INVESTASI CINTA YANG SALAH
Oleh: AwandaMw
"Dia mengira aku cuma pelengkap, sampai dia sadar seluruh kerajaannya berdiri atas namaku."
Sinopsis:
Demi mendukung impian Reno, Nadia rela menyembunyikan kejeniusannya dan menyerahkan seluruh asetnya untuk membangun Apex Media dari nol. Namun, begitu bisnis bernilai puluhan miliar itu berada di puncak kejayaan, Reno justru berpaling pada Sella—seorang wanita glamor yang menghasutnya bahwa Nadia hanyalah beban.
Dicampakkan dan dihina tanpa harta gono-gini, Nadia memilih pergi tanpa sepatah kata dendam. Reno merasa menang, tanpa tahu satu rahasia besar: Nadia adalah pemilik tunggal PT Cakrawala Capital, pemegang saham mayoritas 60% yang memegang leher bisnisnya.
Saat Reno dan Sella sibuk merayakan kesuksesan semu, Nadia siap melancarkan takeover dingin dan menagih kembali setiap sen yang telah dicuri darinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AwandaMw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
***Bab 8 Batas kesabaran
🌸🌸🌸
Deru mesin mobil hitam yang ditumpangi Nadia meredam dalam keheningan malam Jakarta.
Lampu-lampu jalanan kota terpantul di kaca jendela, membiaskan bayangan wajah Nadia yang begitu tenang. Tidak ada riak emosi, tidak ada genangan air mata. Hati yang telah melewati titik jenuh tak lagi menyisakan ruang untuk rasa sakit; yang tersisa hanyalah kalkulasi dingin tanpa celah.
Lima menit setelah meninggalkan restoran Le Ciel di kawasan Senopati, mobil berbelok memasuki pekarangan rumah.
Nadia melangkah masuk ke dalam rumah yang sepi dan gelap. Ia tidak menyalakan lampu utama ruang tamu, melainkan langsung berjalan lurus menuju lantai dua, masuk ke dalam ruang kerjanya yang kedap suara.
Pintu ruang kerja terkunci otomatis setelah pemindai sidik jarinya terdeteksi.
Nadia mendekati dinding sisi barat ruangan. Ia menggeser sebuah lukisan abstrak berbingkai kayu hitam, menyingkap sebuah brankas baja berteknologi pemindai retina dan kata sandi ganda.
Beep. Beep. Klik.
Pintu brankas terbuka pelan.
Dari dalam brankas, Nadia mengeluarkan sebuah map kulit berwarna hitam pekat dengan stempel emas berlogo PT Cakrawala Capital.
Di dalamnya tersimpan dokumen-dokumen krusial yang selama lima tahun ini ia sembunyikan rapat-rapat demi menjaga perasaan dan ego Reno:
Akta Pendirian dan Perjanjian Penyertaan Modal Awal Apex Media.
Sertifikat Kepemilikan Saham Mayoritas 60% atas nama PT Cakrawala Capital.
Surat Pernyataan Utang dan Pengakuan Aset yang ditandatangani Reno di atas meterai lima tahun lalu.
Bukti Transfer Modal Bertahap dari rekening pribadi Nadia dan akun investasi Cakrawala Capital.
Nadia membentangkan dokumen-dokumen tersebut di atas meja kerja kayunya. Jemarinya yang halus mengusap tanda tangan Reno yang tertera di lembar terakhir perjanjian investasi awal.
"Lima tahun..." bisik Nadia pelan pada heningnya ruangan.
"Lima tahun aku menahan diri untuk tidak memamerkan kekuasaan ini demi membuatmu merasa menjadi pria yang hebat, Reno."
Nadia menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan.
Dulu, Nadia percaya bahwa pernikahan adalah wadah saling menopang. Ia rela menjadi fondasi tersembunyi agar Reno bisa bersinar di permukaan.
Namun, malam ini, setelah makian, tuduhan, dan lembaran uang yang dilemparkan Reno di depan publik, Nadia sadar bahwa kesabarannya bukan lagi sebuah kebaikan, melainkan celah yang dimanfaatkan Reno untuk menginjak-injak harga dirinya.
Batas kesabaran itu telah resmi terlampaui.
Nadia menyalakan tiga layar monitor utama di mejanya. Jemarinya menari dengan cepat di atas keyboard, mengakses basis data sistem keuangan terenkripsi milik holding Cakrawala Capital.
Satu per satu berkas pengeluaran tak wajar yang dilakukan Reno dalam enam bulan terakhir ia masukkan ke dalam direktori khusus berjudul "Audit Khusus Apex Media".
Transaksi 1: Pembelian perhiasan berlian Graff – Rp350.000.000 (Kartu Kredit Korporat).
Transaksi 2: Pencairan DP mobil mewah untuk adik Reno – Rp250.000.000 (Kas Operasional Utama).
Transaksi 3: Renovasi dan pengadaan fasilitas ruang kerja Sella – Rp180.000.000 (Dana Pengembangan).
Transaksi 4: Jamuan makan dan hiburan malam SCBD/Senopati – Rp142.000.000 (Akumulasi 3 Bulan).
Total penyalahgunaan dana kas operasional tanpa persetujuan jajaran pemegang saham mayoritas telah menembus angka hampir satu miliar rupiah dalam waktu singkat.
"Penyalahgunaan wewenang direksi, penggelapan dana kas korporasi, dan pelanggaran klausul perjanjian investasi," gumam Nadia seraya menatap layar monitor yang menampilkan pasal-pasal hukum finansial.
Tiba-tiba, ponsel pribadi Nadia bergetar di atas meja. Sebuah notifikasi pesan masuk dari Pak Hendra, pengacara senior Cakrawala Capital.
Pak Hendra: Bu Nadia, seluruh draf surat teguran hukum, permohonan audit independen, serta berkas RUPS Luar Biasa sudah rampung disiapkan oleh tim. Kami siap mengeksekusinya kapan pun Ibu memberikan perintah.
Nadia menatap layar ponselnya sejenak. Ia tidak langsung membalas pesan itu.
Nadia tahu betul hukum pergerakan bisnis: Langkah pembalasan yang terburu-buru hanya akan memicu kepanikan yang berantakan. Tapi pembalasan yang ditenun dengan rapi, tenang, dan sistematis... akan memberikan dampak skakmat yang tak bisa dilawan.
Nadia mengetik balasan singkat.
Nadia: Tahan dulu selama tiga hari, Pak Hendra. Biarkan Reno melayangkan gugatan atau mengambil langkah kesombongan berikutnya lebih dulu. Saya ingin dia sendiri yang membuka pintu kehancurannya lebar-lebar.
Pak Hendra: Baik, Bu Nadia. Tim hukum dan tim auditor independen akan bersiap dalam posisi standby.
Nadia mematikan layar ponselnya. Ia merapikan kembali dokumen-dokumen penting itu ke dalam map kulit hitam, lalu memasukkannya ke dalam tas kerja pribadinya—bukan lagi ke dalam brankas.
Mulai malam ini, dokumen-dokumen itu tidak akan lagi bersembunyi di balik dinding rumah ini. Dokumen-dokumen itu siap menjadi senjata hukum yang mematikan.
Nadia berjalan menuju jendela kaca ruang kerjanya. Dari lantai dua, ia melihat sorot lampu mobil melintas dan masuk ke halaman rumah.
Reno telah pulang.
Nadia mendengar langkah kaki Reno yang berat menaiki tangga, diikuti suara pintu kamar utama yang dibanting cukup keras. Reno pasti masih dibakar amarah atas kejadian di restoran tadi.
Pria itu mungkin mengira Nadia sedang menangis tersedu-sedu di dalam kamar tamu, meratapi nasibnya yang dicampakkan dan dihina di depan wanita selingkuhannya.
Reno tidak pernah tahu bahwa wanita yang baru saja ia caci-maki di restoran mahal tersebut adalah sosok yang memegang seluruh kunci takdir bisnisnya.
Nadia menyunggingkan senyum tipis—senyuman paling dingin yang menandai lahirnya kembali sang Ratu Bisnis dari balik bayang-bayang.
"Tidurlah yang nyenyak malam ini, Reno," bisik Nadia pelan, menatap pintu ruangan yang terkunci rapat.
"Sebab mulai besok... setiap detik di hidupmu hanyalah hitung mundur menuju kebangkrutan seutuhnya."
Huhhh deg deg an nihh😌
🌸🌸🌸🌸