NovelToon NovelToon
PENGUASA ABSOLUTE

PENGUASA ABSOLUTE

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Sistem / Action
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 : SANG PENGUASA

Evelyn yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan kemudian dia pun berjalan ke arah Mahendra dan langsung memeluk nya

"karena telah memberikan ku barang yang begitu bagus, aku akan memberikanmu hadiah.." bisik Evelyn dengan lembut

"Datang lah ke kamar setengah jam lagi.." bisik Evelyn dengan suara yang sangat menggoda

 

Glek

Mahendra yang mendengar itu pun langsung meneguk air liur nya secara paksa dan kemudian dia melihat Evelyn yang berjalan ke arah kamar nya

Mahendra kini merasa sangat tidak nyaman, jantung nya yang terus berdetak dengan tidak teratur dan tenggorokan nya yang merasa sangat kering

“berat seharus nya ini sudah setengah jam kan.." ucap Mahendra suara yang

setelah itu dia pun langsung berjalan ke arah kamar dan setibanya di kamar dia pun terlihat sangat gugup

"Ayolah dia adalah istrimu dan jangan membuat nya menertawakanmu karena gugup.." ucap Mahendra yang memantapkan diri

Ceklek..

setelah itu dia pun langsung membuka pintu kamar nya dan cahaya yang samar dan suasana yang sangat romantis pun langsung terlihat

Mahendra yang merasakan sedikit gugup pun langsung menekan tombol lampu yang berada di dinding

Namun saat dia melihat ke arah tempat tidur dia melihat Evelyn yang menggunakan pakaian tipis dan memperlihatkan bra dan lekukan tubuh nya

Namun dia kini sedang tertidur, saat melihat itu Mahendra pun secara langsung kehilangan minat nya dan kemudian dia pun langsung tersenyum dengan lembut

"Dasar, kau mengatakan akan memberiku hadiah namun kau sendiri malah tertidur.." ucap Mahendra dengan lembut

setelah itu dia pun berjalan ke arah tempat tidur dan kemudian dia pun menyelimuti Evelyn dengan perlahan

Cup..

Mahendra pun mengecup keningnya dan setelah itu dia pun langsung meninggalkan ruangan itu secara perlahan tanpa membuat keributan

Keesokan harinya.....Mahendra yang sedang menyiapkan beberapa hidangan di dapur pun langsung mendapatkan pelukan dari belakang

“suami ku maafkan aku, aku semalam tidak sengaja dan malah tidur begitu saja.." ucap Evelyn dengan nada yang bersalah

Mahendra yang mendengar itu pun membalikkan tubuh nya dan kemudian mencium kening nya dengan singkat

"aku mencintai mu bukan karna tubuh mu, aku menyukai segala sesuatu tentang dirimu jadi untuk apa aku marah.." ucap Mahendra dengan lembut

saat mendengar pernyataan sang suami entah kenapa Evelyn menjadi sangat bersemangat

"nanti setelah sarapan aku akan membalas nya.." bisik Evelyn dan kemudian dia pun langsung menuju ke meja makan

Setelah mengatakan hal itu, Evelyn pun langsung menuju ke meja makan. Mahendra yang melihat tingkah istrinya hanya bisa tersenyum kecil. Dia kemudian mengikuti Evelyn dan duduk di kursi yang sudah disiapkan. Sarapan pagi itu berlangsung dengan tenang. Evelyn beberapa kali terlihat melirik ke arah Mahendra, seolah sedang memikirkan sesuatu.

Mahendra yang menyadari tatapan tersebut akhirnya bertanya. "Kenapa kau terus melihatku seperti itu?"

Evelyn hanya tersenyum. "Tidak ada apa-apa."

"Benarkah?"

"Benar."

Mahendra pun tidak bertanya lagi dan melanjutkan sarapannya. Beberapa saat kemudian, mereka berdua akhirnya selesai makan. Evelyn kemudian berdiri dari kursinya dan berjalan menuju sebuah ruangan kecil yang berada tidak jauh dari ruang makan.

Mahendra yang melihatnya hanya mengangkat alis. "Sayang, kau mau ke mana?"

"Tunggu sebentar."

Tidak lama kemudian Evelyn kembali dengan membawa sebuah kotak kecil yang dibungkus dengan sangat rapi.

Dia kemudian berjalan mendekati Mahendra. "Ini untukmu."

Mahendra terlihat sedikit terkejut. "Untukku?"

Evelyn mengangguk. "Anggap saja ini balasan untuk hadiah yang kau berikan kepadaku."

Mahendra menerima kotak tersebut dan perlahan membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah benda kecil yang terlihat sederhana, namun dibuat dengan sangat rapi.

Mahendra memperhatikan benda tersebut beberapa saat sebelum tersenyum. "Kau membuat ini?"

Evelyn mengangguk dengan wajah sedikit malu. "Aku tahu ini tidak sebanding dengan apa yang kau berikan kepadaku. Tapi aku ingin memberikan sesuatu yang berasal dariku sendiri."

Mahendra kemudian menatap Evelyn. "Justru karena itu, benda ini menjadi lebih berharga."

Evelyn yang mendengar ucapan tersebut langsung tersenyum lebar. "Kalau begitu kau harus menjaganya."

"Tentu saja."

Mahendra kemudian berdiri dan memeluk Evelyn dengan lembut. "Terima kasih."

Setelah beberapa saat, Evelyn akhirnya melepaskan pelukan mereka dan kembali memasuki ruang kerja. Sesampainya di sana, Evelyn melihat Lusi sudah menunggunya sambil menampilkan berbagai informasi mengenai jadwalnya hari itu.

Evelyn kemudian duduk di kursinya dan mulai memeriksa beberapa dokumen yang sudah disiapkan.

Dia lalu menatap Lusi

"Lusi hari ini aku memiliki jadwal apa..?" Ucap Evelyn

[ Sesuai jadwal hari ini nyonya besar memiliki rapat dengan para pemegang saham pada pukul 9:30…]

Evelyn yang sedang berada di lantai kedua paling atas pun terlihat sedang duduk di depan Dokumen yang begitu banyak nya

"Baiklah terima kasih lusi.." ucap Evelyn dengan tenang

[ Nyonya besar ini sudah tugas saya sebagai asisten pintar anda..]

Sosok robot hologram yang mungil terlihat sedang melayang di sisi Evelyn dan itu adalah ponsel pintar yang diciptakan oleh Darius untuk istri nya

"Evelyn apa kau sudah menyiapkan segala nya, sebentar lagi kita akan mengadakan rapat dengan para pemegang saham.." Seorang wanita yang tidak kalah cantik pun langsung berjalan ke arah Evelyn dan dia adalah sahabat dan sekaligus asisten pribadi Evelyn

"Lily aku ingat aku juga sudah siap siap.." ucap Evelyn

Lily yang mendengar itu pun langsung mengangguk dan kemudian dia pun langsung melirik ke arah Lusi yang berbentuk gadis chubby

"Lusi seperti nya kau telah bekerja keras untuk nyonya besar mu ini.." ucap Lily dengan suara lembut

[ Nona Lily, ini adalah tugas saya sebagai asisten pintar nyonya besar..]

saat mendengar itu Lily pun hanya tersenyum dan kemudian dia pun duduk di sisi Evelyn

 

Di sisi lain Di lapangan pelatihan kepolisian

"Kita adalah sosok yang berada di garis depan untuk para masyarakat dan akan melindungi mereka saat berada di dalam bahaya, jadi hari ini adalah hari ke tiga puluh kalian setelah melakukan pelatihan yang begitu lama dan hari ini kita juga memiliki anggota baru.."

Pria gagah dengan kaca mata itu pun berbicara begitu mendominasi dan kemudian sosok pria dengan rambut putih yang diikat ke belakang dan wajah tampan dengan seragam Polisi pun perlahan lahan berjalan ke sisi sosok yang barusan itu

"Perkenalan nama anda..!!" ucap pria dengan tubuh gagah itu dengan suara yang begitu tegas

“Saya Mahendra dan mohon kerjasamanya.." ucap Mahendra dengan berbicara begitu tenang dan santai dan pria gagah itu pun terlihat mengerutkan keningnya

saat mendengar itu semua anggota kepolisian baru pun juga mengerutkan keningnya mereka masing masing

"Cih dia pasti anak orang kaya yang menggunakan uang sebagai penyogok.." bisik beberapa orang dengan jijik

"Baiklah semua harap tenang dia adalah Mahendra dan inspektur Roy sendiri yang merekomendasikan nya sehingga membuat nya bisa masuk tanpa harus melewati ujian selama tiga puluh hari seperti kalian.." ucap pria gagah itu dengan tegas

semua orang yang mendengar itu pun langsung mengendus dingin dan kemudian mereka pun juga langsung diam

"Baiklah prajurit Mahendra kau bisa pergi ke barisan.." ucap pria gagah itu

setelah itu Mahendra pun berjalan ke barisan dan kemudian dia pun berdiri dengan para anggota baru itu

"Baiklah hari ini kita akan berlatih menembak dengan senjata yang nyata dan lolos nya atau tidak kalian akan ditentukan dalam ujian ini.." ucap pria gagah itu dengan tenang

"Yang Lolos akan menjadi anggota kepolisian yang terbaik dan yang tidak maka kalian hanya akan menjadi anggota kepolisian biasa.."

Seratus orang anggota kepolisian baru yang tahun ini mendaftar dan di antara nya puluhan wanita dan sisa nya para pria

"Dika Vale.."

Seorang pria dengan wajah tampan pun perlahan lahan berjalan dan menuju ke sebuah ruangan tembak yang di mana akan di uji ketepatan dan ketangkasan seorang penembak

saat itu juga di ruangan itu terdapat beberapa manekin manusia yang sedang berlaku lalang dan satu patung manekin yang menggunakan senjata api

"Ujian kali ini adalah mencoba ketangkasan dan kemampuan menembak kalian, nilai lulus dari ujian ini mendapatkan lima tembakan yang mengenai patung manekin teroris.."

"Dan ya kalian harus berusaha karena salah sedikit maka kalian akan mengenai warga biasa dan akan membuat kesempatan kalian semakin mengecil.." ucap pria gagah itu lagi

Di tempat itu bukan hanya dia banyak orang juga yang mengawasi jalanya ujian ini mereka adalah para petinggi di kepolisian

"Dika Vale, mendapatkan enan kali tembakan dan empat kali gagal dan dinyatakan lulus.."

semua orang yang mendengar itu pun langsung menatap kagum kepada pria tampan itu

Dika Vale yang mendapatkan nilai itu pun terlihat sangat bangga dan dia menatap ke salah satu wanita yang berada di barisan itu Namun wanita dengan rambut pendek itu hanya menatapnya dengan dingin dan acuh tak acuh

1
Not men
apakah ada yang merasa kecewa disini😗
Not men
Hyohhh kalian langsung berpikir seperti apa🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!