NovelToon NovelToon
Aku Dan Rahasiaku

Aku Dan Rahasiaku

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / One Night Stand / Karir / Cintapertama / Tamat
Popularitas:104.2k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Menceritakan tentang seorang wanita berusia 25 tahun yang memiliki 2 pekerjaan yang bertolak belakang. Pekerjaan yang sepertinya hanya bisa dilakukan oleh wanita tersebut. Sebuah pekerjaan yang memiliki resiko tinggi jika terungkap salah satunya. Dibalik itu semua, dia memiliki alasan kuat kenapa memilih untuk melakukannya.

"Layani aku, atau aku sebar rahasiamu."

Hanya suara desahan dan erangan kenikmatan yang terdengar di sebuah kamar yang minim penerangan. Seorang wanita berusaha keras memuaskan sang dominan. Mereka memang menyatu, tetapi mereka melakukannya demi tujuannya masing-masing. Kepuasan dan uang.

Bertahun-tahun wanita itu menjaga rahasianya. Tetapi seiring berjalannya waktu, apa yang dia jaga mulai terungkap satu persatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 - Pura-pura

Srekk!!

"Apa yang Tuan lakukan!!" pekik Zendaya. Semalam setelah permainan kasar yang di berikan oleh Sean, pria itu langsung saja mengunci pintu kamar tamu yang mereka gunakan. Itu semua Sean lakukan agar Zendaya tidak bisa pergi dari apartemen ini.

Pagi ini pria itu sudah kembali masuk ke dalam kamar. "Persetan dengan surat kontrak ini! Kau akan memuaskanku seumur hidupmu!" tegas Sean.

Zendaya berdiri dari duduknya di atas kasur dan menghampiri pria itu. Tubuhnya belum memakai sehelai benangpun. "Aku bukan budak nafsumu!" ujar Zendaya dengan nada dingin.

Memang benar niat awalnya adalah mendekati dan memiliki pria itu. Tetapi ketika dia mendengar dia harus melayani pria itu dalam artian hanya sekedar wanita penghibur, tentu saja dia tidak terima. Dia ingin memiliki pria itu seutuhnya.

"Hidupmu akan terjamin jika menjadi pemuas nafsuku. Pundi-pundi uangmu akan bertambah banyak. Kau tidak perlu menjajakan tubuhmu untuk pria lain. Hanya cukup layani aku. Menyenangkan, bukan?"

Menyenangkan matamu!

Zendaya rasanya ingin menampar wajah tampan pria di hadapannya ini. Apakah dirinya kelewat batas jika dia ingin cinta dari pria ini? Pria yang berhasil mencuri hatinya? Pria yang dia berikan kehormatannya dengan cuma-cuma? Lagipula pria ini juga tidak memiliki pasangan. Dia ingin mendapatkan haknya kembali.

"Kenapa Tuan tidak mencari wanita lain yang dengan sukarela mau melayani Tuan seumur hidup? Saya juga memiliki kehidupan, saya juga ingin menikah dengan pria yang saya cintai!" ujar Zendaya. Kali ini bukan akting ya, ini murni dari hati kecilnya.

"Menikah? Untuk apa menikah jika hanya untuk mengangkang secara cuma-cuma juga pada akhirnya," balas Sean dengan tenang. Pikiran pria itu juga berkecamuk, semua itu keluar begitu saja dari mulutnya. Dia sudah terlanjur menyukai servis dari wanita ini. Dia tidak akan melepaskannya begitu saja.

Zendaya yang mendengar itu tertawa sumbang. "Cuma-cuma? Setidaknya ada rasa cinta di dalamnya. Bukan hanya sekedar memuaskan nafsu binatang seseorang."

Sean mulai tersulut dengan ucapan Zendaya. "Sepertinya kau melupakan apa pekerjaan dan tugasmu sebenarnya."

"Apa Tuan mencintaiku?" Zendaya tidak sadar kalimat itu keluar begitu saja dari belah bibirnya.

"Cinta?" gumam Sean. Setelahnya dia tertawa keras hingga bergema di dalam kamar. "Rasa cintaku sudah mati dan terkubur bersama jasad istriku. Jangan mengharapkan cinta dariku. Aku tidak butuh cinta, apalagi dari orang sepertimu."

Kedua mata Ayana memanas mendengar rangkian kata yang diucapkan oleh pria dihadapannya ini. "Begitukah? Bagaimana jika aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku?"

Pesetan dengan kata formal yang selalu dia ucapkan. Dia menyadari dirinya memang wanita rendahan, tetapi bukan berarti orang lain bisa menghinanya begitu saja. Dia juga punya harga diri.

"Coba saja. Aku beri kau waktu 3 bulan, jika kau tidak berhasil meluluhkanku, kau akan menjadi budak nafsuku seumur hidup!" ucap Sean.

"Jika aku berhasil?!" ujar Zendaya dengan percaya diri. Ayolah, dia tidak akan menyerah begitu saja, dia akan melakukan segala cara untuk meluluhkan hati pria ini.

"Jangan terlalu percaya diri! Selama 3 bulan itu juga kau tetap harus melayaniku," ucap Sean. Ketika dia menyadari jika Zendaya hendak membuka mulutnya dia kembali berkata. "Tidak ada penolakan!"

Setelah mengucapkan itu, Sean keluar kamar begitu saja. "DASAR PRIA GILA!!" teriak Zendaya dan meraung di dalam kamar.

Sebenarnya pilihan yang diberikan oleh pria itu sama-sama menguntungkan bagi Zendaya. Dia bisa berada di sisi pria itu selamanya. Bedanya hanya ada cinta dan tidak, itu saja. Zendaya memang bodoh masalah cinta.

"Kau akan pulang?"

"Gara-gara kau aku tidak bisa mengajar hari ini!!" teriak Ayana dan menghentakkan kakinya dengan keras.

"Keluarlah dari sekolah itu. Tidak ada gunanya untukmu," ujar Sean dengan santainya. Harusnya pria ini sudah berangkat ke kantor, tetapi kenapa dia masih berada di rumah?

"Tidak!! Aku sudah susah payah agar bisa menjadi guru di sana, dan kau dengan mudahnya menyuruhku keluar?!"

"Apa yang kau cari di sana? Lebih baik kau fokus memuaskanku saja," jawab Sean.

Ayana mendekat ke arah Sean dan berdiri tepat di hadapan pria itu yang sedang duduk di atas sofa. "Kau tidak akan pernah mengerti apa yang sudah aku lalui selama ini. Tutup mulutmu, jika kau tidak tau apa-apa," balas Ayana dengan nada datar. Kemudian dia meninggalkan apartemen pria itu dengan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.

Setelah kepergian Ayana, Sean merenungkan kata-kata kasar yang dia keluarkan sejak tadi malam. Bukan itu niat dia sebenarnya, dia hanya belum mengerti bagaimana perasaannya yang sesungguhnya. Sean memang menyukai wanita itu, tetapi dalam tanda kutip hanya sebatas pemuas.

...****************...

Sampai apartemen miliknya, Ayana menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Memijat pelipisnya dan menutup kedua matanya. Pikirannya bercabang-cabang. Bukan seperti ini yang dia inginkan.

"Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat," gumamnya. Kemudian dia berdiri dan berjalan ke arah kamarnya. Semalam dia lupa meminum obat pencegah kehamilan.

Tak terasa malam sudah kembali menyapa. Ayana ketiduran sedari siang. Dia terbangun karena perutnya terasa perih. Dia belum memakan apapun sedari pagi.

Ayana segera menuju dapur dan mengambil roti sebagai pengganjal perutnya. Dia belum pergi berbelanja, jadi tidak ada stok sayur atau daging yang bisa dia masak. Mungkin dia akan pergi keluar untuk mencari makan.

Ponsel miliknya sedari tadi terus berbunyi. Ayana hanya mendengus kesal ketika melihat siapa yang melakukan panggilan. Sampai dia selesai mandi pun ponselnya masih terus berbunyi. Dengan kesal dia menyambar ponselnya yang berada di atas nakas dan menggeser tombol hijau.

"APA!!"

Sedangkan orang di yang menelepon Ayana menjauhkan ponselnya dari telinganya. Tak menyangka bahwa wanita itu akan berteriak. Dia adalah Sean, niatnya menelepon Ayana karena ingin mengajak wanita itu makan malam bersama di apartemennya. Tetapi ketika mendengar respon wanita itu yang sepertinya masih kesal dengannya, dia jadi ingin menggoda wanita itu.

"Tidak sopan sekali berteriak kepada, Tuanmu." Ucap Sean.

Ayana yang sedari tadi berkacak pinggang mendengus kasar. "Ada apa, Tuanku yang terhormat?" Ayana memutar bola matanya dengan malas ketika mengucapkan itu.

Sean terkekeh di ujung sana. Tentu saja dia menjauhkan ponselnya, agar wanita itu tidak mendengar suaranya. Dia berdehem pelan dan melanjutkan menggoda Ayana.

"Datanglah ke apartemen. Kau harus melayaniku!" Ucap Sean dengan senyum jahil yang menghiasi wajah tampannya.

Ayana melirik jam yang ada di atas nakas kamarnya. Ini baru saja pukul 7 lewat 28 menit, dan pria itu sudah memanggilnya kembali? Dia berpikir sejenak sebelum menjawab permintaan pria itu. Seperti mendapatkan ide cemerlang, Ayana tersenyum licik.

"Awhhh. Maaf Tuan, sepertinya, hah hah. Aku tidak bisa datang. Perutku terasa sakit. Awh," ucap Ayana dengan suara yang di lebih-lebihkan. Dia tertawa di dalam hati. Jika dia menggunakan alasan ini, pria itu pasti akan mengurungkan niatnya.

"Hei. Ada apa denganmu," jawab Sean dengan panik. Ayana membungkam mulutnya sendiri agar tidak kelepasan untuk mengeluarkan tawanya.

"Tuannn. Ahhh." Seketika Ayana mematikan sambungan telepon itu dan mengeluarkan tawa yang sedari tadi dia tahan.

"HA HA HA. Akhirnya aku tidak perlu melihat wajah menyebalkan itu," ucap Ayana setelah mengerjai Sean. Biarkan pria itu memuaskan dirinya sendiri, batinnya.

Sedangkan Sean dengan terburu-buru segera mengambil dompet serta kunci mobilnya. Dia juga tidak tau kenapa bisa khawatir dengan keadaan wanita itu.

Bersambung

1
Maria Christanti
sll semangat thor dlm berkarya.sy suka ceritanya.💪
Evi
gemesnya
Martha Amelia Susanti
Selamat Author,karyamu sudah end, semoga makin lancar dalam berkarya 👌🙏🏼
Sindy Puspita: Terimakasih sudah membaca dan memberikan supportnya kak🙏☺️
total 1 replies
Dwi Riska anggraini
aiihh ak maki. penasaran
Chai Kim
ceeitanya menarik.lanjutkan
Dwi Riska anggraini
sepertinya sky bukan ank sean,,
Chai Kim
ceritanya seru lanjutkan dong
Sindy Puspita: terimakasih sudah membaca, cerita ini udah tamat ya kak, kakak bisa baca maraton sekarang ☺️
total 1 replies
Luki Crot
ah aku ikut terharu
Luki Crot
ah terharu
Luki Crot
sukur beri pelajaran buat si sen itu biar tau rasa
Luki Crot
semoga cepat baikan
Chasanah Hidayah Nur
saya suka
Hinata Hafidzah
semangat trs untuk buat karya yg baruuuu...seruuu...bagus bgt ceritanya/Heart/
Kasiyah Kasiyah
hai kusuka ceritanya ,cerita yg lainnya pasti suka,,ayo tetap semangat utk karya2 nerikutnya
halimah abdul hayes
Boleh saman sekolah tu…sepatutnya hubungi ibu Bapa dulu sebelum membenarkan kanak2 pulang
Hinata Hafidzah
lanjut
martina melati
apakah nti sky menyadari penyamaran guruny
Aisyah Yuni Novita
kapan sean akan sadar ya thor??
Sindy Puspita: di tunggu ya kak, gak lama lagi kok☺️
Terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Sri Utami
kenapa Adiknya Sean ambisi banget ingin test DNA
Sindy Puspita: Mungkin ada sesuatu yang dia sembunyikan ☺️
total 1 replies
Gracevic Matantu
lanjut ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!