NovelToon NovelToon
Perfect Billionaire

Perfect Billionaire

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Tamat
Popularitas:531.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: sofy adisty

Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.

Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.

Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.

Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.

Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8.

Telfon berdering beberapa kali namun Venter enggan menjawabnya. Itu pasti panggilan dari keluarganya. Yang pasti ia tidak mau mengangkatnya. Venter pun mematikan ponselnya begitu saja.

Cklek'

"Daddy!" teriak Alvaro sambil berlari memasuki ruangan Venter.

Venter menoleh dan tersenyum. "Dimana kembaranmu?" tanyanya.

"Alano sedang bersama Mommy," ucap Alvaro.

Venter memangku tubuh Alvaro. "Begitukah? kenapa kau tidak ikut?" tanyanya.

"Aku ingin bersama Daddy," ucap Alvaro.

Venter tersenyum kecil. Ia mengusap rambut Alvaro. Sayang sekali ia tidak melihat tumbuh kembang putranya dari awal jika ia lihat mungkin dirinya tau bagaimana rasa menjadi seorang ayah dari awal.

Pintu terbuka menampilkan Nick yang datang dengan beberapa dokumen di tangannya. "Aku kira kemana satunya lagi teryata disini," ucap nya sambil menatap Alvaro.

"Ada apa?" tanya Venter.

"Ini, surat kontrak dari beberapa perusahaan. Mereka menawarkan kerja sama denganmu. Yah ini hanya pengalihan saja sebenarnya mereka ingin melihat seperti apa ahli waris Venson," ucap Nick panjang lebar.

"Tidak usah kau urusi itu. Lebih baik kau membuang nya. Dan urus saja yang lebih penting dari itu," ucap Venter.

Nick duduk di hadapan. "Ini penting tau," ucapnya.

Venter mendengus, ia mengusap rambut Alvaro.

"Dan kapan kau akan menikahinya?" tanya Nick.

"Secepatnya. Aku ingin besok juga tidak mungkin kan? Banyak yang harus di urus terutama keluargaku," ucap Venter.

Nick mengangguk setuju. "Yah, masalah keluargamu lebih utama," ucapnya.

...∆∆∆...

Ponsel milik Vee berdering, ia pun mengangkatnya saat melihat nama sang nenek disana.

"Halo nek? Maaf aku baru mengaktifkan ponselku," ucap Vee.

"Kamu harus kesini Vee. Kedai makanan mu akan di gusur anak pamanmu karena kau berhenti memberi mereka uang,"

"Apa?" Vee dengan nada terkejutnya membuat Venter menoleh. Pria itu baru saja memasuki kamar untuk memeriksa Vee di kamarnya.

"Nenek tidak bisa menghalau mereka Vee,"

"Aku akan segera kesana!" ucap Vee dengan tegas, ia pun mematikan ponselnya.

"Apa yang terjadi?" tanya Venter tiba tiba membuat Vee terperanjat.

"Aku harus pergi. Kedai makananku akan di hancurkan pamanku dan anaknya," ucap Vee bergegas namun Venter menahannya.

"Bagaimana kau akan mengurusnya?" Venter menatap wajah Vee.

Vee melepaskan tangan Venter. "Aku bisa. Karena aku biasa melakukannya sendiri," ucapnya.

Venter tersenyum tipis. "Begitu? Jangan sampai terluka," ucapnya.

Vee mengangguk cepat, ia bergegas. Yang ada di pikirannya sekarang adalah keadaan neneknya tidak lebih karena yang ia punya hanya neneknya.

Venter menatap punggung Vee yang sudah menjauh, ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Nick. "Bawa kedua putraku bermain. Dan jaga mereka, lalu kirimkan Liam untuk menjaga Vee dari jauh dan pastikan Vee tidak terluka," ucapnya.

"Satu goresan saja ada di tubuhnya. Kalian berdua yang akan mendapatkan ganjarannya!"

...∆∆∆...

Venter menatap dokumen di tangannya, semakin dia baca nalurinya semakin memanas. Rasanya ia ingin membakar dokumen tersebut.

"Seperti yang kau baca. Vee sebatang kara dia hanya tinggal bersama dengan neneknya," ucap Nick.

Venter kembali membaca dokumen tersebut tak lama kemudian dia meremukan dokumen dengan rahang mengetat bahkan tangannya menggenggam erat dokumen tersebut.

"Jadi selama tiga tahun, Vee membuka kedai?" tanya Venter, Nick membalas dengan anggukan kepala.

"Dan hasilnya di bagi dua dengan pamannya begitu?" Nick hanya diam menatap Venter yang sedang menahan emosinya.

Venter memejamkan matanya sambil mengatur nafas agar emosinya tidak meledak.

"Bagaimana pendapatmu?" Nick menatap bingung saat Venter bertanya seperti itu.

"Apa? Pendapat apa yang kau maksud?" tanya Nick.

Venter bangun dari duduk nya, ia pun menatap keluar jendela. "Pendapat bagaimana jika aku menghilangkan pamannya dari pandangan Vee tanpa membunuhnya atau aku langsung menghabisinya di tempat. Bagaimana menurutmu?" tanyanya.

Nick meringis, itu bukan sebuah pilihan kan? Pilihan antara hidup dan mati. Antara hidup sengsara atau hidup melarat.

"Atau aku buat dia tidak bisa menatap Vee bahkan sekedar mengangkat kepala saja dia tidak akan mampu. Ide bagus bukan Nick?" ucap Venter sambil menyeringai.

Nick menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Yah lebih baik dari pada mati kan?" ucapnya.

Venter mengangguk, ia pun bergegas pergi. "Ayo, aku harus menjemput wanitaku. Takut sentuhan mereka membuat kulit Vee iritasi," ucapnya.

Nick terkekeh, begitulah Venter. Mulut tajam, hati yang kejam. Bahkan tidak bisa membandingkan lawannya wanita atau laki laki.

Nick menggelengkan kepalanya. "Hanya lembut kepada Vee. Bayangkan betapa beruntungnya wanita itu,"

...∆∆∆...

...TBC...

1
Erlinda
aneh si venter ini bukan nya menyelesaikan masalah keluarga terlebih dulu malah sibuk dengan perasaan nya ..terlalu lebay dan ga cocok dgn gelar nya diawal cerita
Yuli Yanti
aq mamfir lgi thor
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita yg sangat bagus 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter 🤦‍♀️
Bundanya Pandu Pharamadina
perbuatan cucu mu kek🤭🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter sultan mah bebas, beli apapun tinggal perintah dan tunjuk
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter gercep juga 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
berjumpa dgn Ayahnya si kembar kah 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita bagus... sat set sat set langsung mengena pada intinya 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorite
👍❤
imhe devangana
pasti zen & ghea berhnti sejenk bernafas krn mendengr venter berbicara
imhe devangana
zen dkk klian tenang sj krn yg akan masuk itu pawangnya tuan venter
imhe devangana
😂😂😂😂😂
imhe devangana
membuat marga baru 👏👏👏 Venter tdk ada lawan.
awesome moment
sequelnya udh rilis kah?
sofy: belum sayang
total 1 replies
meimei
kewrenn
meimei
kewrennn
Leli Robiati
katanya tamat tapi blm tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!