⚠️Dilarang Boom Like
Dari Cinta menjadi Benci, itu lah yang Ry rasakan terhadap kekasihnya. Ry begitu mencintai kekasihnya bahkan tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain bahwa kekasihnya selingkuh. Ry terlalu mempercayai kekasih hingga akhirnya kekasih nya memilih menikahi perempuan selingkuhnya.
Sejak saat itu Ry benar membenci kekasihnya yang sudah berstatus mantan kekasih.
Saat perayaan kelulusan nasib sial menimpa Ry dia terkena razia oleh seorang pak polisi, karena Ry belum memiliki SIM dan tidak memakai helem sehingga menyebabkan motor kesayangan di tahan oleh pak polisi. Dari situlah Ry membenci pak polisi tersebut.
Apakah Ry tahu arti kata Benci itu ialah Benar Cinta? Apakah perasaan Benci Ry akan berubah menjadi cinta terhadap Pakpol?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ry Kabur Dari Rumah
"Kadang lebih baik memedam dari pada menjelaskan, karena terasa lebih sakit ketika mereka bisa mendengar tapi tak bisa mengerti."
Esokan Harinya..........
Hari sudah siang tetapi mama belum juga melihat batang hidung Ry keluar dari kamar. Mama berjalan menuju ke arah kamar Ry, mama ingin membangunkan Ry sudah siang hari tetapi belum bangun juga.
Tok....... Yok
"Adek bangun." Mama yang berdiri sambil mengetuk pintu kamar Ry.
"Adek ini udah siang."
"Adek mama masuk ya." Mama yang dari tadi memanggil Ry tidak mendapat jawaban sehingga dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Ry.
Ceklek............ Ceklek
Setelah membuka pintu kamar Ry, mama berjalan masuk ke dalam kamar. Mama yang melihat keadaan kamar masih gelap karena lampu di matikan serta jendela kamar yang masih tertutup oleh lain gorden sehingga cahaya matahari tidak masuk ke dalam kamar.
Mama menghidupkan stok kontak lampu kamar, mama melihat ke arah tempat yang sudah terlihat rapi.Mama melihat ke sekeliling kamar untuk mencari keberadaan Ry tetapi mama sama sekali tidak menemukan keberadaan Ry di dalam kamar tersebut.
Mama berjalan ke arah meja belajar Ry, saat mama sudah berdiri di samping meja belajar Ry. Mama menemukan sebuah surat. Mama mengambil surat yang berada di atas meja belajar tersebut.
Assalamu'alaikum wr wb
Mama papa ketika menemukan surat ini maka mama papa sudah tidak menemukan keberadaan adek lagi di rumah ini. Adek tidak mau di jodoh dengan anak sahabat papa sehingga adek memutuskan untuk pergi dari rumah. Mama papa ini bukan lagi zaman Siti Nurbaya, sekarang itu jaman now.
Adek cuma mau menikah dengan orang yang adek cintai dan mencintai adek, bagi adek pernikahan itu sekali seumur hidup mama papa. Maka adek memilih untuk pergi dari rumah.
Adek pergi dari rumah karena menolak perjodohan ini, bukankah dulu mama juga melakukan hal yang sama saat mendiang nenek menjodohkan mama dengan anak sahabat nya. Mama tidak menyetujui perjodohan itu lalu mama kabur dari rumah, beruntungnya saat itu nasib mama baik saat kabur dari rumah mendiang nenek.
Mama bertemu papa, bahkan papa lah yang mengantarkan mama pulang ke rumah mendiang nenek. Adek juga berharap saat kabur dari rumah bisa menemukan laki-laki yang seperti papa.
Mama papa maafin adek yang belum bisa jadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Terimakasih mama papa sudah membesarkan, menyayangi dan menyekolahkan sehingga adek lulus sekolah. Maafin adek yang belum bisa membalas jasa kedua orang tua, adek selalu saja membuat masalah. Semoga setelah kepergian adek keluarga kita bahagia.
Mama papa adek sayang kalian semua, jangan mencari adek. Percayalah suatu hari natik adek akan kembali lagi keluarga kita.
Salam Sayang Ry
Setelah membaca surat dari Ry mama menangis, mama berjalan ke arah jendela kamar. Mama membuka gorden jendela ternyata pintu jendela terbuka. Mama yakin bahwa Ry kabur dari rumah melewati jendela kamarnya. Mama berjalan ke arah lemari pakaian.
Mama membuka lemari pakaian Ry, di dalam lemari pakaian Ry masih terdapat banyak pakaian. Mama yakin Ry hanya bawak beberapa stel pakaian saja.
Mama segera berlari ke arah kamarnya sambil memegang surat yang Ry tinggalkan di atas meja belajar. Mama mengambil ponsel dari atas tempat tidur dia segera menghubungi nomor ponsel Ry. Tetapi nomor ponsel Ry sudah aktif sehingga akhirnya mama nelpon ke nomor ponsel papa tetapi papa tidak menangkat panggil telpon dari mama. Sehingga mama memutuskan untuk menelpon nomor ponsel Lia.
Tuuutt......... Tuuutt
"Assalamu'alaikum mama."
"Walaikumsalam, hiks hiks." Mama menelpon Lia sambil menangis.
"Mama kenapa?" Lia merasa khawatir mendengar suara isak tangisan mama.
"A... dek." Mama berbicara sambil menangis.
"Mama berhenti dulu nangis nya soalnya yang mama katakan jadi terdengar tidak jelas membuat aku bingung."Lia menyuruh mamanya untuk berhenti menangis, dia mendengar perkataan mama menjadi tidak jelas karena berbicara di iringi oleh isak tangisan.
"Adek kabur dari rumah." Mama berhenti menangis lalu dia mengatakan bahwa Ry kabur dari rumah.
"Ah tuh anak benar-benar pembuat masalah, apa mama yakin dia kabur dari rumah?"tanya Lia.
"Yakinlah, dia ninggalin surat. Jadi gimana nih mbak?" tanya mama.
"Mama tenang dulu, biar aku cari tuh anak sampai ke lubang semut," jawab Lia.
"Mama mana bisa tenang saat tahu adek kabur dari rumah. Lagian ini juga salah mama kemana mama setuju saja menjodohkan adek dengan anak sahabat teman papa." Mama merasa menyesal telah menyetujui ide papa yang mau menjodohkan Ry dengan anak sahabatnya. Padahal mama sendiri juga dulu pernah mengalaminya.
Kevin baru saja pulang kerja telah sampai di depan rumah mbah Milah.
Kevin turun dari motornya lalu dia berjalan ke arah pintu rumah mbah Milah. Kevin sudah berada di depan pintu rumah mbah Milah, dia mengetuk pintu rumah tersebut tetapi tidak ada yang membuka pintu rumah tersebut. Kevin mencoba membuka pintu rumah mbah Milah tetapi pintu rumah mbah Mila terkunci.
Kevin membuka pintu rumah mbah Milah mengunakan kunci yang berada di tangan. Kevin membuka pintu rumah tersebut dia melepaskan helem dan meletakkan di atas meja sofa. Kevin berjalan ke arah kamarnya.
Kevin yang sudah berada di dalam kamarnya melepaskan seragam polisinya. Kevin bertelanjang dada dan hanya mengunakan celana boxer. Setelah itu di merebahkan badannya di kasur, Kevin yang merasakan kelelahan karena bekerja akhirnya tertidur.
"Assalamu'alaikum." Mbah Milah yang melihat motor Kevin sudah terpakir di halaman rumahnya, lalu dia mengucapkan salam sambil membuka pintu rumahnya.
"Kevin sudah pulang, kemana dia?" Diko berjalan masuk menyusul mbah Milah.
"Paling di kamarnya, aku mau kekamar dulu." Mbah Milah berjalan ke arah kamarnya.
"Aku mau lihat Kevin, sudah lama tidak bertemu dengan dia." Diko berjalan ke arah kamar Kevin.
Tok.......... Tok
"Kevin ini om." Diko yang mengetuk pintu kamar Kevin.
"Om masuk ya." Karena tidak ada jawaban dari Kevin akhirnya Diko membuka pintu kamarnya, saat pintu kamar Kevin terbuka. Diko melihat seragam polisi Kevin berserakan di lantai. Diko melihat ke arah tempat tidur Kevin, seperti ada seorang yang sedang memeluk Kevin. Diko belum melihat jelas seorang itu perempuan atau laki-laki.
Diko yang penasaran akhirnya dia segera menyalakan lampu kamar Kevin, setelah lampu kamar Kevin menyala betapa terkejut Diko melihat seorang yang memeluk badan Kevin tersebut ialah seorang perempuan.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?"Diko berteriak kepada Kevin dan si perempuan yang sedang memeluk badan Kevin.
Kevin dan Si perempuan yang mendengar teriakan Diko membuka mata mereka, betapa kagetnya mereka berdua saat terbangun dengan posisi saling berpelukan sehingga mereka berdua serentak berteriak.
...~ Bersambung ~...