Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.
"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".
Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.
Akankah Angel bisa hidup kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Keduanya menatap Renata dengan tatapan menuntut jawaban, mereka teringat bagaimana wajah Senja saat meyakinkan mereka berdua tentang tidak memberikan harta mereka.
"Om dan tante pasti tahu sekalipun Erwin menjadi menantu kalian nanti, tidak ada jaminannya jika laki-laki itu membelot nantinya dan tidak menyerang kalian".
Renata berusaha tenang, dia tidak akan bisa berbicara banyak karena dia tidak mempunyai bukti, dia bahkan tidak sempat merekam pembicaraan mereka agar mempunyai bukti. Dia harus bisa mencegah kedua orangtua sahabatnya itu untuk tidak memberikan apapun pada Erwin.
Kedua orangtua Angel itu saling memandang, perkataan Renata hampir mirip dengan perkataan Senja kemaren.
"Secara kasarnya, jika dia berhasil mendapatkan harta kalian, dia berhak melakukan apapun atas itu, termasuk membuang kalian kejalan tanpa bisa melawannya karena kalian memberikan semua itu dengan surat perjanjian dan terikat hukum, sekalipun kalian menuntut tidak akan bisa". Ucapnya kembali menjelaskan.
Hutama termenung, perkataan Renata benar adanya, dihadapan mereka saja Erwin bisa melakukan hal itu apalagi masalah harta yang mereka serahkan secara hukum, dia pasti akan berbuat seenaknya tanpa memandangnya sedikit pun.
"Aku hanya tidak ingin kalian menyesal nantinya tapi sudah terlambat, kalian tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi jika harta kalian sudah berada ditangan orang lain".
Keduanya mengangguk membenarkan perkataan Renata itu, mereka telah memikirkan matang-matang setelah mendengar perkataannya, ditambah dengan perkataan dari Senja kemarin untuk tidak mempercayai siapapun selain keturunan mereka sendiri.
"Iya nak, kamu benar, kami tidak akan melakukannya, kalaupun nanti akhirnya kami harus menyerahkan perusahaan maka kami hanya akan menyerahkan kepada Angel, adapun Erwin, kami hanya akan memintanya membantu Angel saja". Ucap Hutama menepuk puncak kepala Renata pelan dengan sayang.
Diantara semua sahabat anaknya, Renata lah yang paling dia sayangi dan anggap sebagai anak sendiri sedangkan pada Mentari dia hanya menganggapnya sebagai teman anaknya saja tidak lebih, entah mengapa dirinya tidak begitu mempercayai gadis itu.
"Syukurlah jika seperti itu om, aku sungguh lega mendengar nya, aku sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada kalian nanti". Jawabnya dengan wajah memelas dan tatapan khawatir.
Jelas saja dia khawatir apalagi setelah mendengar percakapan kedua penghianat itu.
"Iya nak, Terima kasih atas perhatian mu pada kami, putri kami beruntung memiliki sahabat seperti mu yang tulus menyayanginya". Amelia memeluk gadis itu dengan sayang.
" Iya om, tante sama-sama, aku hanya melindungi keluarga sahabatku, Angel sahabat yang baik yang sudah aku anggap sebagai saudara sendiri, kalian pasti tahu bagaimana Angel membantuku disaat terburuk dalam hidupku, inilah saatnya aku membalasnya dengan melindungi dirinya dan keluarganya".
Dia teringat bagaimana perjuangan Angel ketika dia terpuruk saat kedua orangtuanya bercerai dan meninggalkan dirinya seoarang diri dan saling melempar kesalahan karena tidak ada yang bersedia mengurus dan membawanya.
Matanya langsung berkaca-kaca membayangkan hidupnya tanpa Angel saat itu, sejak saat itu dia berjanji untuk menjadi sahabat yang baik dan bisa diandalkan olehnya.
"Aku akan melindungi kamu dan keluargamu Angel bahkan dengan nyawaku sendiri".
Angel yang telah keluar dari tubuh Senja kini mendatangi keluarganya, dia sungguh terharu melihat sahabatnya itu begitu menyayangi dan melindungi keluarganya.
Disana sudah ada Malaikat maut kesayangannya itu, dia sengaja memanggil untuk bertanya beberapa hal.
"Kamu beruntung memiliki sahabat seperti nya". Ucap Galaxi dengan senyum tipis yang sangat menawan sangat kontras dengan tugasnya itu.
"Kamu benar, apakah air mata didalam sini adalah miliknya? ". Tanya Angel dengan pelan sambil menyentuh kalung pemberian Galaxi itu.
"Benar, itu miliknya, dia benar-benar tulus menyayangimu seperti saudaranya".
"Bisakah aku bertanya sesuatu? ".
Angel kini mengalihkan pandangannya dengan lurus kepada malaikat Maut itu begitupun dnegannya yang menatap Angel dengan alis terangkat
" Apa itu? ".
"Apakah kak Senja akan mengingat kejadian yang dia alami saat aku memakai tubuhnya? , kamu pasti tahu dia sudah bertemu keluargaku dan juga orang-orang yang kubenci itu, aku takut mereka mengenali kak Senja nantinya". Jawabnya dengan sangat sedih.
Galaxi menatap lurus kedepan sambil memalingkan wajahnya dari tatapan Angel yang meminta jawaban.
"Itu tergantung keterkaitan emosional yang kalian miliki saat bersama dalam satu raga, saya tidak bisa menjelaskan secara rinciannya karena yang mengalami hal itu adalah kalian berdua". Jawab Galaxi dengan pelan
"Aku hanya khawatir jika mereka mengenali kak Senja nantinya". Angel langsung murung mengingat hal itu. Dia tidak mau ornag yang tidak salah dan tidak tahu apapun menjadi korbannya.
"Tidak perlu khawatir, tidak mungkin Senja digariskan untuk bisa kamu pakai tubuhnya jika tidak ada alasannya, jangan terlalu dipikirkan, jalani saja kedepannya dan dapatkan airmata itu agar kamu bisa hidup sesuai keinginanmu, ada lagi yang ingin kamu tanyakan? ".
"Bisakah aku menggunakan tubuh kak Senja untuk bepergian jarak jauh? ". Tanyanya dengan ragu.
Galaxi menoleh dengan tatapan tajam, apa gadis ini berusaha memberitahu dunia jika dia memasuki tubuh orang dan menghancurkan kesempatannya sendiri.
"Jangan mencari masalah menggunakan tubuh orang lain, kamu harus tahu batasan, sekali kamu ketahuan maka semua kesempatan yang diberikan akan hangus saat itu juga dan kamu tidak akan pernah kembali untuk diberikan kesempatan".
Angel menunduk pelan, perkataan malaikat kematian ini menampar wajahnya dengan keras, walau tidak keras tapi kata-kata itu cukup membungkam dirinya.
"Kamu tidak hanya membuang kesempatan mu tapi kamu juga membuat tubuh orang yang menolongmu akan dapat masalah jika dia tidak tahu keadaan sebenarnya, jangan egois". Ucapnya lagi mengingatkan.
Angel menunduk, dia hanya ingin menyelamatkan aset keluarganya yang telah dikuasai oleh Erwin si pengkhianat karena cinta buta yang dia miliki.
"Maaf". Suaranya bergetar menahan tangis.
Beberapa aset keluarganya dia berikan kepada Erwin sebagai bukti cintanya.
Dia ingin menemui seorang teman yang bisa membantunya untuk menyingkirkan Erwin dari perusahaan kelaurganya, karena kebodohannya Erwin memiliki saham pada perusahaan nya.
"Aku hanya ingin menyelamatkan keluargaku, aku sama sekali tidak berbuat jahat untuk itu".
Galaxi menghela nafas, dia tahu apa yang ada dipikirkan oleh gadis dihadapannya ini, dia mengerti perasaannya,
"Cukup cari cara yang aman agar semuanya tidak ketahuan, lelaki dan wanita itu bisa saja menemukan Senja nantinya dan kamu pasti tahu jika kalian tidak bisa menyatukan diri dalam ikatan bathin maka ingatan atas apa yang dialami senja selama kamu memakai tubuhnya akan lenyap seketika begitu kamu keluar".
Angel mengangguk, dia sungguh takut Erwin bertindak macam-macam pada Senja saat mereka bertemu dan Senja tak mengenalinya, dia hapal betul karakter kekasihnya itu
"Aku akan berusaha, aku juga tidak ingin kak Senja dalam masalah karena aku".