NovelToon NovelToon
Suamiku Raja Tega

Suamiku Raja Tega

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:107.7k
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Dini tidak menyangka bahwa pria yang menikahinya ternyata adalah seorang bajingan.

Di awal pernikahan, Robin begitu lembut dan perhatian. Pria itu selalu bersikap manis dan memanjakannya. Namun, sikap itu berubah ketika usaha catering mereka bangkrut.

Robin selalu menyalahkan Dini atas kondisi itu. Padahal, kondisi itu terjadi karena diam-diam Robin sering mencuri uang modal usaha, menggadaikan aset sang istri, mencuri barang-barang mahal sang istri, untuk kepentingannya sendiri. Ya, Robin sangat hobi bermain judi, mabok-mabokkan dan main perempuan.

Bukan hanya itu, demi menuntaskan hasratnya, Robin juga menjadikan sang istri sebagai jaminan atas hutang-hutangnya di meja judi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdalih

Dini menjatuhkan tubuhnya di sofa, rasanya lelah sekali menghadapi sikap Robin yang mulai bersikap aneh-aneh ini.

Dini tak habis pikir, mengapa suaminya bisa berhutang tapi enggan membayar.

"Bagaimana dia berhutang tapi nggak mau bayar? Kok ada orang seperti itu? Apa dia nggak tau, kalo hutang itu dibawa mati?" gumam Dini sembari memijat keningnya yang mulai pening.

Dini meraih ponselnya. Mencoba menghubungi pria itu. Tapi hasilnya nihil. Panggilan itu di alihkan. Terkadang juga di luar jangkauan. Membuat Dini frustasi.

Sekarang sikap Robin sedikit berubah menurutnya. Bukan hanya jarang pulang. Tetapi Robin juga lebih sulit dihubungi. Entah apa yang terjadi.

"Ya Tuhan, hamba tidak pernah berharap buruk terhadap apapun. Tetapi jika suami hamba salah, tolong ingatkan. Tolong tegur dia ya, Tuhan. Jangan biarkan dia terus tenggelam dalam kenistaan. Kasihanilah dia," ucap Dini, memohon sembari menangis dalam doanya.

Rasanya sedih sekali jika mengingat betapa masalah ini tidak bisa di anggap remeh.

Tak ingin tenggelam dalam kebimbangan, Dini pun memutuskan untuk berangkat ke kedai sambil menunggu kabar dari suaminya itu.

***

Pagi telah berganti siang. Udara terasa lebih panas dari biasanya. Mungkin akan hujan, pikir Dini. Namun, kelembutan hatinya memintanya agar hari ini jangan hujan dulu. Setidaknya tunggulah sampai suaminya kembali.

Entah kekuatan apa yang di miliki oleh seorang Dini. Nyatanya hujan itu datang tepat setelah Robin sampai di kedai miliknya.

Dengan senyum termanis yang ia punya, Robin pun mendekati sang istri dengan kelembutannya seperti biasa.

"Assalamualaikum, Sayang. Maaf Abang nggak bisa terima telpon dari kamu, Sayang. Lihatlah layar ponsel Abang eror," ucap Robin seraya memeluk manja sang istri.

"Walaikumsalam, Abang. Syukur lah Abang nggak kenapa-napa. Dini khawatirkan, Bang. Habis Abang nggak kasih kabar. Nggak jawab telepon juga," jawab Dini, sedikit cemberut.

"Maafkan Abang, Honey. Coba lihatlah, ponsel Abang, baru di geser saja sudah mati sendiri. Bagaimana mau baca sama balas pesan kamu, Sayang. Alah, nasib-nasib. Maafkan ya, Sayang," ucap Robin lagi.

Dini melirik manja pada sang suami. Lalu ia pun tersenyum dan berucap, "Lain kali jangan kek gini lagi ya, Bang. Dini khawatir tau. Dini takut Abang kenapa-napa."

"Nggak, Sayang. Semoga Abang nggak gini lagi. Abang juga nggak sengaja, Sayang. Habis nggak tau, kenapa hapenya bisa eror gini. Padahal cuma jatuh dari kantong malam tadi," jawab Robin berbohong. Padahal, andai Dini tahu, Ponsel itu tidak jatuh. Melainkan dibanting olehnya. Sebab ia kesal, semalam ia kalah judi. Sudah gitu, Sella tak mau melayaninya pula. Membuatnya gelap mata. Lalu dibantinglah ponsel itu. Hingga hancur tak berbentuk.

"Ya udah, nanti Abang pakek hape Dini yang di rumah itu aja. Masih bagus kok. Masih bisa."

"Duh, makasih banyak, Ayang. Kamu baik sekali."

"Aku selalu baik, sama semua orang, Bang. Dan aku akan selalu baik. Sekalipun orang itu jahat sama Dini. Dini akan tetap baik. Karena prinsip Dini, apapun yang kita tanam pasti akan kita tuai. Makanya Dini sangat takut menanam kebueukan. Karena Dini nggak ingin menuai keburukan juga," jawab Dini, serius.

Robin merasa tertampar dengan ucapan istrinya tersebut. Tapi mau bagaimana? Dia sangat suka berbuat demikian. Lalu apa salahnya jika dirinya ingin mengekspresikan diri. Benarkan?

"Kamu benar, Sayang. Tapi aku sangat lelah hari ini. Pekerjaanmu udan kelar belum? Pulang yuk. Aku rindu tidur bareng sama kamu. Aku kangen , pengen dikelonin sama kamu. Yuk pulang yuk!" ajak Robin manja.

Dini tersenyum. Tanpa menjawab rengekan itu, Dini pun akhirnya menuruti keinginan sang suami. Pulang ke rumah dan bermanja-manja di sana.

Namun sebelum mereka melakukan itu, tiba-tiba saja Dini teringat dengan beberapa orang yang datang ke rumah mereka lagi ini. Mengaku sebagai tukang tagih salah satu koperasi.

Tak menunggu waktu lagi, Dini pun langsung mengkonfirmasi masalah yang ia hadapi hari ini.

"Abang, Dini mau tanya sesuatu, boleh?" pancing Dini lembut. Sengaja menggunakan nada suara sedikit manja, agar suaminya tidak marah. Sebab masalah yang hendak ia sampaikan ini sangatlah sensitif.

"Boleh, mau tanya apa, Sayang? Tanyakan saja," jawab Robin sembari menyamankan posisi duduknya.

"Em, Abang tau nggak koperasi simpan pinjam Barokah?"

"Tau, kenapa? Di kampung abang ada koperasi itu. Kenapa menanyakan koperasi itu? Kamu ada masalah? Lagi kesulitan uang? atau gimana?" jawab Robin santai. Padahal dalam hati, ia sangat gugup. Karena ia tahu, ia ingat, bahwa dirinya masih memiliki hutang yang cukup banyak di koperasi simpan pinjam tersebut.

"Em, bukan. Ini bukan Dini yang bermasalah. Tapi Abang!"

"Aku? Ada apa denganku?" kilah Robin, seperti tak merasa memiliki dosa.

"Tadi pagi ada tiga orang datang ke rumah. Mereka nyariin Abang. Terus mereka ninggalin ini," jawab Dini sembari menyerahkan dokumen yang ditinggalkan oleh para dep koletor itu padanya.

Pelan namun pasti, Robin pun menerima map itu. Lalu membukanya dan membaca rentetan kalimat itu dengan seksama.

"Astaga! Banyak sekali!" pekik Robin, Pura-pura terkejut. Padahal sebenarnya dia baik-baik saja. Alias tidak merasa gimana-gimana.

"Apa benar Abang punya hutang pada mereka dengan nilai pinjaman plus bunga sebesar ini?" tanya Dini, masih dengan nada lembut agar Robin tidak tersinggung.

"Tidak, Sayang. Ini bukan Abang yang pinjam. Tapi kawan Abang dengan istrinya. Dia pernah minta tolong Abang untuk membantunya meminjamkan uang ke koperasi tersebut. Abang tidak tau jika dia tak rajin membayar cicilan. Coba deh nanti kalo hape Abang udah bener, Abang gak coba ngubungin dia. Kalo kek gini kan Abang jadi serba salah sama kamu. Takutnya kamu jadi punya pikiran macam-macam sama Abang. Iya kan?" jawab Robin berdalih.

"Oh, jadi sebenarnya yang pakek uangnya temen Abang. Abang hanya meminjamkan nama saja."

"He Em, begitu, Yang. Lagian waktu itu Abang kan masih bujang. Kebutunan belum begitu banyak. Ngapain pinjam uang sebanyak itu. Bukankah ini mustahil, Yang," dalih Robin lagi.

Dini mengangguk anggukkan kepala, berusaha menerima penjelasan sang suami. Menurut Dini ucapan Robin memang logis. Tapi diam-diam, Dini tetap ingin mencari tahu. Apakah yang di sampaikan Robin ini adalah kebenaran atau Robin hanya ingin berada di posisi aman saja.

Bersambung..

Sambil nunggu update, kalian bisa mampir ke karya temen emak gaes. Semoga suka😍

1
Emily
lagi seru seru nya udah tamat aja...btw samawa dini dan evan
Emily
lagian waktu melamar kan ada perwakilan dari pihak perempuan juga memang gak diperiksa itu mahar palsu atau tidak..kok bisa nikah asal asalan...lagi pula wanita pengusaha catering yg lumayan penghasilan nya malah jatuh cinta sama tukang ojek online yg ternyata penipu melalui biro jodoh pula 😝🤣😝🤣
Emily
dini udah jatuh ketimpa tangga ketimpa balok lagi astagfirullah
Triyono Budi
Karyanya keren thorrr....
Yunerty Blessa
walaupun singkat tapi mantap.. dan terbaiklah cerita nya.....tak bertele-tele..
makasih kak thor dalam penulisan nya dan moga sukses selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya Dini dan Evan hidup bahagia..
makasih kak thor cerita nya mantap 👍😘
Yunerty Blessa
Robin benar² tidak tau jera....moga selepas nih Robin bisa menyesal dengan segala perbuatannya..
Yunerty Blessa
penasaran nih selanjutnya..
Yunerty Blessa
mantap Damian telah diringkus.. tinggal Robin dan Stella..
Yunerty Blessa
kasian baru saja nikah udah rusuh..
moga Evan cepat banteras abangnya..
Yunerty Blessa
terima saja Dini..kan ujung² kau sendiri juga yang bahagia..
Yunerty Blessa
Evan desak terus sama mamanya.. moga berhasil..
Yunerty Blessa
terlalu tinggi sekali angan² mu Robin untuk kau kembali lagi bersama Dini..
Yunerty Blessa
diam² Evan jatuh cinta pada Dini..
Yunerty Blessa
moga sampul itu adalah surat cerai dari Robin
Yunerty Blessa
smoga nih awal dari kebahagiaan mu Dini
Yunerty Blessa
cepat Dini..lari sekuat nya..hindari dari Deon
Yunerty Blessa
kurang ajar punya suami
Yunerty Blessa
Dini jangan mudah terpedaya dengan kqta² suamimu..dia tu dayus.. untuk apa kau pertahanan kan..
Yunerty Blessa
mudahan kalah dengan judi nya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!