Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Pernikahan
Hari demi hari berlalu hingga tiba dimana pesta pernikahan Bella dan Erlan digelar. Acara pernikahan yang mengusung tema outdoor di pinggir pantai dengan hiasan yang begitu cantik dengan nuansa serba putih.
Pasangan pengantin yang baru saja resmi menyandang status sebagai suami dan istri itu kini diminta untuk berciuman di depan tamu undangan.
Bella yang belum pernah berciuman seumur hidupnya tentu saja terlihat kaku ketika dicium oleh seorang Erlan yang memang sudah berpengalaman.
Tepuk tangan tamu undangan dan juga sorak sorai semua yang hadir memenuhi tempat acara.
Bella menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya setelah ciuman itu berakhir.
Erlan menghadiahi ciuman di puncuk kepala istrinya yang hari ini berkali kali lipat lebih cantik dari biasanya.
Bella bagaikan dewi yang baru turun dari khayangan. Kecantikan yang sangat alami apalagi senyum manis selalu menghiasi wajahnya.
Selama acara berlangsung Erlan selalu berada di sebelah istrinya. Setiap ada kesempatan dia akan mencuri kecup di puncak kepala istrinya.
Hal itu tentu saja membuat keluarga mereka geleng-geleng kepala, entah kepada siapa kemesraan itu Erlan tunjukkan padahal semua orang sudah tau kalau mereka telah resmi menjadi sepasang suami dan istri.
Dari tempat duduknya Finn menatap pasangan yang nampak bahagia itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Raffa yang ayah menghampiri putranya yang duduk seorang diri itu. Entah kenapa beliau masih merasa bersalah karena telah memberi harapan palsu pada putranya.
"Nak, kamu tidak bergabung dengan yang lainnya?" tanya Raffa kemudian duduk disebelah putra keduanya.
Finn tersenyum kemudian menggeleng.
"Aku disini saja yah" jawab Finn.
Raffa menghela nafasnya berat.
"Apa kamu menyukai Bella?" tanya Raffa kemudian. Karena sekarang statusnya Bella adalah kakak ipar dari Finn, maka Raffa berharap Finn bisa menghapus nama Bella di hatinya.
"Ayah dan Erlan sama saja. Kalian menanyakan hal yang itu-itu saja. Ayah jangan berpikiran yang tidak-tidak, aku menerima pernikahan ini dengan sangat baik dan ikhlas. Ayah tidak usah khawatir" jawab Finn tegas.
Walau Finn tidak menjawab iya ataupun tidak tapi Raffa bisa menyimpulkan apa yang ada di dalam hati Finn saat ini.
"Kamu mau disini sampai selesai? Atau mau pulang sekarang?" tanya Rafa mengalihkan pembicaraan.
Acara masih akan berlanjut dengan acara resepsi di lokasi berbeda Tapi masih di hotel yang sama. Resepsi akan di lakukan di Ballroom hotel dengan tema indoor.
"Aku akan disini sampai selesai. Ayah jangan mengkhawatirkan aku. Kembalilah kesana dan sambut tamu yang hadir".
Secara tidak langsung Finn mengusir ayahnya dengan alasan menyambut tamu.
Raffa kembali menghela nafas. Sebelum bangkit dia kembali dia menepuk pundak anaknya.
"Ayah kesana dulu" ucap Raffa kemudian kembali bergabung dengan anggota keluarga yang lain.
Finn menganggukkan kepalanya. Tak lama Marvel sahabat baik Finn dan Sean yang sekaligus undangan hari ini datang menghampiri Finn. Dia menarik kursi di sebelah Finn dan duduk disana.
"Bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu" ucap Marvel basa basi
Finn menoleh sekilas pada Marvel kemudian kembali menatap lurus ke depan.
"Aku baik, apa kabarmu juga Vel?" jawab Finn tanpa melihat ke arah Marvel.
Marvel menepuk pundak Finn sama seperti yang dilakukan Raffa tadi.
"Aku sangat terkejut saat menerima undangan dari Bella. Aku lihat ada nama keluarga kusuma awalnya aku kira itu kamu. Tapi ternyata kakak mu. Aku mengerti perasaanmu" ucap Marvel prihatin.
Finn tersenyum.
"Kamu tidak mengerti karena apa yang ada di dalam pikiranmu itu salah. Aku sangat ikhlas menerima pernikahan ini. Kalau kamu berkata ini pada Sean mungkin itu akan cocok" jawab Finn.
Marvel tidak bisa membaca raut wajah Finn dan dia berharap apa yang Finn katakan memang benar.
"Semoga saja kamu benar ikhlas menerima pernikahan ini, apalagi yang menjadi suami Bella adalah kakakmu sendiri" batin Marvel.
Perhatian Marvel kemudian beralih pada sosok Belinda yang tak kalah cantik dengan sang kakak.
Belinda mengenakan gaun selutut dengan warna ungu pastel senada dengan pakaian anggota keluarga yang lain. Finn pun mengetakan jas dengan warna yang sama.
Erlan sudah menyiapkan seragam untuk semua anggota keluarganya dengan sangat baik.
"Finn, lihatlah Belinda. Sepertinya kamu cocok dengan dia" ucap Marvel yang pandangannya tidak bisa lepas dari sosok Belinda.
Belinda terlihat dengan ramah sedang menyapa semua tamu undangan yang hadir. Senyumnya begitu cantik dan itu membuat yang melihatnya akan ikut tersenyum.
"Kamu jangan aneh-aneh. Masih banyak wanita cantik diluaran sana Aku tidak seperti Sean yang harus kamu jodoh-jodohkan." ucap Finn tegas.
Marvel mencebikkan bibirnya kesal. Temannya satu ini memang tidak bisa diajak bercanda. Dirinya juga tidak serius meminta Finn untuk mendekati Belinda. Apalagi Belinda usianya baru 15 tahun.
"Kalau kamu terlalu serius nanti cepat tua" ledek Marvel pula. Tapi Finn tetap saja tidak berubah, expresinya tetap datar. Entah marah atau bahagia wajahnya selalu sama. Marvel sampai heran bagaimana bisa wajah Finn sedatar ini. Kalau Marvel melihat hal indah akan tersenyum, hal sedih akan berubah sendu dan ketika marah akan berubah galak. Dia sangat expresif dan tentu berbanding terbalik dengan Finn yang sepertinya tidak memilik gairah hidup. Datar tanpa expresi apapun.
Marvel ingat dulu ada kejadian yang menurutnya lucu di kampus,salah satu teman mereka pernah salah membawa sepatu. Yang kiri berwarna pink dan sebelahnya berwarna peach agak mirip juga bentuknya. Dan sialnya temannya itu harus naik ke atas panggung untuk pembukaan acara dan tentu saja itu menjadi pusat perhatian karena sangat terlihat jelas perbedaannya. Tapi lagi-lagi Finn tidak tertawa maupun kasihan. Dia datar saja.
"Sepertinya dia seperti teman kartun spongebob, dia tidak mempunyai kotak tertawa" batin Marvel kala itu.
Sedangkan Sean memang sebelas dua belas dengan Finn tapi bila ada hal lucu atau hal lainnya, dia akan lebih bisa mengungkapkan perasaannya. Karena pada dasarnya Sean memang memiliki pribadi yang hangat hanya saja masalah keluarga membuat dirinya berubah seratus delapan puluh derajat.
"Bagaimana ya perasaan Sean saat ini?" batin Marvel saat melihat Bella dan Erlan di depan sana terlihat sangat bahagia.
Senyum keduanya yang tak pernah surut membuktikan bahwa mereka berdua saling mencintai.
Di benua berbeda, Sean sedang memandangi foto pernikahan antara Bella dan Erlan yang dia dapat EO yang menangani pernikahan Bella.
Di akun sosial media itu juga ditayangkan secara live bagaimana pernikahan yang begitu megah itu berlangsung.
"Mulutku mungkin bisa berkata kalau aku ikhlas, tapi sejatinya sampai kapanpun aku tidak bisa menerima pernikahan mu Bella" ucap Sean sendu.
Bersambung...