NovelToon NovelToon
Salah Lamar

Salah Lamar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:957k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kak Farida

Ramzi mencintai seorang gadis, dia salah satu anak Kiai Amar. Kiai Amar mempunyai 3 putri, putri pertama sudah menikah. Ramzi menyukai salah satu putri Kiai Amar yang belum menikah.
Niat untuk melamar diutarakan kepada sang Abi yaitu Kiai Afnan, mereka langsung menyegerakan niat baik Ramzi tersebut. Tapi sang Abi salah melamar, yang Ramzi cintai Ning Delisha, tapi sang Abi melamar Ning Inayah.

Apakah pernikahan mereka akan bahagia dengan diawali tanpa cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantu Rasa Anak Kandung

Setelah santriwati itu sudah ditangani dokter yang berjaga di rumah sakit tempat Inayah bekerja, ia dan Ramzi pulang ke pondok pesantren. Terlihat Inayah sangat lelah, ia menyandarkan kepalanya di jok depan, samping jok supir.

Inayah tidak mengatakan 1 katapun kepada Ramzi sejak ia pulang kerja, Ramzi melirik ke arah Inayah beberapa kali. Tanpa dia sadari bibirnya tertarik mengukir senyuman ketika melirik ke arah Inayah.

Inayah tertidur di dalam mobil. Sesampainya di pondok pesantren, Ramzi membangunkan Inayah.

"Ning...Ning Ina, sudah sampai," ucap Ramzi, menepuk pundak Inayah perlahan.

Inayah membuka matanya, lehernya terasa kaku karena kondisinya masih belum terlalu vit.

"Maaf Gus, aku ketiduran," ucap Inayah, sambil menatap Ramzi. Mata mereka bertemu dan saling bertatap pandang.

Inayah langsung memalingkan wajahnya, lalu ia segera turun dari mobil. Di susul Ramzi yang berjalan di belakang Inayah.

"Bagaimana Ina, santriwati yang tadi?" tanya Ummi Laila.

"Alhamdulilah Ummi, sudah ditangani oleh teman Ina yang berjaga tadi," jawab Inayah.

"Ummi sudah masak, kamu pasti sangat lelah karena pas kamu sampai, kamu harus mengurus santriwati yang sakit. Tubuhmu juga belum Vit, makanlah terlebih dahulu," ucap Ummi.

"Terima kasih Ummi, aku mau bersih-bersih dulu. Gak enak badan lengket banget," ucap Inayah.

"Mandinya pakai air hangat yah, jangan air dingin," ucap Ummi.

"Iya Ummi sayang, Ina akan mandi air hangat. Ina ke kamar dulu yah." Inayah berjalan menuju kamar untuk membersihkan dirinya.

Ummi menunggu di meja makan, tapi Inayah tidak kunjung keluar dari kamarnya.

"Ramzi, lihat istrimu di kamar. Ummi menunggu dia dari tadi. Kasian belum makan, dia kan belum sehat benar," titah Ummi.

Ramzi dengan malas, menuruti perkataan Umminya. Dia berjalan menuju kamar.

Tok tok tok

Suara pintu diketuk

setelah pintu diketuk barulah dia membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Terlihat Inayah sudah tertidur selepas salat isya, karena dirinya tertidur masih menggunakan mukena. Ramzi mendekati ranjang dan melihat Inayah dari dekat.

Kecantikan alami terlihat, Inayah tidak menggunakan make up saat tidur. Bulu mata sangat lentik, pipinya sangat putih bersih. Laki-laki normal pasti menginginkan untuk menyentuh perempuan yang sudah halal, jangkun Ramzi naik turun, melihat tubuh istrinya.

Ramzi menggelengkan kepalanya lalu dia meninggalkan kamar agar tidak mengganggu Inayah yang sedang tidur terlelap.

"Ummi, Inayah sudah tidur sangat lelap. Mungkin dia sangat lelah karena tidurnya saja masih memakai mukena," ucap Rizal.

"Ya Allah, mantu Ummi pasti kecapean banget. Yah sudah, Ummi letakkan lauknya di lemari dan kalau dia bangun dan kamu masih terjaga. Bilang lauknya Ummi letakkan di lemari. Siapa tahu malam-malam dia mau makan," ucap Ummi.

Ramzi hanya mengenggukan kepalanya. Dan ia kembali ke kamarnya, menggelar kasur lipat yang diletakkan di lantai. Ia menulis di secarik kertas pesan Ummi dan menempelkan di tembok dekat ranjang agar pas terbangun Inayah langsung bisa membaca pesannya itu.

Inayah terbangun, pukul 3.30 pagi. Dia menemukan secarik kertas yang ditempelkan di dinding.

"Astagfirullah, aku ketiduran," gumam Inayah.

Dilihat Ramzi sudah tertidur pulas, meringkuk di bawah karena udara saat itu terasa dingin. Inayah menyelimuti tubuh Ramzi. Saat tertidur tak ada raut wajah yang dingin dari Ramzi.

"Seandainya kamu mencintaiku, kamu tidak akan kedinginan seperti ini. Sejak awal aku melihat kamu, aku sudah jatuh cinta denganmu Gus tapi sayang setiap perkataanmu terhadapku membuat cinta yang tumbuh dihatiku berubah menjadi ketakutan," ucap Inayah lirih.

Inayah menyegerakan salat malam. Di bawah sajadah dia mencurahkan semua isi hatinya, menangis, dan memohon perlindungan kepada-Nya. Karena sesungguhnya manusia merupakan manusia yang sangat lemah dan lalai.

Selepas dia selesai salat malam, dirinya akan memasak di dapur. Ternyata ketika sampai di dapur Ummi sudah berada di sana.

"Kamu sudah bangun?" tanya Ummi.

"Maafkan Ummi, aku semalam ketiduran setelah salat isya. Ummi nungguin aku yah," ucap Inayah.

"Gak apa-apa, Ummi paham. Kamu pasti lelah banget. Hari ini biar Ummi yang masak, kamu istirahat aja," ucap Ummi.

"Ah Ummi bercanda, masa aku disuruh istirahat sedangkan Ummi memasak. Anak macam apa aku ini, gak deh Ummi. Lebih baik kita memasak bersama, oke Ummi sayang," Inayah memeluk Ummi Laila.

"Ya Allah Ummi jadi lebih sayang kamu daripada Ramzi. Kamu lebih perhatian daripada putra Ummi itu," ucap Ummi Laila.

Merekapun memasak bersama-sama, masakan lebih cepat selesainya ketika dikerjakan bersamabersama, ketimbang memasak sendiri di dapur. Sebelum subuh semua lauk pauk sudah selesai. Inayah bergegas untuk masuk ke kamar kembali. Ketika masuk ke kamar ternyata Ramzi sedang mengganti bajunya dengan baju koko.

"Astagfirullah..." Inayah langsung membalikkan tubuhnya. Karena Inayah melihat Ramzi bertelanjang dada dengan perut kotak-kotak.

Ramzi menyadari Inayah sedang berada di dalam kamar.

"Biasakan ketuk pintu dulu, sebelum kamu masuk ke kamar. Nanti kamu nafsu lagi melihat tubuhku," ucap Ramzi jail.

"Ndak akan nafsu aku sama kamu Gus, jangan ngadi-ngadi," ucap Inayah.

"Alah... tubuh atletis seperti ini, mana mungkin kamu ndak nafsu," ucap Ramzi, dia mulai berjalan mendekati Inayah dan menghadap di depan wajah Inayah.

Baju koko yang sudah terkancing, mulai di buka kembali kancingnya satu persatu di depan Inayah.

"Gus gendeng mau apa kamu? cepat kancingkan lagi baju kokomu," titah Inayah.

"Mau menunjukkan tubuhku, agar kamu nafsu," ucap Ramzi.

Inayah menutup matanya, tidak mau melihat Ramzi dengan kelakuan anehnya. Lama dia berdiri dengan menutup mata, suara Ramzi tidak terdengar lagi. Dengan keraguan ia membuka matanya perlahan-lahan. Ternyata Ramzi sudah tidak ada di kamar, ia sudah pergi ke masjid untuk salat subuh.

"Ya Allah, suamiku gendeng. Aneh tingkah lakunya. Gus kok aneh begitu, padahal Ummi dan Abi baiknya banget kenapa anaknya sangat gendeng, merinding aku dibuatnya," gumam Inayah.

***

Hari ini jadwal praktik Inayah hanya di Jam siang sampai sore, dia lebih santai sebentar. Dia pergi ke taman untuk menghirup udara pagi yang segar.

"Ummi...habis siram tanaman yah?" tanya Inayah.

"Iya, jadi seger-seger deh pohonannya." Inayah melihat Ummi selalu mengucek matanyanya.

"Kenapa matanya Ummi? kelilipan?" tanya Inayah.

"Mata Ummi seperti ada yang ganjel gitu, kalau kedip sakit. Seakan-akan di mata Ummi ada sesuatu yang melintang," jawab Ummi.

"Astagfirullah, Ummi sakit mata. Jangan dikucek-kucek Ummi nanti iritasi, aku ambil kompresan dulu." Inayah mengambil air hangat dan handuk untuk mengompres mata Ummi. Dia menuntun Ummi agar bisa tiduran di sofa.

"Aku kompres mata Ummi yah," ucap Inayah.

"Terasa nyaman sekali Ina, mata Ummi," ucap Ummi.

Abi Afnan datang

"Ummi kenapa Ina?" tanya Abi Afnan.

"Ummi sakit mata Abi, Abi bisa minta tolong? kompres mata Ummi. Aku mau beli obat salep mata untuk Ummi," ucap Inayah.

Inayah pergi ke kamar untuk mengambil dompetnya. Saat berjalan menuju kamar dia berpapasan dengan Ramzi.

"Gus, tolong antarkan aku ke apotek," pinta Inayah.

"Oogaahh, kamu aja sendiri yang pergi," ucap Ramzi.

"Tolong lah Gus, aku ndak tahu apotek yang buka di jam pagi," ucap Inayah memohon.

"Jalan aja sendiri, punya kaki dan mata 'kan, mulut juga ada 'kan. Gunakan itu, tanya sama orang-orang," ucap Ramzi.

Inayah malas meladeni Ramzi dengan keangkuhannya itu. Akhirnya dia searching di google apotek yang buka 24 jam, lalu dia memesan ojek online untuk membelikan obat mata yang Inayah butuhkan.

Hanya 30 menit Inayah menunggu, obat yang dia pesan datang. Inayah langsung mencuci tangannya sebelum memakaikan salep mata ke Ummi. Dengan perlahan Inayah memakaikan salep mata tersebut.

"Nanti setelah Ina pulang kerja, Ina pakaikan salep mata ini lagi yah Ummi, Ummi istirahatkan matanya dulu. Makan malam biar Ina yang masak," ucap Inayah.

"Gak ah Ummi mau masak," sanggah Ummi Laila.

"Ummi cantik, Ummi sayang, nurut sama dokter hehe," ucap Inayah bercanda.

"Hehe baik Dokter Ina," ucap Ummi sambil tertawa.

"Ummi matanya kenapa?" tanya Ramzi.

"Sakit mata," jawab Abi Afnan.

'Ternyata obat itu untuk Ummi, tapi aku tadi menolak ketika dia meminta aku antar,' batin Ramzi.

Author

Nyesel kan gak anterin Inayah? jadi anak durhaka kamu Ramzi, di kutuk jadi... enaknya jadi apa yah?

Bersambung

***

Hai pembaca tersayang, terima kasih sudah membaca. jangan lupa bantuan like, vote, love, komen follow aku juga yah.

Cek novelku yang berjudul 5 tahun menikah tanpa cinta. Tidak kalah seru loh...

Love you semua

1
Jolanda Lengkey
suka deh sama ceritanya/Grimace/
Jolanda Lengkey
baca dong
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Jolanda Lengkey
/Cry//Cry//Cry/
Jolanda Lengkey
kacian si jomblo
Jolanda Lengkey
/Wilt//Wilt//Wilt/
Jolanda Lengkey
jangan pergi do g inayah/Grimace/
Jolanda Lengkey
manten baru/Tongue//Grin/
Rahimab Ima
Luar biasa
Rahimab Ima
masih disini
Rahimab Ima
jejek
Jetva
itulah cinta...kadang buta kadang terang benderang...cemburu tanpa penjelasan akan merugikan diri sendiri...
Naira Zidni
😭😭deg deg kan,terharu.cqmpur aduk pokoknya thor
Yani
Mampir ah....
Teten Suryani
typo Thor, tulang bukan tukang🤣🤣
xia~xiaoling
KuraNg seru thor..maaf ya thor...kurang greget.
xia~xiaoling
buat pisah aja ..harus e thor
Nurhayati Nia
ya alohh kamu salah paham inayahh
Nurhayati Nia
mampir thorr
Alsava Delina
Lumayan
Afnina Helmi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!