NovelToon NovelToon
Zylvanca

Zylvanca

Status: tamat
Genre:Mafia / Teen Angst / Romansa / Roman-Angst Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: RR

Ketika seorang gadis yang hidupnya hanya untuk membalaskan dendam kematian keluarganya, tapi hati gadis itu ditakdirkan untuk mencintai pembunuh keluarganya. Akankah gadis itu memilih memaafkan pembunuh keluarganya atau terus pada tujuan utamanya yaitu balas dendam? Ikuti keseruannya yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Zylva berjalan ke arah rooftop karena tahu gadis itu pasti lari ke rooftop setelah mendapatkan kejutan darinya tadi. Dan ya, benar Lucy memang ada di rooftop sedang menangis. Tapi tidak ada Raka disana.

"Ckckck kasihan. Queen bullying nangis." ucap Zylva mengagetkan Lucy.

"Ngapain Lo?!" tanya Lucy nyolot dengan mata yang masih sembab.

"Dimana cowok Lo? Gak peduli ya sama Lo? Ups"

"Pergi Lo! Jangan ganggu gue!" sentak Lucy.

"Untung cuma paku di kue. Bukan dikirim ke perut Lo." ucap Zylva.

"Harusnya pelakunya naruh paku di dalam perut Lo sekalian kali ya. Biar tobat." imbuhnya.

"Lo kan pelakunya?!" terka Lucy dengan tepat.

Zylva menaikkan alisnya sambil tersenyum miring. Memang tebakannya tepat. Tapi Zylva tidak akan sebodoh itu dan mengakui kalau itu memang perbuatannya.

"Punya bukti?"

Lucy diam, karena memang dirinya tidak punya bukti. Tapi dia sangat yakin kalau Zylva yang melakukannya.

Zylva maju mendekati Lucy hingga jarak mereka terkikis. Gadis itu mencengkeram dagu Lucy dan menatapnya dengan tajam.

"Kalaupun tebakan Lo tepat, gue pastiin masih banyak kejutan lainnya buat Lo dan cowok Lo." ucap Zylva dengan nada bicara yang dingin.

BRAK! Pintu rooftop dibuka dengan keras. Ya, itu adalah Raka yang baru saja datang.

"LUCY!"

"Yah, ternyata masih peduli." ucap Zylva sambil melepaskan cengkeramannya. "Yaudah gue pergi ya. Lanjutin dramanya. Dah setan." sambungnya kemudian berjalan ke arah pintu turun.

Raka menatapnya sekilas kemudian langsung berlari menghampiri Lucy.

"Kamu gapapa?"

*

Disisi lain, di mansion saudara-saudaranya tersenyum bangga melihat ulah Zylva. Kecuali satu orang, Gibran. Cowok itu asik berjoget-joget di depan handphonenya.

"Lo bisa diam gak sih kampret!" semprot Reygan kepada adiknya.

Gibran melirik ke arah kakaknya, kemudian mematikan handphonenya dan menghampiri saudaranya yang lain. "Lagi ngapain sih? Serius amat."

"Lihat sendiri." ucap Varrel.

Gibran melihat ke layar laptop Matthew yang menampilkan rekaman CCTV di kantin dan di rooftop SMA Cempaka Putih.

"Njay, rencananya berhasil?" tanya Gibran sambil tersenyum lebar.

"Sejak kapan adek gue pernah gagal?" tanya Matthew balik.

"Hehe.."

"Raka gak akan tinggal diam kan kalau tahu itu perbuatan Zylva?" tanya Reygan.

"Hm, memang itu tujuan Zylva. Dia memang ingin memancing emosi Raka." sahut Varrel.

"Kenapa emangnya?" tanya Reygan.

Varrel dan Matthew menatap malas Reygan yang mendadak menjadi bodoh seperti Gibran. Ya nggak kaget sih, mereka kakak adik.

"Lo ketularan goblok Rey?" tanya Varrel dengan tatapan datar.

Seketika Gibran langsung ngakak menertawakan kakaknya. Akhirnya seorang Varrel meroasting kakaknya yang selalu julid kepadanya.

"Mampus! Salah sendiri julidin gue. Ketularan kan." ucap Gibran sambil tertawa.

"Oh, Lo ngakuin Lo goblok?" tanya Matthew.

Gibran langsung diam. Sialan baru saja nyukurin kakaknya eh sekarang dia sendiri yang kena roasting.

Melihat ekspresi Gibran, Matthew tertawa kecil. Cowok itu mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan singkat kepada adiknya.

*

Drt.. Handphone Zylva bergetar sekali. Yang menandakan ada pesan masuk. Gadis itu segera mengeceknya. Ya, itu adalah pesan dari kakaknya.

"Udah siapin sesuatu buat si Kampret?" isi pesan tersebut.

"Udah, tenang aja. Lo tinggal nonton dari rumah." balas Zylva sambil tersenyum kecil. Kemudian gadis itu menyimpan handphonenya kembali karena Jessy dan Amel menghampirinya.

"Eh, serius deh. Tadi bukan ulah Lo?" tanya Amel.

"Kalau ulah gue kenapa emang?"

"Yah, Lo mah gak asik. Ajak kita dong kalau mau ngerjain tuh cewek." Ucap Jessy.

"He'em, lain kali ajak kita ya." imbuh Amel.

Zylva menghela napas mendengar permintaan mereka berdua. Bukan karena apa. Dia senang jika ada yang membantunya. Tetapi ini bukan tenang dia senang dibantu atau tidak. Zylva tidak ingin kedua gadis yang tidak tahu apa-apa tersebut ikut terseret dalam problem yang dia miliki. Dengan sekali lihat pun Zylva juga tahu dua gadis di depannya ini mentalnya sangat lemah. Jika di bully oleh Raka dan Lucy sudah pasti mental mereka akan down. Tapi demi menjaga perasaan sahabat barunya tersebut Zylva hanya mengangguk mengiyakan.

"Hm, lain kali gue ajak."

"Eh, gue boleh nanya nggak?" tanya Jessy.

"Apaan?"

"Cowok yang kemarin keluar BK sama Lo itu pacar Lo?" tanya Jessy lagi. Ya, mereka kebetulan melihat Zylva berjalan bersama Matthew.

"Nah iya, gue kepikiran Mulu njer dari semalam. Cakep banget." ucap Amel.

"Bukan." jawab Zylva singkat.

"Woah, serius? Namanya siapa?" tanya mereka berdua kompak.

"Tanya ke dia aja sendiri." jawabnya. Zylva tahu bahwa Amel dan Jessy tertarik dengan kakaknya. Tapi dia menghargai privasi kakaknya. Cowok itu tidak suka informasi pribadinya diberikan kepada orang lain seenaknya.

"Yahh, Lo mah gitu. Serius kan bukan pacar Lo?" tanya Amel lagi.

"Bukan, kenapa? Suka?" terka Zylva dengan tepat.

Pipi Amel memerah hingga ke telinga. Membuat gadis itu terlihat sangat imut bagi yang melihatnya.

"Dikit sih." cicitnya.

"Good luck." ucap Zylva. Gadis itu sedikit kasihan dengan Amel. Dia tidak akan bisa meluluhkan hati kakaknya yang bahkan lebih keras dari pada batu.

Ya, Matthew memang tidak pernah menyukai gadis. Tidak pernah berpikir untuk pacaran, baginya perempuan itu merepotkan. Itu yang dia katakan pada Zylva ketika masih di Alaska. Dia hanya mau direpotkan oleh wanita-wanita kesayangannya. Mamanya, dan adik-adiknya. Zylva bahkan sampai berpikir kakaknya sudah belok karena sama sekali tidak tertarik dengan wanita.

Ditengah-tengah percakapan mereka. Tiba-tiba pintu kelas ditendang dengan kuat. Itu adalah Raka yang datang dengan amarah yang menggebu-gebu setelah Lucy mengadu kepadanya.

"ZYLVANCA!!" panggil cowok itu dengan suara menggelegar.

Semua siswa siswi di dalam kelas tersebut langsung berhamburan menjauhi mereka termasuk Amel dan Jessy. Lihat, itu sudah menjadi tanda jika mental mereka memang lemah bukan? Lupakan itu! Para siswa dan siswi ada yang bergerumbul mojok di belakang kelas, ada juga yang lari keluar kelas dan mengintip kejadian di kelas.

Lain halnya dengan Zylva. Gadis itu hanya duduk manis di bangkunya melihat Raka yang mengamuk di kelasnya.

Cowok itu mendekati Zylva kemudian mencengkeram kerah baju Zylva hingga gadis itu berdiri dari duduknya.

"Berani banget Lo ngelakuin itu ke Lucy?!" bentak Raka tepat di depan muka Zylva.

Zylva memutar bola matanya dengan malas. Gadis itu memegang erat pergelangan tangan Raka kemudian melepaskan cengkeraman cowok itu dari kerah baju seramnya.

"Udah gue bilang radius satu meter! Gue gak mau ketularan virus bunga bangkai!" ucap Zylva sambil membersihkan kerah bajunya yang baru saja dicengkeram Raka.

"Masalah Lo apa sih anjg sama cewek gue?!" tanya Raka dengan nada suara yang tinggi sambil menendang meja di sampingnya.

"Kepo banget."

"Berhenti gangguin dia atau..." Raka tidak melanjutkan kalimatnya melainkan diganti dengan todongan belati kecil ke arah Zylva.

Zylva tertawa mengejek melihat benda yang ditodongkan ke arahnya tersebut. "Belati murahan. Gak bisa buat nyayat lagi." ucap Zylva.

Cowok itu naik pitam. Tanpa ragu dia Raka menarik pergelangan tangan Zylva kemudian menyayat telapak tangan gadis itu. Zonk. Tangan gadis itu sama sekali tidak lecet. "Bagaimana bisa..." batin Raka.

"Kan udah gue bilang, pisau Lo itu pisau murahan." ucap Zylva. Kemudian gadis itu menarik kasar tangannya yang dipegang Raka dan merogoh sesuatu dari sakunya.

"Nih, gue tunjukin cara nyayat yang benar." ucapnya lagi lalu memegang tangan Raka dan mulai mengukir sebuah tulisan disana. Tes.. tes.. tes.. sedikit demi sedikit darah menetes berjatuhan dari luka yang Zylva buat.

'KILLER'

Sebuah kata yang dia lukiskan di lengan Raka. Anehnya cowok itu sama sekali tidak terlihat kesakitan. Meringis saja tidak.

"Nice work.." ucap Zylva sambil melihat hasil karyanya yang terpampang jelas di lengan Raka.

***

Bersambung...

1
Vvirgo☆
extra part thorr
prist dapet reygan ya thor 😁✌
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: sok ambil😌
total 1 replies
jatuh cinta sama novel ini😩, crazy up thor 😁☝🏻
hohoh, 😌
Memang pengecut,,,, heh, setidaknya tunggu sampai bawahan lo dateng, malah di tinggalin itu mayat orang kesayangan lo.... kgak punya otak memang di Raka ini🤦‍♀️
hohoh, 😌
Lanjutkan kerjs kerasmu thor!!!
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: siappp
total 1 replies
hohoh, 😌
tidk up kah hari ini??
hohoh, 😌: gak sabar nunggu kelanjutannya 😋
total 2 replies
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
bagus
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
SELIR!!
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: Terserah mo oleng ke siapa aja, asal jangan ke list suami aku😊👍 cukup a'a Sunghoon:)
total 3 replies
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
PUNYA SAYA TITIK!! NO DEBAT
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: Ga nyampe gaplokannya 🤣✌️
total 3 replies
hohoh, 😌
bukanya Matthew ya yng memutuskan telepon nya
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: oh iya salah😭
total 1 replies
hohoh, 😌
gitu amat sih 😆
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
Gilang punya saya 😌
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎: ahh iya tau 😗
total 4 replies
hohoh, 😌
telinganya aja yang tajam, tapi bukan otaknya😆😆
hohoh, 😌
lanjut kak !...
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
yang di sensor itu "jalang"
hohoh, 😌
bukan cewek lagi itu mah 😆
hohoh, 😌
marah ko bilang bilang🤣
hohoh, 😌
nge-JJ?
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: tanya aja gapapa, uthor malah seneng kok kalau ada pembaca yang aktif berkomentar nanya ini itu😌
total 4 replies
hohoh, 😌
beuh😖
hohoh, 😌
Wah.... benar benar tak pandang Umur😌😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!