**Buat pecinta novel romantis, belum lengkap rasanya kalau belum membaca novel yang satu ini.**
Rianty adalah kembang desa di kampungnya. Oleh karena suatu hal, Rianty harus meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke kota.
Dia dibantu pamannya untuk berangkat ke kota, tapi tidak disangka pamannya juga mempunyai niat yang tidak baik.
Seperti lepas dari mulut harimau masuk ke dalam mulut buaya, itulah perumpamaan yang cocok untuk Rianty.
Rianty akhirnya harus kehilangan kesuciannya yang sudah dijaga selama ini. Pria yang merenggut kesucian Rianty juga tidak pernah mengenal Rianty. Bahkan Rianty akhirnya harus mengandung dan membesarkan anaknya seorang diri.Dalam penderitaan Rianty, untungnya Rianty mempunyai seorang anak genius, yang bertekad akan menemukan ayahnya.
Akankah anak genius ini menjembatani hubungan ayah dan ibunya?
Buat yang penasaran, ayo ikuti lebih lanjut ceritanya
Jangan lupa like, comment dan vote untuk author ya🙏🙏🙏 Semoga terhibur selalu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan ke pesta ulang tahun
"Angel, apakah kamu sudah menyampaikan pada Al, kalau kamu akan meminta bantuannya di hari ulang tahun nenekmu? ", tanya Devan.
"Ah..iya Angel lupa ngomong sama Al pa, gara-gara Angel ngomongin hal yang lain ", sahut Angeline tersipu malu.
Sesudah itu Angel langsung mendekati Aldi, dan berkata kepada Aldi
"Al, aku ingin minta bantuanmu untuk bermain gitar mengiringi aku menyanyi saat nenekku berulang tahun, mau ya? "
"Boleh ya mi?", Aldi malah meminta pendapat maminya itu.
Rianty adalah seorang perempuan yaang sangat menyayangi orang tua tentu dia tidak bisa menolak keinginan Angel karena hal tersebut dilakukan untuk nenek Angel.
"Kalau Al tidak keberatan, tentu boleh saja, apalagi tujuan Al untuk membantu Angel", sahut Rianty.
Mendengar jawaban Rianty, Devan segera menggunakan kesempatan itu,
"Saya juga ingin memesan kue dari toko kamu, untuk acara pada hari ulang tahun neneknya Angel. Kamu juga harus datang ya ke acara ulang tahun ibuku itu, biar bisa sekalian melihat pertunjukan Al dan Angel ", ujar Devan mengundang Rianty secara tidak langsung.
"Mami ikut pergi juga ya? kalau mami tidak pergi Al juga tidak mau", ujar Al.
Akhirnya Riyanti mengangguk,
"baik mas Devan, saya dan Al akan menghadiri pesta ulang tahun itu. Terima kasih atas undangannya ya."
"Justru saya yang harus berterima kasih karena Rianty sudah bersedia menghadiri pesta ulang tahun ibuku dan Al bersedia mengiringi Angel untuk bernyanyi ", ujar Devan dengan sopan.
Mendengar ucapan Devan, Rianty hanya tersenyum saja.
"Maaf ya mas Devan, saya harus kembali ke toko dulu, mau menggantikan karyawanku, agar mereka bisa istirahat makan siang", ujar Rianty kemudian, menyudahi pembicaraan mereka dan pamitan pada Devan.
Kemudian Rianty memakaikan jaket, masker dan helm pada Aldi dengan telaten. Kemudian menunggu Aldi naik ke motornya. Aldi langsung naik duduk di belakang dan memeluk pinggang ibunya.
Sebelum jalan, Rianty dan Aldi kompak melambaikan tangan pada Angel.
Angel juga membalas dengan lambaian tangan dan menatap kepergian kedua orang itu dengan perasaan semakin iri, karena selama ini Angel tidak pernah mendapatkan perhatian sedemikian rupa dari ibunya, sedangkan papanya terkadang juga sibuk dengan bisnisnya, jadi tidak terlalu memperhatikan Angel.
Sedangkan Devan menatap kepergian Riyanti dan semakin kagum atas ketelatenan Rianty merawat anaknya, di samping harus menangani usaha toko rotinya.
Setelah tiga tahun hidup menduda akhirnya Devan tiba-tiba berpikir untuk memiliki seorang istri lagi, yang seperti Riyanti, yang lembut dan yang begitu penuh perhatian kepada anak kecil.
"aku harus mencari cara bagaimana untuk bisa lebih dekat lagi dengan Rianty", pikir Devan dalam hati.
********
Siang itu terlihat Aldi duduk di toko membantu memasukkan kue dan roti yang berukuran lebih kecil itu ke dalam plastik dengan telaten.
Dibandingkan dengan yang biasa mereka jual, memang rotinya hari ini dibuat lebih kecil.
Setiap Rianty mendapat pesanan kue maupun roti untuk acara pesta, dia akan membuatnya lebih kecil, selain bisa memberikan potongan harga, Rianty merasa dalam pesta nanti akan tersedia banyak makanan, jadi kalau terlalu besar tentu akan terlalu mengenyangkan perut, dan tamu jadi tidak bisa mencoba makanan lainnya lagi.
Memang otak Rianty lumayan pintar kalau berurusan dengan usahanya, walaupun dia hanya lulusan SMP.
Bahkan sikapnya juga terlihat anggun dan sopan, sehingga setiap orang yang mengenalnya tidak akan pernah menyangka kalau Rianty hanyalah lulusan SMP dan berasal dari desa.
Hanya satu hal yang membuat Rianty menyerah, yaitu di bidang teknologi.
Kalau sudah berurusan dengan hal tersebut Rianty akan menyerah dan angkat tangan.
Setiap berurusan dengan masalah itu, belum mulai saja kepalanya serasa sudah mau pecah.
Untung saja Rianty memiliki Aldy yang genius, sehingga untuk urusan yang satu ini, Rianty bisa menyerahkan kepada Aldi. Aldi yang akan selalu membantunya mengatasi.
Karena mengikuti perkembangan zaman, akhirnya toko rotinya bisa maju sampai sekarang ini, selain itu tentu ditunjang rasanya yang enak dan bentuknya yang mengunggah selera.
Dulu pertama buka Rianty hanya memberi nama tokonya, toko roti enak.
Aldi juga yang memprotes maminya itu
"Ah bunda kalau memberi nama kok selalu gak ada bagus-bagus nya.
Namanya kurang menjual", ujar Aldi yang saat itu masih memanggilnya bunda.
Akhirnya Aldi juga yang merubah nama toko itu menjadi "Al-Rie Bakery", yang menurut Aldi bacanya tetap ALRI bakery, ditambahin strip(-) dan huruf e biar lebih keren.
Dan asal nama Al diambil dari nama Aldi, Ri diambil dari nama Rianty.
Begitulah asal mula nama toko Rianty yang digunakan sampai sekarang.
Rianty tahu kalau dia tidak mengikuti perkembangan jaman, maka toko rotinya tidak akan maju seperti sekarang ini.
Bisa dilihat dari warung makan di sebelahnya, yang sudah usaha puluhan tahun tapi tidak ada kemajuan sama sekali, karena penjualnya yang sudah agak berusia, dan tidak mengerti teknologi.
Padahal makanan yang dijual rasanya enak juga.
Kalau sudah begitu, Rianty selalu bersyukur pada Tuhan dalam setiap doanya, karena dia sudah diberikan seorang anak yang genius seperti Aldi.
Kehidupannya yang tadinya terpuruk, akhirnya bisa menjadi lebih baik seperti saat ini, hanya satu yang paling disesali Rianty di hidupnya ini, dia tidak pernah bisa bertemu lagi dengan ibunya.
Saat dia melarikan diri dari desa, itu adalah hari terakhir dia bertemu dengan ibunya.
Ketika hidup Rianty mulai stabil, Rianty memutuskan pulang ke desa untuk membawa ibunya tinggal bersamanya, Rianty tidak pernah menyangka, kalau dia hanya bisa menemui kuburan ibunya saja.
Sedangkan pamannya Dodi sudah menghilang bagaikan ditelan bumi.
********
"Al, ada kak Dita dan kak Ayu, kamu tidak latihan gitar saja biar nanti penampilanmu lancar dan bagus di acara ulang tahun nenek Angel?", tanya Rianty.
"Gak usah mi, dari kemaren-kemaren Al sudah latihan terus", sahut Aldi masih seru memasukkan kue itu ke plastiknya satu persatu.
Memang ini merupakan salah satu hobi Al, membantu ibunya memasukkan roti/kue ke dalam plastik.
"Latihan aja Al, kak Dita paling suka dengerin Al bermain gitar, suaranya bagus", puji Dita
"Iya Al, kak Ayu juga suka. apalagi kalau gitaran lagu despacito, wah kak Ayu tambah semangat kerja deh", rayu Ayu yang tidak mau kalah sama Dita.
Rianty yang mendengar perkataan pegawainya itu hanya tersenyum.
Tapi ternyata Al adalah anak yang punya pendirian, tidak mudah dirayu.
Al tetap melanjutkan kegiatannya memasukkan kue ke plastik
"Besok-besok saja kalau kak Dita dan kak Ayu mau dengar Al gitaran. Hari ini Al bantu kerjain dulu pesanan papa Angel, biar cepat selesai. Biar mami bisa dandan buat siap-siap ke pesta ulang tahunnya nenek Angel. Mami harus dandan yang cantik, pestanya pasti ramai, biar nanti Al bangga punya mami yang cantik", sahut Al tidak perduli dengan permintaan Ayu dan Dita.
Bersambung........
Aku sekalian ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN by Ira. Yuk mampir kakak di jamin seru jangan lupa like dan commen
Menjadi sosok yang berbeda bukanlah hal yang baik namun tidak juga buruk. namun apa jadinya jika seorang gadis tiba-tiba bertemu dengan keluarga yang terpandang dan kaya. Namun dia harus merelakan identitas aslinya menghilang begitu saja? Aira adalah gadis yang kehilangan namanya semua orang memanggilnya dengan Aurelia sejak hari itu semua berubah, namun itu juga awal pertemuannya dengan Dekarsa bersaudara.
Zidan memiliki cacat di wajahnya hingga membuat orang-orang membencinya dan menyebutnya monster, dia di asingkan oleh orang tuanya sendiri dan karena itu ia memiliki dendam terhadap ibunya. Dia selalu kesepian sampai dia bertemu dengan sosok Aurelia yang selalu menyemangati dan mendukungnya, dia juga yang membatunya untuk tampil Tampa sebuah topeng mengerikan itu lagi.