NovelToon NovelToon
Merebut Hatimu Kembali

Merebut Hatimu Kembali

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Romansa / Cinta Murni / Lari Saat Hamil / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Setelah menerima penolakan Shena yang memilih untuk hidup bersama pria lain, dunia Joe Mafarulls tentu runtuh hingga hancur lebih dari apa yang dirasakannya ketika dulu gadis itu pergi jauh akibat terlalu sering ia lukai hatinya. Joe berubah menjadi pria kaku nan dingin.

Kehancuran yang dirasakan Joe nyatanya tidak berhenti sampai di situ saja. Saat gadis yang dicintainya itu dalam perjalanan menuju bandara, ia terlibat dalam kecelakaan hebat dan nahasnya menewaskan semua orang. Kecuali Shena. Gadis itu mengalami luka yang cukup serius dan berujung koma.

"Aku bisa saja merebutmu dengan paksa dari laki-laki mana pun! Tapi jika Pemilik Kehidupan yang mengambilmu, aku bisa apa?" Adakah seseorang yang bersedia merangkul pemilik segenap luka yang melumuri jiwa hampa seperti Joe? Jikapun ada, apakah Joe akan menerimanya dan berpaling dari Shena?

Kisah ini merupakan sequel kedua dari "JARAK ANTARA DUA HATI"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09 - Rencana Dua Arah

Hari itu, tepat pukul 9 pagi di rumah sakit tempat seorang Shena Morghia dirawat, tepatnya di ruangan khusus yang sebelumnya dipersiapkan oleh Zoe untuk gadis tersebut nampak lebih ramai dan sibuk. Tim medis berikut Erlita yang bertanggung jawab merawat Shena selama 3 tahun lamanya sedang mempersiapkan kepulangan, atau pemindahan Shena dari rumah sakit ke rumah pribadi keluarga Mafarulls.

Tak butuh waktu lama untuk seorang Amelia Mafarulls mempersiapkan kebutuhan khusus untuk pemindahan seorang pasien dalam keadaan koma ke istananya yang dibumbui rencana licik dari seorang Erlita, Mama Amelia seolah buta jika saat ini dirinya telah diperdaya. Akal sehatnya seakan tertutup oleh rasa lelah dan jengah lantaran bertahun-tahun harus bersabar melihat sang putra tersiksa dengan keadaan yang tidak ada perubahan.

Setelah beberapa saat berlalu, seorang petugas ambulans datang membawa brankar pasien menuju ruangan Shena, sementara gadis dengan wajah pucat itu masih setia terbaring di ruang perawatan sudah tak lagi mengenakan pakaian rumah sakit.

Mama Amelia sendiri berdiri tak jauh dari brankar yang ditempati Shena, tangannya bertautan dengan wajah yang tegang. Tak bisa dipungkiri memang, hati terdalamnya mengatakan ini adalah keputusan yang kurang tepat,apalagi ia melakukanya secara diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga Shena, serta sang putra, Zoe Mafarulls yang saat ini masih berada di luar kota.

Wanita paruh baya itu sangat cemas sekaligus merasa bersalah terhadap semua orang, namun saat matanya menangkap kedatangan Erlita diikuti petugas ambulans tadi beserta sebuah brankar kosong, pikiran itu hilang seketika. Entah mengapa ia sangat percaya bahwa Erlita bisa selalu ia andalkan.

"Semua udah siap, Tan. Jangan khawatir, seperti yang udah kukatakan sebelumnya, Mbak Shena akan baik-baik aja karena aku akan merawatnya dengan sungguh-sungguh!" kata Erlita seraya menghampiri Mama Amelia, lalu meraih tangan yang masih saling bertautan itu.

Mama Erlita mengangguk diikuti senyum kecil di bibirnya, ia sama sekali tidak memiliki prasangka buruk apa pun pada gadis di hadapannya. Erlita adalah perawat ahli yang sudah mengenyam pendidikan di bidang keperawatan selama 4 tahun lamanya, kemudian gadis itu beberapa kali dipercaya oleh keluarga-keluarga tersohor untuk merawat pasien serupa seperti Shena. Semua informasi tersebut ia dapatkan dari teman sesama kalangan Ibu-Ibu sosialitanya ketika sedang berkumpul menghadiri arisan tahunan.

Lagipula, tim dokter yang selama ini menangani Shena sudah menjelaskan dengan rinci kondisi sang gadis saat ini, dan tentu saja Shena dalam keadaan yang belum stabil, kemudian sang dokter pun melanjutkan memberikan beberapa instruksi cara menangani pasien koma, agar keluaraga tidak langsung panik jika sesuatu tak diinginkan terjadi pada gadis itu..

"Sebetulnya, saya sangat menyayangkan keputusan Bu Amel. Tapi apa boleh buat, keluarga Mafarulls memiliki hak penuh atas pengobatan Mbak Shena." Dokter Andrew salah satu dokter ahli yang menagani Shena selama ini mulanya terkejut dengan permintaan dari ibunda Zoe yang tak lain ialah temannya sendiri, semua terjadi secara mendadak dan terkesan memaksakan. Entah apa yang ada di dalam pikiran wanita paruh bayu itu, Dokter Andrew ragu jikalau Zoe mengetahui ini semua.

Haruskah ia megkonfirmasi ulang kepada Zoe?

"Gak apa-apa, dok. Saya yakin Shena akan cepat pulih kalau ditemani keluarga selama 24 jam penuh, lagian nanti kan juga ada Suster Erlita yang akan jagain."

"Iya, saya dan tim juga berharap begitu. Tapi seperti yang kita tahu, pihak rumah sakit tidak akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada pasien," ujar Dokter Andrew kembali mengingatkan.

Saat itu, Mama Amelia mengangguk pelan tanda mengerti. Baginya, ini hal yang mudah. Pikrnya, ia bisa membayar dan mempekerjakan dokter-dokter ahli lainnya jika sampai ada apa-apa dengan Shena. Mendatangkan tenaga medis dari luar negeri pun ia sanggup.

Lain di Jakarta, lain pula di Yogjakarta. Zoe tiba-tiba menarik lengan Vivian, meminta izin sebentar pada kliennya kemudian berlalu dari sana. Diseretnya tubuh molek Vivian yang dibalut pakaian super ketat itu dipadu sepatu hak tinggi yang semakin menyiksa dirinya sebab Zoe menarik dirinya cukup kencang.

"Aw, sakit. Lepasin!"

"Diam!"

"Lepasin dulu tangannya, ini sakit banget!"

"Sialan!"

Dihempasnya tubuh Vivian hingga membentur dinding, Zoe sengaja membawa wanita di hadapannya ini ke lorong panjang menuju toilet hotel. Ia ingin memberi sebuah peringatan kecil pada sekretarisnya ini.

"Asshhh, sakiit, Zoe!" ringis Vivian menggenggam tangannya yang memerah akibat cengkeraman kencang Zoe.

"Jangan pernah main-main sama aku, Vi!" Zoe berdesis dengan sorot mata yang tidak bersahabat.

"Masalah perizinan gak sesepele itu, Zoe. Kalau kita bisa menggunakan jalan pintas dengan berpura-pura sebagai pasangan, kuyakin omku akan lebih cepat mengurus semuanya."

Kening Zoe mengkerut mendengar penuturan sang sekretaris. "Kamu ngigau, Vi? Aku gak butuh cara rendahan kayak gini buat ngurusin masalah kantor, ZM Company bukanlah perusahaan kecil yang akan goyah hanya karena masalah ini. Come on, Vivian!"

"Tapi kan gak ada salahnya, Zoe." Vivian mulai merengek dengan suaranya yang ia buat mendayu, perlahan ia mendekat ke arah Zoe lalu menyentuh lengan kekar laki-laki itu.

"Gak akan ada yang dirugikan juga kalau rencana ini kita jalankan, malah ini akan sangat menguntungkan bagi kita. Semua rencana pembangunan kita di kota ini ke depannya akan jauh lebih mudah, dan kamu gak perlu lagi repot-repot turun tangan. Omku yang akan handle semuanya, hem?"

Ujung mata Zoe tertarik ke bawah, menatap sinis pada Vivian yang tiba-tiba bergelayut di dadanya.

"Sejak kapan kamu anggap aku laki-laki bodoh, hem?"

Kedua tangan Vivian yang semula bertengger di lengan Zoe perlahan turun, lalu ia menarik diri memberi sedikit jarak dengan atasannya itu. Suara yang keluar dari mulut Zoe sudah mulai tidak bersahabat, terkesan datar dan dingin.

"Zoe." Vivian kembali merengek, wanita itu jelas telihat gugup. Akan tetapi, sekuat hati ia berusaha mengendalikannya. Ia tidak ingin rencananya berantakan begitu saja, sebab ini adalah langkah awal agar namanya bisa menggantikan nama wanita tidak berguna itu. Vivian bahkan sudah merencanakan rumor panas mengenai dirinya dan sang atasan hingga memenuhi time line di seluruh sudut kantor. Tujuannya hanya satu, Amelia Mafarulls. Ia ingin wanita tua itu menyadari keberadaannya.

"Berhenti pura-pura, Vi!"

"Maksudmu?" Kening Vivian merengut.

"Kamu menyukaiku?"

Pertanyaan spontan dari mulut Zoe seketika membuat Vivian dilanda kegugupan, tubuhnya panas dingin dengan tubuh gemetar. Apalagi ketika laki-laki di hadapannya mulai berjalan setapak demi setapak ke arahnya, ia disudutkan dan tak lagi bisa bergerak.

Kepala Vivian menggeleng, matanya menatap liar ke sana kemari, gadis itu menghindari tatapan memabukkan dari seorang Zoe Mafarulls.

"Jawab, kamu menyukaiku, kan?"

"Te-tentu, siapa yang ... tidak menyukaimu, kamu pemimpin yang baik dan ... atasan yang baik."

Zoe tersenyum miring mendengar jawaban dari sekretarisnya. Dengan tubuh sedikit merunduk, laki-laki itu kemudian berbicara, "Benar, aku adalah atasanmu. Maka bersikaplah layaknya seorang bawahan! Tahu diri itu penting, Vi!"

Mata Vivian membelo, pipinya memerah menahan malu. Ia baru sadar jika sejak tadi terus bicara tidak formal terhadap atasannya, tidak ada sapaan 'Pak' atau sejenisnya, padahal ini masih jam kantor. Ah, sial!

Dada Vivian naik turun, perasaannya campur aduk jika ia sedekat ini dengan laki-laki penuh pesona seperti Zoe. Entah mendapat keberanian dari mana, mata Vivian tiba-tiba terpejam kemudian semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Zoe.

1
Om Rudi
pertanda burung
Om Rudi
bau bau bajak laut namanya
Om Rudi
Vivian mah kucing, minta dielus
Om Rudi
Playboy Insyaf, hehehhehe
Om Rudi
semoga langgeng ceritanya
AnnaYoung: Pasti langgeng, Om, di NT. 😁
total 1 replies
Om Rudi
Joe kok jadi Zoe, Cantik? Bab 1 pakai Joe
AnnaYoung: Mulanya Zoe, aku mau ubah jadi Joe tapi malas kebanyakan. 😅
total 2 replies
Om Rudi
wadduh
Om Rudi
hahahaha banjir ini lho, khas nya Jakarta
Om Rudi
Om Rudi Hadir, Anna Cantik
AnnaYoung: Makasih, Om Rud. 🤩
total 1 replies
〈⎳🥑⃟HIATUS
Novel yang menarik ada manis-manisnya
Ada pedes-pedesnya
Ada pahit-pahitnya.
Nano-Nano memang.
Best-lah
〈⎳🥑⃟HIATUS
Untung menantu ibu baik. Coba kalau saya yang jadi Shena. Ibu udah saya buang ke kawah gunung.
〈⎳🥑⃟HIATUS
Istrinya Samuel 😂
Ya namanya bener sih
〈⎳🥑⃟HIATUS
Zoe anak pungut
〈⎳🥑⃟HIATUS
Heleh
〈⎳🥑⃟HIATUS
Nonton Exhuma
〈⎳🥑⃟HIATUS
Allahuakbar
〈⎳🥑⃟HIATUS
Kapan aku punya yang seperti itu? 😭
〈⎳🥑⃟HIATUS
Yeobo!
〈⎳🥑⃟HIATUS
Beliin aku juga Pak Zoe!!!!!
〈⎳🥑⃟HIATUS
Istrimu down Syndrome Pak makanya tantrum
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!