NovelToon NovelToon
FAKE LOVE MISSION

FAKE LOVE MISSION

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Xylona

Di sekolah, semua orang mengenal Aurora Kayanza sebagai gadis yang selalu mengejar uang. Baginya, uang bisa menyelesaikan banyak hal, bahkan menjadi alasan untuk menerima tantangan paling nekat sekalipun. Demi imbalan yang menggiurkan dari teman-temannya, Aurora setuju melakukan satu hal yang dianggap mustahil—mendekati cowok paling dingin dan sulit disentuh di sekolah mereka.

Namun semuanya berubah ketika Aurora tiba-tiba menemui Gama di rooftop sekolah dan tanpa ragu mengajaknya berpacaran.

Ajakan yang awalnya hanya dianggap permainan dan tantangan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit. Di balik sikap dingin Gama, tersimpan luka dan rahasia yang tidak diketahui siapa pun. Sedangkan Aurora mulai terjebak di antara uang, rasa bersalah, dan perasaan yang tumbuh tanpa ia sadari.

Hubungan yang dimulai karena kepentingan itu perlahan mengubah hidup mereka berdua, membawa Aurora dan Gama pada kisah penuh rahasia, konflik sekolah, perasaan yang tak pernah mereka rencanakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xylona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN 8.

Malam sudah datang, langit di luar jendela tampak gelap dengan beberapa bintang yang mulai bermunculan. Suasana rumah terasa lebih tenang setelah seharian penuh dengan berbagai aktivitas. Hanya suara sesekali kendaraan yang lewat di jalan.

Di dalam kamar, seorang gadis siapa lagi kalau bukan Aurora masih duduk santai di atas tempat tidurnya. Seragam sekolah sudah berganti dengan pakaian rumahan yang nyaman. Tas tergeletak di sudut kamar, sementara buku-buku masih terbuka di meja belajar, seolah mengingatkan bahwa tugas sekolah belum benar-benar selesai.

Meski hari terasa melelahkan, ada banyak hal yang masih teringat dari kejadian di sekolah tadi. Mulai dari obrolan seru bersama teman, candaan di kelas, sampai hal-hal kecil yang tanpa sadar selalu berhasil membuat hari terasa lebih berwarna. Begitulah kehidupan sekolah—selalu ramai, kadang melelahkan, tapi juga penuh cerita yang menyenangkan.

Aurora yang sedang tiduran di kasur malas malasan tanpa peduli tugas sekolah yang besok harus di kumpulkan, Aurora terlalu bodoh untuk mengerjakan soal matematika yang membuat kepalanya seperti ingin meledak, Aurora masih sayang kepalanya makanya Aurora memilih tidak mengerjakan tugas matematika tersebut, itu hanya alasan yang absurd.

Dering ponsel Aurora berdering nyaring segara Aurora mengambil handphone untuk melihat siapa yang menghubunginya, ternyata Gama yang menghubunginya.

Aurora berdehem entah kenapa Aurora tiba-tiba merasa gugup seperti ini.

"Hallo?." Sapa Aurora gugup.

"Hai."

"Ada apa ya kak? tiba-tiba nelpon."

"Kenapa enggak boleh?."

"E—eh, bu—bukan gitu maksud aku takutnya ada sesuatu yang penting jadi kakak nelpon gitu." Aurora menepuk kepalanya pelan kenapa ia bodoh sekali.

"Enggak ada."

"Em..."

Ini canggung banget serius Aurora yang ingin memperpanjang pembicaraan menjadi blank, seolah kata kata lenyap dari otaknya.

"Lagi apa?."

Aurora kaget apa Gama kepalanya tidak terbentur sesuatu, kenapa setelah di rooftop tadi tingkah Gama menjadu aneh seperti ini.

"Eh, nggak lagi ngapa ngapain kok kak, kalau kakak lagi apa?." Aurora balik bertanya menghargai Gama yang sudah bertanya duluan padanya.

"Lagi mikirin lo."

"HAH?."

Jelas Aurora kaget mendengar penuturan Gama yang mendadak, entah itu benaran memikirkan Aurora atau hanya ingin menggoda Aurora, tapi entah kenapa seperti ada ribuan kupu kupu berterbangan di perutnya, Aurora menutup wajahnya dengan menggunakan tangannya seolah menutupi pipinya yang sudah bersemu merah, kenapa juga harus di tutup Gama saja tidak tahu Aurora sedang kesetanan sekarang.

"A—apa sih kak."

"Hahaha...bercanda."

Aurora diam, kan sudah Aurora duga itu hanya untuk menggoda Aurora, tapi kenapa hatinya sakit tidak terima dengan jawaban Gama, tapi Aurora tersadar apa haknya untuk Aurora merasa cemburu meskipun mereka berpacaran.

Meskipun berpacaran mereka bukan sepasang kekasih pada umumnya.

"Kenapa diem?."

"E—eh...enggak apa apa kak."

"Belum tidur?."

"Belum, kalau udah juga nggak aku jawab telpon kakak ini."

"Nanti berangkat sekolah gue jembut."

"Eh, nggak usah aku biasanya berangkat sama ayah."

"Nanti gue yang ngomong sama ayah lo."

"Kita berangkat pagi pagi banget, sebelum murid murid pada sampai ke sekolah."

Aurora mau tidak mau mengiyakan ajakan Gama untuk berangkat sekolah bersama, setelah perbincangan mereka yang lumayan lama Aurora memutuskan untuk tidur, soal tugas matematika yang belum selesai bisa Aurora kerjakan di sekolah, eit bukan di kerjakan oleh Aurora tapi lebih tepatnya nyontek.

...****************...

Mentari pagi mulai menyelinap melalui celah tirai, menghadirkan cahaya hangat yang perlahan memenuhi kamar. Suara alarm yang berbunyi nyaring memecah keheningan, menandakan dimulainya hari yang di benci oleh Aurora kecuali hari sabtu dan minggu.

Di luar, suasana pagi sudah ramai. Kicauan burung saling bersahutan, sementara suara kendaraan dan langkah orang-orang yang memulai aktivitas terdengar dari kejauhan. Aroma sarapan dari dapur pun menguar, menambah hangat suasana rumah.

Dengan mata yang sedikit terbuka Aurora memaksakan diri untuk bangun, duduk di tempat tidur sebentar untuk mengumpulkan nyawanya dengan rambut yang acak acakan, Aurora melangkah dengan gontai sambil menenteng handuk menuju ke arah kamar mandi.

"Ara ini Gama katanya mau berangkat bareng sama kamu." Ibu Larasati tiba-tiba ada di depan kamar Aurora, membuat Aurora berjengit kaget.

"Ih...ibu ngagetin aja sih."

"Padahal ibu biasa aja."

Aurora cemberut tanpa menjawab lagi.

"Itu Gama udah ada di ruang tv lagi ngobrol sama ayah."

"Kamu juga tumben jam segini udah siap siap, udah janjian ya." Goda ibu Larasati.

"Apa sih ibu." Aurora memalingkan wajah karna malu.

"Hahaha, ibu juga tau kali ibu pernah muda juga."

Aurora menghiraukan ucapan ibunya dan mempercepat langkahnya daripada harus mendengar godaan ibu Larasati yang lain, malah makin membuat Aurora tambah malu.

Ayah Damar melihat putrinya sudah siap tersenyum lembut." Ini masih pagi emangnya mau langsung berangkat aja?."

"Iya yah."

"Tapi kalian belum sarapan."

"Gapapa ayah nanti bisa di sekolah makannya."

"Atau kayak gini aja, ibu bawain bekal aja buat kalian nanti di sekolah kalian makannya."

"Masakan ibu sebentar lagi juga udah siap, tunggu sebentar lagi ya." Jelas Ibu Larasati.

Aurora menatap ke arah Gama seolah mengatakan gimana mau nunggu atau nggak, dan Gama seolah mengerti maksud tatapan Aurora mengangguk kecil mengiyakan untuk menunggu ibu Larasati menyiapkan bekal mereka.

"Wih pagi pagi banget lo udah siap siap." Tanya Arkan.

Aurora menghiraukan ucapan Arkan yang tidak berguna itu.

"Ayah liat kakak malah nggak jawab pertanyaan aku." Adu Arkan seolah tersakiti.

Aurora mendelik sinis ni orang bisanya cuman ngadu aja."Apa sih, terserah gue lah."

"Mau mojok ya lo." Tuduh Arkan yang mana membuat Aurora memelototkan matanya.

"Heh, kamu ini Arkan kalau ngomong nggak pake bismillah dulu." Tegur Ayah Damar.

Arkan hanya cengengesan sambil menggaruk kelapanya yang tidak gatal.

Ibu Larasati sudah kembali ke ruang tv sambil menyerahkan dua kotak makan kepada Aurora dan Gama.

"Terima kasih bu."

"Sama sama sayang." Ujar Ibu Larasati sambil tersenyum tulus tangannya mengelus rambut Gama lembut.

Membeku sesaat Gama tidak bisa bergerak setelah ibu Larasati mengelus rambutnya dengan lembut, Gama tidak pernah merasakan elusan lembut dari ibunya, tapi sekarang Gama merasakan elusan seorang ibu dari ibu Aurora, Gama tersenyum haru menarik napas pelan seolah tidak terjadi apa apa.

"Iya ibu."

"Yaudah kalian hati hati ya jangan ngebut ya."

Gama mengangguk tersenyum, setelah mereka berdua berpamitan Gama sebelum berangkat memberikan uang jajan kepada Arkan, sempat Aurora marah kenapa memberi Arkan uang, tapi Gama tidak masalah dengan itu, Dan Aurora tahu Arkan akan kesenangan mana mungkin Arkan akan menolak uang terutama Gama memberinya cukup besar untuk anak masih smp sebesar 200 rb.

1
Davina Aurora
bagus ka ceritanya😍
aurora: terima kasih☺
total 1 replies
T28J
hadiir kk🙏
aurora: terimakasih😊☺😍
total 1 replies
Wawan
Semangat ✍️
aurora: terimakasih 🤗🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!