NovelToon NovelToon
I AM A GOD IN ANOTHER WORLD

I AM A GOD IN ANOTHER WORLD

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: WERWET

we Lin seorang penjaga toko perhiasan yang di kirim ke dunia lain dan menjadi karakter op di dunia lain ( sedang di revisi )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WERWET, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8: Masalah Kecil di pagi yang Mendung

Pagi itu terasa anehnya tenang.

Mendung menggantung di langit, menggantikan sinar matahari yang biasanya menyinari kota. Suasana jalanan tampak lebih sunyi dari biasanya, bahkan hampir tidak terlihat orang yang beraktivitas.

Di dalam toko, suasananya juga sunyi.

Terlalu sunyi.

We Lin berdiri di belakang meja kasir sambil menatap Tetua Morcant yang sedang tertidur nyenyak di sofa.

Ia pun berjalan mendekat dan menyampirkan selimut ke tubuh tetua itu.

“Tetua, selimutnya.”

“Oh iya.”

Jawaban Morcant terdengar pelan.

Setelah itu, We Lin kembali ke meja kasir dan mulai membersihkan tempat kerjanya yang sedikit berdebu.

Selesai membersihkan, ia kembali melirik ke arah sofa di dekat rak-rak perhiasan.

Entah sejak kapan, selimut itu sudah menutupi setengah tubuh Tetua Morcant.

Bahkan posisi tidurnya sekarang terlihat lebih nyaman dibanding pemilik toko.

We Lin menyipitkan mata.

“...Ini toko perhiasan atau kos-kosan?”

Morcant tidak menjawab.

Namun matanya terbuka sedikit.

Tatapannya diam-diam memperhatikan We Lin selama beberapa saat sebelum kembali tertutup.

We Lin memijat pelipisnya.

“Orang legenda kok gampang banget tidur...”

Tiba-tiba—

Kreeek...

Suara kecil terdengar dari arah rak perhiasan.

We Lin langsung menoleh cepat.

Ekspresinya berubah waspada.

“...Jangan mulai pagi-pagi.”

Sebuah anting kecil berwarna perak bergetar pelan.

Lalu—

Ting.

Anting itu jatuh sendiri dari rak.

We Lin menghela napas lega.

“Oh, jatuh doang.”

Whoosh!

Anting itu tiba-tiba melayang sendiri.

Hening.

We Lin menatap anting tersebut.

Anting itu melayang santai di depan wajahnya.

“...Oke.”

“...Saya gak bakal nanya lagi kenapa ini bisa terjadi.”

Anting itu mulai berputar-putar di dalam toko dengan santai.

Kadang melintas di depan wajah We Lin.

Kadang mengitari lampu di langit-langit.

Kadang berhenti tepat di atas kepala Morcant.

Namun Tetua itu tetap diam di sofa.

Meski begitu, tatapannya sesekali mengikuti gerakan perhiasan tersebut.

Bukan karena tertarik pada perhiasannya.

Melainkan pada fakta bahwa benda itu terlihat begitu patuh di dekat We Lin.

We Lin mencoba menangkapnya dengan tangan.

“Eh, sini.”

Whoosh!

Anting itu langsung menghindar.

We Lin berkedip.

“...Dia ngindar?”

Ia mencoba lagi.

“Jangan bikin repot pagi-pagi.”

Whoosh!

Anting itu kabur lagi.

Bahkan sekarang gerakannya terlihat seperti sengaja memamerkan kemenangan.

We Lin mulai menatap kosong ke langit-langit toko.

“...Saya kalah mental lawan anting.”

Di sofa, bahu Morcant bergerak kecil.

Seolah sedang menahan tawa.

We Lin akhirnya mengambil kain lap dari meja kasir.

“Oke.”

“Kalau gak bisa pakai tangan...”

Ia memutar kain itu perlahan seperti jaring.

“...kita pakai cara tradisional aja.”

Whoosh!

Anting itu kembali berputar di depan wajahnya.

Namun kali ini—

Plaap!

We Lin berhasil menangkapnya tepat menggunakan kain lap.

Anting itu bergerak-gerak kecil di dalam kain seperti ikan kecil yang tertangkap.

Namun perlahan mulai tenang.

Seolah memang menurut setelah tertangkap oleh We Lin.

We Lin langsung menghela napas lega.

“Nah.”

“Dari tadi kayak gini aja susah.”

Ia baru saja hendak kembali ke meja kasir—

Tiba-tiba kain lap itu bergerak kecil di tangannya.

We Lin langsung menatap kain tersebut.

Kain itu diam.

“...Jangan mulai lagi.”

Kain itu bergerak sekali lagi.

We Lin langsung menunjuknya.

“Saya capek, ya.”

“Kalau kamu keluar lagi, saya diskonkan ke pelanggan.”

Hening.

Anting itu benar-benar diam.

Di sofa, Morcant akhirnya membuka mata sedikit lebih lebar.

Tatapannya tetap tenang.

Namun jauh di dalam matanya, muncul sedikit rasa hormat yang samar.

Seolah ia sedang menyaksikan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh logika dunia biasa.

Morcant memandangi kain lap di tangan We Lin selama beberapa detik.

Lalu bergumam sangat pelan,

“...Perhiasan roh yang liar bisa diam hanya karena diancam diskon...”

Ia menutup mata kembali perlahan.

“...Entitas yang aneh.”

Gumamnya pelan.

1
helena
liontin bukan sembarang liontin/Casual/
༺Noxaris༻
kak aku kasih saran ya itu ceritanya bisa di bikin lebih padet lagi biar suasananya menjadi lebih tegang dan membuat pembaca betah terhadap novel nya kalo kayak gini itu susah mendapatkan pembaca yang mengikuti
༺Noxaris༻: dan lancar ya novel ya
total 5 replies
Kausafiksi.id
nanti lanjut baca bab episod selanjut nya saat senggang, mulai menarik 🙏👍
Tio Buki
Iku meramaikan ya thor🙏🙏🙏
Tio Buki: Oke dek, masam. Alhamdulillah. Lancar ya🙏🙏
total 2 replies
Tio Buki
Benar benar toko perhiasa istimewa.
WER: toko dunia lain pasti op 😆👍👍👍👍
total 1 replies
Tio Buki
Bahayakah, atau keberuntungan
Tio Buki
Siapakah orang itu. Kita saksikan bersama sama
WER: terimakasih kak udah support /Smile//Smile//Smile/👍👍👍
total 1 replies
Tio Buki
Nah, betul kan
Tio Buki
Wow, mendapatkan tugas rupanya
Tio Buki
Berpindah kedunia lainkah dia
WER: betul 👍😆👍👍👍
total 1 replies
Tio Buki
Kenapa ya????
Tio Buki
Benda apakah itu
Jay Andrew
bagus author cuman masih ada kekurangan yang membuat cerita nya kurang enak kalo di baca oh iya satu lagi updet
Jay Andrew: update nya yang cepet
total 1 replies
Kausafiksi.id
kirain duit sekoper bang 😁
Kausafiksi.id
aku kasih like dsn baca seluruh nya thor, jangan lupa mampir karya ku juga 🙏
helena
✈️✈️✈️ travel ke genre novel yg beda. my new adventure
WER: makasih kak udah support 😆👍👍👍
total 1 replies
WER
maaf nya novel nya lama upload soalnya aku masih sekolah dan pulang nya jam 3 mohon di maklumi oke 👍
WER: maaf maksudnya jam 3 sore 👍
total 1 replies
S3C
semangat kak dan sering seringlah upload 😁👍
WER: oke pasti kak💪💪💪💪
total 1 replies
Clevareus
kira kira sistem ini siapa ya sebenernya, dia berkali kali ngasih giveaway artifak yang bener bener Overpower ke wei lin kaya seakan akan itu mainan. si wei lin nya juga bomat pulak/Facepalm/
WER: Wkwkwk, makasih kak udah ikut berteori. Ditunggu terus ya, siapa tahu tebakannya benar. 😆👍👍👍👍
total 1 replies
kave story
tetap semangat abangku btw ini bagus banget bikin nagih aja
kave story: iya semangat selalu ya semoga berhasil
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!