NovelToon NovelToon
Pernikahan 2

Pernikahan 2

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Nikahmuda / Chicklit / Tamat
Popularitas:814.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Clara Sety

Terdengar suara tembakan yang begitu keras, terlihat beberapa orang sedang berlari membawa senapan di tangannya, sepertinya mereka sedang mengejar seseorang.

Terlihat seorang wanita yang menggunakan masker dan juga pakaian serba hitam mencoba untuk menolong seseorang yang dikejar itu.

Dari sinilah awal kisah mereka, pertemuan antara dua orang yang sama-sama hebat, berani dan sama-sama keras kepala dimulai.

Akankah ada kisah cinta diantara dua orang ini ? Ataukah mereka tetap menjadi musuh ? Cerita selengkapnya bisa dibaca di novel ini 😊😊😊

THE NEW STORY OF KIARA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 : Perjanjian.

Di sebuah Mansion tua yang sangat mewah, terlihat sebuah mobil Porsche Panamera berwarna putih, memasuki halaman dari mansion itu. Mobil berjenis sedan mewah itu pun berhenti tepat di depan pintu masuk dari mansion itu. Terlihat Nathan turun dari mobil mewahnya itu dengan hanya menggunakan pakaian rumahnya. Nathan pun memasuki mansion dimana sang ayah tinggal.

Pintu mansion itu dibukakan oleh penjaga dari mansion itu. Tentu saja, di mansion ini terdapat banyak sekali penjaga dan juga pelayan. Nathan sekarang sudah ada di ruang kerja sang ayah dan juga dihadapannya sudah ada ayahnya.

"Hai Nathan, lama tidak bertemu ? Apakah keadaanmu baik ?" tanya sang ayah dengan sopan.

"Tuan William, jangan banyak berbasa-basi. Aku tidak ingin berlama-lama berada disini," jawab Nathan dengan ketus.

"Baiklah. Mari kita mulai pembicaraan dengan lebih serius," kata sang ayah.

"Tuan William tujuan saya kemari adalah ingin membuat suatu perjanjian dengan anda," ucap Nathan.

"Perjanjian ?" tanya ayah Nathan.

"Aku kesini membawa sebuah surat perjanjian. Aku akan menyerahkan wanita yang selama ini anda cari dan anda juga harus menyerahkan ibuku yang anda sekap selama tiga tahun ini," kata Nathan sambil menyerahkan surat perjanjian untuk di tanda tangani oleh sang ayah.

"Baiklah, aku akan menandatanganinya tapi, aku masih tidak percaya apakah benar wanita yang kamu maksud sesuai dengan yang aku cari," kata sang ayah meragukan Nathan.

"Apa benar ini wajah wanita ini sesuai dengan yang anda cari ?" tanya Nathan sambil menunjukan foto Kiara yang dia bawa.

Tuan William, ayah dari Nathan hanya menjawab dengan anggukan saja.

"Benarkan ? Sudah tidak perlu berteka-teki lagi denganku," kata Nathan.

"Bagaimana kau bisa menemukannya ?" ucap ayah Nathan.

"Ini adalah pekerjaan yang mudah untukku," kata Nathan.

"Aku akan melepaskan ibumu. Aku juga sudah tidak memerlukan ibumu lagi. Aku hanya perlu wanita itu," ucap Tuan William.

"Baiklah. Tanda tangani dulu surat perjanjian ini dan satu minggu lagi aku akan membawa wanita yang ada di foto ini dan setelah itu jangan pernah ganggu lagi ibu, aku dan Sebastian," pungkas Nathan.

Nathan dan Tuan William sebenarnya mereka berdua adalah anak dan ayah. Tapi hubungan mereka sangat tidak akrab seperti seorang musuh. Ya benar sekali, Nathan begitu membenci sang ayah karena alasan yang jelas. Tiga tahun lalu, waktu usia Nathan 27 tahun, sang ibu tiba-tiba menghilang. Nathan waktu itu benar-benar kesulitan untuk mencari sang ibu. Sampai akhirnya, Tuan William meneleponnya dan memberitahu, kalau ibunya berada di tangannya.

Walaupun Tuan William dan ibunya adalah sepasang suami istri, tetapi Tuan William sama sekali tidak mencintai istrinya itu. Nathan sering melihat saat ibunya disiksa terus oleh tuan William. Ini adalah alasan Nathan sekarang menjadi seperti ini dan juga alasan bahwa Nathan sangat membenci ayahnya Tuan William.

Menurut Nathan jika ia berubah menjadi orang yang ditakuti, ia bisa menjada ibu, dan adiknya. Ancaman terbesar bagi Nathan datang dari tuan William. Oleh karena itu Nathan ingin segera membawa jauh ibu dan adiknya dari jangkauan Tuan William walaupun harus mengorbankan orang lain, Nathan tidak peduli.

...****************...

Setelah malam yang panjang dan penuh dengan kejadian berlalu, akhirnya pagi yang indah tiba. Pagi ini di kantor The William Company sudah terlihat seorang wanita yang bernama Kiara, maksudnya Christy yang sudah siap memulai hari pertamanya. Penampilannya hari ini sudah berbeda dengan kemarin. Ya, tentu saja kemarin ia terlihat begitu culun karena menggunakan kacamata yang besar dan bulat, tapi sekarang sudah terlihat sangat mempesona.

Hari ini, Kiara sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk bekerja dengan baik dan juga untuk mencari sedikit informasi mengenai pemilik The William Company.

Saat Kiara memasuki lobby dari perusahaan The William Company itu, tanpa sengaja ia bertemu dengan laki-laki yang kemarin membawakan surat lamarannya kepada Presdir. Laki-laki itu juga sepertinya baru tiba sama seperti Kiara. Tanpa ragu, Kiara memanggil laki-laki itu.

"Permisi tuan," panggil Kiara dengan suara lantang namun tetap sopan.

Panggilan Kiara ini membuat laki-laki itu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Kiara.

"Nona memanggil ku ?" tanya laki-laki itu.

"Iya tuan. Kemarin aku yang ikut interview untuk posisi sekertaris," jawab Kiara dengan senyuman.

"Oh kamu Christy ? Baiklah saya ingat kamu. Ada apa kamu memanggil ku ?" tanya laki-laki itu.

"Hmm, sebenarnya ini kan hari pertama ku bekerja disini, tuan tidak ada niatan untuk mengajak ku berkeliling perusahaan ?" kata Kiara.

"Kenapa harus aku ? Bukannya di perusahaan ini banyak sekali pegawai ?" tanya laki-laki itu.

"Hmm... tapi kan disini aku belum mengenal siapa pun kecuali tuan," jawab Kiara.

"Aku masih ada pekerjaan. Aku belum bisa melakukan itu, mungkin lain kali," kata laki-laki itu.

"Oh baiklah tuan. Eh iya tuan, tuan belum beri tahu saya siapa nama tuan, siapa tahu kita bisa berteman," ucap Kiara berharap.

"Ah, nama ku Sebastian. Aku permisi dulu," kata Sebastian lalu melenggang pergi.

Sekarang Kiara sudah tahu nama laki-laki yang kemarin membawa surat lamaran kerjanya. Kiara berharap ia dapat berteman dengan Sebastian dan bisa mengambil informasi darinya tentang pemilik The William Company.

Kiara pun memasuki gedung perusahaan itu lebih dalam lagi, sampai akhirnya kaki Kiara memasuki tempat kerja para karyawan perusahaan The William Company. Kiara benar-benar takjub melihat para karyawan The William Company. Mengapa ? Karena setelah datang ke perusahaan mereka semua langsung memulai semua pekerjaan. Kiara juga melihat semua karyawan itu bekerja dengan tekun, serius, dan suasana benar-benar sangat hening.

Kiara yang sudah melihat semua karyawan memulai bekerja pun tampak kebingungan harus melakukan pekerjaan apa di hari pertamanya. Tentu saja, sama sekali tidak ada karyawan perusahaan ini yang memberitahu atau membimbingnya.

"Mereka semua sudah mulai bekerja, sedangkan aku ? Apa yang harus aku lakukan ?" kata Kiara pada dirinya sendiri.

Sampai akhirnya, Kiara memutuskan untuk menemui sang Presdir atau pemilik perusahaan The William Company itu langsung. Menurut Kiara sekalian menanyakan soal pekerjaannya, ia juga mencari informasi. Mungkin hari ini akan menjadi keberuntungan untuk Kiara.

...****************...

Kiara sudah berada di lantai lima dari gedung itu. Ya, lantai yang sama saat kemarin ia interview dan pertama kali melihat wajah dan bertemu dengan pemilik perusahaan The William Company. Kiara pun mengetuk pintu yang ada di hadapannya. Tetapi tidak ada sahutan suara apapun dari arah dalam ruangan itu.

"Ah, mungkin orang itu belum datang. Ah dasar bos gak tau diri. Mentang-mentang pemilik perusahaan ini, tapi jam segini belum datang. Gak malu apa sama karyawannya yang lain," gerutu Kiara.

Dari arah belakang Kiara tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang sedang berdehem. Kiara yang menyadarinya pun segera melihat ke belakang dan nihil ternyata pria itu adalah Presdir. Kiara segera mengeluarkan senyum terbaiknya.

"Panjang umur banget nih orang," batin Kiara.

"Selamat pagi tuan. Saya Christy, sekertaris tuan yang baru," kata Kiara mencoba bersikap ramah.

"Tadi saya mendengar kamu sedang menggerutu tentang saya ? Apa benar ?" tanya Nathan.

"Oh tidak tuan. Saya tidak melakukannya. Mana berani saya menggerutu tentang tuan," jawab Kiara grogi.

Nathan memperhatikan dengan seksama penampilan Kiara dari ujung kaki hingga ujung kepala. Nathan salah fokus dengan sebuah perban yang membalut lengan kanan dari Kiara. Nathan pun menyadari luka itu pasti akibat dari kejadian semalam.

"Mau apa kamu kemari ?" tanya Nathan ketus.

"Ah ya, saya kemari ingin bertanya tentang tugas pertama saya," jawab Kiara.

"Hubungi Stella, suruh dia datang ke ruangan saya," perintah Nathan.

"Ehmm, maaf tuan. Stella siapa ya ?" tanya Kiara yang masih kebingungan.

"Di meja kamu. Ada nomer nya. Cepat hubungi dia," jawab Nathan dan ia langsung melenggang masuk ke ruangannya meninggalkan Kiara yang masih kebingungan.

Kiara pun memperhatikan sekitarnya untuk mencari meja tetapi ia tidak melihat meja sama sekali di sekitarnya. Sekitarnya hanya terdapat pot tanaman, dan juga sebuah dinding. Bahkan di lantai lima itu hanya ada satu ruangan yaitu milik Presdir. Kiara benar-benar kebingungan.

Daripada dirinya dibuat kebingungan mencari sebuah meja, ia pun memutuskan untuk kembali mengetuk ruangan Presdir itu. Kiara harus melakukannya karena ia ingin bertanya dimana letak meja yang dimaksud.

"Permisi tuan, ada yang ingin saya tanyakan," ucap Kiara setelah mengetuk pintu ruangan itu sepuluh kali tetapi Presdir itu tidak kunjung membukanya.

Tetapi nihil, tidak ada jawaban apapun dari Presdir itu. Mau tidak mau Kiara harus mencari sendiri mejanya.

Kiara turun satu lantai dari tempat dimana ruang Presdir berada. Di lantai ini, setelah ia keluar dari lift, dilihat olehnya sebuah meja kosong yang bertuliskan Sekertaris Presdir. Setelah melihat meja itu ia pun yakin kalau memang meja itu miliknya. Setelah menemukan mejanya, Kiara pun segera mencari nomer telpon dari Stella dan menghubunginya.

Bersambung...

1
putri aulia
wooow action keren kak😎
putri aulia
dari awal aku baca sangat bagus, ada prolog jelas
Renireni Reni
akhirnya daddy william pulih
Renireni Reni
aq kado vote buat kakak authornya,bunga buat kiara dan kopi buat nathan biar bergadang gk ngantuk....
Renireni Reni
prepare
Renireni Reni
ngiler
Renireni Reni
kiara...gk mau tpi gk bisa tidur
Renireni Reni
ngarepp yaa....liat punya paksu aja
Renireni Reni
akhirnya selesai jg
Renireni Reni
bner2 hilanh di telan bumi dong emaknya nathan....
Renireni Reni
salut sm nathan....meski ibunya sendiri bisa tegas
Renireni Reni
lhoo kan kiara jago beladiri?
Renireni Reni
siapin amplopnya....sekalian dahh....soalnya ditempatku jg sekarang lgi musim hajatan
Renireni Reni
kayaknya kurang sreg dgn kata menyukaimu lebih sreg dgn mencintaimu...kayak lebih gmn gitu krn sdh tahap mau menikah...bkn pacaran lagi...✌✌💖💖😍😍
Renireni Reni
langsung gol proposalnya
Renireni Reni
kata emakku emang duwet kari ngeruk...😁😁😁
Renireni Reni
aq jdi kiara pasti selalu ingin tahu
Renireni Reni
hanya bisa berhayal....seandajnya suamiku kayak nathan😔😔😔
Renireni Reni
✈️✈️✈️✈️✈️✈️
Renireni Reni
pingin semua aq....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!