Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Pencarian Alvarendra. Nata tak menemukan nya hingga pukul 10 pagi memutari kota namun tak juga menemukanya.
"Pak sebaiknya kita pulang saja dulu nanti di lanjutkan"
"Baik Non" Mobil yang di tumpangi Nata pun putar Arah tuk kembali ke kediamannya.
Ternyata Alva menggunakan Taksi tuk kembali ke kediaman orang tua nya.
"Alvarendra! kenapa kamu kembali ke rumah?"
"Saya sudah tak lagi di rumah pah Shakila sudah mengusir ku."
"Wajar Shakila mengusir mu karena kamu sudah tidak memegang kesetiaan mu!" bentak Orang tua Alvarendra.
"Pah...!, kurang apa aku setelah lama aku semua mengikuti kemauan dia, yang berselingkuh bukan aku Pah tapi dia" Ucap Alva membela diri.
"Papah tidak mau tau kamu harus kembali ke rumah mu!"
Orang tua angkat Alvarendra sedikit sangat keras dengan Alva. Jika kemauannya tidak di penuhi Alva pun terkena pukul orang orang tua angkat nya. Beruntung nya Alva masih ada orang tua perempuan yang selalu melindungi Alvarendra sejak kecil.
Tuan Alex Ferguson, memang menyayangi Alva namun kadang kalau saat hatinya sedang tidak baik dengan tiba-tiba memaki Alvarendra bahkan sampai memukul dengan sekuat tenaga. Jika mengingat masa lalu Robertson Alex selalu menumpahkan kemarahannya dengan Alvarendra putra Robertson yang menjadi saingan bisnis nya.
Flashback On.
Saat ke duanya Robert dan Alex masih remaja mereka berteman baik.
"Kamu tega Robert mengambil pacarku?"
"Aku bukan mengambil pacar mu tapi ini jodoh Viktoria sudah menerima lamaran ku"
Terjadi lah perkelahian antara Robert dan Alex dan mengucapakan jika ia akan membalas rasa sakit hatinya. Alex pun yang selalu kalah dalam berbisnis di banding Robert yang selalu memenangkan nya.
Saat itu juga Alex murka dan dendam, hari itu tak sengaja Alex berjalan di sebuah Mall dan melihat Viktoria berjalan bersama babysitter pada saat itu Viktoria sibuk memilih pakaian dan juga babysitter itu pun lengah. Alex Ferguson mengambil salah satunya.
Back.
"Pah biarkan Alva menenangkan pikirannya dulu, sudah Nak kamu masuk ke kamar mu" peringatan Nyonya Maria Ferguson.
"Anak tidak bisa di atur!"
Alva pun menuruti nya melangkah masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuh nya.
Tiba-tiba Alvarendra mengingat Vio.
Vio kamu dimana sulit sekali rasanya ingin bertemu dengan mu. gumam dalam hati Alva sambil menatap langit-langit bertumpuk tangan di dahinya.
Saat aku sedih hanya kamu yang selalu aku ingat dulu kamu selalu memberiku semangat kamu selalu ada buat aku, aku rindu saat kamu selalu memberiku es krim di kala aku sedang sedih, dan sekarang kamu menghilang. Entah mengapa aku tak pernah bisa mencintaimu padahal rasa sayang ku begitu besar sama kamu, tapi sebatas sayang tak ada cinta. gumam Alva dalam hatinya.
Wanita yang sangat aku sayangi tega mengkhianati ku bahkan mengusir ku dari rumah ku sendiri.
Vio..., aku sangat membutuhkan mu. Seorang pria jarang sekali menitikkan air matanya beban yang Alva rasakan saat ini sampai batas dan ia pun menitikkan Air matanya.
Di sebuah kamar Vio tiba-tiba teringat kembali dengan Alva.
Aaaaah....!!! teriak Vio. "Tuhan tolong hapus dia dari ingatan ku, biarkan aku memulai kehidupan yang baru saja aku jalani.
Aaaaah......! hiks ...hiks....hiks. Berat sekali tuk kehilangan mu. Bahkan aku tidak mampu harus jauh dari kamu dan menghapus semua kenangan bersama mu saat kita duduk di bangku sekolah dasar kita bersama sampai kuliah pun kita sama. Seketika aku kehilangan mu, dalam sekejap. Vio pun menangis' di dalam kamar teringat masa-masa besama Alva.
Vio apa kamu lupa dulu saat Papah ku marah dan tak memberi ku uang saku kau relakan membagi uang mu untuk kita bagi dua, dan saat aku kehujanan dan Papah ku tak memberi kesempatan untuk aku masuk rumah, kamu rela menemaniku di depan teras. Apa pun yang kamu punya kamu selalu membagi ku, sekarang entah kamu dimana semoga kamu selalu bahagia.
Alva, aku selalu ingat kamu selalu membelaku bahkan tugas-tugas sekolah ku pun kamu selalu mengerjakan saat aku lupa.
Meskipun terpisah keduanya namun merka selalu mengingat saat masih bersama.
Vio pun tertidur saat mengenang masa-masa bersama Alvarendra.
...----------------...
Assalamu'alaikum terimaksih like ya jangan lupa komen dan Rate.