NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagaikan Kucing dan Tikus

Kantin di jam istirahat jauh lebih ramai dari biasanya. Desakan terasa menghimpit ketika Celine mengantri di stan makanan. Dia mendengus kesal lantaran jam berputar terlalu cepat, ia menggerutu, "Ramai banget! Keburu habis jam istirahat baru bisa mesan. Udah lapar banget lagi."

"Hidupmu perasaan ngeluh mulu dah, kurangin dah merenggut. Entar bibirnya malah monyong ke depan," tukas Berlian di belakangnya tanpa menoleh dari ponselnya.

"Rese kamu, masih musuh kita. Jauh-jauh deh, lima meter minimal!"

"Yakin?" Berlian tersenyum tipis.

Celine menghentakkan kakinya, merasa sedang dipermalukan. Perempuan itu mengakuinya, dia tidak pernah tahan untuk tidak bicara pada Berlian.

Untuk beberapa saat yang terasa lama, akhirnya Celine mendapatkan seporsi mie ayam. Senyum manis mengembang di wajahnya, ia berjalan dengan siulan pelan ke meja yang sejak awal sudah mereka tandai.

Ada orang duduk di sana, dengan wajah pongah tanpa perasaan bersalah. Gabriel tersenyum mengejek melihat raut wajah Celine yang berubah drastis.

"Ngapain kamu nempatin meja kami?!"

Gabriel menyuap nasi gorengnya santai, ia berkata, "Meja kalian? Perasaan ini milik kantin deh, gak ada khusus untuk siswa. Ngadi-ngadi banget, kalau benar punyamu harusnya kamu buat namanya."

"Udah kami duluan tadi, bentar doang antri langsung kau rebut. Nyari masalah mulu, heran deh!" seru Celine tidak terima. Berlian yang berada di sampingnya yang semula diam menepuk pundak perempuan itu.

"Udahlah Celine, gak usah ribut gara-gara hal sepele. Ya udah, kita duduk di sini juga, masih lebar kok tempatnya."

"Gak mau duduk kalau ada dia, rusak suasana banget," rengek Celine. Gabriel yang mendengar itu mendengus geli, melempar tatapan tajam sarat permusuhan pada Celine.

"Aku juga ogah kali satu meja sama cewek manja anak mami."

"Kurang ajar!" pungkas Celine lantas meletakkan mangkok mienya. Perempuan itu menggulung lengan bajunya, perasaan kesal mengalahkan akal sehat. Tanpa pikir panjang Celine menarik kerah baju Gabriel, kemudian menjambak rambut laki-laki itu.

"Ngeselin banget sih kamu, moodku tambah hancur deh nengok kamu. Sehari gak buat aku kesal kurang seru hidupmu, ya?!" Celine makin keras menjambak membuat Gabriel mengaduh kesakitan, berusaha keras melepaskan cengkeraman Celine pada rambutnya.

"Cewek sinting lepasin! Sakit banget ini, copot rambut entar. Mau kau tanggung jawab kalau lecet? Terus kegantenganku berkurang," kata Gabriel.

"Najis, pokonya aku gak mau berhenti. Sekalian kalau bisa kamu kubuat botak!"

"Ampun celine, maaf deh. Gak lagi-lagi, lepasin ya," pinta Gabriel lantas melangkah mundur usai melepaskan diri dari jambakan Celine. Dia mengusap rambutnya yang masih menyisakan rasa nyeri.

Celine berkacak pinggang, ia berkata, "Aku maafkan asal kamu ngomong sepuluh kata yang muji aku."

"Asem," celetuk Gabriel lantas mendapatkan tatapan tajam dari Celine. "Iya deh, oke, asal kamu tepati janji."

Celine menyeringai.

"Celine yang cantik, baik, rajin menabung. Maafin aku ya?"

"Kurang satu kata lagi," koreksi Celine. "Kentara banget gak tulusnya."

Gabriel memutar bola matanya malas. "Cuman satu kata dipermasalahkan, kentara banget sifat iblisnya."

Sebelum Celine kembali menyiksa dirinya, Gabriel dengan cepat berlalu pergi dari sana. Membayar pesanannya dengan kecepatan kilat yang membuat Celine menatap horor kepergian laki-laki itu. Bahkan temannya—Joel dibuat tersenyum masam.

"Aku ngerti seberapa capeknya kau menghadapai Gabriel yang kadang otaknya cuman dibuat pajangan," katanya. Dia bangkit berdiri, pamit pergi.

Akhirnya Celine dapat duduk dengan tenang, mie ayam yang tadi dia pesan tidak lagi menggugah selera. Perempuan itu mengaduk makanannya.

"Kalau dipikir-pikir interaksi kalian berdua lucu juga ya, lumayan tontonan gratis. Tengok deh, puas banget aku tadi lihatnya sambil makan." kata Berlian. Celine hampir melupakan perempuan itu.

"Lucu darimana, ngeselin iya!"

Sementara di meja baris kedua dari belakang, Ares sedari tadi memperhatikan. Dia termenung menatap kopi kap yang tinggal setengah. Mendadak suasana hatinya anjlok, perubahan itu dirasakan oleh Bian.

"Hello, napa dah. Mikir apa sih fokus banget kelihatannya, sampe gak habisin kopimu. Sayang banget, setengah lagi itu!" tukas Bian. Dia mengambil satu gorengan.

"Nggak mikirin apa, cuman pengen suasana baru aja."

Bian menatap curiga tetapi tidak bertanya lebih lanjut, dia mengangkat bahunya acuh tak acuh.

Sementara Ares kembali hanyut dalam pikirannya. Celine dekat sama Gabriel anak yang terkenal bandal. Egonya tidak menyukai fakta itu.

"Beberapa hari yang lalu lancar banget bilang suka aku. Sekarang interaksinya sama cowok lain buat orang salah paham. Kata sukanya itu cuma bercanda?" gumam Ares, lantas menghela napas panjang. Ia memijit pelipisnya ketika pusing menyerang. Akhir-akhir ini dia terlampau sering menyimpulkan dengan perasaan, tidak seperti biasanya.

"Boleh aku duduk sini, Kak?" Permintaan itu membuyarkan keheningan yang semula tercipta. Jasmine berdiri dengan senyum tipis, tampak keraguan di wajahnya ketika tatapan Ares beralih padanya.

"Gak ada bangku kosong lagi Kak."

"Duduk aja," kata Ares kemudian berdiri. "Kami juga udah selesai." Dia berlalu pergi, emosinya semakin tidak stabil jika melihat wajah Jasmine.

Bian menepuk jidat, merasa tidak enak hati pada Jasmine yang kini meremas nampan berisi makanan. "Kayaknya Ares lagi ada masalah, jadi perkataannya jangan dibawa hati ya, Adik Manis. Makan yang banyak, aku pergi dulu ya. Nyusul Ares." ujar Bian.

"Iya kak."

Kok Kak Ares kayak makin gak suka, ya? Semalam perasaan gak sejudes ini deh. Masa gara-gara aku kukuh mau bilang masakin makanan buat dia.

"Padahalkan niatku gak jahat, aku cuman mau dekat sama Kak Ares. Salah ya?" gumamnya.

Berlian menyipitkan mata ketika melihat Jasmine menunduk. Pundak perempuan itu beringsut seolah menahan isak tangis. "Tumpah dah itu air mata, kasihan juga ya sainganmu. Si Ares juga kok tiba-tiba aneh banget, kayak kamu pas lagi PMS," ujar Berlian sembari mengunyah permen, menunggu Celine selesai dengan makanannya.

"Lama banget sih kamu makan."

"Ya mau gimana, tadi kan gak sempat. Ini juga mienya udah dingin, kurang srek gitu rasanya. Tapi dipikir-pikir bakal sayang kalau enggak dimakan. Jadi duduk anteng aja disitu, tunggu aku."

"Tapi beneran deh, kamu gak ngerasa kasihan sama si Jasmine. Dianya juga udah berusaha perasaan,"

Celine menyelesaikan suapan terakhir, mengalihkan pandangan pada Jasmine sembari tangannya mengambil tissue. "Emang tadi caranya Ares jahat banget menurut sudut pandangku. Semoga aja Jasmine ilfil trus milih buat nyerah dan ikhlasin Ares buat aku," kata Celine.

"Takut kalah saing?"

"Dih!" seru Celine. "Ngapain takut, aku cuman gak mau dia berjuang untuk hal yang sia-sia."

"Kayak berani aja, tadi pagi siapa ya yang menghindar. Udah ketahuan juga tapi gak mau ambil langkah maju." ujar Berlian.

"Itu hal yang berbeda!"

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!