NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Paranormal

Sistem Kekayaan Paranormal

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College / Tamat
Popularitas:310.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

IG : al_orchida66

Julian sedang mengamen di sebuah perumahan ketika dituduh mencuri ponsel genggam salah satu warga, ia dipukuli preman kampung setempat hingga sekarat.

Julian yang miskin, yang kenyang dengan penghinaan dan bullying, akhirnya mendapatkan sebuah sistem untuk merubah hidupnya.

Alih-alih mendapatkan sistem menjadi superhero atau pemain sepak bola hebat seperti di film-film, Julian justru mendapatkan sistem kekayaan dengan cara menjadi paranormal.

Mari simak kisah Julian hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Buka Praktek

Pagi berikutnya, Julian berpamitan pada Bu Rosidah untuk mulai tinggal di ruko yang sudah disewanya. Tidak banyak barang yang dibawa Julian dari kamar lamanya. Tas punggungnya pun hanya berisi beberapa pakaian dan barang pribadi. Gitar adalah benda wajib yang tidak bisa ditinggalkan Julian.

“Bu, aku berangkat sekarang ya?” Julian mencium tangan Bu Rosidah yang memasang wajah sendu dari sejak sarapan bersama.

“Ibu akan melihat tempat tinggalmu secepatnya. Kamu baik-baik di sana, jangan lupa makan dan selalu jaga kesehatan!”

“Aku sudah dewasa, Bu! Jangan dianggap seperti anak kecil, aku pasti tidak akan lupa makan dan menjaga kesehatan,” kata Julian menenangkan.

“Tapi kamu bakal tinggal sendiri di sana, Julian! Jujur saja ibu khawatir,” ucap Bu Rosidah sambil memegang kedua bahu putranya.

Julian menghembuskan nafas panjang, “Cepat atau lambat aku memang harus keluar dari panti, Bu! Aku butuh bekerja untuk membiayai diri sendiri dan juga ibu. Kalau aku tetap di sini aku tidak bisa menghasilkan uang banyak.”

“Kamu harus tetap pulang ke sini walaupun seminggu sekali!” pinta ibu panti.

Julian tersenyum lebar, “Pasti, Bu! Anggap saja mulai sekarang aku sedang merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik.”

“Ya, ibu juga khawatir kalau kamu tetap tinggal di sini malah jadi masalah untuk preman-preman kampung. Mereka pasti akan mengintimidasi kamu karena sudah merasa menang. Ibu tidak mau kamu terluka,” tukas Bu Rosidah menutup pembicaraan.

“Sebenarnya aku bisa saja membalas dendam pada mereka, tapi aku masih punya hati, Bu! Mereka hanya pekerja bayaran, melakukan hal tercela mungkin untuk makan keluarganya. Aku berangkat, doakan aku selalu, Ibu!” Julian memeluk Bu Rosidah sesaat baru melangkahkan kaki keluar kampung.

Sampai di lokasi, Julian melakukan persiapan sendiri. Menyapu dan menata tempat prakteknya agar tampak bersih dan rapi. Sebagai sentuhan akhir, Julian menyemprot ruangan dengan pewangi udara beraroma terapi.

“Mbah, kira-kira bisa tidak kalau kita pasang penglaris? Biar banyak orang yang datang berobat atau meminta bantuanku,” tanya Julian sambil menyandarkan punggung ke kursi kerja ala direktur di ruang prakteknya.

[Sistem akan mendatangkan lebih banyak misi setelah level paranormal Tuan mencapai diamond. Untuk sekarang, Tuan masih belum cukup banyak memiliki ajian, kemampuan paranormal pun masih belum bisa dikategorikan sebagai dukun sakti.]

“Jadi aku harus bersabar ya, Mbah? Tadi aku mikir kalau semakin banyak pasien maka misi juga semakin banyak dan aku lebih cepat dapat uang. Aku ingin merelokasi penghuni panti ke tempat yang lebih layak, Mbah! Aku juga ingin kuliah di universitas ternama. Selain dua hal itu, aku ingin punya investasi jangka panjang untuk diriku sendiri. Aku bosan hidup susah, Mbah!”

[Seperti yang pernah sistem janjikan, Tuan akan berada di puncak kekayaan dan kejayaan pada waktunya. Menjadi dukun muda, sakti dan tentu saja kaya raya.]

“Statusku yang terbaru bagaimana, Mbah? Oh ya aku lupa mengucapkan terima kasih untuk hadiah misi kemarin. Aku belum pernah pegang uang lima puluh juta loh mbah seumur hidup!”

>Sistem Kekayaan Paranormal<

[Status]

[Nama : Julian El Sandi]

[Umur : 18 Tahun]

[Level Paranormal : Bronze]

[Kekuatan : 32]

[Ketahanan : 27]

[Kepandaian : 35]

[Ketampanan : 72]

[Pesona : 50]

[Keberuntungan : 25]

[Kemampuan supranatural : 19]

[Kemampuan khusus : -]

[Dana : 81 juta]

[Misi 5 : Berhasil]

[Hadiah : Sejumlah uang dan penambahan poin]

[Hadiah misteri : Ajian Semar Mesem, Ajian Bolo Sewu, Ajian Kluntung Wesi]

[Hadiah spesial : Kemampuan melihat kegaiban]

[Misi 6 : Belum tersedia]

[Sistem pemandu : Mbah Jambrong]

“Ajian kluntung wesi?”

[Kluntung wesi adalah ilmu kebal dari segala macam senjata tajam. Bisa dikatakan ini adalah ilmu keselamatan. Semua ajian yang Tuan miliki sekarang memiliki keampuhan sekitar 20%, keampuhan akan naik mengikuti level paranormal.]

Julian berpikir sejenak, lalu manggut-manggut memahami. “Ampuh 20% saja aku sudah bisa menyelesaikan misi, bagaimana jika sudah sempurna?”

[Semakin lama, musuh yang Tuan hadapi juga semakin sulit. Sistem selalu memilihkan misi sesuai dengan kemampuan Tuan.]

“Oh begitu … jadi kasus yang kemarin-kemarin aku tangani masih termasuk garapan dukun santet level remahan rengginang ya, Mbah?” tanya Julian serius. “Eh sebentar mbah, lanjut nanti lagi, sepertinya aku ada tamu!”

Julian mempersilahkan seorang pemuda yang menjadi tamunya masuk ke dalam ruangan.

Sepertinya aku butuh asisten di dalam ruangan ini. Sedangkan di depan butuh tukang parkir, OB, security dan mungkin resepsionis? Setelah satu minggu buka praktek, aku memang harus mencari pegawai agar tidak mengerjakan semuanya sendiri.

“Ada keluhan apa, Mas?” tanya Julian ramah. Tidak berbasa-basi karena itu bukan gayanya.

“Inti permasalahan saya adalah tidak kuat belajar ilmu kesaktian dengan menggunakan kekuatan jin, Mas! Aaarrrgghh … saya kalau kumat seperti ini, sakit dan gi-la! To-tolong!”

Pemuda di hadapan Julian langsung terbanting ke lantai dengan sendirinya, dalam posisi tengkurap, kesurupan dan bersuara seperti kakek-kakek. “Siapa kau berani ikut campur urusanku? Hahaha … kau tidak akan mampu mengeluarkanku dari tubuh pemuda ini, Bocah! Dia sendiri yang mengundangku datang untuk meminta kesaktian.”

[Misi terpicu karena kondisi tamu tuan rumah. Misi 6 : Mengeluarkan jin dari tubuh pemuda pasien tuan rumah. Waktu untuk menyelesaikan misi : 10 menit.]

Julian tidak membutuhkan penjelasan lagi dari sistem, ia segera saja memusatkan seluruh energi supranaturalnya ke tangan. Julian juga menggunakan kemampuan spesial melihat makhluk gaib untuk menemukan bagian tubuh yang menjadi tempat tinggal utama jin.

Setelah mendapatkan pandangan gaibnya, Julian memindai tubuh pasien yang bergerak gelisah meski terus tertawa dengan sombongnya. Selanjutnya, Julian mengunci pergerakan pasien dengan menduduki kedua pahanya. Julian menyingkap kemeja yang dipakai si pemuda kerasukan hingga kulit punggungnya terlihat.

Julian menatap lekat punggung bagian bawah pasiennya yang berdetak samar. Ia pun melihat penampakan jin buruk rupa bersembunyi di sana. Julian secara reflek langsung menekankan telapak tangannya, mengalirkan seluruh energi supranatural ke tubuh pasien untuk menyakiti jin tersebut.

Suara teriakan keras pasiennya berlangsung tak lebih dari lima menit. Pemuda itu mengeluh sakit di seluruh badan setelah Julian melepaskannya. Punggungnya serasa dibakar oleh telapak tangan Julian.

“Apa ini sudah selesai,” tanya si pasien.

“Sudah, tapi jangan sekali-kali kamu memanggil jin untuk mendiami tubuhmu lagi. Itu bisa berakibat fatal!”

Pemuda yang menjadi pasien Julian lalu bercerita panjang, bagaimana awal mula ia menjadi seorang mediator hingga akhirnya jin yang dipanggil justru tidak mau keluar dari tubuhnya. Pemuda itu berterima kasih dan menyelipkan amplop pembayaran ke tangan Julian sebelum pulang.

[Misi 6 berhasil. Hadiah uang lima puluh juta rupiah telah dikirim ke rekening Tuan.]

Julian menutup tempat praktek setelah hari menjelang sore. Hanya ada satu pasien di hari pertama buka. Ia pun memilih mengistirahatkan diri dalam kamar barunya.

Yeah, pasien hanya satu hari ini. Tetap bersyukur dan berpikir positif, Julian! Lima puluh juta bukanlah uang yang sedikit ….

Malam hari, Julian pergi lagi ke kafe tempat Topan bekerja. Ia berharap bertemu lagi dengan gadis belia yang memiliki kemiripan dengan foto ibunya.

Di kafe, Julian menghabiskan waktu hampir tiga jam untuk menemani Topan bermain musik, bernyanyi dan akhirnya mengobrol. Tapi waktu yang dibuang Julian ternyata tidak sia-sia, Julian bertemu lagi dengan gadis belia itu.

Namun, Julian yang tidak punya keberanian untuk mendekat hanya menunggu kesempatan dan keajaiban. Larut malam, gadis itu beranjak pulang. Julian mengikuti langkah si gadis sampai parkiran, berharap ada kesempatan datang padanya untuk sekedar menyapa dan berkenalan.

Beberapa berandalan mabuk yang berkeliaran di parkiran mendekati gadis belia yang diikuti Julian. Mereka berusaha mengganggu dan melecehkan si gadis karena kondisi parkiran yang sudah sepi.

Gadis muda yang hanya sendirian itu berontak keras ketika salah satu berandalan memaksa memeluk dan mencium pipinya.

“Lepaskan gadis itu!” perintah Julian lantang, berani dan dingin. Kedua tangannya sudah mengepal di sisi badan dan mulutnya mendesiskan mantra ajian bolo sewu.

***

1
Ria Maulida
Kereen
Yuu Puttichai Kasetsin
ini sama kaya Elzero ap bukan kak? kl Elzero nama pemandunya mbah gondo, musuh NY mbah jambrong, mbah wereng sama mas bambang
Yuu Puttichai Kasetsin: kirain sama Al orchida dan El orchida. AQ download aplikasi ini karna info dari komen author di aplikasi fizo kak. karna penasaran kisah panji kak, nongol di cerita elzero, Shaka n Sadewa soalnya🤣🤣
total 3 replies
.
Good recommended 👌
.
Menu makanan juga ganti pasti, nggak sering lagi oseng kangkung dan tempe setipis silet wkwkwkwk
.
Sekedar adek cukup lah Laiii, soalnya hati Jull msh diisi Marsha
.
jangan lupa bayar pajak kekayaan Jull
.
bisa dikatakan Danyang itu saksi kunci disetiap kejadian kali ya.
.
Nyoman Paul sekarang nggak cakep lagi, machoan Rony Parulian wkwkwkwk
.
brarti klo pacaran sama yg lebih muda orientasinya apa? happy happy gitu Jull?
.
Harga diri akiaki yg nggak mau terkalahkan Jul, alasan nya. masa aki aki udah bnyk umur kalah sama dukun newbie 😂 gengsi lah
.
keknya dari semua misi, misi 14 ini durasi waktu nya yg paling lama.
Fatkhur Kevin
jgn batu bata. batu Kombong sja
𝖓𝕯o🕷
ada2 aj, ide buat cerita Thor. kek gaya vintage. tradisional dengan interlokal. tapi syukaaaa.. hehe..
Diana Dwiari
ini paranormal si elz kah?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: elz alias el zero kisahnya ada di fiszo kak, sistem kekayaan dhukun milenial judulnya🙏
total 1 replies
Diah Susanti
kalau aq, alhamdulillah masih mampu beli ayam walaupun jarang
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Joyful/
total 1 replies
Diah Susanti
aq pernah di beri ajian jaran goyang, trus aq praktekin ke mantan suami, tapi gak ngaruh apa apa. mungkin karena dapatnya instan tanpa ada tirakatan/semacamnya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk iya kah?
total 1 replies
Satrya Oy
memang paranormal Sableng...😁😁😁
Satrya Oy
Luar biasa
Felicia
ada kelanjutan nya ga ?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: gak ada kak, klo mau baca cerita sistem karya al yg lain ada di fizso dgn nama pena yg sama, Al Orchida. terima kasih🙏
total 1 replies
Felicia
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!