NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ganethaa ( Anak Sulung Casey)

Transmigrasi Ganethaa ( Anak Sulung Casey)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Iblis / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Erika Ponpon

Kisah anak sulung Casey (Transmigrasi Belvia) yang jiwa nya mengalami perpindahan ke tubuh orang lain… bagaimana Ganethaa akan menghadapi kehidupan barunya setelah dia tahu kalau sekarang dia berada di tubuh orang lain…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Sore itu, Nebula memutuskan pulang dengan berjalan kaki sambil mengamati keadaan sekitar kota.

Tangannya masuk ke saku jaket, sementara matanya sesekali memperhatikan deretan toko di sepanjang jalan.

Tiba-tiba—

“Rampok! Rampok! Tolong!”

Teriakan seorang wanita membuat semua orang menoleh.

Seorang pria bertubuh kurus baru saja merampas tas tangan wanita itu, lalu berlari sekencang mungkin menyusuri trotoar.

“Tolooong! Tas saya!”

Namun orang-orang di sekitar hanya melihat tanpa berani mengejar.

Nebula menghela napas pelan.

“Ck…”

Tanpa berpikir panjang, ia langsung berlari.

“Woi!”

Perampok itu menoleh sekilas ke belakang.

Melihat hanya seorang siswi yang mengejarnya, ia malah menyeringai.

“Balik sana, Bocah!”

Nebula tidak menjawab.

Jarak mereka semakin dekat.

Perampok itu berbelok masuk ke sebuah gang sempit, berharap bisa menghilangkan jejak.

“Pilihan yang salah,” gumam Nebula.

Ia mempercepat langkahnya.

Begitu jaraknya tinggal beberapa meter, Nebula melompat lalu menendang punggung kaki perampok dari samping.

Bugh!

“Aaargh!”

Pria itu kehilangan keseimbangan dan tersungkur keras ke aspal.

Tas hasil rampasannya terlempar beberapa meter.

Namun ia cepat bangkit sambil mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya.

“Lo cari mati, ya!”

Beberapa warga yang melihat langsung mundur ketakutan.

“Dek itu bahaya!”

Nebula justru tetap berdiri tenang.

Tatapannya dingin.

“Balikin tasnya.”

Perampok itu mengacungkan pisaunya.

“Kalau nggak?”

Nebula menyeringai tipis.

“Ya gue ambil paksa.”

Pria itu langsung menusukkan pisaunya ke arah Nebula.

Nebula memiringkan tubuhnya menghindari serangan, lalu menangkap pergelangan tangan si perampok dan memutarnya kuat.

“Krek!”

“AAAAH!”

Pisau itu terlepas dari genggamannya dan jatuh beradu dengan aspal.

Belum sempat pria itu bereaksi—

Brak!

Nebula menyikut dadanya hingga ia kembali terjatuh.

Tas wanita itu segera diambil Nebula.

Ia melemparkannya kembali kepada pemiliknya.

“Bu! Tasnya!”

Wanita itu menangkap tasnya dengan kedua tangan.

“Ya Tuhan… terima kasih, Nak!”

Perampok yang masih meringis mencoba kabur lagi.

Nebula menghela napas kesal.

“Mau lari lagi?”

Ia melangkah cepat, lalu menendang betis pria itu dari belakang.

Bugh!

Perampok kembali ambruk.

Tak lama kemudian, beberapa warga memberanikan diri menghampiri dan langsung menahan tubuh perampok hingga polisi datang.

Wanita pemilik tas berkali-kali membungkukkan badan.

“Terima kasih banyak, Nak. Kalau bukan karena kamu, uang dan dokumen penting saya pasti hilang.”

Nebula hanya mengangguk singkat.

“Hati-hati lain kali, Bu.”

Tanpa menunggu pujian atau keramaian warga, ia memasukkan kedua tangannya ke saku jaket lalu berjalan pergi.

Di belakangnya, beberapa orang masih memandang kagum.

“Hebat juga anak sekolah itu…”

“Padahal badannya kecil…”

“Gerakannya kayak orang yang udah biasa berkelahi.”

Sementara Nebula hanya bergumam pelan sambil terus berjalan.

“Semoga besok nggak apes lagi.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Langit mulai menggelap ketika Nebula akhirnya tiba di rumah.

Ia membuka pagar dengan santai lalu melangkah masuk ke halaman.

Baru saja membuka pintu utama—

“Masih inget pulang juga ternyata.”

Suara dingin Papah menyambutnya.

Di ruang tamu, seluruh anggota keluarga sudah berkumpul. Papah duduk dengan wajah datar, Mamah di sampingnya, sementara Langit, Bintang, Senjanu, dan Elara berada di sofa.

Semua mata langsung tertuju pada Nebula.

Nebula hanya melirik sekilas.

“Permisi.”

Ia berniat langsung naik ke kamar.

“Berhenti.”

Langkah Nebula terhenti.

Papah menatapnya tajam.

“Kamu pulang jam segini dari mana?”

“Jalan.”

“Jalan ke mana?”

Nebula mengangkat bahu.

“Keliling.”

Bintang langsung mendecih.

“Jawabannya selalu singkat.”

Nebula menoleh sebentar.

“Kan udah dijawab.”

Langit menggeleng kesal.

“Lo pikir rumah ini hotel? Pergi seenaknya, pulang semaunya.”

Nebula memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

“Kalau selesai marahnya, gue mau mandi.”

“Lihat!” seru Langit emosi. “Sekarang dia malah ngelawan!”

Mamah menghela napas panjang.

“Nebula, kami cuma khawatir.”

Nebula menatap Mamah beberapa detik.

Tatapannya tetap datar.

“Khawatir?”

Senyumnya tipis, tapi terdengar sinis.

“Baru kali ini?”

Ucapan itu membuat ruang tamu mendadak sunyi.

Senjanu mengernyit.

“Apa maksud lo?”

Nebula menggeleng pelan.

“Nggak ada.”

Elara yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara dengan suara lembut.

“Kak… lain kali kasih kabar ya. Semua tadi nyariin Kakak.”

Nebula menoleh.

Tatapannya membuat Elara tanpa sadar menelan ludah.

“Makasih.”

Jawabannya terdengar datar.

“Tapi gue bisa jaga diri.”

Setelah itu, Nebula kembali melangkah menuju tangga.

“Nebula!”

Papah kembali memanggil.

Nebula berhenti tanpa menoleh.

“Besok pulang jangan sampai sore lagi.”

“Kalau ada perlu?”

“Pulang.”

Nebula mengangguk singkat.

“Lihat nanti.”

Ia kembali berjalan menaiki tangga.

Brak.

Pintu kamarnya tertutup.

Di ruang tamu, suasana masih hening.

Langit mendecih pelan.

“Dia makin aneh.”

Bintang mengangguk.

“Biasanya dimarahin langsung nangis.”

Senjanu menyandarkan tubuhnya ke sofa.

“Sekarang malah nggak ada ekspresi sama sekali.”

Elara mengepalkan tangannya di balik rok sekolah.

Semakin hari…

Ia semakin tidak mengenali Nebula.

Dan itu membuatnya merasa gelisah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam itu, kamar Nebula dipenuhi keheningan.

Setelah selesai mandi, Ganethaa—yang kini hidup dalam tubuh Nebula—merebahkan dirinya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamar.

“Capek juga…”

Ia memejamkan mata sejenak.

Namun beberapa detik kemudian—

Kepalanya mendadak berdenyut hebat.

“Ah… sial…”

Ganethaa memegang kepalanya.

Rasa sakit itu semakin menjadi, seolah ada sesuatu yang berusaha keluar dari dalam dirinya.

Brakk!

Lampu kamar berkedip beberapa kali.

Angin dingin berembus meski jendela tertutup rapat.

“Apa lagi ini…?”

Tiba-tiba, bayangannya di cermin bergerak sendiri.

Dari tubuhnya perlahan muncul dua sosok wanita.

Yang pertama berambut putih panjang dengan sorot mata sedingin musim dingin.

Yang kedua berambut merah gelap dengan senyum tipis yang penuh percaya diri.

Ganethaa langsung berdiri sambil memasang kuda-kuda.

“Siapa kalian?”

Wanita berambut merah terkekeh pelan.

“Baru beberapa hari pindah dunia, udah lupa sama kami?”

Ganethaa membelalak.

“Winter…?”

Wanita berambut putih menganggukkan kepala pelan.

“Dan Red.”

Ganethaa mengusap wajahnya kasar.

“Bukannya kalian ada di dalam kesadaran gue?”

“Kami memang bagian dari diri lo,” jawab Winter dengan suara tenang.

“Namun ikatan jiwa kita terlalu kuat. Perpindahan dunia ini membuat kami bisa menampakkan diri di hadapan lo.”

Red menyilangkan tangan.

“Selama ini kami tetap ada di dalam tubuh lo. Hanya saja sekarang kami bisa keluar untuk berbicara langsung.”

Ganethaa masih belum percaya.

“Jadi… kalian ikut pindah ke dunia novel ini?”

“Iya,” jawab Winter singkat.

Red tersenyum kecil.

“Emangnya lo pikir kami bakal ninggalin lo sendirian?”

Ganethaa terdiam.

Red lalu melangkah mendekat dan menepuk pelan kepala Ganethaa.

“Dulu sebelum Hana mengembuskan napas terakhir…”

Tatapan Ganethaa langsung berubah.

“Nenek…”

Winter melanjutkan dengan nada lembut yang jarang terdengar darinya.

“Beliau pernah meminta satu hal kepada kami.”

“Apa?”

Winter menatap Ganethaa lurus.

“Jaga cucuku… di mana pun dia berada. Apa pun dunia yang dia pijak, jangan pernah tinggalkan dia sendirian.”

Red tersenyum tipis, meski matanya tampak berkaca-kaca.

“Kami sudah berjanji kepada Hana.”

“Selama jiwamu masih ada…”

“Kami akan selalu menjaga lo.”

Ruangan kembali hening.

Ganethaa menundukkan kepalanya.

Untuk pertama kalinya sejak seluruh keluarganya dibantai…

Ada rasa hangat yang perlahan memenuhi dadanya.

“…Nenek masih sempat mikirin gue.”

Winter mengangguk pelan.

“Beliau selalu memikirkan lo.”

Red menyenggol bahu Ganethaa pelan.

“Makanya jangan mati konyol di dunia novel ini.”

Ganethaa terkekeh pelan.

“Mulut lo emang nggak bisa dijaga ya.”

“Kalau bisa dijaga, gue bukan Red.”

Winter menghela napas kecil melihat tingkah Red.

“Mulai besok, kami akan membantu lo dari balik kesadaran lo. Saat diperlukan, kami juga bisa muncul seperti sekarang.”

Ganethaa mengangguk mantap.

“Kalau gitu… kita cari tahu siapa dalang di balik semua ini.”

Winter dan Red saling berpandangan.

Lalu, untuk pertama kalinya sejak tiba di dunia novel itu, ketiganya tersenyum tipis.

Apa pun yang menanti di depan…

Ganethaa tidak lagi menghadapinya seorang diri.

1
Yue Li MZy
wah menarik. cuma gergera percaya sama org asing ngaku² kan anak nya ini pasti keluarga Jordan bakal berantakan. makanya punya otak digunain bukan malah langsung percaya
Atalia
rasain apa yang di rasakan nebula selama ini.
author jgn lama2 lah uploadnya soalnya nggak sabar sama kelanjutannya niii
Atalia
mau kasihan tapi mereka jahat sama anak sendiri, ditunggu yaa kelanjutannya author🥰
Atalia
wah plost twits banget yaa pemirsa
Atalia
gue suka gaya loh nebula 🥰
Anita Rahayu
tolong thor nyiksa jgn nanggung 😤😤😤😤😤😤😤😤😤😤sikat sampai habis😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Atalia
wah akhirnya yang di tunggu datang juga bantai mereka red 🤭
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
kayaknya dia ngirim nyawa sendiri ke nebula deh
makini seru nii
Ira Melly
Lanjut
Atalia
Dasar goblok bintang
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
wah bahaya nii kasusnya
Reycaryuca: Hehehe makasih ka…. Udah mau baca novel saya… 😍😍🙏🏻🙇🏻‍♀️
total 3 replies
Atalia
balikin aja tampar mereka
Atalia
wii keren banget Nebula
Atalia
wah dia ketemu sama orang yang buat dia ke novel yaa
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
dasar penipu kalian emang harus mampus aja tadi
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
kenapa harus di kasih ampun sii
Atalia
wah ada yang mau main-main
enak banget yaa pindah jiwa orang yaa, dasar pengkhianat
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
dasar tukang curi nggak tau malu kamu elara.
wah nebula keren bantai mereka yang suka cari masalah
ditunggu ya kelanjutannya author
Yue Li MZy
ka Erika,up nya cuma satu nanggung bgt saking penasarannya dan saking lamanya KA uthor up pengen tau kelanjutannya Ganetha(Cucu Hana aja Belvia & Keivan)🥺🥺
Atalia
wah siapa yaa yang buat dia sampai masuk ke novel.

ditunggu ya kelanjutannya author 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!