NovelToon NovelToon
Dewi Angin Utara

Dewi Angin Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:707
Nilai: 5
Nama Author: AraLum

Jauh sebelum sejarah manusia dimulai, Dewi Angin Utara telah menjaga bumi dari balik bayang-bayang.

Namun ketika perang besar mengancam Agharta, Utara harus berpisah dari Zhuin, sosok yang telah dicintainya sejak ribuan tahun lalu.

Zhuin akan terus Ada, dengan berbagai wujudnya.

Dan setiap kehidupan, dia akan melupakan Utara.

Sementara Utara tetap mengingatnya.

Satu Dewi. Satu jiwa. Ribuan kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AraLum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 : SOSOK CEMERLANG

Beifeng Yao masih kebingungan.

Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya dimaksud Azazil.

“Manusia?”

Feng Yao menatapnya dengan dahi berkerut.

Azazil hanya terkekeh kecil.“Kau bingung?”

Feng Yao mengangguk. “Iya.”

Azazil menghela napas.

“Aku sendiri juga tidak menyangka akan menjadi seperti ini.”

Ia menghela nafas, lalu kembali memegang dadanya yang masih terasa sakit.

“Tapi untuk sementara waktu...” Azazil menatap Feng Yao. “Tolong bantu aku bersembunyi.”

Feng Yao langsung memperhatikan kondisinya.

“Aku harus memulihkan diri terlebih dahulu.”

Feng Yao mengangguk pelan.

“Baik.”

Ia kemudian berdiri.

“Tapi setelah kau sembuh, kau harus menceritakan semuanya.”

Azazil menatapnya beberapa saat.

Lalu tersenyum tipis.

“Masih saja seperti dulu.”

“Apa?”

“Suka mengatur.”

Feng Yao langsung mendelik.

“Aku bukan mengatur!”

Azazil terkekeh.

“Ya, ya...” Feng Yao merapat ke sisi Azazil.

Mereka berjalan perlahan menuju sebuah gua yang tersembunyi di balik bukit.

Namun tiba-tiba

BLAM!

Sinar menyilaukan menerpa Feng Yao dan Azazil.

Feng Yao langsung menutup matanya.

“Aduh... apa itu?”

Azazil justru tersenyum tipis.

“Jib...”

Feng Yao membuka matanya perlahan.

“Ehh... siapa?”

Di hadapan mereka berdiri seorang pria yang tubuhnya diselimuti cahaya terang.

Feng Yao menyipitkan mata.

Ia menatap pria itu dari atas sampai bawah.

Kemudian melirik Azazil.

“Kau kenal dia?”

Azazil tidak menjawab.

Ia hanya menatap sosok bercahaya itu dengan tatapan yang sulit dibaca.

Pria itu pun tidak mengatakan apa-apa.

Hanya berdiri diam di hadapan mereka.

Feng Yao semakin bingung.

“Kenapa kalian diam?”

Azazil terkekeh pelan. “Sudah lama tidak bertemu...”

Feng Yao menoleh kepadanya.

“Siapa dia?”

Azazil tersenyum tipis.

“Nanti kau tahu.”

Feng Yao langsung mengernyit.

“Kenapa harus nanti?” Azazil memejamkan mata.

“Karena kau terlalu banyak bertanya.”

“Azazil!”

Pria bercahaya itu hanya tersenyum melihat mereka.

Azazil tersenyum tipis sambil memegang dadanya yang terasa panas dan sakit.

Feng Yao masih memapah Azazil.

“Apa kau ingin menangkapku, Jib?” tanya Azazil lemah.

Sosok itu perlahan mendekat.

Wujudnya semakin jelas.

Tubuhnya bersinar terang, wajahnya indah dan tenang.

Feng Yao terpaku, seperti membeku

Ia tampak terpesona melihat sosok bercahaya di hadapannya.

“Aku hanya ingin melihatmu, kawan,” ucap sosok itu.

Azazil mendengus pelan.

“Hehh...”

Ia menatap sosok bercahaya di hadapannya dengan tatapan sinis.

“Aku pikir kau mau menyeretku untuk sujud kepada makhluk fana itu.”

Feng Yao langsung menoleh.

“Makhluk fana?”

Ia semakin bingung.

Sosok bercahaya itu tetap tenang.

Sementara Azazil terkekeh kecil.

“Jangan menatapku seperti itu.”

Feng Yao mengerutkan kening. “Memangnya siapa yang kau maksud?”

Azazil hanya tersenyum tipis. “Belum saatnya kau tahu.”

Feng Yao semakin penasaran.

Sosok bercahaya itu hanya tersenyum.

“Adam akan turun ke bumi. Sebentar lagi.”

Azazil sama sekali tidak terkejut.

“Kalau begitu, akan kupercepat prosesnya.”

Feng Yao semakin bingung.

Ia menatap Azazil, lalu beralih kepada sosok bercahaya di hadapannya.

“Adam?” Tidak ada yang menjawab.

Feng Yao mengerutkan kening. “Siapa Adam?”

Azazil hanya tersenyum tipis. “Kau terlalu banyak bertanya.”

Feng Yao langsung mendelik. “kalian yang bicara di depanku!”

Sosok bercahaya itu hanya tersenyum kecil.

Sementara Azazil kembali memegang dadanya.

Feng Yao menghela napas.

“Kenapa setelah aku keluar dari Agharta, semuanya jadi aneh?”

Azazil tertawa pelan.

“Bumi sudah berubah Utara.”

Mahluk bercahaya itu kembali menghilang.

Cahaya terang perlahan memudar, meninggalkan Feng Yao dan Azazil dalam keheningan.

Feng Yao hanya berdiri terpaku.

Seribu pertanyaan memenuhi kepalanya.

Siapa sebenarnya sosok itu?

Apa maksudnya Adam akan turun ke bumi?

Dan apa yang sebenarnya sedang direncanakan Azazil?

Feng Yao tidak tahu.

Ia bahkan tidak mengerti apa yang sedang terjadi di dunia setelah dirinya meninggalkan Agharta.Yang ia tahu hanya satu, Azazil adalah kawan lamanya.

Dan sekarang, kawan lamanya itu sedang terluka.

Feng Yao kembali memapah tubuh Azazil.

“Ayo. Kau harus istirahat.”

Azazil tersenyum tipis.

“Masih suka ikut campur.”

Feng Yao mendelik. “Aku sedang menolongmu!”

Azazil terkekeh pelan. “Baiklah, Utara.”

Mereka pun berjalan menuju gua.

Sementara jauh di atas mereka, langit kembali berubah.

Dan sebuah zaman baru akan segera dimulai.

1
Aralum
ikuti terus yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!