NovelToon NovelToon
Dendam Kesumat : Kasyaf

Dendam Kesumat : Kasyaf

Status: tamat
Genre:Poligami / Spiritual / Matabatin / Showbiz / Horor / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Dharris S

Dendam kesumat yang terselubung, mengintai sebuah keluarga. Tak ada yang sadar kalau mereka tengah diincar ajalnya. Sampai saat sang anak sulung pulang dari merantau.

Takdir membuatnya mewarisi kekuatan gaib dari leluhurnya. Namun takdir itu juga memaksanya untuk menjadi tameng hidup bagi keluarganya. Santet dan sihir keji silih berganti menimpanya.

Siapa sebenarnya yang menyimpan dendam kesumat itu? Dan akankah si anak sulung ini bertahan?

stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Dharris S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

reuni dengan adek

   “Mbak”

Tika muncul di ambang pintu kamar Icha. Tanpa menjawab, Icha memberikan isyarat perintah untuk Tika agar masuk saja ke dalam kamarnya. Tika masuk sembari menutup pintu kamar.

   “Tadi nggak nelpon mbak Adel, mbak?” tanya Tika.

   “Udah malem, Tik. Nggak enak ah, ganggu orang istirahat”

   “Yee. Orang mbak Adel yang mesen begitu. Entar dikira Tika nggak nyampein”

   “He he. Ya besok biar embak telpon aja, mbak Adelnya. Kasihan mbak Adel junior, kalo malem-malem diajakin jalan jauh. Mana ujan lagi”

   “Iya, deh”

Tika beranjak naik ke Ranjang, setelah selesai dirapikan oleh kakaknya. Icha justru tertegun. Dia menyebar pandangan ke seantero kamar. Sambil tersenyum dia menganggukkan kepalanya.

   “Kenapa, mbak?” tanya Tika.

   “Nggak ada yang berubah” jawab Icha.

   “Ya. Cuman Tika bersihin. Tapi nggak ada yang Tika rubah”

   “Makasih ya, dek”

   “Apa sih, mbak? Cuman bersihin doang, kok”

Icha tersenyum mendapati adiknya tidak mau menerima pernghargaan, bahkan sekedar ucapan terimakasih sekalipun.

   “Ibu kalo sakit, apa masih bisa bercanda begini, Dek? Apa nangis terus?” tanya Icha.

   “Itu yang Tika bingung, mbak”

   “Kenapa?”

   “Ibu kaya ngalah gitu lho, mbak. Kaya takut banget keilangan bapak. Kalo kata Tika sih, lepas aja! susah amat”

   “Hush. Ide macam apa itu? Kaya gitu bukan nyelesaiin masalah. Kan sumber masalahnya ada di perempuan itu”

   “Nah itu. Santet aja, kenapa?”

Icha terkesiap mendengar jawaban adiknya. Bicara santet, berarti bicara soal makhluk gaib. Icha jadi teringat tentang makhluk gaib yang pernah masuk ke dalam mimpinya. Bisa jadi, kalo bapaknya tidak jadi menikah lagi, kepergian ibunya akan diawali dengan santet atau semacamnya. Kalau dengan penyakit alami, pastinya akan sangat lama. Tidak mungkin tahun depan.

   “Mbak?” tegur Tika.

   “Hem?” Icha tersentak dari lamunannya.

   “Kok malah bengong?”

   “Ya embak lagi mikirin ide kamu itu”

   “Embak mau eksekusi ide Tika ini?” tanya Tika lirih.

   “Ish enggak, lah. Ngeri mainan kaya gitu tuh. Salah-salah, malah ngebalik ke kita”

   “Ah, kirain” keluh Tika.

   “Ya udah sih, dek. Nggak usah mainan kaya gitu-gitu. Lagian, udah sangat telat kalo kita main beituan. Mendingan kita pikirin jalan lain”

   “jalan lain gimana?”

   “Main cantik”

   “Hem?”

   “Fokus kita sekarang adalah ibu. Gimana caranya, kita harus bisa menjaga ibu supaya tetep bisa tersenyum, bercanda, tertawa. Kita bikin kondisi, seolah-olah nggak ada apa-apa. ibarat kata, ada bapak atau enggak, kita tetep bisa bahagia”

   “Mana bisa ibu bahagia tanpa bapak?”

   “Ya paling tidak, kita harus lebih ekstra sabar. Mau nggak mau kan kita juga harus nerima. Kita coba langkah ekstrim, kia berdamai sama bapak, sama istri barunya”

   “Ah. Ide apa itu?”

   “Biar ibu nggak senewen”

   “Embak tuh, yang bikin ibu senewen. Segala nyemplung ke laut. Emang kita keturunan putri duyung?” sahut Tika sambil tersenyum geli.

   “Kok tahu, sih?” tanya Icha kaget.

   “Maksud embak, waktu itu siapa yang ngasih tahu?” lanjutnya.

   “Awalnya ya nggak ada. Pas terakhir nelpon itu kan, embak banting hape tuh. Terus nggak bisa di telepon. Paniklah, ibu. Mau nelpon ke kantor embak, nggak ada yang tahu nomernya. Googling, dapet, nggak ada yang ngangkat”

   “Malem sih”

   “Itu dia”

   “Terus?”

   “Ibu nelpon bu Ratih. Kebetulan mas Budi lagi di Arjosari. Nah, mas Budi minta tolong temennya tuh, yang temennya bu Nungki”

   “Oh. Yang tugas di Tangerang itu?”

   “He eh”

   “Iya. Embak pernah ketemu juga”

   “Nah itu. Tapi sayang, sekarang kan dinas di Pacitan juga”

   “Terus?”

   “Ya disambungin ke Tangerang. Langsung dicari tuh, kata mas Budi”

   “Langsung ketemu? Jauh padahal dari kontrakan”

   “Itu dia. Info dari tangerang tuh, embak pergi naik taksi”

   “Oh. Ada yang liat, ya?”

   “Kali”

   “Terus?”

   “Nah, abis itu, info dari polisi sana, embak tuh terakhir terlihat, lagi berdiri di bibir tebing. Ada cowok tuh yang nyamper. Kata warga sekitar, dikira embak tuh lagi nungguin cowok itu. Makanya nggak ada yang respon. Eh tahunya embak badannya makin miring ke depan”

   “Terus?”

   “Cowok itu lari, mau megangin embak, tapi telat”

   “Tapi embak berasa lho. Antara sadar dan enggak gitu”

   “Iya. Info dari sono, cowok itu ikutan lompat. Meluk embak, gitu. Jatuh deh, dua-duaan”

Icha manggut-manggut sambil menghela nafas berat.

   “Untungnya cowok itu pinter renang. Jadinya, pas embak pingsan, embak bisa dibawa ke tepian”

   “Iya” sahut Icha sambil manggut-manggut.

   “Udah. Dibawa deh, embak ke rumah sakit”

   “Embak kenapa sih, kok bisa kaya gitu? Tika aja nggak kepikiran lho” tanya Tika.

Icha tak segera menjawab. Dia menatap mata Tika dengan lekatnya beberapa saat. Kemudian dia menghela nafas berat.

   “Embak kan nggak bisa dek, kalo harus marah-marah kaya kamu. Nggak bisa kalo disuruh meledak-ledak begitu” jawab Icha.

Tika tidak menyela. Dia diam saja menantikan kelanjutan kalimat kakaknya.

   “Udah nggak keitung kan, berapa kali embak ngomong pelan sama bapak, tapi bapak terus aja nggak mau dengerin. Ya marah sih, embak. Tapi embak bisanya cuman nangis. Embak takut kalo harus ngomong kasar sama bapak”

   “Lha yang terakhir itu?” tanya Tika.

   “Itu puncaknya, dek. Itu udah akumulasi dari sekian banyak kekecewaan yang embak pendam”

   “Maksudnya?”

   “Ya. Pertama, tentang kerjaan. Prestasi kerja embak selama dua tahun, yang sama sekali tanpa kesalahan, nggak dilihat sama sekali. Hanya karena tiga kesalahan beruntun di smester pertama tahun ini. Smester kedua, embak perfect lagi. Tapi nggak dianggep”

   “Karena kapal yang mesinnya mati di tengah laut itu ya, mbak?”

   “Ya. Emang itu yang paling fatal” jawab Icha.

   “Padahal embak selalu ngasih waktu buat perusahaan, jauh lebih banyak dari yang lain. Karena embak belum menikah, belum punya beban, dikirim kemana juga, embak nggak pernah nolak. Mau tiga bulan tanpa libur juga embak nggak pernah nolak. Mau tempatnya di pedalaman, di tengah hutan, aksesnya harus pake motor trail, jauh dari mana-mana, makan cuman sama garem. Di tengah laut, ombak ganas hampir nyapu geladak, harus puasa karena suplai makanan terhambat badai. Embak nggak pernah protes. Tapi itu semua nggak dianggep. Sakit tahu nggak sih?” lanjut Icha. Ada yang mengembang di pelupuk matanya.

   “Udah gitu, malemnya, sebelum kamu nelpon, “ icah menggantung kalimatnya. Tika jadi penasaran.

   “Embak liat cowok embak lagi mesraan sama cewek lain”

   “Ha?”

   “Iya. Cowok itu, yang nolongin embak. Itu kan cowoknya embak”

   “Kok bisa?”

   “Nggak tahu” jawab Icha. Dia menghela nafas terlebih dahulu, sambil merenung.

   “Ya, kali aja dia jenuh sama sikap embak. Nggak mau cerita, tapi sukanya sensi”

   “Ya harusnya ngertiin, dong? Masa nggak ngerti kalo ceweknya lagi ada masalah keluarga?”

   “Tahu sih. Mungkin salah embak juga”

   “Ya masa pelariannya dengan selingkuh? Kan putus dulu, bisa?”

   “Itu dia yang embak nggak ngerti. Tau-tahu, pas embak nyariin dia di tempat biasa kita mampir sepulang kerja, eh, dia lagi manja-manjaan sama cewek lain. Apapun alasannya, sumpah, itu sakit banget rasanya, dek”

   “Ya Alloh. Jadi itu yang bikin embak gelap mata?”

   “Waktu itu sih, belum. Embak cuman ngerasa kalo embak itu kaya berada di posisi ibu, di duain”

   “Eemm” komentar Tika pendek.

   “Puncaknya, ya pas kamu nelpon itu. Udah, ibarat bendungan, air yang masuk jauh lebih bayak dari yang bisa embak keluarin. Jebol, deh”

   “Iya. Tika juga kaget waktu embak ngomongin sejarahnya bapak. Terus yang bilang, ini terakhir kalinya bapak denger suara Icha, perasaan Tika udah nggak enak, mbak. Apalagi embak sampe ngumpat terus banting hape. Aduh, Tika yang pertama panik, mbak”

Icha hanya mengangguk-angguk saja. Air matanya meluncur, dan langsung dia seka.

   “Saat itulah, embak udah ngerasa, nggak ada lagi yang ngebutuhin embak. Ngak ada lagi yang mau denger suara embak. Rekan kerja, atasan, pacar, sampe bapak sendiri nggak mau dengerin suara embak. Embak udah down banget malem itu”

   “Ya Alloh. Tapi embak kok embak bisa kepikiran sampe segitu, sih?” tanya Tika.

Icha tidak segera menjawab. Dia menatap Tika beberapa saat, sambil mengingat-ingat kejadian malam itu.

   “Nggak tahu, dek. Embak juga bingung”

   “Embak nggak ngerasa gitu, diikutin sesuatu?”

   “Diikutin apa?”

   “Ya apa kek gitu”

   “Enggak. Emang kenapa? Kamu bisa ngeliat yang nggak keliatan, gitu?”

   “Enggak juga”

   “Terus?”

   “Ya, temennya bu Nungki tuh, bilang sama ibu. Ada warga pantai sana tuh, yang ngeliat, embak jalan ke bibir tebing tuh nggak sendirian. Ada cowok item yang nemenin embak. Tapi nggak semua orang liat”

   “Masa sih?”

   “Laporannya sih, gitu. Kata orang yang ngeliat itu, cowok item itu, kaya lagi ngajak embak ngobrol, gitu”

   “Astaghfirulloh. Jadi waktu itu, embak dipengaruhi setan?”

   “Kayaknya, gitu”

   “Kok nggak ada yang ngingetin embak?”

   “Ya mungkin karena yang ngeliat itu masih bocah, mbak. Masih tiga tahunan. Awalnya cuman nyeletuk aja, dia. Waktu orang tuanya bilang ada cowok yang nyamper, bocah itu bilang, ada cowok lain yang udah ngobrol sama embak sejak awal embak dateng”

   “Ya Alloh. Jadi cowok item itu beneran ada?” komentar Icha.

   “Emang embak tahu?”

   “Rumornya, sih. Kata tetangga-tetangga kontrakan, blok yang kita tinggalin itu, ada penunggunya, laki-laki, badannya item legam ngalahin orang kulit item”

   “Ya Alloh. Untung embak masih selamet” komentar Tika.

Icha tidak menjawab. Pikirannya melayang mengingat kejadian demi kejadian enam bulan yang lalu. Ada rasa menyesal, telah mengikuti amarahnya dan tidak mengucap istighfar.

1
Mulyati Wahyuni
ga smua org bs BHS Jawa EN inggris jdi biasa kan gunakan terjemahan di bwh nya agar pembaca novel LBH paham lgi
Dharris Tio: siap kakak. makasih masukannya
total 1 replies
Haidar Nurfadhillah
/Drool/
Dharris Tio: makasih kak. tunggu kelanjutannya ya
total 1 replies
Zayn at Thoriq
dah baca Ampe selesai... ZERUUU SEKALI.


ada kelanjutan nya gak????
Dharris Tio: makasih kak, udah baca karyaku. maaf nih, baru r5espon. aku lagi bikin lanjutannya kak. ditunggu ya!
total 1 replies
Kustri
widiiiih... tirtonadi, kota kelahiranqu
💪💪💪
Dharris Tio: deket dong. stay solo apa merantau kak
total 3 replies
Dony Ahmad Dony
ceritan sangat seru
Neni Afriani
bagus bgt
Ira_87
Menegangkan 😱😱😱😱
Dharris Tio: lanjutkan kak
total 1 replies
Chichie Spn
keren thor... bener2 menguras esmoni😂
Dharris Tio: makasih kak, udah ngikutin sampe akhir. mampir juga dong di karyaku yang lain
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahhhh kan tamat... katanya jgn kwatir masih bnyk lagi.. lha ini tiba2 dah tamat aja kk thor.. 😭😭😭😭😭😭
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : woalah gono tah its ok lah klo begitu
total 2 replies
Ayu KaWa
cerita yg sgt bagus.. 👌
Dharris Tio: terimakasih kak.

mampir juga dong, di judul yang lain.
total 1 replies
Afri
syukur lah berakhir bahagia .. walau ada amanah yg akan Icha jalani .. semoga ada kelanjutannya ya Thor
makasih atas cerita HEBAT mu
see u next time
😍😍😍👍👍👍👍
Dharris Tio: terimakasih kakak udah setia sampai akhir. aku lagi ngerjain terusannya kak. doain ya kak, semoga cepet kelar dan bisa post lagi
total 1 replies
Afri
itu s bulek Rini .. udah mati tetap ngeselin yaa , GK bisa legowo ..
makanya nyawanya d tahan SM demit sembahannya ..
jahat
Dharris Tio: iya. emang gitu dia. ngeselin
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
gasken coy.. hayuk cha.. para raider g nyiapin amplop soanya mendadak gtu sih.. wkwkwkwkkk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : klo g di terobos kapan sampainya
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
waduhhhhhhh gitu jg kali
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : lha iyakah
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hayok.. kira2 bakal gmb knjuanya yah....
Erlina Arlena
tamat thor??
Dharris Tio: belum kak
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
waghh ending nya ok nieh... kira2 ada flashback g buat rini knp bs gosong dan hasan bisa gila... hayok kk thor bisa g ada partnya gtu...
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : wuoke2.. sip wis
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tak kiraiin segitu saktinya itu sekutu rini ehhh ternyata lebih hebat nyai.. hanya saja nyai biasa2 aja g di sombongkan kehebatanya.. sekarang gimana si rini.. apakah masih akan berlanjut utk membinasakan maryati atau hasan sndri... ahhh gmn yah
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : wis jan nek gono iku wis payah... jan2
total 2 replies
Dharris Tio
aduh. malem tahun baru malah ditodong
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wah makin seru ini bacanya tegang ampe giman peraasan gtu.. ngeriw sedap deh yakin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!