Pernikahan terpaksa membuat kami terjebak diantara hubungan pernikahan tanpa cinta, kemarahan Mileas atas perjodohan ini berhasil membawa seorang pihak ketiga yang membuat hubungan kami makin renggang, diantara cinta segitiga itu tiba tiba sepupunya hadir di antara bahtera rumah tangga kami hingga , keadaan pun semakin sulit.
Ada sebuah konspirasi di balik kedatangan yul itu. Dia membawa sebuah dendam dari kenangan kelamnya pada Kean Mileas apa yang terjadi antara mereka? Hingga mileas tak bisa ia maafkannya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Geerqiasilatusiluchen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penasaran
" Wah, ibu... kapan ibu datang? kenapa tidak mengabari kami dulu, kau pasti lelah" Tanyaku lembut.
" Tentu saja ini adalah bagian dari kejutan, Apakah kau senang kejutan dariku ini?" Tanya ibu mertua ku.
" Tentu saja, kau adalah ibu mertua terbaik sedunia" Balasku ibu mertuaku tersipu malu, iapun segera memeluk ku.
" Kau menang anak yang berbakti pada orang tua, kapan anakku Kean akan dewasa seperti mu, Aku sungguh berkhayal hahaha bahkan mengharapkannya"
Melihat kebahagiaan dari wajah mertuaku sungguh membuat aku tak tega jika harus mengecewakannya. Aku tak ingin merusak kebahagiaannya, Apakah aku sudah melakukan hal yang benar?
" Sayang, beberapa hari lagi Mileas akan berulang tahun. Ibu punya kejutan untuk... " Ucap mertuaku seraya memberikan kotak hadiah yang besar .
" Apa ini Bu?"
" Bukalah, kau akan terkejut"
Kubuka perlahan kado besar itu, saat kubuka, aku sungguh tercengang. Mataku lagi lagi
terbelalak.
Degh!
" Ini... Gaun rancangan Morgan Soo Eun"
" Wah kau tahu? ini edisi khusus, ibu memesannya special untuk calon menantu ibu, kau tahu? pakaian ini di pesan satu bulan yang lalu sebelum pernikahan kalian, Ibu pikir akan pas tenor hingga ibu bisa melihat menantu ibu memakai gaun indah ini, Namun ternyata masuk deadline, dan baru rillis sekarang, Tapi ibu senang akhirnya pakaian ini pas di tubuhmu, ibu pasti akan mengikrarkan pernikahan kalian di hari ulang tahun Kean nanti , Agar semua orang tahu bahwa keluarga Gong punya menantu yang cantik seperti mu"
Baiknya mertuaku, Kebaikan hati mertuaku ini, akan membuat siapapun iri pada keberuntunganku ini, meski tidak pernah di cintai suamiku, tapi aku bahagia. Karna punya ibu pengganti seperti Nyonya Gong. Bathin ku.
" Sayang Ayo coba..."
" Baiklah Bu...." Akupun memakainya di ruang ganti. Pakaian ini melekat ditubuku, sangat pas dan nyaman. Meski sedikit berat, tapi rasanya tidak sulit.
" Sayang, apakah sudah selesai? Ayo segera keluar?" Seru mertuaku.
" Ia, Bu... aku akan segera keluar" Balasku, Aku pun melangkah pelan.
Ibu mertua ku mulai menatap ku, Wajahnya seketika mulai terlihat merona, ia sungguh terpatung saat ini.
" Ada apa Bu? Apakah terlihat jelek?" Tanyaku.
Ibuku mulai bergeming dan segera mendekatiku dengan wajahnya yang masih kaget.
" Cantiknya... Astaga, pakaian ini sungguh pas di tubuhmu... Tunggu aku akan panggilkan Kean untuk melihat mu"
" Tunggu Bu, jangan lakukan itu..."
" Kenapa? Apakah kalian sedang bertengkar?" Balas nya sigap, ia memandang wajahku yang ku tekuk.
" Apa dia menyiksamu? Apa dia menyakitimu? Sayang jangan takut, ayo bicarakan ini pada ibu.. Jangan anggap aku orang lain, Kau adalah anakku saat ini..."
" Tidak Bu, Mileas sangat baik padaku, Hanya saja di pergi ke Rumah sakit untuk menjenguk sahabatnya yang saat ini tengah di rawat karna sakit"
" Benarkah? Syukurlah... Ibu pikir, kejadian satu Minggu yang lalu itu akan terulang kembali..." Helan napas gusar sang ibu mulai terlihat ringan , Sesaat Ibu mertuaku terlihat tenang.
Jika aku ingat satu Minggu yang lalu, Aku sungguh bersyukur karena masih bisa bernapas dan menghirup udara segar.
Satu Minggu yang lalu...
" Sayang lekaslah, mempelai pria sudah menunggu di mobil" Ucap Ibuku. Wajahku masih kutekuk, Butiran bening tak henti berderai. Bukan pilihan yang mudah saat aku harus berusaha tegar untuk terus menempuh jurang terjanl ke dasar neraka.
Dengan berat hati,
Aku melangkah kaki ku selangkah demi selangkah.
Ku lihat di kejauhan, Seorang pria berpakaian serba putih terduduk di dalam mobil, ia menatap acuh ke arahku.
Degh!
Pria itu memang tampan, tapi untuk apa? Jika aku sendiri tidak bahagia.
* * *
Mobil melaju kencang, Baru beberapa ratus meter, Mobil oleng dan menabrak bahu jalan kemudian pintu mobil di sebelahku pun terbuka, Hingga aku hampir terpental dan terlempar keluar, Untung Sean Beal yang melekat di tubuhku sangat kuat hingga aku selamat untuk sementara waktu .
- - -
Mobil kedua mulai tiba, Kami mulai melanjutkan perjalanan kembali menuju ke tempat resepsi, Namun kejadian serupa terulang lagi, Bahkan lebih parah karna mobil yang aku kendarai hampir masuk jurang.
Anehnya Sang supir seperti telah merencanakan ini semua, sebab sebelum mobil menambak pembatas jalan Mileas dan Sang supir sudah melompat keluar.
Beruntung, Mobil tersangkut batang pohon dan akupun segera keluar dari mobil yang mulai jatuh saat aku memaksa melompat ke arah batu pijakan.
" Sudah cukup!! Aku bukan orang bodoh! Jika ini terjadi lagi, aku akan menuntut kalian semua, Karena kalian berencana untuk membunuhku!"
Mileas tak menggubris, ia hanya mulai naik ke mobil yang baru saja datang, Sungguh aneh pikirku, ini seperti sudah direncanakan.
- - -
Kami mulai melaju ke arah Greja terdekat...
Sampailah di sana, meski tempat ini bukanlah tempat yang seharusnya, tapi biarlah... Lagipula pernikahan ini adalah bagian dari pormalitas dua pihak yang sedang bernegosiasi.
Sungguh tak penting.
* * *
" Tuan Mileas apakah anda berjanji akan terus menemani Nona Yuricca hingga akhir hayat memisahkan kalian?" Tanya pendeta di tengah janji sakral pernikahan.
Mileas yang saat itu menatapku dingin mulai mengangguk. Ia sama sekali tidak bersuara.
Cincin mulai terpasang di jemariku.
Ikatan ini mulai membuatku terjerat. Tanpa terlihat oleh mata telanjang, Bukan Cincin yang ia pasangkan dalam hidupku, Namun sebuah rantai yang mengikatku untuk selalu tunduk padanya. Orang yang hendak merebut nyawaku untuk jadi tumbal ke gilaannya, ia melakukan itu secara terang terangan.
* * *
Kami mulai berhamburan keluar.
Hanya pihak keluarga yang datang, Ayah ibuku, Ibu mertua ku, Dan seseorang yang sangat di acuhkan keluarga Gong, Aku tak tahu siapa namanya.
Aku keluar dari Greja, dan masuk mobil.
BALAM!
" Oh lelahnya, Sial sekali hidupku!" Bentak ku melempar buket bunga ke bawah kakiku lalu menginjaknya, Aku mulai merasakan kepanasan.
" Mana pria gila itu?" Pekik ku. Akupun menoleh samping jendela mobil. Kulihat Mileas melambaikan tangan seakan berkata " Selamat tinggal"
Degh!
Tiba-tiba kulihat asap pekat mengepul di area AC mobil tersebut.
" Pak supir! apa yang terjadi!" Teriakku.
" Nona! Ayo keluar! mobilnya akan meledak!" Teriak supir, Ia membuka pintu dan kabur .
" Apa!" Aku berusaha berdiri, namun pakaian yang kupakai menyulitkan langkahku hingga aku tertahan, sesak...
Aku kehilangan penglihatan ku oleh asap yang mengepul itu. Panas nya mobil itu berhasil membuatku pingsan.
Aku , Masuk panggangan di hari pernikahan? Sungguh menyedihkan...
* * *
Tak berselang lama setelah asap pekat api menjalar di belakang bagasi mobil.
" Yuricca! cepatlah keluar nak! pergi dari sana! Bahaya!!" Teriak ibuku menangis histeris.
Saat tak sadarkan diri, Mobil terus berapi-api dan hendak melahapku, Aku seorang diri di dalam sana,,,
Aku pasti mati... pikirku...
Namun siapa sangka seseorang berani menerjang Baranya api yang hendak menjalar masuk ke dalam area jok mobil.
" Bertahanlah ! " Teriaknya lantang.
Ia meraih tubuhku dan menariknya ke dalam pelukan orang tersebut.
Wajah gusar nya terlihat mengenaskan, Aku sedikit tak sadarkan diri saat ia berusaha membawaku ke tempat terbuka.
Saat pria itu hendak memberi pertolongan pertama, Ayah mertuaku tiba tiba datang dan menarik tubuh ku dari pelukannya.
Hampir saja, ciuman tak sengaja terjadi, Untung mertuaku sigap dan menarik ku.
Itulah alasannya, kenapa aku berakhir di rumah sakit
Siapa sang heroik itu? Aku belum bisa berterima kasih padanya. Bathin ku.