Spion off "Cinta dan Masa lalu"
Tekan Sub di pojok kiri atas ya, dan Follow akun Ig otor @Tantye005
Perjodohan? Hal yang mungkin dibenci banyak orang terutama anak remaja, tapi tidak dengan Ara yang sangat bahagia mendengar kabar tersebut dari orang tuanya.
Dijodohkan oleh Samuel adalah impiannya sejak dulu. Namun, ekspektasinya dalam sebuah hubungan sangat jauh dari realita.
Bukannya mendapat kebahagian, justru sakit hati yang Ara rasakan karena sikap Samuel yang kasar juga dingin.
Tatapan penuh kebencian selalu Ara dapatkan tanpa tahu apa kesalahannya.
Mampukah Ara tetap bertahan dengan Samuel? Ataukah memilih mundur karena lelah berjuang seorang diri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 9 - Tidak ingin kehilangan
Samuel menatap tajam gadis yang baru saja bertanya dengan nada tinggi. Tidak tahukah gadis itu kalau pertunangan yang dia bicarakan bersama orang tuanya akan dirahasiakan?
Samuel menghampiri gadis bernama Alana tersebut. Menyakiti seperti yang dia lakukan pada Ara? Tentu tidak karena gadis itu sangat dia sayangi, sayangnya menyebalkan.
"Lo nggak bisa tutup mulut, hm?" geram Samuel.
"Nggak bisa, soalnya kalau tutup mulut, bibir gue sering gatel!" jawab Alana tanpa dosa.
Gadis cantik berambut indah itu mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya, lalu melewati Samuel begitu saja. Alana menyerahkan undangan pada ke empat inti Avegas.
"Jangan lupa datang minggu depan di pertunangan Abang kutub gue," ucap Alana setelah itu berlalu pergi.
Kenapa undangan tersebut ada pada Alana? Karena Samuel tidak ingin membawanya sendiri meski dipaksa oleh maminya.
Laki-laki berwajah datar tersebut menatap kepergian Alana dengan rasa kesal. Keinginannya adalah tunangan diam-diam tanpa siapapun tahu, sebab tidak ingin Sagara ataupun Sasa mengetahui hal ini.
Dia melangkah cepat memasuki kelas tanpa menunggu teman-temannya yang lain. Sepanjang jam pelajaran dimulai, Samuel tidak mengeluarkan suara apapun. Tidak ada yang tahu kalau Samuel sedang marah, karena tingkah laki-laki wajah dingin itu tetap kaku walau tidak marah.
Jam 2 siang bertepatan bel pulang sekolah berbunyi, membuat pada siswa berhamburan keluar kelas begitupun dengan inti Avegas.
"Ck, masalah percintaan lo rumit juga ye," decak Rayhan lebih ke meledek daripada kasihan, namun Samuel tidak peduli sama sekali.
Dia menepis tangan Rayhan yang bertender dipundaknya.
"Bacot lo pada!" sahut Samuel.
Kini mereka ada di parkiran, lengkap dengan sang ketua yang tengah menunggu pujaan hatinya datang.
"Ka, kalau lo disuruh milih yang seiman atau kagak, lo milih mana?" tanya Rayhan yang bertujuan untuk menyindir Samuel.
Karena sampai kapan pun, Rayhan tidak akan merestui Sasa dengan Samuel, apa lagi Ara si gadis imut telah kembali.
"Gue nggak bisa milih karena hati sering kali berlabuh pada tempat yang nggak semestinya. Mungkin kita pengen yang seiman, tapi kalau hati menolak gimana?" tanya Azka balik membuat Rayhan mati kutu. Selain Samuel, Azka adalah sosok paling menyebalkan yang tidak bisa di ajak bercanda.
"Kayak kisah lo ya Ka? Jatuh cinta sama ibu ketua yang jelas-jelas ...."
"Ky!" tegur Dito membuat Ricky diam seketika.
Tidak ingin mendengar hal-hal konyol lainnya, Samuel segera meninggalkan lingkungan sekolah untuk menjemput sang punjaan hati.
Sepanjang jalan pikiran Samuel tertuju pada gadis imut yang sempat dia sakiti semalam. Berharap Ara tidak melakukan di luar keinginannya atau gadis itu akan benar-benar menyesal.
"Ck, dasar bodoh!" maki Samuel entah pada siapa, yang jelas itu menarik perhatian beberapa pengedara yang dia lewati.
"Mas Pacar!" Sasa melambaikan tanganya di depan sekolah SMA Taruna Bakti setelah melihat motor Samuel.
"Pulang?" tanya Samuel setelah membuka kaca helmnya.
Sasa mengeleng. "Aku mau jalan sama teman-teman dulu. Nanti pulangnya dijemput Abang. Oh iya, katanya kamu mau bicara sesuatu sama aku?" tanya Sasa dan di jawab anggukan oleh Samuel.
Laki-laki wajah dingin itu mengajak Sasa ke Cafe yang tidak jauh dari lingkungan sekolah setelah berpamitan pada teman-temannya.
"Mas pacar mau cerita apa? Soal postingan aku ya? Yang ngomong kita resmi jadian?" tanya Sasa sedikit takut karena mempublis hubungan mereka tanpa izin dari Samuel.
Namun, ketakutan itu menghilang ketika melihat Samuel mengelengkan kepalanya. "Lalu?"
"Jangan percaya ucapan seseorang selain gue dan Abang lo, bisa?"
"Kenapa?" bingung Sasa.
Samuel memutar otaknya lebih cepat lagi untuk mencari alasan yang pas. Dia melakukan ini agar Sasa tidak percaya kabar pertunanganya dengan Ara nanti.
"Karena gue nggak mau kehilangan lo," jawab Samuel.
Sasa tertawa sangat kencang mendengar hal tersebut. "Mas pacar takut aku pergi karena termakan omongon orang?" tanya nya. Dia meraih tangan Samuel. "Mas pacar tenang aja, aku cuma dengerin mas Pacar sama Abang. Jadi mau orang bilang Mas pacar tunangan atau menikah sekalipun, aku nggak bakal percaya."
knp bisa jd cewk manja dan lemot,