NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:443
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Kawasan elit

Beberapa pekerja terlihat mondar mandir disalah satu rumah perumahan elite. Pagi hari memang waktu sibuk untuk mereka. Mulai dari mengelap kaca sampai menyapu seluruh rumah dan halaman. Anak pemilik rumah sibuk di ruang gym, sedangkan Ayah ibunya sibuk bekerja di luar negeri. Begitulah suasana rumah mewah. Mereka sibuk mengumpulkan pundi-pundi uang dan membangun istana nyaman, tapi tidak bisa menikmatinya.

Anak pasangan workaholic itu, Aditya, yang sedang mengelap keringat sembari memandangi cermin. Berbangga diri karena tubuhnya semakin bagus dan keren. Inilah salah satu investasi yang Aditya lakukan, membentuk tubuh. Selain bagus untuk kesehatan, bonusnya banyak gadis terpesona dengan dirinya. Aditya bangga sekali. Ah, mungkin hanya satu gadis yang tidak suka padanya, yaitu adiknya sendiri. Tidak-tidak, sekarang sudah bertambah dua, yaitu kakak salah satu fansnya.

Cowok itu membayangkan wajah Laras yang kesal saat bersamanya. Walaupun tidak secantik mantan-mantannya, tapi daya tarik cewek itu cukup kuat. Sebenarnya Aditya heran, entah kenapa Laras tidak suka padanya, hal itu aneh. Padahal dirinya tidak melakukan hal buruk. Lupakan saat di hotel itu, Aditya akui memang saat itu dirinya cukup kelewatan, bertingkah seperti cowok mes*m. Tapi saat pertama kali mereka bertemu, ekspresi Laras memang sudah menunjukan ketidaksukaan. Hal itulah yang membuat Aditya penasaran. Pada akhirnya muncullah ide untuk mendekati Laras.

Tanpa cowok itu ketahui, babak baru dalam hidup seorang Aditya baru saja dimulai, mungkin bisa merubah kegilaannya pada wanita. Siapa tau?

Aditya melirik jam dinding, kemudian bersiap-siap karena hari ini dirinya akan menyambut tamu spesial. Cowok itu juga sudah meminta tolong pada pekerja rumahnya untuk menyiapkan tempat serta cemilan yang enak dan mahal untuk menyambut tamunya. Siapa lagi kalau bukan Rara dan Laras.

Sekitar 30 menit Aditya bersiap, mulai dari mandi sampai memilih baju yang santai tapi tetap membuatnya keren. Nampak sudah sangat jelas mencari perhatiannya. Aditya ingin Laras terpesona saat melihat wajahnya yang rupawan. Tidak yakin seratus persen memang, tapi mungkin melihat rumah dan kekayaannya, Laras akan sedikit terperangah. Sangat cerdik!

Di lain sisi, Laras dengan tenang duduk di dalam mobil yang dipesan Rara secara online. Matanya memperhatikan mobilitas dipagi hari. Tidak seramai saat hari kerja, tapi hal itulah yang membuat Laras betah. Beberapa penjual jajanan pasar cukup menarik perhatian Laras, warna warni jajanan pasar begitu menggugah selera makan. Tapi mengingat perutnya sudah penuh, Laras hanya bisa menikmati lewat pandangan saja.

Mobil yang di naikin keduanya berbelok menuju jalan yang semakin sepi, kanan kirinya hanya ada pepohonan. Beberapa bangunan terlihat fancy, kemudian berhenti di pintu masuk sebuah perumahan elite.

"Kenapa pak?" tanya Rara begitu mobil berhenti, tepat di samping gerbang masuk area perumahan, seorang satpam dengan kumis tebal menghampiri.

"Di cegat satpam."

Rara menurunkan kaca mobil. "Pagi Pak satpam, mau ketemu temen ini," ucap Rara sembari menunjukan layar ponsel berisi percakapan dirinya dan Aditya. Gadis itu sama sekali tidak takut pada penampilan satpam yang lumayan judes.

 Belum sempat Satpam merespon, Rara menggeser layar di ponselnya menuju note.

-Jangan menyebut nama Aditya, saya mau kasih kejutan kakak. Dia penggemar Aditya.-

Kalimat bohongan itu langsung membuat satpam tersenyum. "Ahh, masuk saja neng. Sudah ditunggu... Rumahnya yang paling pojok yaa."

Wajah judes satpam berubah 180 derajat. Rara sedikit tenang, rupanya wajah judes itu memang ekspresi normalnya pak satpam.

"Siappppp, makasih Pak Satpamkuhhhh. Selamat bekerja, semangatt!" Rara memberi hormat sesaat.

"Mari pak... " si pengemudi memberi salam sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Laras hanya diam memperhatikan semuanya, gadis itu malas. Sarapan paginya tidak sedikitpun berubah menjadi energi, malah saat ini dirinya sedikit mengantuk dan ingin sekali merebahkan dirinya di kasur empuk.

Disebelah kiri, Laras mulai mengabsen satu persatu perumahan elit yang dilewatinya. Dalam hati bertanya-tanya entah berapa banyak uang yang mereka habiskan untuk memiliki kemewahan itu.

"Temanmu beruntung," celetuk Laras.

"Aku juga beruntung punya teman seperti itu." Rara tertawa kecil. Dalam hati melanjutkan, dirinya akan lebih beruntung jika terjadi sesuatu di antara Laras dan Aditya. Otak remajanya mulai berpikir sesuatu yang akan menguntungkan dirinya sendiri.

Jika di tanya apakah Rara menyukai Aditya, jawabnya iya. Tapi hanya sebatas suka, gadis itu tidak gelap mata sampai harus mencintai. Karena Rara sudah memiliki tambatan hatinya sendiri, yang dicintainya dalam diam. Bukan tanpa sebab, cowok idamannya sudah memiliki kekasih.

Lima menit berjalan, mereka akhirnya sampai. Satpam membuka gerbang setelah mengecek nomor polisi yang tertera di mobil. Sebelumnya Rara memasang sudah memberi tahu pada Aditya Detai mobil yang mereka naikin dan Aditya juga sudah meminta satpam agar menyambut tamunya.

"Selamat pagi nona-noma," sapa Satpam sembari membuka pintu mobil.

"Pagi Pak... Repot sekali, serasa jadi orang penting."

Sedangkan Laras hanya tersenyum tipis. Dirinya merasa tidak perlu berbicara karena memang ini bukan urusannya.

"Masuk saja ya non, di teras sudah ada orang yang nanti akan menghantarkan."

"Baikkk. Semangat kerjanya ya pak satpam."

Lagi-lagi Laras hanya bisa kagum, pelayanan sangat ramah dan apa ini? Dirinya sangat kagum! Entah apa pekerjaan pemilik rumah sampai bisa berada dititik ini, apa yang beliau lalui.

"Kak ati cepettt!" Rara menarik tangan kakaknya.

"Pak Driver makasih yaaa." Rara berseru, kemudian pergi ke teras yang dimaksud pak satpam.

"Kak nanti jangan malu-maluin ya... jangan melongo-longo. Harus jaga sikap biar enggak norak." Rara menasehati kakaknya.

Laras mendengus. "Memangnya aku senorak itu?' gadis itu tidak terima.

Rara mengedikkan bahu acuh, tidak ada maksud menghina. Hanya ini mengingatkan kakanya saja biar tidak terlihat memalukan yang nantikan akan berimbas pada dirinya juga.

Laras dan Rara masuk ke dalam rumah dengan pengawalan kepala asisten rumah tangga. Seorang paruh baya yang masih terlihat cantik, mungkin karena pekerjaannya yang santai dan full AC.

Awalnya menang terperangah, hampir saja apa yang dikatakan Rara terjadi, untuk saja Laras cepat sadar. Lagi-lagi rasa kagum itu muncul. "Orangtua temanmu seperti koruptor besar."

"Koruptor tidak ada apa-apanya. Mereka pengusaha sejati." Rara berkata asal-asalan.

"Terus dimana temanmu itu? Harusnya dia sudah siap begitu kita sampai di sini." Laras celingukan.

Harusnya begitu Rara dan Laras sampai, bocah temannya Rara harus sudah menunggu dengan paketnya yang sudah siap antar. Hal itu juga untuk mempersingkat waktu.

" Tunggu sebentar ya, saya panggilkan tuan dulu."

"Bjir, Tuan...?" Laras membatin, entah sehormat apa teman sebaya adiknya. Sepertinya bukan orang sembarangan.

"Kamu beruntung dapet beasiswa di sekolah elit. Sebelum lulus harus pintar-pintar membangun relasi, cari teman yang seperti ini sebanyak-banyaknya Ra. Suatu saat pasti dibutuhkan bangetttt," bisik Laras.

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!