Follow IG author. naura_shafa95.
Di usahakan update 4x sehari setiap jam, 7 pagi, 11 siang, 3 sore dan 7 malam.
Kesalah pahaman antara Adrian dan Aida menimbulkan tembok kebencian antara mereka berdua. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa cinta dari keduanya mulai tumbuh, akan tetapi mereka selalu menepis rasa cintanya itu.
Semenjak orangtuanya meninggal, Aida sering di hina, di caci maki oleh teman sekolahnya bahkan orangtua temannya pun membencinya.
Apakah Adrian akan mencintai Aida sepenuh hatinya setelah dia menyadari betapa ia sangat mencintainya! Dan apakah Aida akan membalas rasa cinta Adrian musuh masalalunya?
Saksikan terus kisah perjalanan cinta mereka di setiap episodenya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mimpi aneh
Tubuh itu sangat seksi putih mulus membuat jiwa Adrian bergetar. Ahhh tidak, Adrian pun segera menghampiri wanita yang sedang mandi. Tidak di sangka wanita itu tidak lain adalah Aida, Adrian mencoba menelan Salivanya susah payah untuk tidak tergoda oleh wanita yang sering dia ejek juga dia hina. Tidak mudah mengendalikan, Adrian segera menghampiri dan mencumb* setiap inci tubuh mulusnya.
"Tidak aku sangka, kau sangat menggoda sayang," bisik Adrian. Aida pun membalas setiap cumb*an yang di berikan oleh Adrian. Mereka akhirnya mandi bersama sambil bermain panas di bawah shower air hangat.
"Indahnya, aku tidak pernah terpikirkan bahwa kamu sangat nikmat," bisik Adrian. Air dingin pun menyapa wajahnya berkali-kali.
"Adrian, bangun kau sangat menjijikan," pekik Aida membawa satu gayung air dingin sambil menyiprat-nyipratkan ke wajahnya, Adrian pun kaget ternyata dia hanya mimpi bercint* dengan Aida.
"Kau!" Kesal Adrian bangkit dari tempat tidur hingga wajah mereka pun beradu pandang. Aida segera mengalihkan pandangannya dan memberikan gayung itu yang penuh dengan air.
"Cepat mandi, dasar cowok mesum, aku yakin kau sedang bermimpi yang tidak-tidak," ujar Aida menunjuk jari-nya ke arah wajah Adrian yang sudah basah kuyup oleh air.
"Iya, aku bermimpi indah dengan'mu," seru Adrian mencolek dagu Aida. Namun, Aida menepis-nya dan segera pergi dari kamar Adrian.
Kalau bukan di suruh Darren untuk membangunkan-nya di pagi hari. Mungkin Aida tidak akan mau ke kamarnya, nasib sial Aida menuruti dan mendapati Adrian sedang bergumam yang tidak-tidak.
"Kenapa nasibku seperti ini, serumah dengannya membuatku mual dan pusing saja," kesal Aida kembali ke kamarnya untuk berisap-siap memakai baju seram untuk sarapan pagi.
Satu jam telah berlalu.
Kini keduanya sudah berada di meja makan untuk menyantap sarapan pagi bersama. Namun, sayang Amira tidak bisa ikut bergabung sarapan karena kondisinya yang masih mual muntah setiap mencium aroma minyak wangi. Pagi ini pun Darren tidak memakai minyak wangi apapun karena akan membuat Amira mual muntah.
"Papah akan menyuapi Mamahmu sayang, kalian pergi berdua ke sekolah," ujar Darren.
"Tidak." Keduanya serentak menolak. Membuat Darren mengerutkan dahinya.
"Kenapa?" Tanya Darren heran.
"Kita pergi pake mobil masing-masing saja seperti biasa saja Om," sahut Adrian.
"Kalian'kan sebentar lagi mau tunangan, pergi bareng tidak masalah di antar Supir," ucap Darren melihat ke arah Aida dan juga Adrian secara bergantian.
"Pah, di sekolah melarang para murid yang berpacaran. Apalagi kalau satu sekolah tahu bahwa kita akan melangsungkan tunangan, itu tidak baik untuk reputasiku di sekolah," seru Aida mencari alasan.
"Hmmm, begitu, baiklah kalian pergi masing-masing, Om titip Aida di sekolah takut dia kenapa-napa," titip Darren pada Adrian.
^^^"Menyebalkan sekali Papah ini menitipkan aku kepada Pria cunguk, mesum kek dia," batin Aida.^^^
Darren pun pamit kembali ke kamar untuk memberikan sarapan pagi untuk Istrinya. Di dalam kamar, Amira masih mual muntah membuat Darren khawatir.
Di meja makan, Aida tidak melirik ke arah Adrian yang sedang melahap sarapan paginya. Aida pun beranjak untuk pergi duluan ke sekolahnya di antar Supir andalan. Adrian hanya bisa melihat nanar ke arah Aida yang sudah menghilang di balik pintu.
"Bisa-bisanya aku mimpi basah tentang wanita itu," kesal Adrian segera meminum susu coklatnya.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
RANTING 5.
hadeeeeehhhhh