NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:186.2k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 09

Rhea tak langsung pulang. Di memilih untuk pergi menuju coffee shop yang sering didatanginya dulu.

"Kak aku mau kopi."

"Seperti biasa, Kak? Black coffee ice tanpa gula."

Aaah

Rhea mengalihkan pandanganya dari papan menu ke arah barista yang melayani dirinya. Ia lalu tersenyum dan mengangguk.

Sudah setahun dia tak datang ke tempat ini, tapi barista yang biasa membuatkan kopi untuknya, masih hafal dengan pesanannya.

Rhea mengambil tempat duduk di sisi jendela. Ia tak ingin memakan apapun kali ini, ia hanya butuh kafein untuk dinikmatinya perlahan.

"Pesanannya, Kak. Tumben sendirian, biasanya datang sama temennya."

Barista itu memberikan kopi pesanan Rhea dengan tangannya sendiri. Saat ini kafe hanya ada segelintir saja pengunjung yang ada di sana, sehingga si barista bisa mengantarkan pesanannya langsung sampai ke meja pelanggan.

"Iya, dia lagi kerja."

Rhea menjawab singkat sambil tersenyum. Ia langsung meminum es kopi hitam tanpa gula kesukaannya setelah si barista kembali ke tempatnya.

Rhea melihat ke arah luar, beberapa tanaman bunga di tanam di bagian outdoor. Diantaranya ada yang berbunga.

"Teman, teman apanya," ucapnya sambil tersenyum kecut.

Dia datang ke kafe ini bukan untuk mengenang tentang pertemanannya dengan Trisna, melainkan untuk menikmati kopi kesukaannya.

Akan tetapi air mata Rhea meluncur tanpa permisi. Matanya tertuju ke sebuah tempat. Meja dengan dua kursi yang ada di pojok dinding adalah lokasi favorit nya saat datang bersama Trisna.

Tanpa suara, air mata itu terus saja mengalir dan pada akhirnya sepenuhnya terhenti ketika suara ponsel miliknya berbunyi nyaring.

"Kamu dimana, Dek. Apa belum selesai?"

Lavia berbicara dengan cepat. Terdengar jelas nafas wanita itu naik turun.

"Udah selesai, Mbak. Ini aku mau udah mau pulang kok."

Hembusan nafas lega dari Lavia terasa di telinga Rhea.

"Ya udah, Mbak tunggu ya. Cepet pulang."

Rhea mematikan ponselnya, memasukkannya kembali ke dalam tas lalu bergegas pulang setelah mengosongkan gelasnya.

Ia kembali memakai jasa ojek online. Tak butuh waktu lama hingga dirinya kembali ke rumah.

Lavia berdiri di teras, tepat di depan pintu. Wajahnya yang tadi kaku kini mengendur. Alisnya yang tadi berkerut kini kembali ke posisi normal. Ia tersenyum saat Rhea sudah terlihat oleh matanya.

"Akhirnya kamu pulang juga."

"Iya Mbak. Nanti aku akan cerita hasilnya pas Mas Radit pulang. Sekarang ayo masuk dulu. Maaf udah bikin Mbak khawatir."

Lavia menggeleng. Ia mengulurkan tangannya lalu membelai pipi Rhea.

"Ayo masuk, dan mari makan. Keponakanmu ini lagi pengen banget makan sama kamu. Mau kan?"

Rhea mengangguk lalu tersenyum. Ia melenggang masuk lebih dulu, sedangkan Lavia masih berdiri di tempatnya. Matanya terasa panas. Dadanya juga sedikit sesak.

"Rhea pasti sudah jauh lebih baik kan?"

Lavia menghembuskan nafasnya pelan. Dia menggelengkan kepalanya sendiri untuk mengusir sesuatu yang muncul dimana hal itu tak disukainya.

Makan siang antara Rhea dan Lavia hanya berlangsung cepat. Lavia tak ingin menahan Rhea lebih lama dan membiarkan adiknya itu beristirahat.

Rhea mengucapkan terimakasih lalu masuk ke kamarnya.

Di dalam kamar, Rhea langsung merebahkan tubuhnya. Matanya melihat ke arah langit-langit. Lalu ia memejamkan matanya sejenak.

"Ternyata nggak sesulit itu," ucap Rhea saat ia mengingat kembali perihal dirinya yang melakukan wawancara kerja.

Linford Transportation, perusahaan impian nya untuk bekerja dulu, kini menerimanya.

Degh!

Nafas Rhea terhenti sejenak. Dia lalu mengatur nafasnya kembali dengan secara perlahan menghembuskannya.

"Anu Rhe, kayaknya nggak ada posisi yang cocok sama kamu. Kamu kan lulusan sastra inggris, kemarin aku udah coba tanyain, tapi katanya nggak bisa."

Rhea mengusap wajahnya kasar. Dia ingat betul saat Trisna berkata demikian kepadanya. Saat itu Rhea sangat senang Trisna diterima kerja di LT setelah lulus kuliah.

Rhea yang memang lebih lambat lulusnya tentu berharap bisa juga bekerja di sana. Setengah tahun berlalu, Rhea pun bertanya kepada Trisna tentang lowongan kerja di LT. Trisna berkata ada, namun posisi yang sesuai dengan jurusan Rhea sama sekali tidak ada.

Hahahaha

Tawa Rhea meluncur tanpa permisi. Ia mengusap setitik air mata yang muncul di ujung matanya.

Tak ingin semakin kesal, Rhea memutuskan untuk pergi tidur. Namun tiba-tiba ponselnya berdering. Ia mengerutkan alis karena nomor itu tak ada di daftar buku telpon ponselnya.

Awalnya Rhea ingin mengabaikan panggilan itu. Namun ia ingat, bahwa dirinya baru saja diterima kerja. Ada dugaan mungkin saja bahwa nomor itu dari perusahaan. Alhasil Rhea pun menjawab panggilan tersebut.

"Rhea, ini Anita. Maaf tidak mengirimi mu pesan lebih dulu. Ada hal urgent yang harus aku beritahukan. Besok pagi, kamu akan menemani Pak Nayaka untuk meeting di Singapura."

"Apa? Ah maaf. Bu, kenapa saya. Saya bahkan belum masuk bekerja."

Rhea hampir menjatuhkan ponselnya. Namun ia mencengkeram kembali ponselnya itu dan membuat lebih dekat dengan telinganya. Yang awalnya berbaring, Rhea langsung duduk dengan tegap di atas tempat tidurnya.

"Karena hal itu lah kamu diterima Rhea, kamu memiliki kemapuan multi bahasa yang dibutuhkan perusahaan. Untuk Inggris Pak Nayaka memang tidar perlu, tapi klien yang akan ditemuinya besok adalah orang dari negeri tiongkok sehingga kemampuan bahasa mandarin kamu sangat dibutuhkan. Baiklah, persiapkan dirimu ya. Besok kamu ke kantor dulu, nanti akan berangkat bersama-sama ke bandara. Semangat Rhea."

"B-baik Bu Anita. Terimakasih informasinya."

Bruk

Setelah panggilan telepon dimatikan, Rhea langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menepuk keningnya dengan punggung tangannya.

"Luar negri ya?"

Siang itu berlalu begitu saja. Rhea tak jadi memejamkan matanya barang sedikit pun. Ia memilih beberes, dan membawa setidaknya koper kecil untuk diisi beberapa barang seperti pakaian dan barang penting lainnya.

Meski ia tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan di sana, setidaknya dia sudah melakukan persiapan.

Makan malam pun tiba. Selesai makan malam, Rhea menyampaikan tentang wawancara yang tadi dilakukannya.

"Aku tadi agak kaget Rhe pas Lavia bilang kamu ada interview," ucap Radit. Ia menatap lurus ke arah adiknya.

"Iya, tadi aku interview di LT. Dan alhamdulillah aku diterima."

Alhamdulillah

Radit dan Lavia mengusap wajah mereka secara bersama-sama. Keduanya saling memandang lalu tersenyum.

"Kamu sudah siap untuk bekerja?" tanya Radit. Ia meraih tangan Rhea dan menggenggamnya erat.

"Iya, aku ingin berkegiatan. Oh iya, tadi Bu Anita -HRD- bilang besok aku harus ke Singapura."

"Apa?"

Radit mengeratkan genggaman tangannya sampai Rhea meringis. Saat sadar, Radit melepaskan tangan Rhea.

"Maaf, Mas kaget Rhe. Luar negeri, kamu? Apa harus?"

Mata Radit berkedip beberapa kali. Ia mencodongkan tubuhnya ke depan.

"Iya Rhe, apa harus langsung ke luar negri. Kamu bahkan belum masuk kerja," imbuh Lavia. Ia bekali-kali mengambil nafas pendek.

"Iya soalnya aku memang dibutuhin untuk bantu jadi penerjemah. Dan aku senang kok, Mas, Mbak. Aku tahu kalian khawatir. Tapi aku beneran baik-baik aja."

Rhea meraih tangan Radit dan Lavia. Dia menatap dalam ke arah mereka berdua secara bergantian. Senyumnya mengembang diikuti anggukan kepala kecil.

"Baiklah, kalau kamu emang udah yakin. Mas akan dukung," ujar Radit. Ia beranjak dari tempat duduknya dan memeluk sang adik.

"Makasih Mas," Rhea juga balik memeluk Radit. Dua kakak beradik itu saling memeluk untuk waktu yang sedikit lama.

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km telat dan g akan pernah bisa dpt laila
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
buhahahahhaa🤣🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
gugup y km ton,bisa gugup juga tp aku senang dengan keseriusan km
ElHi
untung pas LG bnyk orang
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣tooob...toon🤣
Dew666
Lagi seru loh ini malah digantung hmmm
Sri Supriatin
Telaat Romi🤭😄Selamat Tono n Laila 🙏🙏😍😍😍
Cicih Sophiana
beruntung Laila sudah di duluin di lamar Tono... klo ngga parah tuh si Romi datang melamar...
Cicih Sophiana
cie cie cie Tono langsung melamar takur di duluin siapa tuh nama nya? Romi yah 😂😂😂
Cicih Sophiana
ayo terima Laila dari pada cowok yg gak jelas mending Tono... yg lumayan punya kerjaan bagus dan gaji👍
Cicih Sophiana
Laela apa punya masalah..
D_wiwied
tenang aja La, serahkan semua ke bang Tono.. untung aja kamu satset ya Ton lgs melamar Laila jadi ga keduluan ama si Romi
dewi rofiqoh
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 Bos dan asisten sama-sama sat set war wer gaspool

Eh romi datang..... Maaf ya rom! Kamu telat.. 🤭🤭🤭
爾妮
wahhhh seruuuu,,,untung ajj tono gerak cepat❤️
reiny marlina
wah seru nih hhmm jangan2 keluarga romi kenal keluar nataya kicep langsung deh romi hahahaha
Lela Angraini
yeeehhh kalah cepat kamu romi. daahhh nggk ada harapan buat kamu,,sana pergi timbang nanti di usir sama tono n the gank 😁😁
GiZaNyA
wahhh sebulan lagi sahhhh... aseekkkk... si Romi suruh nikah sama pintu aja.. biar bisa jepit2 nikmat 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Les Tary
ha ha ha syukuri Udh keduluan Tono moga Romi terima
GiZaNyA
weiiii bau2 bakal ada pernikahan nih seminggu lagi.. 🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahaha si kulkas bisa kikuk juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!