Arindi Azzahra adalah gadis cantik berusia 22 tahun bekerja sebagai pemilik usaha catering. Ia menikah dengan seorang CEO muda berumur 27 tahun akibat perjodohan terselubung yang berkedok kesalahpahaman.
Bagaimana jadinya ya? Apakah mereka bisa saling menerima atau sebaliknya?
follow ig: @xxpfrk_12
Mau tau bagaimana kelanjutan ceritanya, stay terus ya di karya pertama ku🌼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Dengan rasa bersalahnya, Rama menceritakan semuanya secara detail tanpa ada yang ditambah ataupun dikurang kurangi segala hal yang terjadi sehingga menyebabkan ia harus menikah dengan orang yang disayangi oleh sahabatnya tersebut. Rama langsung meminta maaf memeluk Nanda. Namun tak dibalas oleh Nanda, hati Rama pun merasa semakin bersalah melihat respon nanda yang seperti itu.
Nanda kemudian melepaskan pelukan dari Rama lalu memegang kedua pundak Rama.
"Nda, Maafin gua" Ucap Rama lirih.
"Iya Ram, Mau gimana lagi. Semuanya juga udah terjadi, gak bakalan bisa di ubah. Itu berarti Riri itu jodoh Lo, sekeras apapun gua berjuang tapi Tuhan menginginkan Riri berjodoh sama Lo gua bisa apa Ram" Nanda mencoba tersenyum walaupun didalam hatinya sangat sakit. Luka yang masih membekas dihatinya kini tersayat kembali.
Rama hanya tertegun diam melihat keikhlasan hati sahabatnya, Ia tidak menyangka kalau Nanda akan seperti ini.
"Satu hal yang harus Lo ingat baik baik Ram, Lo tau kan gua sayang banget sama Riri?" Tanya Nanda
"Iya Nda, Gua tau"
"Ini pesan gua, tolong Lo jaga Riri baik baik, jangan pernah lo sakiti perasaan dia, bahagiain dia, jangan sampai ada air mata jatuh dari mata indahnya. Meskipun pernikahan Lo sama dia hanya sebuah kesalahpahaman, tapi Riri berhak untuk bahagia. Karena Riri itu cewe baik baik." Tutur Nanda lirih menepuk pundak Rama dengan tetap memaksakan senyumannya.
Rama pun mengangguk tanda mengerti apa yang dimaksud oleh Nanda.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, tetapi Riri masih belum bisa memejamkan matanya. Hanya suara jam dinding yang terdengar menemaninya memikirkan bagaimana nasibnya setelah menikah dengan orang yang tidak ia cintai, dan bagaimana perasaan Nanda setelah mengetahui ia akan menikah dengan sahabat. Pertanyaan itu selalu muncul mengantui Riri malam itu hingga akhirnya ia tertidur dengan segudang pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya.
***
Tiga hari kemudian Riri memutuskan untuk tidak pergi bekerja karena hari ini ia dan Rama akan pergi membeli cincin pernikahan dan fitting baju pengantin atas perintah orang tua mereka.
Saat ini Riri sedang bersiap siap karena sebentar lagi Rama akan datang menjemputnya. Riri mengenakan outfit ala ala korea. Dengan baju kemeja lengan pendek yang dimasukkan kedalam celana panjang yang sedikit longgar, sepatu sneakers dan rambut yang dikuncir ke atas serta polesan make up natural.
Tin Tin
Terdengar suara klakson mobil milik Rama dari luar rumah. Riri pun segera keluar menemui Rama setelah berpamitan dengan Ibunya.
Sesampainya didalam mobil Riri pun mengenakan seatbelt. Setelah itu Rama langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Selama didalam mobil tak ada satu patah katapun yang terdengar dari mulut mereka berdua. Riri yang asyik bermain ponsel dan sesekali melihat ke arah jendela disaat merasa bosan, sedangkan Rama fokus menyetir. Setelah sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di salah satu Mall terbesar yang ada di daerah Jakarta Pusat.
Setelah sampai di parkiran Rama segera memarkirkan mobilnya.
"Ayo turun" Ucap Rama menyadarkan Riri yang asyik bermain hp.
Riri tak menjawab, ia pun segera turun dan berlari kecil mengikuti langkah Rama yang sudah terlebih dahulu menuju pusat perbelanjaan.
Sesampainya di toko perhiasan Riri terkagum kagum melihat perhiasan yang berada didalam kotak kaca dan dihiasi oleh lampu lampu.
"Kalo kayak gini gak cukup waktu 1 jam buat kagum aja" Gumamnya dalam hati
"Hei, kok melamun sih. Cepat pilih kamu mau yang mana" Ujar Rama
"Ih galak banget sih jadi orang" Ucapnya pelan namun masih terdengar oleh Rama
"Apa kamu bilang?!" Tanyanya
"Gak ada apa apa, aku cuma bilang cincinya bagus banget" Jawab Riri sambil menyeringai
Rama menghembuskan nafasnya dengan kasar melihat tingkah Riri.
"Aku gak tau mau pilih yang mana, semuanya bagus" Ujar Riri setelah melihat lihat
"Mbak, Saya mau cincin pernikahan yang keluaran terbaru dan desainnya yang limited edition" Ujar Rama kepada pelayan toko.
"Ini pak" Pelayan itu menunjukkan 2 kotak cincin berlian.
"Kamu pilih yang mana diantara dua cincin ini" Tanya Rama kepada Riri
"Aku pilih yang ini aja deh" Jawab Riri menunjukkan kotak sebelah kanan.
"Baik Mbak saya pilih yang ini saja" Ucap Rama lalu menyerahkan kartu kredit nya kepada pelayan untuk pembayaran.
Setelah melakukan transaksi kemudian mereka bergegas menuju salah satu butik milik desainer terkenal.
Tak perlu berlama lama, setelah sampai di Butik Riri dan Rama segera melakukan fitting baju. Setelah memilih milih, akhirnya Riri menjatuhkan pilihan pada baju berwarna putih yang akan ia kenakan untuk acara akad dan gaun berwarna Biru muda yang tidak terlalu terbuka untuk acara resepsi sederhana yang diadakan secara tertutup. Sedangkan Rama menyesuaikan dengan jas berwarna senada.
Setelah selesai membeli cincin dan dan fitting baju Rama mengajak Riri untuk makan siang dan Riri pun menyetujuinya.
"Mau makan apa?" Tanya Rama
"Terserah sih, aku ngikut aja"
"Restoran yang di Mall aja ya, soalnya bentar lagi aku mau ke perusahaan ada meeting"
"Iya" Jawab Riri singkat
Akhirnya mereka berdua pun menuju ke salah satu Restoran cepat saji yang ada di dalam M7all dan menyantap makan siang mereka. Setelah makan siang Rama langsung mengantar Riri untuk pulang kerumahnya.
"Rama?"
"Iya ada apa? Sahut Rama
"Nanda udah tau soal pernikahan kita?" Tanya Riri
"Udah" Jawab Rama cuek
"Trus gimana respon Nanda?" Tanya Riri lagi dengan ragu ragu
"Awalnya sih dia gak percaya dan sedikit kecewa, tapi akhirnya Nanda bisa terima" setelah itu Rama menceritakan bagaimana proses ia memberitahukan kepada Nanda tentang pernikahannya dengan Riri.
Setelah mendengar penjelasan dari Rama, Riri kembali sibuk dengan ponselnya. Hingga pada akhirnya mereka sampai di Rumah Riri dan Rama pun langsung kembali melajukan mobilnya untuk kembali perusahaan.
***
Tak terasa 2 hari lagi pernikahan antara Riri dan Rama akan dilaksanakan. Segala persiapan sudah mencapai 80% yang telah disiapkan oleh kedua belah pihak, serta beberapa undangan yang sudah disebarkan kepada orang orang terdekat saja.
Hari ini Riri akan pergi menemui Meira untuk memberitahu pernikahannya. Sesampainya ditempat bekerja, Riri langsung mencari cari keberadaan Meira.
"Lisa? Kamu lihat Meira gak?" Tanya Riri
"Kak Meira di dapur kak"
"Okey, Terimakasih" ucap Riri berlalu pergi
Didapur
"Meira~" Seru Riri
"Apa?!"Jawab Meira jutek
"Aku mau ngasih sesuatu buat kamu" Ucap Riri menyembunyikan sesuatu di tangan kanannya dibalik punggungnya
"Apa tuh?" Tanya Meira penasaran
"Nih" Ucap Riri menyerahkan undangan kepada Meira.
Meira menerima Undangan itu kemudian membacanya
"Undangan Pernikahan Arindi Azzahra dan Rama Akbar Wi-ja-ya?" Meira terkejur melihat nama laki laki yang ada di undangan tersebut. "Ka-kamu mau nikah Ri? Sama Rama? Rama Akbar Wijaya temannya kak Nanda kan Ri? Du-dua hari lagi? kamu harus jelasin ini semua sama aku, kenapa ini bisa terjadi?!" Pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut Meira, ia tidak menyangka Riri akan menikah secepat itu dengan orang yang tidak ia cintai. Akhirnya Riri menjelaskan semua kepada Meira untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang di tanyakan oleh Meira tadi.
...----------------...
Maaf ya Readers Cerita di bab ini kurang seru.
Jangan lupa di like, kritik dan sarannya dari Readers😘😍
maaf baru feedback sekarang hehe 😅, aku udah like sama rate 5 ya 😁
always spirit 💪😄
salam hangat dari MACAC dan RTBAC ✌️😆
Ditunggu bab selanjutnya y thor..
Salam dariku Jadi Bodyguard Janda Cantik
Feedback karyaku juga ya.. Makasih
Salam dari _Until we found the lost memory
jangan lupa feedback ya😊