Zahra Maharani Setiawan adalah gadis berusia 17 tahun. Zahra gadis ceria nan periang,baik hati dan mudah bergaul dengan siapa saja. Zahra memiliki paras yang sangat cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang. Zahra memiliki sahabat yang sangat baik bernama Anita dan Rania.
Kehidupan Zahra berubah ketika kedua orangtuanya meninggal akibat dari kecelakaan. Hinga Zahra di asuh oleh kakeknya Zaky,itu pun tidak berlangsung lama karena kakeknya meninggal karena sudah sakit-sakitan. Zahra pun tinggal bersama adik bundanya,Rara.Hingga datanglah Hendro utusan dari Bu Misya yang memintanya untuk ikut ke kota.
Alan 30 tahun, seorang pengusaha yang sangat sukses.Mempunyai banyak usaha dari properti dan kuliner di semua kota dan luar negeri.
Bagaimana kehidupan Zahra selanjutnya? Apakah Zahra akan menemukan kebahagiaannya setelah mengetahui perjodohannya dengan cucu Bu Misya??
Apakah kehidupan pernikahan Zahra dan Alan bahagia?? Sedangkan Alan masih punya seorang kekasih,Mira.
Warning 18++ !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memey.Augusty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. KEHILANGAN DAN KEMBALINYA ZAHRA
Tak berapa lama, tangan Riri pun bergerak walau samar tapi dapat di rasakan oleh kakek Zaky. Mata itu pun terbuka sedikit dan makin memegang tangan ayahnya erat. Dan berusaha berbicara walau lirih. Kakek Zaky senang melihatnya dan berusaha mendekatkan diri pada putrinya tersebut.
" Yah .... Zahra ...." kata itu yang tertangkap oleh pendengaran kakek Zaky.
" Zahra akan sembuh Ri .... begitupula dengan mu sayang .... " ujar kakek Zaky berharap
" Riri .... minta maaf ya yah .... jaga Zahra selalu tuk Riri yah .... Riri sayang ayah ...." kata Riri terbata-bata pada ayahnya
" Penuhi permintaan Riri yah .... jaga Zahra " kata terakhir Riri sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Kakek Zaky hanya bisa menangis serta memandang keadaan cucunya setelah memanggil dokter. Kakek Zaky pun berjalan lunglai keluar dari ruangan itu setelah dokter memastikan kematian putri kesayangannya itu. Rara dan Tante Misya menghampiri kakek Zaky. Melihat ayahnya menangis, Rara pun dapat memahami langsung memeluk sang ayah dan berbagi duka dengannya.
Sedangkan Tante Misya tak menyangka akan kehilangan Riri dan Reno dalam waktu yang bersamaan. Melihat Zaky terluka mendengar kabar kepergian anak dan menantunya, membuatnya miris memikirkan Zahra muda yang telah kehilangan kedua orangtuanya itu. Apalagi di tambah keadaan Zahra yang masih koma tentu tidak akan bisa melihat kedua orangtuanya untuk yang terakhir kalinya.
Rara masih memeluk ayahnya yang masih menangis tersedu-sedu. Riri dan Rara anak kembar kakek Zaky. Mengingat Zahra cucunya, kakek Zaky menangis kembali. Sedangkan Rara hanya bisa menenangkan ayahnya apalagi hatinya sungguh kehilangan sosok kakak yang paling baik untuknya.
" Yah .... kuatkan hati ayah sekarang .... ada Zahra yang masih butuh kita yah ...." ujarnya menguatkan
" Ikhlaskan mas Reno dan mbak Riri yah .... biarkan mereka tenang disisi Allah SWT, kita hanya bisa kirim doa untuk menerangi jalannya yah. " katanya lagi sambil memeluk sang ayah
" Iya Ra .... kamu benar nak .... Riri titip Zahra pada ayah .... bantu ayah Ra jaga keponakan cantikmu itu. " hibur ayah pada dirinya sendiri dan pada Rara.
" Pasti ayah .... Rara akan jaga Zahra .... kita jaga Zahra sama-sama ya yah ...." kata Rara menyahuti perkataan kakek Zaky
" Zaky .... Rara .... saya turut berdukacita atas musibah yang menimpa Riri dan Reno. Padahal mereka habis bersama saya sebelumnya." ujar Tante Misya pada kakek Zaky.
" Terimakasih ya Sya .... " ujar kakek Zaky berusaha tegar demi cucunya Zahra.
Semua administrasi telah di bereskan oleh Rara. Dan jenazah akan di kebumikan di pemakaman keluarga kakek Zaky. Kabar duka telah di sampaikan kepada bik Ana agar menyiapkan semua keperluan begitu mereka tiba nanti. Tante Misya bersedia menjaga Zahra sampai urusan pemakaman Reno dan Riri selesai. Kakek Zaky sangat berterima kasih ada yang mendampingi Zahra saat dirinya dan Rara pulang ke rumah nantinya.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Satu bulan telah berlalu, namun kondisi Zahra masih seperti itu juga tak ada perubahan sama sekali. Rara pun telah menghubungi pihak kampus tempat Zahra menimba ilmu untuk mengabarkan musibah tersebut dan meminta cuti sampai Zahra kembali sehat. Pihak kampus pun memahami dan memberikan izinnya. Semua mahasiswa satu jurusan dengan Zahra datang untuk menjenguknya.
Rara pun tinggal di Jakarta untuk menjaga Zahra sedangkan Kakek Zaky kembali mengurus perusahaannya. Kakek Zaky berencana memindahkan Zahra kembali ke rumahnya. Rara dan asistennya telah memindahkan semua barang-barang Zahra ke rumah Kakek. Hal itu dilakukan agar memudahkan dalam memantau kondisinya serta masih bisa mengurus perusahaan di karenakan ayahnya sudah lanjut usia. Rara tinggal menunggu persetujuan pihak rumah sakit tempat Zahra di rawat selama ini
" Za .... cepat bangun Za .... Tante Rara rindu Zahra, Kakek pun begitu Za ...." kata Rara saat melihat kondisinya.
Zahra mendengar ada yang berbicara padanya, tapi matanya seakan sulit untuk terbuka.
" Za .... juga berharap cepat bangun Tan ...." gumam Zahra dalam tidurnya
Rara pun keluar ruangan hingga dia tidak mengetahui pergerakan dari jari tangan Zahra. Semua perizinan sudah di dapat, Rara pun tengah bersiap membawa Zahra ke kota kelahirannya. Selang beberapa waktu, sampai mereka ke rumah sakit yang ada di kotanya. Zahra pun di pindahkan ke ruang inap dengan masih memakai alat bantu kehidupannya. Seperti alat bantu nafas, alat pendeteksi jantung dan sebagainya.
Anita, Rania dan Intan melihat sahabatnya seperti itu tentu saja bersedih. Sahabatnya yang ceria hanya terbaring tak berdaya seperti itu. Mereka setiap hari datang bergantian menjaganya. Mereka selalu bercerita banyak hal tanpa ada respon sedikit pun darinya. Hingga beberapa bulan kondisi Zahra masih tak ada perubahan yang signifikan.
Rara selalu membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an guna sebagai pengantar doa pada kakaknya Reno dan Riri serta sebagi doa kesembuhan keponakan nya itu. Hari ini pun Rara kembali menemani Zahra, hingga tanpa sadar netra nya melihat pergerakan kecil dari jari tangan Zahra. Rara pun memanggil Dokter Arif yang selama ini menanganinya. Yang merupakan teman Tante Rara sendiri semasa kuliah dulu.
" Kabar baik Ra .... keadaan Zahra sepertinya lebih membaik. Tinggal menunggu waktu saja sampai Zahra terbangun. " ujar Dokter Arif memberikan kabar bahagia tersebut.
" Alhamdulillah ya Allah .... terimakasih Rif, aku akan sampaikan kabar gembira ini pada ayah. Beliau pasti senang mendengar nya " katanya bersemangat
Dokter Arif turut merasa senang melihat senyum Rara. Kakek Zaky pun sangat bersyukur mendengar kabar tersebut. Tak sabar rasanya melihat Zahra cucunya ceria kembali. Meskipun begitu terselip rasa sedih saat mengingat Reno dan Riri yang telah berpulang ke Rahmatullah. Kesehatan Zahra semakin hari semakin membaik. Tentu saja semua sahabatnya merasa senang. Seminggu kemudian Zahra perlahan-lahan membuka kedua matanya, saat itu ada suster yang tengah mengecek kondisi nya. Sehingga membuatnya segera memencet tombol guna memanggil Dokter Arif.
" Selamat datang kembali Za .... " kata Dokter Arif penuh senyum kebahagiaan
" Dokter .... Za dimana sekarang ?" tanyanya lirih
" Kamu ada di Rumah Sakit Surabaya Za .... sebentar ya saya kabarin keluarga kamu dulu ...." ujarnya kemudian, Zahra hanya mengangguk
Setelah mengabari Rara, Dokter Arif menemaninya sampai pihak keluarganya datang. Kakek Zaky, Rara dan sahabat Zahra pun datang. Mereka mengucapkan syukur Alhamdulillah karena kembalinya Zahra di tengah-tengah mereka kembali. Kakek Zaky langsung memeluk cucunya itu, sambil menciumnya dan berkali-kali mengucap syukur. Begitu pun dengan Rara dan sahabatnya yang berurai air mata suka cita.
" Za .... ayah dan bunda ...." ucapan Kakek Zaky menggantung di udara tanpa bisa menyelesaikan perkataannya.
" Za tau dan Za sudah ikhlas Kek ...." ujarnya tabah sambil memeluk Kakek Zaky.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE & KOMENTARNYA YA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPDATE CERITANYA.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Alan itu pintar tp bodoh...pintar nyelesaiin masalh kantornya tp bodoh dgn urusan rmh tgga nya....
ktnya Alan usianya sdh 30an tp kelakuannya kayak ABG labil...
bikin greget aj tuh sm sifatnya Alan....
pengen deh getok kepalanya pake ulekan sambel.....😡😡😡
maaf yaa Thor... 🙏
Bisa memaparkan pasal" nya secara detail...
hingga kita jg para pembaca bisa tau ttg pasal" dan hukum nya....makasih Thor....Aq syukak karyamu
lope U Thor....😍😍😍