Orang Jahat adalah orang baik yang merasa sakit hati dan kecewa akan suatu hal yang membuatnya merasa tidak adil.
Perjuangan Axel dalam membalas dendam kepada Eric yang telah membunuh seluruh keluarganya.
Apa saja yang akan dilalui Axel ketika menjalankan misinya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rais Laiseu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlambat
Kring....
Suara alarm yang dihasilkan dari ponsel Jean. Tetapi Jean hanya menyerjap-nyerjapkan matanya. Begitu melihat ke arah jam dinding, matanya langsung terbelalak ketika melihat pukul berapa ini sekarang. Satu jam lagi kuliahnya akan dimulai tetapi sekarang Jean bahkan belum mandi.
Jean kelabakan dia berlari kesana dan kemari, bergegas mengambil handuk, Jean langsung memasuki kamar mandi, Jean mandi hanya beberapa siraman saja lalu terakhir Jean mengosok giginya.
Sial, dia teringat akan ciuman singkatnya dengan Axel ketika sedang mengosok gigi. Axel sangat mendominasinya malam itu, arghh Jean akan gila rasanya.
Jean memikirkan tentang sesuatu, Apakah Axel memikirkan kejadian ciuman singkat itu terus seperti dirinya.
Bergegas dengan terburu-buru dengan roti yang sudah berada di mulutnya, Jean langsung berpamitan dengan Ayah dan Ibunya. Ibu Jean mengelengkan Kepalanya melihat tingkah anaknya pagi ini. Bagitu sampai di kelas betapa terkejutnya Jean ketika Dosen yang seharusnya mengajar malah sedang cuti jadi untuk apa Jean terburu-buru berangkat tadi.
Ditaruhnya tas ransel yang dibawa Jean diatas meja, kembali menempelkan pipi sisi kirinya ke atas meja dengan tangan yang dijadikan sebagai bantalan, Jean memejamkan matanya, dia masih mengantuk.
Baru sepuluh menit mata Jean terpejam tetapi sudah dikagetkan oleh gebrakan meja yang dilakukan oleh Mia, sahabatnya itu.
"Jeje.. je.." Mia mengoyang-goyangkan bahu Jean.
Jean masih pura-pura tertidur, dia malas meladeni tingkah Mia saat ini, Jean hanya ingin tidur sekarang.
Mia tidak menyerah begitu saja, Mia kembali mengoyangkan bahu Jean. "Arghh, aku sudah tidak lagi. Tidak adakah seseorang yang membuatnya merasa tenang" ucapnya dalam hati.
Brak.
Satu gebrakan dari Jean membuat semua siswa yang berada di dalam kelas menatap ke kepadanya, Jean meringis sepertinya dia terlalu kencang saat memukul meja. Mia langsung memeluk Jean "Akhirnya, kau bangun juga Je. Ayo kita bolos saja" ajak Mia kepada Jean.
"Dasar gila, semalam kau mengajakku ke Club Malam sekarang ingin bolos kuliah" bentaknya kepada Mia sahabatnya. Bukanya marah, Mia temannya itu justru cengengesan.
"Ayolah, Je" diayunkannya tangan Jean sembari memasang muka memelas.
Tentu saja Jean tetap tidak mengiyakan ajakan sahabatnya itu, meskipun Jean buruk dalam pelajaran tapi dia tidak akan bolos kuliah. Jean memberitahu kepada Mia bahwa dia akan ikut ketika selesai mata pelajaran kuliah selesai.
"Yes!" Mia membentuk kepalan tangan tanda keberhasilannya membuat sosok Jean yang kolot akhirnya ikut hangout bersama. Mia kembali ketempat duduknya, di depan pintu sudah ada Pak Ridwan yang akan mengajar mata pelajaran kali ini.
Semua siswa mendengarkan penjelasan dari pak Ridwan dengan tenang, sudah dua jam pak Ridwan menerangkan materi untuk pagi ini. Jujur saja Jean merasa mengantuk beberapa kali dia menguap, matanya terus berkedip-kedip menandakan bahwa dia sudah mengantuk. Jean berharap Pak Ridwan segera pergi dari kelasnya.
Teng.
Bunyi yang diinginkan semua mahasiswi telah berbunyi, satu persatu dari mereka mulai meninggalkan ruang kelas begitu pun dengan Jean dan Mia yang turut ikut serta.
Mia mengajaknya ke Kafe terbaru di dekat kampus mereka, "cokelat late disana sangat enak" seru Mia kepada Jean.
"Ada yang bisa saya bantu kakak" ucap pegawai Kafe kepada Jean dan Mia yang baru memasuki Kafe.
"Dua cokelat late, satu tiramisu dan cake cokelat" pesan Mia kepada pegawai.
Selain cokelat late mereka yang menjadi best seler karena rasanya yang enak, tiramisu dan cake yang mereka buat juga sangat enak, rasa tiramisu yang manis ditambah cream cheese diatasnya sangat memanjakan lidah yang memakannya.
Pesanan mereka pun tiba setelah lumayan lama menunggu, saat hendak meminum cokelat latenya ada sosok yang cukup familiar yang Jean kenal baru saja memasuki Kafe ini juga. Tatapan Jean sedari tadi hanya tertuju ke arah pintu mengabaikan Mia yang sedang mengajaknya bicara, Mia pun penasaran apa yang sedang dilihat Jean.
"Damn!, kau kenal dia Je. Sangat sexy" ucap Mia ceplas-ceplos"
Tapi apa yang Mia katakan benar, Axel terlihat sangat sexy kali ini, dengan tubuhnya yang tegap proposional dia hanya mengenakan kemeja putih transparan dangan dua kancing atas yang dibiarkan terbuka memperlihatkan sedikit dada bidangnya.
Tatapan mereka bertemu, Jean langsung tersedak. Alex hanya menunjukan smirknya dan melengos memesan minuman yang dia beli.
"Sial, maksudnya apa dia smirk begitu kepadaku" batin Jean.
"Kyaaaa, kau liat Je smirknya sangat cool sekali" begitulah Mia yang selalu histeris ketika melihat pria tampan. Bagaimana jika dia tau kalau dirinya perna berciuman Dengan Axel, Jean menjadi tersemyum sendiri membayangkan kehebohan Mia nanti serta berbagai macam pertanyaan yang mungkin akan Mia diajukan padanya.
Disisi lain ada Axel yang merasa pusing karena urusan penyelundupan barangnya kurang berjalan lancar, selamam dia sudah membunuh beberapa orang dengan pistol andalannya. Ya, sekarang Axel sama kejamnya seperti Eric, penampilannya sebagai Boss perusahaan hanyalah topeng.
Ditengah jalan Axel merasa haus dan menepikan mobilnya ketika melihat salah satu Kafe.
Krit.
Bagitu Axel keluar dari mobil, seperti biasa pasti ada sepasang mata yang mencuri pandang kepadanya. Axel tak menghiraukan itu dan langsung memasuki Kafe, matanya menelisik setiap sudut Kafe itu.
Deg.
Matanya menangkap sosok Jean yang sedang memandang ke arahnya, Axel hanya menunjukan smirk meremehkan. Baginya Jean hanyalah salah satu gadis yang berusaha menarik perhatiannya seperti biasa.
Axel melengos setelah aksi smirknya tadi lalu memesan satu buah capucino, pelayan itu bengong. Axel melambai-lambainya tanganya.
"Ah, maaf tadi pesan apa" pegawai itu terpesona akan sosok Axel.
Axel menyebutkan kembali pesananya dengan cuek. Begitu pesanan yang dia inginkan sudah siap, dia kembali menuju mobil untuk pergi ke pelabuhan.
Axel jadi berpikir, kenapa belakangan ini dia sering kali bertemu dengan Jean. Tidak mungkin kan Jika mereka jodoh, Axel sangat membenci suatu hubungan yang serius. Axel tidak ingin jika dia benar-benar mencintai seorang gadis, itu akan membuat nyawa gadis itu menjadi tidak aman karena Axel mempunyai banyak musuh.
Sebenarnya Axel cukup tertarik dengan sosok Jean, karena Jean adalah gadis pertama yang membuatnya merasa bergairah. Banyak gadis yang mendekati Axel, gadis-gadis itu mengodanya tetapi Axel tidak bereaksi hanya pada Jean seorang yang membuat Axel mampu mendaratkan bibirnya melakukan sebuah ciuman mesra.
Masih menyetir kendaraannya, tangan Axel yang sebelah kiri menyentuh bibirnya lagi, mengigat rasa yang masih tertinggal disana. Axel ingin mencium Jean lagi.
"Tidak.. tidak.." Axel mengelengkan kepadanya. dirinya tidak boleh terikat dengan gadis mana pun.
Entah seperti apa kelanjutan hubungan Axel dan Jean kita lihat saja nanti.
┎┈┈┈┈┈┈┈୨ ♡ ୧┈┈┈┈┈┈┈┒
Kk saya sudah membawa
like👍“30”
jgan lupa back📖 ya💪
like nya👍
Komentar💬
Dan jgan lupa tingalkan jejak👣
Di-Novel “Wanita Raja Hantu😍👌
Saya tunggu✨ kehadiran nya🖤
Skian trimakasih👋
̲┖┈┈┈┈┈┈┈୨ ♡ ୧┈┈┈┈┈┈┈┚.