NovelToon NovelToon
He'S A Prince

He'S A Prince

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:530.9k
Nilai: 5
Nama Author: Iklima Mauliddyah

"Cantik."

Setiap pertemuan adalah takdir yg sudah digariskan oleh Yang Maha Mempunyai kehidupan.

Menjadi CEO di usianya yang masih muda membuat Edelweiss tidak mempunyai waktu lebih untuk dirinya sendiri. kehidupannya hanya seputar pekerjaan.

Malik Ibrahim tidak hanya seorang pangeran tapi juga seorang atlet berparas tampan, cerdas, rendah hati, sederhana dan multitalenta menjadikannya sosok yang sangat dikagumi banyak orang terutama kaum wanita.

Sebagai seorang pangeran tentu kehidupannya tidak hanya bergelimang harta tetapi juga dengan setumpuk aturan yang mengikatnya sejak dia lahir, dia harus pandai menyembunyikan perasaannya di hadapan orang lain dan harus rela privasinya menjadi konsumsi publik.


Yuuukk follow me on, Ig @ImaEdg

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iklima Mauliddyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Asing Bagiku

"Ciee yang pagi-pagi ditelepon," ujar Mita menggoda temannya.

Edel berbalik tertegun, dia tidak menyadari keberadaan temannya mungkin karena dia terlalu sibuk dengan perasaannya.

"Ayo berangkat," ajak Edel, mengalihkan pembicaraan.

Mita tersenyum melihat Edel salah tingkah. Baru kali ini dia melihat Edel gugup saat berhubungan dengan laki-laki.

"Come on!" seru Mita mengambil kopernya.

Mereka turun ke lobi dan menunggu taksi yang telah dipesan Mita.

"Del, kayanya nih yee si Pangeran ngebet ma Lo," gumam Mita.

"Lo emang ga da rasa atau tertarik gitu ma dia?" lanjutnya.

Edel mengedikan bahu, menggelengkan kepalanya.

"Dia Pangeran negara ini lho Del, dia perfek banget lho," kata Mita tambah penasaran.

"Masa sih?" kata Edel tertawa.

"Tuh Lo mah dikasih tau malah gitu jawabnya!" cetus Mita.

"Udah ayo ga usah bahas itu, mana sih taksinya ko lama," ujar Edel ga sabar.

Beberapa saat kemudian taksi tiba dan keduanya pergi ke rumah Mr. Ommar yang berada di salah satu kawasan elite Negara A.

Setelah sampai di tujuan, mereka memasuki rumah megah bergaya klasik sangat nyaman dan teduh untuk ditinggali.

Edel dan Mita diantar oleh pelayan menemui Mrs. Ommar yang sedang berada di ruang keluarga mereka.

Ruangan itu sangat luas untuk ukuran ruang keluarga, dengan beberapa set sofa dan tv berukuran besar, dilengkapi home theater.

"Halo My flower, duduklah," sambut Mrs. Ommar memeluk Edel dan memberi salam ke Mita.

"Sudah sarapankah?" lanjutnya.

"Sudah, Tante," jawab edel.

Mereka senang mendapat sambutan yang hangat dari Mrs. Ommar. Mereka duduk di tempat yang ditunjukkan Mrs. Ommar.

"Tunggulah di sini sebentar," kata Mrs. Ommar.

Mereka tidak menjawab hanya mengangguk tersenyum. Setelah kepergian Mrs. Ommar mereka terdiam tidak mengobrol seperti biasanya.

Beberapa menit kemudian Mrs. Ommar datang menghampiri mereka dengan seorang pelayan membawa sebuah bingkisan.

"Sayangku My flower, tante titip ini ya buat bunda. Ini ada kue kesukaannya khusus tante pesen buat dia," ungkap Mrs. Ommar.

"Sebenarnya tante semalaman ga nyenyak tidur, ada yang tante ingin tahu lebih," katanya tiba-tiba sambil melihat ke arah Mita.

Mereka berdua saling pandang.

"Kalau tante mau ngobrol dengannya, saya akan berjalan-jalan di taman tante. Boleh?" kata Mita cepat, mengerti lirikan Mrs. ommar kepadanya.

Mrs. ommar mengangguk, Mita melirik Edel tersenyum. Mita pikir toh nanti juga dia akan tahu apa yang mereka obrolkan.

Setelah Mita pergi, Mrs. ommar melihat manik mata Edel dan mulai bertanya.

"Sayangku, apa benar kamu ada hubungan dengan Pangeran Malik, setahu tante ini pertama kalinya kamu datang ke negara ini," tanya Mrs. Ommar serius.

"Engak, Tante. Aku baru bertemu dengannya tadi malam. Aku juga baru tahu dia karena om Ommar menyapanya menyebut namanya," sahut Edel.

Mrs. ommar tersenyum, dia tahu gadis di hadapannya tidak suka berbohong.

"Apa kamu suka dengannya?" tanyanya lagi.

"Tidak, Tante. Aku baru mengenalnya, dia orang asing bagiku," jawab Edel tegas.

"Kalau seandainya dia suka dan memintamu menjadi pasangannya, apa kamu mau?" kata Mrs. Ommar.

"Entahlah Tan. Aku belum tau, aku tidak berpikir ke sana. Lagian kami hanya kenal sekilas aja," pungkas Edel.

"Tan, jangan bilang bunda ya soal Pangeran itu. Takutnya bunda baper lagi, bisa berabe nanti," pinta Edel.

"Tante tau ko, tante juga tau gimana bunda kamu dan yang jelas Tante kan pernah muda juga," Mrs. Ommar tertawa.

Edel tersenyum dan senang mengobrol dengan Mrs. Ommar, beliau seorang wanita yang tidak hanya cantik tapi juga cerdas, ramah kepada siapapun, wanita yang sangat anggun.

Setelah mengobrol hampir lima belas menit. Edel mengirim pesan pada Mita menyuruhnya untuk datang.

"Taman Tante sangat indah, tak kalah sama taman Butchart," puji Mita pada Mrs. Ommar begitu dia datang.

"Benarkah? kalau begitu tante harus kasih bonus pada tukang kebun Tante," kata Mrs. Ommar tersenyum pada Mita.

Mita tertawa mendengarnya.

"Mita semalem tante ikut khawatirkan kamu lho, tante kira kamu beneran ilang," sindir Mrs. Ommar.

"Maaf, Tante. Semalam memang urgent harus balik duluan, aku juga dah kirim pesan ma Edel cuma dia nya panik jadi pesanku tak terlihat," tutur Mita melirik Edel.

"Ya lain kali jangan kirim pesan langsung ngomong aja," kilah Edel.

"Ok, siap boss," kata Mita tegas.

Mereka banyak mengobrol, banyak tertawa. Senang rasanya bercerita dengan Mrs. Ommar. Waktu pun berlalu begitu saja dan sudah memasuki waktu duhur.

"Udah Adzan, ayo solat dulu," titah Mrs. Ommar.

"Baik, Tante." ucap Edel dan Mita berbarengan.

Mereka pun solat berjamaah. Setelah selesai solat mereka makan siang di rumah Mrs. Ommar.

"Ayo makan, lupakan dulu diet nya," kata Mrs. Ommar.

"Wah, makanannya banyak sekali tante," kata Edel.

"Pasti enak-enak," tambah Mita.

"Ayo, silahkan." kata Mrs. Ommar.

Mereka makan dengan lahap karena makanannya sangat nikmat, tidak kalah dengan makanan di restoran bintang lima.

"Alhamdulillah, kenyang banget. Makasi tante makanannya," ucap Mita.

"Nanti kalau kesini lagi, boleh kami ke rumah tante lagi," pinta Mita.

"Tentu sayang, datanglah kesini. Tante akan tunggu kalian main lagi ke sini," jawab Mrs. Ommar.

"Terimakasih, Tante," jawab Edel.

Pukul setengah dua mereka pamit dan langsung pergi ke bandara diantar oleh supir keluarga Ommar.

Hampir satu jam perjalanan mereka dari rumah Mr. ommar ke bandara. Setelah sampai mereka langsung masuk karena mereka akan terbang pukul setengah empat.

"Kayanya aku mau ke toilet dulu," kata Edel.

"Ok, aku juga mau," jawab Mita.

Setelah dari toilet mereka menuju ke tempat bagasi karena Mita sudah menyelesaikan cek in mereka secara online. Berhubung masih ada waktu 40 menit sebelum naik, sebelum masuk ke gate mereka melihat pernak pernik asli Negara A.

drrrtttt ... dddrrrrrttt ... ponsel Edel bergetar.

Edel mengeluarkan ponselnya dari tas tangan.

"Siapa?" tanya Mita melirik Edel.

"Malik, angkat jangan. Ga usah kayanya ya," kata Edel.

"Terserah, kalau ga merasa itu penting ga usah diangkat. Biarin aja," timpal Mita.

Edel berpikir sebentar lalu memutuskan menerima panggilannya.

"Assalamualaikum," Edel mengucap salam.

"Wa'alaikumsalam" kata Malik di sebrang telepon.

"Kamu di mana, gate berapa? bisakah keluar sebentar," pinta Malik.

"Aku lagi di ruang tunggu, sebentar lagi juga masuk," kata Edel.

"Sudah ya, nanti telepon lagi," jawab Edel mengakhiri panggilan dari Malik. Dia memandang Mita.

"Masuk yu, aku berasa dikejar-kejar ini. Ga enak banget rasanya," keluh Edel.

Mita mengerti bagaimana perasaan Edel. Edel seorang yang mudah mengungkapkan perasaannya kalau dia suka ya suka begitupun sebaliknya.

"Ok," kata Mita.

Mereka pun berbalik dan masuk lounge yang telah disediakan.

Waktu rasanya berjalan lambat bagi Edel. Dia ingin secepatnya naik pesawat dan sampai di Indonesia. Edel masuk lounge VIP tapi rasanya duduk pun tidak nyaman, dia merasa gugup.

Mita menyodorkan teh hijau kepadanya.

"Minumlah, ga usah terlalu dipikirkan," ucap Mita yang melihat temannya terlalu banyak bergerak di ruangan yang nyaman.

Namun, dia lupa kalau yang menghubunginya adalah Pangeran Negara A yang mempunyai wewenang lebih bahkan di bandara sekalipun.

"Assalamu'alaikum," kata seorang pria yang berdiri di hadapannya.

Mereka mendongakkan kepala mereka, melihat siapa yang berbicara dan tertegun.

1
Ita rahmawati
yg in juga udh bca,,lg nunggu up ny lg 😅😅
Ita rahmawati
kok tamatny pdahal msih ingin bca kelanjutany 😁😁
Ita rahmawati
kmu bikin hidupmu gk tenang sendiri lik malik,,😔😔
Ita rahmawati
luar biasa ya si mafia in 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
knpa gk dibuat hidup atau mati aj gitu..knpa hrus koma dn diantra hidup dn mati kan kd nyesek 😭😭😭
Ita rahmawati
pangeran fatih 😭😭😭😭
Ita rahmawati
buat sadar pangeran fatih trus berjodoh sm mita gitu 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
klo pangeran fatih bangun apakah akn ad perang perebutan tahta 🤔🤔🤔
Ita rahmawati
aahh sebagai wanita ak baru sadar ternyta emg wanita itu terkadang semenyebalkan itu y 🤣🤣🤣🤣
Ita rahmawati
ternyta ronald udh tau tp kok gk mau blg y...aneh 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤔🤔🤔
Ita rahmawati
waaaahhh mulai gila nih emakny shahmeer 😅😅
Ita rahmawati
aduh shahmeer knpa kmu gk jjur aj sm malik,,tp y bgaimnapun brukny ttep ibuny ya,,pasti msih ad rasa syg wlau seujung kuku 😔😔😔
Ita rahmawati
pantesan berani nyelakain edel ternyta selingkuhanny mafia 👏👏
Ita rahmawati
pasti sasaran awalny edel...kasian juga fatih sm greezele nya 🥺🥺🥺😔😔😔
Ita rahmawati
apakah ibuny azmi it wanita pruh baya yg sllu ngikutin edel 🤔🤔🤔
Ita rahmawati
apa iya 7 mggu dh keliatan bentuk tangan dn kakiny,,ak pernh kegugura umur 12 mggu/3 bln tp msih berbentuk gumpalan darah gitu 🤔🤔🤔
🎤ImaEdg🎧: oh, nanti aku perbaiki kembali 🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
in si wanita paruh baya blm trkuak siapa dia sbnerny 😔😔
Ita rahmawati
bukannya pundak it = bahu y..kok digendongnya di pundak,harusny dipunggung kali y klo dipundak mah balita 🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️
🎤ImaEdg🎧: iyakah? 😂
total 1 replies
Ita rahmawati
gagal maning 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
authorny lupa ap y....kok edelny pake mukena dn malik ngajak ngaji bareng,,kn edelny lg datang bulan dn bru pgi ke3 pasti blm selesai kan...🤭🤭
🎤ImaEdg🎧: masa? maafkan klo begitu 🙏, nanti aku koreksi kembali 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!