NovelToon NovelToon
Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:450.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dede Dewi

Berawal dari telpon salah sambung, yang membawa kedua insan ini bertemu dan mengikuti alur takdir yang maha kuasa,mereka pun menjalani sebuah perjalanan yang menjadikan mereka sering bertemu atas skenarioNya.

Mutiara Hati,sosok gadis cantik yang masih menjalani study di sebuah universitas negeri, mendapatkan telpon dari nomer salah sambung yang sedang membutuhkan bantuan.

Dan laki-laki bernama Ahmad Zainudin yang berparas tampan,berprofesi dokter, telah salah memasukkan angka pada nomer telfon, membuatnya salah sambung saat dia membutuhkan bantuan. Dia dokter yang ramah,dan berjiwa sosial tinggi.

Bagaimana kisah mereka, baca tulisan saya ini ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam

Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam. Hingga saat sampai di depan restoran, barulah Zio membuka percakapan.

"Kita makan dulu ya. Saya sudah sangat lapar." kata Zio membuka sabuk pengaman nya. Tanpa meminta persetujuan orang disampingnya, dia langsung saja mengajak gadis itu makan di restoran langganannya.

"Baik pak." jawab Mutiara singkat. Tak ingin banyak tanya, meski sebenarnya dia tidak ingin makan di sana. Tetapi saat melihat jam di ponselnya, ini sudah mau masuk waktu maghrib, sehingga dalam benaknya, tak masalah jika dia ikut masuk dan menemani makan malam dosennya, sambil berbuka puasa.

Ziopun keluar dari mobilnya, dengan tanpa membukakan pintu untuk Mutiara, Sungguh tidak romantis -kata author-.

Ziopun langsung berjalan begitu saja menuju pintu masuk restauran, sedangkan Mutiara masih berdiri di depan mobil sambil terkagum-kagum melihat restauran megah dihadapannya. Tak lama kemudian, Zio menoleh ke belakang.

"Kamu ngapain disitu?" tanya Zio.

"Eh, anu pak, saya..." jawab Mutiara gugup.

"Ayo masuk." ajak Zio.

"Baik pak. Jawab Mutiara yang kemudian mengekor dosennya.

Sesampainya di dalam, Zio duduk di sebuah kursi pengunjung yang terletak di lantai dua, dan duduk di pojok dekat jendela. Suasana senja membuat ruangan itu yang didominasi lampu neon membuat suasana tampak lebih romantis.

"Mbak." panggil Zio yang sudah duduk manis di sebuah kursi, begitupun dengan Mutiara yang hanya mengekor dosennya, ikut duduk dengan menjaga jarak dengan dosennya yang sangat dingin.

Seorang pelayan datang dengan membawa catatan untuk mencatat menu yang ingin dipesan. Zio langsung memesan makanan Favoritanya di resto ini.

"Kamu mau pesan apa?" tanya Zio yang menyodorkan buku menu kepada Mutiara.

Mutiara pun membuka-buka buku menu. Cukup lama dia membuka-buka buku itu.

"Cepet, saya sudah lapar ini." kata Zio membuat Mutiara grogi dan langsung membuat sebuah pesanan yang apa adanya.

"Eh, anu. Ini aja mbak. Coklat panas dan makannya sop Iga." kata Mutiara memutuskan begitu saja. Kebetulan dalam benaknya, itu memang makanan yang pernah dia rasakan, dan cukup familiar, dibandingkan dengan menu lainnya.

"Baik, mohon ditunggu ya kak." kata pelayan.

"Ya." jawab Mutiara ramah.

"Coklat panas? Sop Iga?" Apa aku sedang bermimpi? batin Zio mengucek matanya.

"Kamu suka coklat panas?" tanya Zio.

"Ehm, iya pak." jawab Mutiara.

"Sop iga juga suka?" tanya Zio lagi.

"Iya." jawab Mutiara.

"Kenapa kesukaannya mirip kamu Re?" batin Zio.

Saat Zio asyik dengan ponselnya, dan Mutiara asyik dengan pemandangan senja di sampingnya, mereka terkaget oleh kedatangan seseorang di meja mereka.

"Hai Bro..." sapa Rey, sahabat Zio, pemilik resto tempat mereka makan senja ini.

"Hei Rey... ngagetin aja lo." kata Zio. Merekapun beradu tos, dan berpelukan ala laki-laki.

"Apa kabar bro, gue kira lo ga bakal ke sini lagi." kata Rey.

"Ya engga lah." jawab Zio singkat.

"Eh, bay the way, kayaknya ada yang udah move on nih." kata Rey sambil melihat gadis di seberang Zio.

"Hai nona, kenalin, gue Rey. Panggil aja bang Rey. Gue pemilik resto ini." kata Rey memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya.

Mutiara yang merasa disapa hanya tersenyum simpul, lalu menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Tiara." jawab Mutiara.

"Ups okey, sorry nona." kata Rey menarik kembali tangannya yang menganggur.

Zio yang melihat ulah sahabatnya hanya diam, dengan tatapan dinginnya. Tanpa melirik sama sekali kepada Mutiara.

"Dia mahasiswi gue." kata Zio sambil memainkan ponselnya.

"Widih...sekarang ganti selera bro?" tanya Rey.

"Heh, maksud lo apa?" tanya Zio garang.

"Eits,,, just keed bro. slow slow..." kata Rey bercanda. Kemudian pesanan minuman pun datang, dibawakan pelayan.

"Silakan." kata pelayan.

"Hm." jawab Zio.

"Terimakasih mbak." kata Mutiara ramah, saat pelayan menyajikan segelas coklat panas dihadapannya.

"Wow, ternyata selera nya sama ya?" kata Rey melihat segelas coklat panas milik Mutiara.

Mutiara yang tak tau apa maksud dari pemilik restoran tempat dia makan ini, hanya memilih duduk dengan tetap menatap panorama senja di kota itu, dari lantai dua restoran milik sahabat dosennya.

"Selera mereka sama ya?" tanya Rey berbisik pada Zio.

"Hm." jawab Zio sambil menyeruput minumaannya, da melihat ke arah Mutiara, namun tampak Mutiara tidak segera menikmati pesanannya.

"Hey, kenapa ga diminum?" tanya Zio.

"Eh, gapapa pak. Pak Zio duluan aja." kata Mutiara.

"Oh, nona sungkan ya? Biar saya pergi dari sini ya." kata Rey sungkan.

"Eh, tidak tidak. Saya tidak sungkan kok, bang Rey tetap disitu aja gapapa. Saya cuma lagi nunggu adzan saja. Kira-kira, di sini kalau suara adzan kedengaran tidak ya?" tanya Mutiara.

Zio dan Rey saling menatap, belum begitu paham maksud gadis berhijab dihadapan mereka.

Mutiara masih menunggu jawaban. Namun, tiba-tiba Zio paham maksudnya.

"Oh, kamu puasa?" tanya Zio.

Mutiara hanya mengangguk.

"Oya, tenang aja nona, nanti terdengar dari sini kok suara adzan nya, karena ga jauh dari sini, ada masjid kok." jawab Rey yang sudah mengetahui maksud dari pertanyaan gadis berjilbab itu.

"Emang, puasa apa nona?" tanya Rey.

"Puasa Yaumul Bidh." jawab Mutiara.

"Apaa itu?" tanya Rey lagi, karena Rey ber KTO islam, tetapi dia tidak tau apa-apa tentang islam. Sholat pun dia sudah sangat jarang melakukannya.

"Puasa tengah bulan bang Rey, tapi dalam kalender Hijriah." jawab Mutiara.

"Oh, begitu?" Rey menanggapi dengan ber oh ria.

Tak berapa lama kemudian, terdengar sayup-sayup suara adzan maghrib berkumandang.

"Ah itu dia... udah adzan. Ayo diminum." kata Rey.

Seketika itu juga, Mutiara pun berdoa"a berbuka puasa, lalu meminumnya perlahan.

"Maaf, mushola dimana ya?" tanya Mutiara.

"Oh, itu nona, di lantai tiga." jawab Rey sambil menunjuk anak tangga menuju lantai tiga.

"Novi, tolong kamu antar nona ini ke mushola ya." kata Rey meminta salah satu karyawannya mengantarkan Mutiara ke mushola ,agar Mutiara tidak bingung.

"Baik pak." jawab Novi.

"Mari kak." ajak Novi kepada Mutiara.

Mutiarapun mengekor Novi sampai di mushola. Sedang kan dua laki-laki betsahat itu masih asyik melepas rindu.

"Bro, cantik juga tu cewek. Kayaknya...masih virgin dia." kata Rey menaikkan alisnya, menggoda sahabatnya.

Zio masih cuek.

"Mau sampe kapan lo begini bro? Hah? Emang ga capek ngejomblo terus begitu? Udahlah bro, move on lah. move on." kata Rey.

"Lo ga diposisi gue Rey, lo ga tau Gimana rasanya ditinggal orang yang kita sayang.

"Gue tau Zi, gue sadar. Tapi mau sampe kapan lo begini terus? tanya Rey.

"Entahlah." jawab Zio.

"Tunggu apalagi? Mahasiswi lo ini tadi juga cantik kok bro, sikat aja." kata Rey menggebu, tetapi Zio tak merespon.

" Gila lo ga pingin segera punya bini?"omel Rey.

"Hm." Zio hanya diam.

Merekapun larut dalam percakapan ala anak laki-laki, sambil menunggu Mutiara tiba.

1
Muhammad Hasyir Kamil
Luar biasa
Nurhaena
saya suka dengan jalan ceritanya mantap tidak ada lagi kah sambungan ceritanya
Dede Dewi: ada kak, tetapi tokoh utamanya berbeda... ada di judul Bayangan Cinta Pantulan Asa kak...
total 1 replies
Fajar Handayani
Kecewa
Dede Dewi: baik kak. bisa minta koreksiannya?
total 1 replies
Herry Murniasih
siap kak dede sudah baca ni novel barunya, semangat
Sri Wahyuni
msh jutek aja pak zio
umi b4well (hiatus)
dpt ide darimana si kak.
kebetulan bgt loh...kisahnya sama kek saya.cuman kblik saya yg salah sambung..eh mlah jdi jodoh. pdhal kita ribut mulu loh kk awalnya itu...tau taunya benci jdi cinta hehe.

terharu saya kak.kek baca kisah sendiri.hehe
Dede Dewi: alhamdulillah... ehm... awalnya nonton film pendek kak. tapi bukan telepon salah sambung...tapi ga sengaja ketemu di jalan...
total 1 replies
Nurul Fahmi
gooooooood
Dede Dewi: terimakasih kak😍
total 1 replies
Asih Asih
sungguh kasihan dr zen,semoga dpt jodoh yg baik pula.
Neulis Saja
Thor, this novel is continued about the story of Azizah and aziz must be exciting
Dede Dewi: InshaaAllah kak Neulis Saja... Author akan berusaha😊😍terimakasih atas masukannya
total 1 replies
Hera sasuwe
ending yg nyenengin yaaa👍
Dede Dewi
maasyaaAllah...terimakasih banyak kak Hery...semoga Allah memudahkan segala urusan kak Hery
Neulis Saja
innalillahi wainnailaihi roji'uun comes from Allah and then return to Allah
Herry Murniasih
Mungkin pak Bowo sudah dapat firasat kalau umurnya ha lama lagi, doa yang diucapkan untuk baby Az adalah pertanda bahwa beliau akan pergi selamanya, 😭😭 lanjut Thor
Ummiami
lanjut thor
Ummiami
salam kenal Thor
Dede Dewi: salam kenal juga kak. terimakasih ya atas dukungannya
total 1 replies
Hera sasuwe
ada aja orang baik buat nolongin tiara ama zend akhirnya bisa lahiran tiara dgn selamet yaa
Herry Murniasih
Mail memang berhati mulia, semoga nanti mendapat jodoh yang lebih baik paling tidak sama seperti Mutiara, lanjut Thor
achilla 82
Ooh,,bang Mail,,,makasih bnyak ya,,dh nolongin dedek Radzen mau ketemu bu bidan, hehehee,,,
Neulis Saja
Tiara, i hope you don't have anything happen
Herry Murniasih
waduh semoga bantuan segera datang ya, ksihan Mutiara nahan sakitnya apalagi ketuban sudah pecah, lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!