa mengusap wajah nya dengan kasar.
****
"Kamu datang - datang, kenapa wajah nya di tekuk begitu?" tanya Lastri.
"Mba, malam ini saya menginap disini ya." jawan Meidina, dan Lastri langsung melirik ke arah Ilham.
"Kamu sedang berantem ya sama Pak Radit."
"Jujur mba, ini masalah mantan nya, yang ternyata masih hidup." ucap Meidina.
"Terus?"
"Dia ingin ambil Bang Radit, dan itu di dukung oleh Tante nya Bang Radit, istri dari Om Edwin yang pernah tidur dengan saya. Mba tahu, saya di ludahin, saya di dorong. Sakit mba, tapi saya lawan dia. Jujur mba, saya itu ingin bahagia tanpa masalah. Kapan saya itu jauh dari masalah, kapan mba? saya sudah capek."
"Tapi Radit tidak mengejar dia kan?"tanya Ilham.
" Kemarin sempat fatal, saya minta cerai. Dia akan jemput saya, tapi dia malah lupa dan lebih memilih ke rumah Latifah, yang entah kerasukan setan apa, dia buat masalah. Inti nya, karena ingin Bang Radit kembali sama dia."
"Terus Pak Radit bagaimana?" tanya Lastri.
"Tidak mau cerai, tapi saya nggak kuat. Hidup begini, saya capek selalu ada saja masalah."
Dari balik pintu, Bagas mendengar semua nya, dan langsung pergi meninggalkan rumah Ilham. Terdengar suara motor pergi,Ilham langsung menuju ke arah jendela rumah nya.
"Seperti suara motor Bagas." ucap Ilham dalam hati nya.
****"
"Saya bilang, jangan buat Meidina menangis..!!! bentak Bagas.
" Saya tidak ada maksud menyakiti hati dia Bagas. " ucap Radit.
"Kamu tahu, dia itu ingin bahagia. Dia ingin, air mata nya tidak tumpah lagi. Tapi kamu, kamu buat dia menangis." ucap Bagas yang masih dengan suara lantang nya.
"Radit, kamu ingat kan. Kalau kamu tidak sanggup buat dis bahagia, saya akan ambil Mei."
"Jangan Gas, saya mencintai nya. Saya berusaha pertahankan pernikahan kamu. Latifah memang datang, dengan tujuan ingin merusak rumah tangga kami. Tapi jujur, saya tidak kembali sama dia, Latifah bagian masa lalu saya."
"Lantas, kenapa di rumah Ilham dia menangis. Kenapa? " bentak Bagas.
"Semua gara - gara Latifah, dan Tante Stefani."
"Kalau sampai, iman kamu lemah, saya ambil dia." ucap Bagas.
Radit langsung terlihat tampak pucat, dan memegang dada nya. Bagas hanya menatap ke arah Radit dengan kesal, sedang kan Radit seperti berusaha menahan sakit.
"Kamu kenapa? " tanya Bagas.
"Nggak apa - apa, mungkin capek saja." jawab Radit.
"Benar kamu tidak apa - apa? "
"Iya, saya tidak apa - apa."
"Kamu jemput Meidina, dia tidak akan pulang."
"Iya, terima kasih."
****
Ceklek
"Radit." ucap Ilham saat membuka pintu, Radit sudah berdiri di depan nya.
"Meidina ada?" tanya Radit.
"Ada, dia sedang sama Mikael." jawab Ilham, mempersilahkan Radit untuk masuk.
"Radit." panggil Ilham.
"Bicara kan baik - baik, ambil hati nya. Perempuan itu, kalau berhubungan dengan mantan sangat sensitif."
"Iya, maaf ya merepotkan."
"Tidak apa - apa, dia ada di kamar."
Radit berjalan masuk ke dalam kamar, yang di tunjukkan oleh Ilham. Saat tepat di depan pintu kamar, Lastri keluar dan tersenyum ke arah Radit.
"Mei sedang tidur sama Mikael, masuk saja. Tapi jangan berisik ya, jangan sampai anak saya bangun."
"Makasih ya. "
"Sama - sama."
Radit berjalan masuk dengan pelan, Radit duduk di samping tubuh Meidina. Di cium nya kening Meidina, terasa terusik saat tidur nya. Meidina membuka kedua mata nya, dan melihat Radit sedang mengusap kening nya.
"Bang."
"Ssssttt jangan berisik, nanti bangun."
"Abang ngapain kesini?" tanya Meidina pelan.
"Jemput kamu pulang." jawab Radit sambil tersenyum.
"Saya ingin menginap disini."
"Pulang yuk, masa Abang tidur sendirian."
"Besok lagi, saya ingin menginap. Dan sudah ngantuk banget, Abang pulang ya."
"Abang tidak akan pulang, selagi kamu masih disini. Kita luapkan masalah itu, namanya orang rumah tangga pasti ada godaan nya, biarlah yang tadi adalah sebagai pelengkap, tapi percaya sama Abang, tidak akan macam - macam di luar sana."
Meidina bangun lalu, duduk bersandar di kepala ranjang. Radit mengecup kening nya, lalu turun ke bibir.
"Mau sayang - sayangan nggak? kita buat dede yuk, tapi pulang jangan disini." bujuk rayu Radit, dan membuat Meidina tersenyum.
.
.
.
.
7 bln & 8bln sudh dlam kandungan ku bawa kmna2 tp dia lbh senang memilih Allah,.
tunggu mamah disana ya 2bidadari kecilku
perempuan itu tipe nya setia jika di tinggal meninggal suaminya. Jika di sakiti lelaki jangan memikirkan cari pasangan baru. karena anak lebih penting dari cari suami baru.