NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:782
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Setelah mendengar ucapan Tony, mata Danu dan Doddy langsung berbinar.

Kalau sudah kaya, mereka sudah bisa menggaji orang untuk kerja. Lagi pula, mereka juga tidak perlu takut kelaparan lagi. Basan mengangguk.

"Kita berlima boleh kerja sama. Tapi ini teknik rahasia yang di ajari Kira. Jadi, dia harus dapat keuntungan yang lebih banyak dari kita!"

Tony mengangguk setuju.

Kira memang tidak begitu banyak bekerja, tetapi ini adalah teknik rahasia nya. Tanpa teknik rahasia ini, kekuatan mereka berempat juga tidak akan berguna.

Basan berkata lagi,

"Habis jual ikan nya dan bayar utang, kamu lanjut belajar saja! Jangan khawatir, kami bakal tetap kasih kamu keuntungan besar dari hasil tangkap ikan. Tapi, dengan jadi pejabat, baru bisa menghormati leluhur!"

Danu, Doddy, dan Tony memandang Kira dengan kagum.

Dari beberapa orang dusun di sekitar, Kira adalah satu satu nya pelajar yang berpeluang menjadi pejabat.

Meskipun teknik rahasia menangkap ikan ini sangat menguntungkan, bertani tetap merupakan mata pencaharian utama mereka.

Setelah mendengar perkataan mereka, Kira hanya tersenyum tanpa mengatakan apa pun. Kelima orang itu pun membawa ikan yang mereka tangkap kembali ke dusun.

Baru berjalan tidak lama, Kira sudah berhenti karena rasa sakit tak tertahankan yang datang dari kedua bahu nya.

Doddy pun langsung mengangkat ember yang diangkat Kira sebelum nya. Dia bisa mengangkat empat ember sendirian dan tetap berjalan dengan cepat.

Setelah kelima orang itu sampai ke Dusun Samadi, semua warga dusun pun gempar melihat bawaan mereka dan mulai mengerumuni mereka.

"Banyak banget ikan nya?"

"Pasti bisa hasilkan banyak uang, kan?"

"Rumah, istri dan tanah Kira sudah terselamatkan!"

"Belum tentu! Utang nya 40 ribu rupiah. Cuman jual ikan ikan ini saja belum tentu cukup!"

"Gimana cara kalian tangkap ikan sebanyak ini?"

Semua warga dusun sangat penasaran dan juga ada yang iri. Ada yang membicarakan soal utang Kira, ada juga yang mencari tahu tentang teknik rahasia menangkap ikan.

Cara menangkap ikan tradisional adalah dengan menjala atau memancing.

Jika menangkap ikan menggunakan jala, jala yang dibuat dari tali rami gampang rusak setelah lama terendam air. Jadi, para nelayan biasa nya masih harus menghabiskan banyak waktu untuk mengeringkan jala sebelum bisa menggunakan nya lagi. Mereka sudah merasa beruntung apabila bisa mendapatkan beberapa ekor ikan dalam sehari.

Sementara, jika menangkap ikan dengan cara memancing, tali pancing nya kurang kuat. Saat memancing ikan besar, tali nya mudah putus. Jadi, cara memancing hanya bisa di gunakan untuk menangkap ikan kecil.

Dalam menghadapi pertanyaan pertanyaan warga, kelima orang itu hanya tersenyum tanpa menjawab.

"kira, kalau sudah dapat begitu banyak ikan, bagi bagi ke warga dong! Sungai Jinggo itu sungai kita semua. Kamu nggak boleh egois!"

Tiba tiba, seorang pria paruh baya berjalan mendekat dengan pelan.

Pria tua ini mempunyai pipi tirus, mata sipit dan juga berjenggot.

Dia memakai jubah panjang berwarna putih dan topi kain. Penampilan nya terlihat berbeda dari warga dusun lain nya, lebih mirip dengan seorang pejabat.

Pria tua ini adalah Agus Samadi, pemimpin Dusun Samadi. Dia merupakan orang kaya yang mempunyai sekitar 20 hektar tanah.

"Benar! Ayo bagi seekor ikan buat tiap keluarga!"

Setelah mendengar ucapan pria tua itu, ada beberapa warga dusun yang juga setuju meski tidak banyak.

kira memang menangkap banyak ikan, tetapi dia juga mempunyai utang 40 ribu rupiah. Uang dari penjualan semua ikan ini juga belum tentu cukup untuk membayar utang. Kira menatap Agus sambil mengerutkan kening nya.

Agus sudah belajar selama 30 tahun, tetapi dia bahkan tidak lulus ujian menjadi pelajar. Sementara pemilik tubuh sebelum nya sudah lulus ujian menjadi pelajar pada umur 15 tahun. Hal ini sudah membuat Agus merasa malu.

Oleh karena itu, Agus selalu menjelek jelekkan pemilik tubuh sebelum nya. Apalagi dalam tiga tahun terakhir, Agus sudah sering mengarang cerita untuk memfitnah pemilik tubuh sebelum nya.

Setelah mengamati suasana nya, Basan berbisik pada Kira,

“Pak Agus memang suka ambil keuntungan. Kasih saja dia dua ekor ikan kecil supaya dia pergi. Jangan sampai dia menghasut semua orang dan kalian jadi ribut. Nanti reputasi mu bisa hancur!"

Namun, Kira tidak mempedulikan peringatan Basan. Dia malah berkata sambil tersenyum,

"Pak Agus, bisa saja aku bagi ikan nya untuk mu, tapi kamu juga harus tanggung sedikit utangku! Kalau nggak mau bantu aku tanggung utang nya, kamu boleh bagi sedikit tanah mu padaku. Soalnya, tanah ku juga sudah di jadikan jaminan."

"Dasar anak tak tahu diri!"

Selesai berbicara, Agus pun pergi dengan marah.

Dia hanya menginginkan seekor ikan Kira, tetapi Kira malah menyuruh nya untuk bantu menanggung utang dan juga meminta tanah nya. Kenapa si Pemboros itu begitu tidak tahu malu!

"Pak Agus, jangan pergi! Aku cuman bercanda. Jangan marah, dong!" teriak Kira.

Ikan yang di dapatkan Kira hari ini sangat banyak. Dia tidak akan menolak siapa pun yang meminta ikan pada nya.

Namun, dia tidak akan menerima orang yang menuntut sesuatu dengan alasan yang tidak masuk akal.

Agus sudah marah. Setelah mendengar ucapan Kira, dia juga tidak menoleh.

Warga yang mengerti maksud kira pun tertawa terbahak bahak.

Setelah itu, Kira pun berkata,

"Para warga sekalian, kalian juga tahu soal masalah ku. Aku harus menjual ikan ikan ini untuk bayar utang. Jadi, aku nggak bisa bagi ikan nya hari ini. Tapi habis aku lewati rintangan ini, aku pasti bakal bagi bagi ikan buat kalian semua!"

Setelah mendengar ucapan Kira, semua warga pun bubar dengan perasaan gembira.

Meskipun mereka juga hidup susah, setidak nya mereka tidak mempunyai utang sebanyak 40 ribu rupiah.

Selain orang yang berhati jahat, mana ada orang yang tega mengambil keuntungan dari Kira pada saat saat seperti ini.

Setelah melihat tindakan Kira, Basan juga mengangguk pelan.

Hubungan sesama warga sangat penting. Cara Kira menyelesaikan masalah ini sangat bagus. Meskipun tidak membagi ikan kepada para warga, dia juga tidak menyinggung mereka.

Setelah semua orang bubar, mereka berlima pun melanjutkan perjalanan ke rumah Kira.

"Ikan nya banyak banget!"

Saat melihat sepuluh ember ikan yang dibawa pulang Kira, Wulan sangat terkejut. Dia menatap Kira dengan berlinang air mata.

Ternyata suami nya memang punya teknik rahasia menangkap ikan. Dia benar benar punya cara untuk bayar utang.

"Gadis bodoh, untuk apa kamu nangis!"

Kira menyeka air mata di wajah Wulan, lalu berkata dengan lembut,

"Cepat buat serabi lagi. Malam ini, kita masih bisa makan ikan."

"Emm!"

Setelah menerima perlakuan lembut Kira, Wulan pun tersipu. Dia menjawab dengan suara kecil, lalu buru buru berlari ke dapur.

Danu, Doddy dan Tony sangat iri. Di seluruh Kabupaten ini, tidak ada wanita yang bisa menandingi kecantikan istri Kira.

"Kira, kami sudah sarapan di rumah mu tadi pagi. Malam ini, kita makan di rumah saja."

Selesai berbicara, Basan menuangkan semua ikan nya ke gentong air, lalu melambaikan tangan kepada kedua putra nya.

Danu dan Doddy sebenarnya masih ingin makan ikan, tetapi mereka juga langsung pergi tanpa ragu. Mereka sudah puas bisa dapat makan ikan pagi tadi.

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!