NovelToon NovelToon
KISAH CINTA YANG BERACUN

KISAH CINTA YANG BERACUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Obsesi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

`KISAH CINTA YANG BERACUN`

Mereka kembar identik.
Tapi hidup mereka tidak pernah sama.

Lea Anggita. Ceria, pemberani, agak ceroboh. Tumbuh berkecukupan di luar negeri bersama ibunya.

Alia Anggita. Pintar, berprestasi, pendiam. Tumbuh dalam kesederhanaan bersama neneknya setelah ayah mereka meninggal.

Satu-satunya yang menyatukan mereka: pesan tiap malam.

Sampai suatu hari, pesan dari Alia berubah.
`Aku malu, Lea. Aku nggak mau sekolah lagi.`

Pria yang Alia cintai... ternyata hanya mempermainkannya.
Menjadikannya bahan taruhan.
Dan mempermalukannya di depan satu sekolah.

Nama pria itu: *Teo Ozawa*.
PENGUASA SMA OZAWA.
TIRAN YANG SEHARUSNYA DIHINDARI, BUKAN DICINTAI.

Dan Lea tidak terima.
Jika kakaknya tidak bisa membela diri...
Maka Lea yang akan datang.
Menyamar jadi Alia.
Dan membuat Teo Ozawa membayarnya.

Masalahnya...
Bagaimana jika tiran itu... mulai jatuh cinta pada "Alia" yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9_Perangkap Sang Ratu

BAB 9_Perangkap Sang Ratu

Pagi berganti di Ozawa School, namun atmosfer menekan di koridor kelas 11 tidak kunjung surut. Setelah semalam penuh menyaring kemarahan Mami dan mematikan sinyal dari Julian, Ethan, serta Liam, Lea melangkah memasuki area sekolah dengan energi yang campur aduk.

Blazer abu-abu khas Ozawa School melekat sempurna di tubuhnya, dan gaya jalannya yang santai serta percaya diri menarik perhatian diam-diam dari murid-murid yang ketakutan.

Di koridor utama, beberapa siswi kelas 11 berbisik-bisik sambil menatapnya dari jauh.

`"Lihat itu... Alia benar-benar datang lagi."`

`"Ssst! Jangan keras-keras! Kamu ingat pesan Kak Teo kemarin, kan? Jangan ada yang berani mendekati atau mengganggu dia!"`

`"Tapi aneh sekali, dia sama sekali tidak kelihatan takut atau terisolasi..."`

Lea mendengar bisikan-bisikan itu dan hanya memutar matanya malas. Strategi Teo untuk mengisolasinya secara sosial justru adalah hadiah gratis untuk Lea—dia jadi tidak perlu repot-repot berpura-pura ramah pada anak-anak sekolah ini.

Namun, saat Lea memutar kunci loker `pribadinya` di koridor kelas 11-A untuk mengambil buku, sebuah bayangan tinggi mendadak mengunci pergerakannya. Bau aroma parfum maskulin yang mahal dan familiar menyeruak tajam, mendominasi udara di sekitarnya.

`BRAK!`

Teo mencengkeram pintu loker tepat di samping kepala Lea, menatapnya dari jarak yang begitu dekat. Manik mata obsidian milik tiran Ozawa School itu menyala oleh campuran antara kemarahan yang tertahan, rasa penasaran yang membakar, dan obsesi yang makin tak terkendali.

`"Selamat pagi, Alia,"` bisik Teo, intonasi suaranya begitu rendah dan berbahaya. `"Bagaimana rasanya menjadi hantu di sekolah ini? Tidak ada teman, tidak ada yang mengajakmu bicara, dan semua orang menjauhimu seolah kamu membawa wabah."`

Lea menatap Teo tanpa kedip, sekuat tenaga menyembunyikan kepanikannya sendiri. Sejujurnya, Lea mulai pusing setengah mati. Dia lupa kalau berpura-pura menjadi 'Alia' itu beban hidupnya sangat berat! Di Melbourne dia hanya fokus berdandan, berbelanja, nongkrong di kafe elit, dan memainkan perasaan pria-pria kaya. Membuka buku pelajaran saja sudah membuat kepalanya mendadak mual.

`"Suasana sekolah jadi jauh lebih bersih dan tenang tanpa kebisingan dari anjing-anjing peliharaanmu,"` balas Lea halus, mencoba tetap tenang walau otaknya mulai berputar mencari cara bertahan hidup.

Rahang Teo mengeras seketika. Tatapan mata karamel yang ada di hadapannya saat ini benar-benar membuatnya gila. Dulu, Alia tidak akan berani menatap matanya lebih dari dua detik. Tapi gadis di depannya ini justru menatapnya penuh tantangan.

`"Kamu berpura-pura kuat, Alia,"` desis Teo, memajukan wajahnya hingga napas hangatnya menyapu pipi Lea. `"Tapi hari ini ada tes seleksi Olimpiade Sains dan Hukum tingkat Provinsi. Kamu ingat, kan? Sebelum kamu bolos, kamu yang paling ambisius ingin mendaftar tes itu."`

`Deg!`

Jantung Lea rasanya ingin meledak saat itu juga. `Hah?! Ujian Olimpiade?!` batin Lea menjerit panik. `Aduh, celaka aku! Jangankan soal olimpiade sains, pelajaran Matematika dasar saja aku sering menyalin jawaban Liam dan Julian!`

Teo yang melihat sedikit perubahan raut wajah Lea langsung tersenyum miring, merasa di atas angin. `"Kenapa? Takut? Bukannya kamu biasanya membanggakan otak encermu itu, Alia? Bagaimana kalau kita bertaruh?"`

Lea menelan ludahnya pelan. Gengsinya yang setinggi langit sebagai anak hits papan atas Melbourne jelas tidak membiarkan dirinya kelihatan cemas di depan Teo. Dengan kecerobohan dan kenekatannya yang polos, Lea justru membusungkan dadanya.

`"Taruhan apa?"` tantang Lea, mencoba menutupi rasa paniknya yang membumbung tinggi.

`"Jika nilaimu di tes nanti siang lebih rendah dariku, kamu harus berlutut di aula dan meminta maaf di depan semua orang,"` ujar Teo penuh rasa percaya diri.

Lea memutar otaknya cepat. Dia tahu persis dia bakal dibantai habis-habisan kalau murni mengandalkan otaknya sendiri. Tapi sebagai cewek yang biasa hidup licik, ceroboh, dan bossy di luar negeri, gengsinya jelas menolak terlihat takut.

Lea mengikis jarak di antara mereka. Dengan gerakan yang lembut namun percaya diri, jemari cantiknya terulur menyentuh kerah kemeja Teo. Ia merapikan kerah baju dan posisi dasi Teo pelan-pelan, sebuah gerakan yang sangat intim namun terasa begitu merendahkan di saat yang bersamaan.

Teo sempat membeku sejenak, terkejut dengan keberanian dan sentuhan mendadak dari gadis di hadapannya.

`"Deal!"` jawab Lea mantap sambil menepuk-nepuk dada kemeja Teo yang sudah rapi, menyunggingkan senyum menantang paling manis namun beracun. `"Tapi kalau nilaiku yang lebih tinggi... aku mau kamu jadi pelayanku dan menunduk menuruti semua perintahku!"`

Reno dan Bagas yang mengawasi dari kejauhan sampai menganga tidak percaya. Belum pernah ada satu pun orang yang berani menyentuh Teo sembarangan, apalagi menyuruh sang penguasa sekolah menjadi seorang pelayan!

Teo tertawa keras—tawa penuh keangkuhan seorang predator yang merasa mangsanya baru saja menyerahkan diri secara sukarela ke dalam rahangnya.

`"Deal,"` ucap Teo dingin, menatap Lea dengan pandangan yang sarat akan dominasi. `"Siapkan dirimu untuk berlutut di aula nanti sore, Alia. Aku sendiri yang akan mematahkan kesombongan barumu ini di depan semua orang."`

`"Kita lihat nanti, Tuan Muda,"` balas Lea tenang sebelum berbalik dan melangkah pergi meninggalkan koridor dengan gaya anggunnya.

Teo berdiri mematung di koridor, matanya terus mengekor punggung Lea yang makin menjauh. Dadanya bergemuruh keras oleh gairah persaingan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Sementara itu, begitu melangkah melewati tikungan koridor dan masuk ke dalam kamar mandi perempuan yang sepi, seluruh keanggunan Lea langsung luntur seketika.

`BRAK!`

Lea bersandar di pintu kamar mandi sambil memegang dadanya yang berdegup kencang seperti mau copot. Lututnya mendadak lemas.

`"Aduh, bodoh sekali aku ini!"` umpat Lea pelan, merutuki kecerobohan dan gengsi besarnya sendiri. `"Kenapa aku mengiyakan taruhan itu?! Pakai menyuruh dia jadi pelayan segala! Aku kan tidak bisa menjawab soal-soal seperti itu!"`

Lea mengacak rambutnya frustrasi di depan cermin. Alia yang asli mungkin genius dan bisa membantai soal olimpiade sambil memejamkan mata. Tapi dia ini Lea! Cewek yang paling benci belajar, malas berpikir, dan lebih memilih jalan-jalan ke beach club daripada memegang buku pelajaran!

`"Oke, oke, tenang Lea... tenang,"` gumamnya panik sambil menggigit kuku jarinya, menatap pantulan dirinya di cermin. `"Aku tidak mungkin bisa belajar materi olimpiade dalam waktu empat jam. Satu-satunya cara... aku harus membuat rencana paling licik untuk membocorkan soal atau membuat Teo gagal tes!"`

Dengan otak liciknya yang bekerja ekstra cepat dan sifat nekatnya yang ceroboh, Lea mulai menyusun rencana curang pertama dalam sejarah hidupnya demi membuat Teo Ozawa berlutut menjadi pelayannya.

 

1
falea sezi
lanjut
falea sezi
suka cwek badasss gini
Park ha: ini versi kebalikannya kinara wkwkkw... kinara sana rian dah mau tamat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!