NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Bayangan

Pewaris Dalam Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persahabatan / Action / Romantis
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Hime_Hikari

Semua orang melihat Kenji Kazuma sebagai anak lemah dan penakut, tapi apa jadinya jika anak yang selalu dibully itu ternyata pewaris keluarga mafia paling berbahaya di Jepang.
Ketika masa lalu ayahnya muncul kembali lewat seorang siswa bernama Ren Hirano, Kenji terjebak di antara rahasia berdarah, dendam lama, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.
Bisakah seseorang yang hidup dalam bayangan, benar-benar memilih menjadi manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hime_Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 – Bayangan Lama

Pagi itu rumah keluarga Kazuma terasa lebih tenang dari biasanya. Matahari menembus jendela besar, memantul di dinding kayu yang mengkilap. Suasana sarapan berjalan hening, tapi tidak setegang kemarin. Kazuma duduk di ujung meja panjang, menatap Kenji yang tampak lebih tenang walau masih sedikit canggung.

Ryo duduk di sisi lain, menikmati sarapannya dengan tenang. Sekilas, ia menatap Kenji dan tersenyum kecil.

“Tidurmu nyenyak tadi malam?” tanyanya ringan, memecah keheningan.

Kenji menoleh sebentar lalu mengangguk. “Lumayan, Om Ryo … terima kasih sudah mendengarkan aku semalam.”

Kazuma menghentikan gerakan tangannya memegang cangkir teh, tatapannya sedikit melunak. Ryo menatapnya sekilas dan tersenyum samar, seolah memberi isyarat agar Kazuma tidak menegur atau memperburuk suasana. Sarapan itu akhirnya berjalan dalam diam yang lebih hangat  bukan canggung, tapi penuh pemahaman yang belum terucap.

Setelah makan, Kazuma beranjak ke ruang kerjanya. Ryo mengikuti di belakang, membiarkan Kenji naik ke kamarnya lebih dulu untuk mengambil tas sekolahnya tetapi sebelum itu ia sudah pamit dengan Ryo dan Kazuma untuk pergi ke sekolah. Di ruang kerja yang dipenuhi aroma tembakau dan kayu tua, Kazuma menatap jendela besar dengan pandangan kosong.

“Dia masih marah padaku,” ucap Kazuma pelan.

Ryo bersandar di kursi tamu, menyilangkan tangan. “Tidak sepenuhnya, Kazuma. Dia hanya takut. Luka lama itu belum sembuh.”

Kazuma memejamkan mata sejenak. “Aku tahu, tapi aku tidak bisa terus membiarkannya hidup seperti ini  ditindas, disakiti, dan bersembunyi di balik kebohongan.”

“Dia masih muda,” jawab Ryo lembut.

“Kenji hanya butuh waktu untuk memahami bahwa kekuatan tidak selalu berarti kekerasan. Dunia mafia yang dulu kita jalani bukan tempat ideal untuk anak sebaik dia.”

Kazuma menatap sahabatnya itu dalam-dalam. “Kau pikir aku tidak tahu? Tapi dunia ini tidak akan berhenti hanya karena dia menolak. Cepat atau lambat, masa lalu kita akan menemuinya.” Nada suaranya berubah berat dan dingin.

Ryo terdiam, menatap meja kerja yang dipenuhi berkas-berkas lama. “Kau masih memikirkannya, ya? Tentang kejadian itu.”

Kazuma tidak menjawab. Hanya suara hembusan napas berat yang terdengar. Dari sorot matanya, jelas sekali  kenangan itu masih menghantuinya.

Beberapa saat kemudian, Ryo menepuk bahunya ringan. “Aku akan bantu sebisaku. Tapi, izinkan aku mendekati Kenji dengan caraku. Jangan paksa dia terlalu keras. Kalau tidak, dia akan semakin menjauh.”

Kazuma mengangguk pelan. “Baiklah. Aku percayakan itu padamu, Ryo.”

Sementara itu, di sekolah, Kenji menjalani hari seperti biasa. Tapi ada sedikit perubahan dalam dirinya. Tatapannya lebih tajam, langkahnya lebih mantap. Mungkin bukan karena ia sudah kuat, tapi karena kata-kata Ryo semalam bahwa “rasa takut hanya akan jadi belenggu kalau terus disembunyikan.”

Para pem-bully-nya belum berhenti. Saat jam istirahat, salah satu dari mereka, Reo, menghampirinya sambil menepuk-nepuk bahunya keras.

“Lihat siapa ini? Anak papa kaya yang suka pura-pura bodoh,” ucapnya sambil tertawa sinis.

Yuto yang kebetulan lewat sudah ingin melangkah maju, tapi Kenji mengangkat tangannya pelan, ia menahan Yuto untuk tidak melangkah maju.

“Kali ini biar aku sendiri,” katanya lirih.

Reo mendorongnya pelan, tapi Kenji tidak goyah. Ia menatap balik dengan tatapan yang berbeda dingin dan tajam. Sejenak Reo terdiam, merasa ada sesuatu yang berubah dari “si cupu” ini.

“Kenapa? Takut?” kata Kenji pelan, namun dengan nada yang membuat bulu kuduk meremang.

Reo terdiam beberapa detik sebelum akhirnya mendengus dan pergi dengan kesal.

Yuto tercengang. “Ken, kau… baru saja bikin dia mundur tanpa melawan.”

Kenji tersenyum tipis. “Kadang diam lebih menakutkan daripada teriakan.”

Hari itu, untuk pertama kalinya, Kenji merasa sedikit lega. Bukan karena dia menang, tapi karena dia mulai berani berdiri sendiri.

Sore harinya, Kenji pulang lebih cepat. Di halaman rumah, Ryo sudah menunggunya sambil menikmati secangkir kopi.

“Bagaimana sekolah?” tanyanya santai.

Kenji duduk di sebelahnya. “Masih sama. Tapi, aku sudah mulai untuk belajar buat nggak takut lagi.”

Ryo mengangguk pelan. “Itu sudah menjadi langkah yang cukup bagus, bukan karena kau harus jadi keras, tapi karena kau harus tahu kapan berdiri untuk dirimu sendiri.”

Mereka berdua diam beberapa saat, sambil menikmati udara sore yang tenang. Burung-burung berterbangan di langit jingga, dan suara daun bambu bergesekan lembut.

Ryo melirik Kenji sekilas lalu berkata dengan nada serius. “Kenji, dunia ini tidak selalu memberi pilihan yang baik. Tapi kau harus tahu akan satu hal keberanianmu hari ini merupakan langkah pertama menuju kekuatan yang sebenarnya.”

Kenji menatap Ryo bingung. “Kekuatan yang sebenarnya?”

Ryo tersenyum samar. “Kekuatan untuk melindungi, bukan untuk melukai.”

Kata-kata itu bergema lama di benak Kenji. Ia menunduk, merenung. Mungkin, apa yang dikatakan oleh Ryo benar. Mungkin ia bisa menjadi kuat tanpa harus menjadi seperti papanya dulu, ia bisa menjadi kuat dengan satu tujuan, yaitu bisa melindungi semua orang yang Kenji sayangi.

Sementara itu di ruang kerja, tampak Kazuma sedang menatap kembali laporan yang baru dikirim oleh anak buahnya. Setelah melihat laporannya tersebut raut wajahnya berubah serius, dan membuat ruangan kerjanya menciptakan ketenangan dan suasana di ruangan kerja Kazuma menjadi dingin, dan tidak lama Ryo masuk tak lama kemudian, ia tampak heran dengan raut wajah Kazuma yang sedang menahan rasa kesalnya.

“Ada apa?” tanyanya.

Kazuma meletakkan berkas itu di meja. “Orang-orang dari keluarga Hirano mulai bergerak lagi. Salah satu pengintai melihat mereka di area sekolah Kenji.”

Ryo tampak kaget dan seketika membeku. “Hirano …? Setelah semua yang terjadi tiga belas tahun lalu?”

Kazuma mengangguk pelan. “Aku kira selama ini mereka sudah menghilang dan mungkin sudah hancur, tapi sayangnya semua itu tidak benar, kenyataan mereka masih hidup dan tampaknya mereka sudah tahu tentang Kenji.”

Ryo menatapnya serius. “Kau yakin?”

Kazuma menatap lurus ke depan, suaranya dingin tapi tegas. “Tentu saja aku sangat yakin, dan jika mereka menyentuh anakku sekali saja, aku tidak akan diam maka akan aku hancur mereka sampai ke akar-akarnya.”

Suasana di ruangan kerja Kazuma mendadak menjadi berat. melihat Kazuma yang sepertinya sangat kesal dan wajahnya tampak seperti orang yang ingin melakukan balas dendam itu bisa Ryo rasakan, dan ia juga merasakan  sesuatu yang berbeda bukan sekadar ancaman dari masa lalu, tapi bayangan perang yang mungkin akan datang kembali.

Dari kejauhan, tampak seseorang sedang sedang berdiri di balik pagar tinggi rumah keluarga Kazuma. Wajahnya tertutup topi hitam, dan di tangannya terdapat foto lama foto seorang wanita muda yang tersenyum sambil menggendong anak kecil.

Ia menatap foto itu lama, lalu menatap rumah besar itu dengan tatapan penuh kebencian.

“Jadi … anak itu masih hidup,” gumamnya dingin.

Angin sore berhembus pelan, membawa aroma samar tembakau dan bahaya yang belum sempat diucapkan. Dan di dalam rumah, tanpa mereka sadari, masa lalu yang selama ini mereka hindari akhirnya mulai bergerak.

1
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torrr ku
Hime_Hikari: hallo kak di tunggu saja kak untuk update terbarunya
total 1 replies
putri baqis aina
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Hime_Hikari: Terima kasih kak 😁😁
total 1 replies
Ryner
Author, kapan nih next chapter?
Hime_Hikari: Ditunnggu saja ya kak

Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!